
keesokan harinya, aku dan Yui pergi ke sekolah seperti biasa. aku masuk ke kelas dan melakukan kegiatan seperti sebelumnya dan orang-orang di kelasku ataupun murid-murid lainnya tidak lagi membicarakan soal hantu. sekolah juga berjalan normal. dan karena kegiatan yang normal ini, aku jadi memiliki banyak kegiatan dan kembali melupakan soal senior Izumi. aku teringat lagi saat pulang sekolah
"aaaarggggh!! bisa-bisanya aku melupakan soal ini!!" ucap ku kesal sama diri sendiri
"ti... tidak apa-apa kok Ririn. malah seharusnya senior Izumi itulah yang mencarimu, bukan kamu yang mencarinya" ucap Yui
"sepertinya dia juga sibuk hingga tidak bisa mencari aku" ucap ku
"walau begitu, kan masih ada hari esok. besok kau bisa mencarinya" ucap Yui
"semoga besok aku ingat" ucap ku
kami pun pulang ke tempat kosan kami
*
saat malam hari, aku belajar untuk pelajaran esok hari seperti biasa. entah kenapa, hari ini rasanya sangat melelahkan, dan saat aku sedang belajar, aku tertidur di meja ku, dan bermimpi
(mimpi Yurin)
"Ririn, ayo kita berangkat sekolah" ajak Yui
"ya!" ucap ku semangat
kami pun berjalan pergi ke sekolah. di sekolah tampak sepi, padahal sudah hampir waktunya jam pelajaran. hari ini juga bukan hari libur
"Yui, kok di sekolah sepi, ya?"tanya ku
"aku tidak tahu. yang penting kita masuk saja" ucap Yui. suara Yui terdengar pelan, tidak seperti dia biasanya, dan wajahnya terlihat sedikit pucat. namun aku tak terlalu menghiraukannya. setelah itu, aku masuk ke kelas ku.
saat aku masuk kelas, di dalam kelas itu ada banyak orang. namun, tidak ada satupun yang aku kenal. aku kembali melihat papan kelas. disitu tertulis "kelas 10-2".
"lho? padahal sangat jelas kalau ini adalah kelasku, tapi kenapa semua orang di sini tidak aku kenal?" tanyaku
"tidak tahu, ah! yang pasti ini kelasku!" ucap ku dan masuk ke kelas
aku pun pergi ke belakang, tempatku duduk. tapi, di bangku ku ada orang lain yang duduk. aku tidak dapat melihat wajahnya, karena ia menundukkan kepalanya.
"eh, anu... permisi, disini adalah tempatku" ucap ku
disaat yang sama, ada sekelompok orang datang menghampiri anak yang duduk di kursi ku
"hey, kau tidak membersihkan kelas dengan benar, ya??!" teriak salah satu anak di kelompok itu ke anak yang duduk di kursiku
"anu, ada apa ini?" tanya ku
namun, pertanyaanku tidak di tanggapi oleh mereka.
lalu, sekelompok orang tadi mengeroyok anak yang duduk di kursi ku itu
__ADS_1
anak-anak lain hanya melihati kejadian itu, dan tidak melakukan apa-apa. aku yang ada di dekat anak itu langsung menghadang sekelompok orang itu. namun aku telat. seorang anak diantara kelompok itu membawa pisau dan menusuk anak tadi. 1 detik kemudian, saat aku mengedipkan mata, di dalam kelas itu langsung kosong. tidak ada siapa-siapa di sana. aku pun melihat ke koridor sekolah, namun tidak ada siapa-siapa.
aku pun kembali ke kelas itu, dan aku seperti melihat sesuatu di belakang kelas, tepatnya di belakang kursi ku. aku pun menghampirinya dan aku terkejut
"t... tolong... s.. siapa pun... tolong aku..." ucap seorang anak laki-laki dengan penuh darah di tubuh nya
tubuhku langsung gemetar saat melihatnya. ini pertama kalinya aku melihat darah sebanyak itu
"Ririn..."
terdengar suara seseorang yang familiar sedang memanggilku
aku pun menoleh ke belakang dan melihat Yui
"Y... Yui...." aku terkejut melihat Yui. kepalanya penuh darah
"Ririn... tolong aku..." ucap Yui
"tolong..."
terdengar suara lain di belakangku
saat aku melihat, ada banyak orang dengan seragam sekolah tergeletak di lantai dengan penuh darah
"t... tolong... tolong aku..." ucap seorang anak laki-laki yang berada di belakang kursi ku
"tolong kami..." ucap salah satu orang yang tergeletak di lantai itu
"he... hentikan..." ucap ku dengan suara gemetar
"tolong... aku... tidak kuat lagi..." ucap anak laki-laki itu dan menjulurkan tangannya ke arah ku
"Ririn... ini menyakitkan..." ucap Yui dan menjulurkan tangannya padaku
"tolong selamatkan kami" ucap seorang diantara banyak orang yang tergeletak di lantai itu
aku mencoba lari dari kelas itu. namun, kaki ku di tahan oleh seorang
orang yang menahan kaki ku berkata "tolong kami...."
aku mencoba melepas cengkeraman orang itu. namun tidak bisa. cengkeramannya terlalu kuat
"to... tolong lepaskan aku!" ucap ku pada orang yang menahan kaki ku
"begitu, ya..." ucap orang itu dengan nada suara berat
"Ririn, kau sama saja dengan yang lainnya" ucap Yui dengan nada suara dingin
"semua orang sama saja" ucap laki-laki di belakang kursi ku
__ADS_1
"tidak berperasaan" ucap salah satu orang yang tergeletak itu
kemudian, satu persatu dari mereka berdiri, dan mengepung diriku
"kau tidak tahu bagaimana rasanya. karena itu kau seperti kami" ucap seorang laki2
"ayo kita buat dia seperti kita! kulitnya yang mulus itu akan kita robek-robek! pasti menyenangkan" ucap seorang wanita yang tergeletak tadi
"j... jangan... jangan mendekat!!" teriakku
"Ririn... ini salahmu" ucap Yui
"Y... Yui... jangan seperti itu..." ucap ku
"kau tidak dapat menolongku!" ucap Yui dan mencekikku
"j.. jangan..." ucap ku terbata-bata
satu per satu orang-orang itu mendekatiku dan menarik tubuhku
"h... hentikan!!" teriakku
"hihihihihi" tawa seorang wanita
"kenapa harus berhenti? ini menyenangkan!" ucap seorang wanita
mereka terus menarik tubuhku
"HENTIKAAAAN!" teriakku
dan, aku terbangun dari tidur ku
"hah... hah... hah... te.. ternyata hanya mimpi..." ucap ku
aku melihat jam di dinding. jarumnya menunjukkan kalau sekarang pukul 02.10
"Ririn ada apa?" tanya Yui dengan mengusap matanya karena masih mengantuk
"Y.. Yui..." ucapku ketakutan
"ada apa? kau mimpi buruk?" tanya Yui
"iya. aku bermimpi hal yang sangat buruk! benar-benar buruk!" ucap ku, lalu langsung memeluk Yui dan tanpa sadar air mata ku menetes
"jangan nangis. itu hanya mimpi" ucap Yui dan mengusap air mata ku
"iya" ucap ku sembari menganggukkan kepala
"kalau begitu, ayo kembali tidur. nanti pagi kita akan sekolah" ucap Yui
__ADS_1