
"Berlututlah~ Dibawah kaki ku~ Sekarang~ Dan memohonlah~"
Aku dan Izumi tersentak mendengar itu.
"Tidak! Tidak usah kau lakukan, Izumi! Kau tidak boleh dekat dengannya. Disaat kau berlutut, apapun bisa di lakukan terhadapmu!" Pikirku sambil menggelengkan kepala, memberi kode ke Izumi
Izumi merespon kode ku dengan tatapan serius, seaķan bilang aku harus melindungimu apapun caranya.
Izumi berjalan mendekatiku dan Maeru, lalu berjongkok begitu berada di depan Maeru.
"Hey, aku bilang berlutut di bawah kaki ku!" Ucap Maeru kesal dan langsung menginjak kepala Izumi hingga ke tanah.
"Mmmph!! (Izumi!!)" Teriakku
"Cepat memohon padaku untuk melepaskannya~"
"Tolong... Lepaskan... Yurin... Kumohon..."
"Kurang keras! Ucapkan dengan lantang!" Teriak Maeru dan makin menekan kepala Izumi
"Kumohon, lepaskan Yurin!"
"Tidak akan pernah~"
Langsung saja, Izumi menangkap kaki Maeru yang menginjak kepalanya dan menariknya dengan kencang hingga Maeru kehilangan keseimbangan.
Disaat Maeru terjatuh, dengan cepat Izumi mengeluarkan auranya dan meninju Maeru dengan keras hingga kepala bagian kanannya bolong.
"Aduh, sakit sekali, Izumi~" Gumamnya lalu berdiri
"Tapi...."
Dari kepalanya yang bolong itu keluar banyak tali seperti tentakel menggeliat di udara.
"Tubuh ini begitu terluka maka akan tumbuh tali panjang ini dan otomatis akan menyerang musuh"
"Bagaimana bisa?!" Gumamku tak percaya
Maeru kembali menyerang Izumi dengan melemparkan auranya ke Izumi, dan tali yang keluar dari kepala Maeru langsung mengikatku dan membawaku naik ke udara.
"Lepaskan ini!!" Teriakku dan memotong tali-tali yang mengikatku.
Namun begitu ku potong, malah muncul cabang tali yang lebih banyak.
"Sama sekali tidak ada habisnya" Pikirku
20 menit berlalu.
Sekarang aku dan Izumi sudah mulai kewalahan. begitu Izumi melukai Maeru, terus keluar tali dari luka itu dan balik menyerang Izumi. Dan begitu tali itu dipotong, malah muncul tali yang lebih banyak lagi. Sama sekali tidak ada celah untuk menyerang Maeru.
Sekarang aku dengan pasrah terikat oleh tali-tali itu dan Izumi terduduk tidak bisa bergerak di tanah dengan bersimbah darah.
"Bagaimana, Izumi?~ Apa mau sudah menyerah sekarang?" Tanya Maeru
"...." Izumi tidak merespon pertanyaan Maeru
"Akan aku katakan sekarang. Berikan kristal hati merah padaku. Dengan begitu, perempuan ini akan aku berikan padamu"
"Jangan, Izumi! Kau yang sekarang punya kristal hati merah dan biru saja tidak bisa melawannya, apalagi kalau dia punya kristal hati merah?" Teriakku
Izumi tidak menanggapi ucapanku. Dengan tangan gemetar, dia mengenadahkan tangannya di depan dada lalu muncul cahaya merah dari tangannya.
"Ya, bagus. Berikan kristal hati merah padaku~ Jangan buat aku jadi melenyapkanmu~"
"Izumi!! Kau tidak mendengarkanku? Kalau kau berikan, kita berdua benar-benar akan tamat!!" Teriakku
"Semuanya... Akan aku lakukan... Apapun itu..." Gumamnya
"Tidak! Kalau kau tidak memiliki kekuatan, kau tidak akan bisa melawannya, sedangkan dia menjadi semakin kuat!!" Teriakku
Izumi terdiam. Sebelumnya dia tidak bisa berpikir dengan baik dan logis lagi karena situasi yang sangat mendesak. Setelah dia kembali bisa berpikir baik, Izumi memasukkan lagi serpihan kristal hati merahnya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan, Izumi? Kau benar-benar mau aku menggunakan kekerasan?" Tanyanya
Maeru langsung menghilang dan muncul tepat di depan Izumi. Dengan cepat dia menusukkan tangannya ke dada Izumi.
"Dimana~ Kristal hati merah~" Gumam Maeru dan terus mencarinya di dada Izumi
"Arghhh!"
Tak lama kemudian, Maeru menemukannya dan mengambil paksa kristal hati merah dari tubuh Izumi.
"Ha! HAHAHAHAHAHAHAHA!! Akhirnya! Akhirnya aku akan menjadi roh jahat yang sesungguhnya!!" Teriak Maeru
"Izumi...." Gumamku
Dengan girang Maeru langsung memasukkan kristal hati merah ke dadanya.
"Kuat! Sangat kuat! Aku bisa merasakan kekuatan yang sangat besar mengalir di tubuhku!!" Teriaknya
"Aku sudah memberikannya. Sekarang lepaskan Yurin!"
Maeru melirik ke arah Izumi dengan tatapan sinis.
"Kau tidak memberikannya, akulah yang mengambilnya sendiri" Ucapnya
"Tapi, demi adikku tersayang, aku akan memberikannya padamu"
Tali yang mengikatku langsung membawaku mendekati Maeru. Begitu Maeru menangkapku, tali itu langsung melepas lilitannya dari tubuhku.
"Kau mau perempuan ini kembali, kan? Tanya Maeru
"Tapi aku tidak janji memberikannya dengan kondisi mulus seperti ini"
Izumi langsung tersentak.
Dengan tangan kirinya Maeru menahanku, dan tangan kanannya bersiap melukaiku.
"Omong-omong, dari pertemuan kita yang sebelumnya saat di kastil kepemimpinan, aku bisa tahu kau sebenarnya takut padaku, kan? Sebenarnya apa yang kau takutkan dariku?" Tanya Maeru
"Apa itu mengingatkanmu akan kehidupanmu?" Tanya Maeru
"Hahahaha! Ini lebih menyenangkan dari yang kuduga~"
Zrat
Maeru menggoreskan kuku nya pada lenganku sedikit dalam hingga membuat darahku mengalir.
"Jangan... Lukai..." Gumam Izumi
"Hahahaha! Lihatlah ekspresi wajahmu saat ini!! Kau yang begitu sombong sekarang malah memasang ekspresi menyedihkan!" Teriak Maeru
"Bagaimana? Apa kau bernostalgia kembali ke saat dimana kau hidup sebelumnya?" Tanya Maeru
Maeru kembali melukaiku di berbagai tempat. Darahku terus menetes ke tanah tak henti.
"Ugh...." Rintihku
"Hentikan..." Gumam Izumi
"Bagaimana? Sekarang orang yang kau sayangi terluka didepan matamu sendiri, tapi kau malah tidak berbuat apa-apa"
Maeru terus menggoreskan kukunya pada tubuhku hingga tangan dan kaki ku dipenuhi luka.
"Sakit...." Gumamku dan tanpa sadar menangis
"Hentikan... Kumohon..." Gumam Izumi lalu mencoba berdiri dengan tubuh gemetar
"Tenang saja! Aku akan memberikan mayat perempuan ini padamu sebagai tanda kasih sayangku padamu!" Teriak Maeru
"Aaah, aku hampir lupa kalau kalian saling terikat sekarang. Jadi kau akan lenyap begitu perempuan ini mati. Hahahahahaha!"
"Jangan... lukai... dia lebih dari ini..." Gumam Izumi
__ADS_1
"Memangnya kau bisa apa, mantan pemimpin roh jahat?" Tanya Maeru
"Baiklah~ Karena kau begitu menyayanginya, akan langsung kubunuh dia biar tidak merasakan sakit lebih lama lagi"
Maeru melakukan aba-aba dan langsung menusukkan tangannya ke dadaku.
Maeru melepaskan tangannya yang menahanku dan aku langsung terjatuh ke tanah.
Pandanganku mulai buram dan kesadaranku perlahan hilang.
"Tidak boleh mati... Kalau aku mati, Izumi juga akan lenyap" Pikirku
Tetap saja, mataku jadi semakin berat dan akhirnya aku tidak bisa membuka mataku lagi.
"Mati! Sebentar lagi dia mati, dan Izumi akan lenyap dari dunia ini!!" Teriak Maeru
"Hahahahaha! HAHAHAHAHA!!!"
Izumi perlahan berjalan mendekatiku lalu dengan hati-hati mengangkatku.
"Maaf... Padahal aku janji akan melindungimu...." Gumam Izumi
"Senang sekali rasanya!! Ini adalah hari terbaik dalam hidupku selama menjadi roh maupun saat masih jadi manusia!!" Teriak Maeru
"Karena aku lemah, aku tidak bisa melindungimu...."
"Seandainya... Seandainya aku jadi lebih kuat..."
Wushhh....
Angin dingin muncul dan berputar mengelilingi Izumi.
"Hm? Ada apa ini?"
"Siapapun itu... Aku tidak akan memaafkannya..." Gumam Izumi
Muncul aura yang sangat besar dari tubuh Izumi. Perlahan semua lukanya sembuh.
Punggung Izumi mulai bergetar lalu muncul sepasang sayap yang besar berwarna putih di sebelah kanan, dan hitam di sebelah kiri.
Sayap itu langsung membentang dan mengepak hingga membuat semua di sekitarnya terhempas menjauh, termasuk Maeru. Setelah itu, sayapnya membungkusku.
Tak lama kemudian, sayap itu kembali terbuka dan luka di tubuhku sembuh semua tanpa meninggalkan bekas.
Kesadaranku juga mulai kembali. Perlahan aku membuka kembali mataku dan menatap Izumi.
"Kau tidak apa-apa? Apa ada yang sakit?" Tanya Izumi
Aku sedikit kaget melihat mata Izumi. Mata sebelah kanannya berwarna biru bersinar karena dia menggunakan kekuatan kristal hati birunya dan mengalir air mata. Lalu di sebelah kiri matanya berwarna merah pekat dan sedikit keluar darah dari mata.
"Ini... Mata Izumi di kanan dan kirinya beda warna, campuran dari roh baik dan roh jahatnya. Dan muncul sepasang sayap hitam dan putih di punggungnya. Apa Izumi akhirnya membangkitkan kekuatan khusus pemimpin?" Pikirku
Aku langsung bangun dan memeluk erat Izumi.
"Sekarang aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku"
Aku mengendurkan pelukanku dan menatap mata kirinya yang masih mengalir darah.
"Kenapa dengan mata kirimu?" Tanyaku lalu mengelap darah di pipinya
Izumi memegang mata kirinya.
"Mungkin... Karena efek kekuatanku bangkit"
Tap... Tap... Tap... Tap...
Maeru berjalan mendekati kami dengan seluruh tubuh mengeluarkan tali dan bersiap menyerang.
"Tidak ada gunanya punya kekuatan besar di hadapanku yang sekarang karena aku bisa meregenerasi hanya dengan hitungan detik. Malah punya kekuatan lebih besar lebih baik karena aku bisa menyerap kekuatan dari seranganmu untuk dijadikan milikku"
"Ditambah lagi aku adalah pemimpin roh jahat sekarang. Kau tidak ada kesempatan untuk menang dariku"
__ADS_1
Izumi melirik ke belakang melihat Maeru yang berjalan mendekati kami.
"Sepertinya pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai, ya"