Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Kei, Roh Jahat yang Setia


__ADS_3

"Memangnya apa yang sudah terjadi dengan Izumi?" Tanya Kagusa


Aku terdiam sebentar.


"Itu... Kami tidak sengaja bertemu dengan---"


"Ah, lupakan. Nanti aku tanya sendiri ke Izumi" Ucap Kagusa tiba-tiba


"Eh?"


Kagusa langsung berdiri dan berjalan menjauh dariku.


"Kau mau kemana?" Tanyaku


"Menemui Izumi. Seharusnya sekarang dia sudah selesai memburu monsternya. Dia juga seharusnya membawakanku sesuatu hasil berburu monster, jadi aku harus cepat mengambilnya sebelum diambil roh lain" Jelas Kagusa dengan senyum cerianya


Aku teringat kembali ketika Izumi menyodorkanku gumpalan merah, yang katanya jantung monster sebelumnya.


"Ugh..." Refleks aku langsung menutup mulutku.


"Kenapa?" Tanya Kagusa


"Tidak. Aku hanya teringat hal menjijikkan..." Gumamku


"Ah, baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Kagusa lalu menghilang dari pandanganku.


Setelah Kagusa pergi aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar keluar.


*


1 jam berlalu, aku pun kembali masuk kedalam rumah dan duduk di kursi belajarku. Kedua tanganku menopang dagu ku dan mataku menatap kosong keluar jendela.


Beberapa menit kemudian...


Syuuush...


Aku kembali merasakan adanya roh yang datang ke kamarku.


"Izumi?" Gumamku lalu menoleh ke belakang, melihat roh yang datang tersebut.


"!!!"


Aku pun dikagetkan oleh roh yang terlihat asing bagiku. Aku tidak pernah melihat roh itu sebelumnya.


Tinggi roh itu terlihat sepantaran dengan Izumi, mengenakan seragam sekolah yang terlihat kuno, berkulit pucat, rambut berwarna merah marun dengan poni belah miring, dan mata merah menyala.


Roh itu terus menatapku dalam diam dengan memasang wajah datar. Dia terasa sedikit mirip dengan Izumi, karena aku merasa tertekan dengan tatapannya yang dalam itu.


"Roh... Roh jahat!! Dan lagi dia juga terasa sedikit menyeramkan, jadi dia pasti roh yang kuat, kan?" Pikirku


"Apa yang harus aku lakukan?? Memanggil Izumi dan Kagusa?" Pikirku panik dan refleks mencengkeram rok yang kugunakan


Lalu, roh itu berjalan mendekatiku.


Aku langsung berdiri dan memasang kuda-kuda siaga.


"Aku takkan bisa melawannya karena dia roh"


"Aku yang manusia biasa tidak memiliki kekuatan untuk melukai roh, jadi pilihan terbaik memang memanggil Izumi. Dengan begitu, dia bisa melakukan sesuatu dengan roh di hadapanku ini" Pikirku


Saat aku baru saja ingin menyebut nama Izumi, tiba-tiba Izumi datang sendiri dan berdiri didepanku dengan menghadap roh jahat itu.


"Kei. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Izumi dengan nada suara tegas


Roh jahat itu langsung berlutut dihadapan Izumi lalu menjawab pertanyaan Izumi dengan sopan.

__ADS_1


"Saya hanya sedang melihat manusia yang terikat dengan tuan. Saya tidak bermaksud menakuti ataupun melukai manusia itu"


"Seharusnya kau minta izin denganku terlebih dulu. Dia pasti kaget karena kau tiba-tiba datang"


"Maafkan saya, tuan"


Lalu roh itu berdiri setelah diberi kode berdiri oleh Izumi.


Aku terdiam. Roh jahat itu sangat penurut tidak seperti roh jahat yang sebelumnya kutemui.


Aku sedikit memiringkan kepalaku untuk melihat roh jahat itu karena Izumi menutupi pandanganku.


Izumi langsung berbalik melihat ke arahku.


"Ah, kau tidak perlu takut dengannya. Dia bawahan roh jahatku, Kei" Ucap Izumi


(P.S : Nama Kei pernah muncul sekilas di percakapan Izumi dan Kagusa pada episode 50 : 'Kecelakaan', dan di percakapan Izumi dan Yurin pada episode 65 : Tingkatan Roh)


"Maafkan saya nona karena telah membuat anda terkejut. Saya Kei, bawahan tuan Izumi" Ucap Kei dengan sopan dan sedikit menundukkan badannya di hadapanku.


"Um... Kei roh jahat?" Tanyaku memastikan kembali


"Iya, saya roh jahat, nona" Jawab Kei sopan.


"Kau bisa berbicara santai denganku. Aku Yurin, kau bisa memanggilku dengan namaku" Ucapku


"Maaf, tapi itu.." Gumam Kei ragu


"Dia adalah roh yang setia padaku. Tentu dia tidak bisa berbicara santai denganmu yang terikat denganku" Ucap Izumi


"Itu benar, nona. Untuk seterusnya saya akan terus seperti ini" Ucapnya


Aku pun berpikir...


"Kalau dari informasi yang kuketahui sampai saat ini, artinya roh jahat di sekolah ini terbagi 2 kubu, yaitu kubu yang mendukung Izumi sebagai pemimpin, dan kubu yang menentang Izumi. Lalu Kei adalah salah satu kubu yang mendukung Izumi..." Pikirku


"Izumi! Kau membaca pikiranku?" Tanyaku kaget


"Tidak. Aku hanya menebak apa yang kau pikirkan saat ini" Ucap Izumi


"Aah, kalau dipikir sejak awal ketemu, Izumi memang terlihat seperti bisa melihat semua yang ada di diriku. Ini sangat tidak adil, padahal aku tidak tahu apapun soal dirinya" Pikirku


"Jangan memikirkan diriku. Itu tidak ada gunanya. Tidak ada untungnya bagimu mengetahui informasi dari manusia yang sudah mati dan menjadi roh"


"Bohong! Kau pasti membaca pikiranku, kan? Tidak mungkin tebakanmu selalu tepat seperti ini" Teriakku


"Meski aku roh paling kuat di wilayahku, aku juga tidak bisa melakukan semuanya sesukaku dengan kekuatanku. Seperti kataku, aku hanya menebak pikiranmu" Jawab Izumi santai


"Kau terlalu mencurigakan untuk dipercaya, Izumi"


"Jadi selama ini kau tidak percaya denganku?"


"..." Aku terdiam


Lalu, karena terlalu fokus ke Izumi, aku hampir lupa kalau ada Kei disini.


"Ah, karena disini ada Kei, jadi ayo bahas situasi roh jahat saat ini" Ucapku


Kami pun duduk diatas karpet dengan berbentuk melingkar. Izumi dan Kei pun menjelaskannya secara singkat.


"Kau pasti bisa menebaknya, kan. Roh jahat disini terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama yang dominan yaitu mereka yang menentangku menjadi pemimpin mereka, karena aku masih termasuk roh baik. Kelompok ini dipimpin oleh Maeru, dan mereka mendukung Maeru menjadi pemimpin roh jahat menggantikanku"


"Lalu di kelompok kedua, yaitu mereka yang mendukungku terus menjadi pemimpin mereka dan tidak mempermasalahkan roh baikku selama aku menjalankan tugasku selayaknya pemimpin roh jahat. Dan di kelompok ini dipimpin oleh Kei"


"Jadi bisa dibilang, Kei itu tangan kananmu di roh jahat, dan Kagusa di roh baik, lalu Maeru yang sebelumnya pernah menculikku itu adalah musuh utamamu" Ucapku

__ADS_1


"Benar"


"Lalu apa yang kau lakukan pada 2 kelompok itu, Izumi?" Tanyaku


"Untuk mereka yang menentangku, tentu aku sebagai pemimpin memberi mereka hukuman untuk menunjukkan ketegasanku agar mereka tidak menganggapku remeh. Dan untuk mereka yang mendukungku, aku membiarkan mereka bebas dan memperlakukan mereka seperti yang kulakukan pada roh baik"


"Aku juga akan memberi mereka hadiah jika mereka melakukan hal besar untukku dan wilayahku"


Aku melirik kearah Kei


"Omong-omong, apa para roh jahat tingkat tinggi itu memang seperti kalian? Aku merasa tertekan jika berhadapan dengan kalian seperti ini" Gumamku


"Nona merasa tertekan karena tekanan dari kekuatan roh jahat. Kalau membahas soal kekuatan, memang benar semua roh jahat tingkat atas memiliki tekanan yang besar" Jawab Kei


"Aku juga merasa kalian sedikit mirip dalam memasang ekspresi"


"Itu hanya kebetulan, tergantung dengan sifat roh masing-masing. Roh jahat juga tidak semuanya memasang wajah kaku, ada juga yang suka menunjukkan senyum sinis setiap saat" Jawab Rian


"Kalau seperti itu, lebih baik seperti Izumi dan Kei yang hanya memasang wajah datar daripada mereka tersenyum sinis dihadapanku" Pikirku sedikit lega


*


Kami terus bercerita dan arah ceritanya menjadi tidak penting. Lalu Kei akhirnya pergi karena dia harus menjaga wilayah perbatasan agar tidak ada penyusup dari wilayah lain yang masuk.


"Omong-omong, Kei berada di tingkat berapa di kalangan roh?" Tanyaku


"Master tingkat 5, sama seperti Kagusa. Mereka yang dekat denganku sudah pasti roh yang kuat dan setia. Sebenarnya, jika dibanding dengan Kagusa, Kei lebih setia padaku meski dia roh jahat"


"Lalu untuk kekuatan Kagusa dan Kei sendiri sebenarnya sudah bisa untuk mereka menjadi pemimpin"


"Seandainya mereka berdua bekerja sama untuk menyerangku, sepertinya mereka bisa mengalahkanku" Ucap Izumi


Aku terdiam.


"Apakah ada maksud tersembunyi lainnya di ucapan Izumi ini?" Pikirku


Aku pun mengingat-ingat informasi yang kuketahui sebelumnya.


"Meski kata Izumi mereka berdua layak menjadi pemimpin, tapi tetap saja posisi mereka saat ini adalah Master, dan Izumi adalah Pemimpin. Jadi walau mereka bekerjasama melawan Izumi juga tidak akan semudah itu karena Izumi sendiri ada kekuatan 'kristal hati biru dan merah'." Pikirku


"Tapi, Izumi tadi bilang mereka bisa saja mengalahkan Izumi. Dan jika Izumi memang benar kalah dari mereka berdua, artinya..."


"Izumi yang memang sengaja mengalah dari mereka"


"Tapi, memangnya Izumi ada alasan apa untuk mengalah dari mereka?" Pikirku


*


**


Hai, author disini. Gak kerasa 'Hantu Sekolah' udah episode 71 aja. Terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca cerita "Hantu Sekolah" ini padahal author sendiri masih amatiran. Terima kasih juga untuk semua dukungan kalian. Karena kalian, author jadi semangat lanjutin ceritanya. (Walau sempet hiatus sebelumnya. Maaf, ya)


Oke, gimana ceritanya? Apa kalian ikutan penasaran dengan Izumi yang misterius ini? Tapi daripada sifat Izumi yang misterius ini... Kalian pernah gak sih mikir gimana penggambaran Izumi di bayangan Author?


Yap! Author akan menunjukkan hasil gambaran author untuk karakter Arato Izumi.



Kira-kira seperti ini penggambaran Izumi di kepala author (sebenernya lebih tampan lagi, tapi skill gambar author masih kurang, bisanya segitu). Setidaknya kalian memiliki penggambaran soal visual Izumi dari sudut pandang author.


Tampan bukan?? Sejujurnya author sendiri sering nge-blush kalo nggambar atau membayangkan Izumi, karena Izumi sendiri author buat bener-bener sesuai dengan selera 2D author. Hehehehe


Dan omong-omong, maaf author sekarang bisa update 5 hari sekali. Otak author kadang beku, gak bisa mikirin cerita, kadang lagi males nulis, atau emang lagi sibuk bikin tugas sekolah. Author bakal usahain tetep update setiap 5 hari setidaknya 1 episode, terima kasih.


Oke, ini aja yang mau author beritahu. Untuk selanjutnya author bakal coba gambar Yurin (ini belum pasti tapi bakal di usahain).

__ADS_1


Sampai jumpa lagi


__ADS_2