
saat di kamar
"Ririn, kau aneh sekali! ada apa? kau tadi hampir saja jatuh dari tangga lhoo! gimana jadinya seandainya aku tidak memegang tanganmu??!" omel Yui
"Yui, kau tidak mengerti!" ucap ku
"karena aku tidak mengerti, maka jelaskan padaku agar aku mengerti!" ucap Yui
"kita tadi di buntuti oleh Izumi!" ucap ku
"Izumi? hantu itu? bagaimana bisa?" tanya Yui
"bagaimana kau bisa melihatnya? tidak ada apa-apa tadi" ucap Yui
"entahlah. yang pasti tadi ada banyak sekali hantu di sekolah itu" ucap ku
"ternyata penunggu sekolah itu tak hanya Izumi saja. ada banyak sekali yang lainnya" ucap ku
"tapi... bagaimana bisa kau melihatnya, Ririn??!" tanya Yui
aku berpikir sejenak
"benar juga!! awalnya aku normal-normal saja! tapi, sejak aku menemukan buku itu, semua hal aneh itu muncul!" ucap ku
"buku?" tanya Yui
"buku milik Izumi. setelah aku menemukan buku itu, aku terus mimpi buruk" ucap ku
"buku itu harus aku musnahkan!" ucap ku
aku berdiri dan mengambil buku itu. setelah itu, aku pergi keluar dan membuangnya di aliran sungai dekat kamar kami.
"apa yang kau lakukan, Ririn?" tanya Yui
sedang membuang nasib sial" ucap ku
"kau membuang buku itu? bagaimana jika Izumi itu marah?" tanya Yui
"aku dapat melihatnya karena ada buku itu. jika buku itu tidak ada, aku tidak akan melihatnya" ucap ku
"bagaimana kau bisa tahu itu?" tanya Yui
"buktinya tidak ada siapapun yang bisa melihatnya kecuali aku. sudah pasti penyebabnya karena aku memegang buku itu. jadi, jika aku tidak memegangnya, aku tidak akan bisa melihatnya lagi" ucap ku
"semoga saja begitu" ucap Yui
keesokan harinya, kami pergi ke sekolah seperti biasa. saat aku tiba di kelas ku, aku duduk di kursiku dan melihat ada buku Izumi di kolong meja ku, seperti saat aku menemukannya
__ADS_1
"bagaimana bisa? padahal kemarin sudah ku buang ke sungai" pikir ku
aku pun mengambil buku itu, dan merobeknya menjadi potongan kecil, lalu membuangnya ke kotak sampah. saat aku kembali ke meja ku, aku melihat buku itu masih ada di kolong meja ku. setelah itu, aku melihat ke kotak sampah itu, dan ternyata potongan-potongan buku itu menghilang dari kotak sampah. aku pun mengambil korek api, lalu membakar buku itu di belakang gedung sekolah. setelah aku kembali ke kelas, buku itu tetap utuh di dalam kolong meja ku
"kenapa.... jadi seperti ini?" tanya ku dengan mata berkaca-kaca
setelah itu, bu guru datang. kami belajar seperti normal. namun aku tidak dapat fokus selama pelajaran karena buku itu.
beberapa jam kemudian, jam istirahat pun berbunyi, namun aku masih belum menyelesaikan tugas yang di berikan ibu guru
"Yurin, aku mau ke toilet dulu. kau mai ikut?" tanya Mesha
aku melihat orang di kelas. di kelas tampak ramai.
"aku masih harus menyelesaikan tugasku. kau pergi saja sendiri" ucap ku
"baiklah" ucap Mesha dan pergi keluar
tak lama kemudian
"aku sangat lapar. kita ke kantin yuk!" ucap seorang teman di kelas ku
setelah itu, teman-teman lainnya juga keluar dari kelas. hanya aku sendiri di kelas itu
"lebih baik aku juga keluar untuk makan" pikir ku
"pe... pergi!!" teriakku
aku melihat mulut Izumi bergerak seperti mengatakan sesuatu, namun aku tidak dapat mendengarnya. setelah itu, ia menghilang
"di... dia pergi..." pikir ku dan ambruk karena kaki ku gemetaran
setelah itu, Mesha masuk ke kelas
"Yurin? kenapa kau duduk di lantai?" tanya Mesha
"ah, tadi di mejaku ada kecoa" ucap ku
Mesha melihat ke meja ku
"sekarang sudah tidak ada lagi" ucap Mesha
aku pun kembali ke meja ku dan menulis lagi. setelah itu, Izumi tidak muncul di depan ku lagi. hantu-hantu yang lain juga tidak ada. dan sampai pulang sekolah, aku tidak melihat penampakan apapun
saat di kamar, aku membuat tugas untuk di kumpul esok hari. tapi Yui malah mengajakku membeli bahan makanan
"Ririn, ayo beli bahan makanan!" ajak Yui
__ADS_1
"Yui, tugas ku banyak. besok saja" ucap ku
"tapi bahan makanan benar-benar sudah habis" ucap Yui
"sudah habis? bukannya masih ada?" tanyaku
"tidak ada sisa. itu karena kau makan terlalu banyak, Ririn" ucap Yui
"aku tidak makan dengan banyak. akhir-akhir ini mood makan ku jelek" ucap ku
"taunya bahan makanan habis. harus segera beli. ayo pergi" ucap Yui
"tugas ku sangat banyak. kau pergi sendiri saja" ucap ku
"tidak mau!" ucap Yui memalingkan wajahnya
"aku mohon! tugas ku sangat banyak!" ucap ku memohon
"tidak!!" ucap Yui
aku terus memohon ke Yui agar ia pergi sendiri dan akhirnya Yui mau
"baiklah. tapi saat beli bahan makanan selanjutnya, kau beli sendiri" ucap Yui.
"ok!" ucap ku
Yui pun pergi keluar
entah kenapa tempat itu jadi terasa sangat sunyi. setelah itu, aku membuat teh dingin untuk menyejukkan pikiranku karena penuh dengan banyak hal. kemudian, aku mengambil buku Izumi
"buku ini harus aku apakan?" pikir ku
setelah itu, di samping mejaku, aku melihat bayangan. saat aku lihat... Izumi di sampingku
"ba... bagaimana bisa dia ada disini??!" pikir ku.
karena kaget, cangkir yang ku pegang terjatuh dan pecah, dan buku Izumi itu juga terjatuh. setelah itu aku berjalan mundur. seperti di kelas tadi, Izumi berjalan mendekati ku. dan akhirnya, aku tidak dapat mundur lagi karena aku sudah ada di sudut ruangan. Izumi terus maju kedepan dan memojokkan ku. mulutnya kembali bergerak seperti mengatakan sesuatu.
"a... aku tidak mengerti apa yang kau katakan!!" teriakku.
aku mendorong Izumi dan ternyata aku menembus tubuhnya dan terjatuh. tangan kiri ku terkena pecahan gelas tadi dan mengeluarkan darah sangat banyak. dan tak disengaja, darah ku mengenai buku Izumi. buku itu bersinar sangat terang hingga aku menutup mataku karena terlalu silau
saat aku membuka mataku, luka di tangan kiriku hilang. tidak ada bekas luka di tangan ku. lalu, aku melihat ke arah Izumi
"bodoh!!" ucap Izumi
"apa?" pikirku
__ADS_1
"suaranya dapat ku dengar..." pikir ku