Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

"Kalau begitu, Izumi, bagaimana saat perang wilayah? Kau pernah bilang untuk melakukan perang wilayah, kekuatan roh baik dan jahat harus seimbang. Bagaimana kau bisa melakukan perang bersama roh jahat itu sebagai rekan?" Tanyaku


"Yurin, kau bilang macaroon nya enak, kan?"


Izumi mengambil macaroon di piring itu lalu memasukkannya ke mulutku.


"Kalau enak, kenapa berhenti makannya?"


"Bilang saja kalau kau mau aku berhenti bertanya dan mengalihkan pembicaraan!!" Teriakku sambil mengunyah


"Baiklah, karena kau sudah tau maksudku, jadi ayo ubah topik pembicaraannya"


"Jawab dulu pertanyaanku!" Ucapku tegas


Izumi hanya menghela nafas pasrah.


"Sebenci apapun mereka padaku, tapi tetap saja, kebencian mereka padaku setidaknya tidak melebihi kebencian mereka pada roh wilayah lain"


"Karena, kalau suatu wilayah ditaklukkan wilayah lainnya, roh yang berada di wilayah yang ditaklukkan itu akan menjadi bagian dari roh wilayah yang menakluki lalu disiksa dan diasingkan, atau dikurung agar tidak memberontak. Tentu saja, mereka takkan mau dan takkan sudi menjadi warga dari wilayah yang menghancurkan tempat tinggalnya dan menyiksanya"


"Jadi, prioritas semua roh wilayah ini adalah tidak boleh kalah dari wilayah musuh. Mereka akan menyingkirkan ego mereka sebentar ditengah perang demi diri mereka sendiri"


"Lalu, mereka juga tau kalau jika aku lenyap ditengah perang, tidak peduli dilenyapkan oleh mereka sendiri atau oleh musuh, Kemungkinan kalah di peperangan semakin tinggi, bahkan mencapai 99%"


"Karena musuh akan melakukan segala cara untuk merebut 'kristal hati' milik pemimpin yang lenyap"


"Dan jika 'Kristal hati' itu direbut musuh, maka sudah dipastikan wilayah sekolah menjadi milik musuh, sama saja dengan kalah" Jelas Izumi


"Kupikir mereka semua hanyalah roh bodoh yang tidak punya otak. Ternyata mereka juga bisa sedikit berpikir logis, ya" Gumamku


"Tidak, kupikir mereka tidak sepintar itu" Ucap Izumi


"Tentu saja! Aku kan bilang mereka bisa 'sedikit' berpikir logis. Jika mereka memang pintar, mereka pasti lebih memilih menjadi temanmu daripada musuh"


"Kalau aku jadi roh jahat yang ingin melenyapkanmu, aku akan mendekatimu dan berpura-pura baik, lalu setelahnya menusukmu dari belakang. Dengan begitu, aku bisa jadi pemimpin baru dan menyingkirkan lawan tanpa terluka dengan resiko yang lebih kecil"


"...."


Izumi terdiam


"Untungnya diantara kita ada 'ikatan', jadi kau tidak bisa macam-macam padaku"


"Aku salah. Kau tidak sebaik yang kupikir" Gumam Izumi


"Itu perumpamaan jika aku roh jahat!! Aku tidak akan seperti itu karena aku bukan roh jahat dan tidak punya orang yang dibenci!!" Teriakku


"Jadi, kalau kau punya orang yang di benci di masa depan, kau akan melakukan hal itu?" Tanya Izumi


"Lagi kau yang manusia saja bisa berpikir seperti itu, apalagi jika kau sungguh menjadi roh jahat. Sepertinya kau akan menjadi roh yang sangat, sangat licik"


"Jangan mengolok-olokku!!" Teriakku kesal


"Mengelak artinya benar. Kau mengakui kalau kau itu licik"


"Sudah cukup!!!"


"Hahahaha! Wajahmu memerah!"


Aku mulai naik pitam. Tanganku dengan ringannya melayang ke kepala Izumi dengan kekuatan penuh dan memasang wajah tersenyum ceria.


Lalu Izumi mengelak pukulan itu tepat sebelum tanganku mengenainya.

__ADS_1


"Eh?"


Karena aku mengerahkan semua tenagaku untuk memukul Izumi, aku kehilangan keseimbangan begitu dia mengelak dan terjatuh diatas Izumi.


"Minggir. Kau berat" Gumam Izumi


"Ah, aku minta ma---"


"Yo~ Apa yang kalian berdua lakukan?"


Tiba-tiba Kagusa muncul di luar pintu kaca balkon dengan menempelkan tubuhnya ke pintu bagai cicak.


"Kagusa!!!!" Teriakku kaget


Aku langsung menjauh dari Izumi dan duduk membatu dengan wajah merah karena malu.


"Waaah~ Apa yang baru saja saya lihat?~" Goda Kagusa


"Kagusa! Cepat kembali kerjakan tugasmu!!" Ucap Izumi dengan tegas


"Saya sudah selesai melakukannya~"


"Lalu pemimpin, padahal wajah anda datar, tapi kenapa telinga anda merah?~"


"Kau tidak ada kerjaan, kan? Taman yang ada di belakang kastil belum dibersihkan. Cepat bersihkan semuanya!" Perintah Izumi


"Aduh~ Bilang saja kalau anda mau mengusir saya biar tidak mengganggu kalian ber---"


"Cepat lakukan saja!"


"Baik...."


*


"Kekuatanku sudah pulih, jadi sekarang aku akan mengantar kalian kembali ke bumi" Ucap Izumi


Izumi mengulurkan sebelah tangannya dan muncullah sebuah pusaran portal berwarna hitam.


"Lalu, Yur---"


"Ririn!~"


Yui langsung menyela omongan Izumi lalu berdiri ditengah antara aku dan Izumi.


"Ayo~ Kita masuknya bersama, ya~"


"Ah, em.... Iya..." Gumamku


"Ada apa dengan Yui?" Pikirku bingung


Yui langsung menggandeng tangan kiriku dan terus seperti itu sampai kami masuk lingkaran portal itu.


*


"Ugh...."


Setelah masuk portal itu, aku terbangun di atas kasurku.


"Omong-omong, Yui dimana, ya?" Gumamku


Setelahnya, Izumi datang menemuiku di kamar.

__ADS_1


Aku hanya menatapnya bingung. Dan setelahnya, Izumi memegang sebelah tanganku.


"Ikut denganku"


"Kemana?" Tanyaku


"Nanti kau akan tau sendiri"


Izumi langsung membawaku teleportasi. Begitu sampai, aku dan Izumi sudah berada di dalam hutan, tempat aku dan Yui biasa latihan.


"Ririn~" Teriak Yui ceria


"Selamat ulang tahun~ Walau sebelumnya adalah hal yang melelahakan"


Yui menyodorkan sebuah kotak kado padaku.


Aku hanya diam membatu dengan mata menatap lekat kotak kado itu sebelum mengambilnya.


"Terima kasih, Yui!~"


"Iya~ Semoga kau menyukai kado dariku"


"Di masa depan, kuharap Ririn tidak mengalami kesulitan dan bisa menghadapi semua rintangan. Aku mengharapkan semua yang terbaik pada Ririn!"


"Terima kasih~"


Aku memeluk erat sahabat terbaikku itu.


Lalu, Izumi berjalan mendekatiku.


Izumi mengulurkan tangannya lalu muncul cahaya berwarna ungu dan menyatu membentuk sebuket bunga. Bunga itu berwarna ungu cerah dengan kelopak bunga yang memanjang dengan bagian ujungnya yang sedikit putih. Ditengah kelima kelopak bunga itu juga ada mahkota bunga berwarna ungu agak pink yang bersinar seperti bintang.


"Wah~ Bunganya cantik sekali!~" Ucapku kagum


Dengan memegang buket bunga itu, Izumi berlutut dihadapanku sembari menyodorkan buket bunganya.


"Selamat ulang tahun. Karena setiap kau melihat bunga kau jadi kegirangan, jadi aku berpikir untuk memberimu bunga"


Aku pun menerima buket bunga dari Izumi.


"Terima kasih, Izumi! Aku suka sekali!~"


Aku menghirup aroma dari bunga itu. Aromanya sangat khas. Aromanya lembut dan tidak menyengat, namun juga tidak membuat bosan menghirupnya. Ditambah penampilannya yang cukup unik.


"Aroma bunga ini enak~"


Izumi hanya tersenyum tipis menanggapi ucapanku.


"Dan omong-omong, sepertinya aku belum pernah melihat bunga ini" Gumamku


Izumi pun kembali berdiri dan mendekatiku.


"Bunga ini bernama Vinix. Bunga Vinix tidak tumbuh di bumi karena bunga ini memakan kekuatan roh baik dalam jumlah besar saat masa pertumbuhan. Karena hal itu, bunga ini hanya tumbuh di taman kastil kepemimpinan roh baik, dan itupun dengan jumlah tertentu karena merawat bunga ini cukup sulit saat belum mekar"


"Jadi, bunga ini sama sekali tidak ada di dunia ini, di wilayah roh jahat juga tak ada. Bahkan di kalangan roh baik pun bunga ini sangat langka dan digunakan sebagai lambang untuk pemimpin roh baik karena kecantikan, keanggunan, dan juga kekuatan yang besar yang terdapat dalam bunga itu"


"Apa? Bukankah bunga ini terlalu berharga untuk diberikan padaku?!" Ucapku kaget


Izumi memegang sebelah tanganku dan mendekatkan bibirnya ke punggung tanagnku.


"Memangnya akan ada yang protes jika aku sendiri yang memberinya? Ditambah lagi, bukan pada orang lain, tapi aku memberinya padamu yang terikat denganku"

__ADS_1


Setelahnya Izumi kembali mengangkat kepalanya dan melepaskan tanganku.


Meski tidak sampai mencium punggung tanganku, tapi aku bisa merasakan hawa Izumi ketika berbicara tadi. Aku jadi sedikit salah tingkah karena sikap Izumi, dan disisi lain, Yui hanya menatap kami dalam diam.


__ADS_2