
setelah aku terbangun dari tidur ku itu, aku tidak dapat tidur lagi. bayangan saat aku melihat mereka yang penuh darah itu menghantui ku. akhirnya, saat siang hari, aku merasa sangat ngantuk, dan tertidur di kelas saat jam istirahat. saat tidur itu, aku kembali memimpikan hal yang sama dengan mimpi ku semalam. di mimpi ku, aku melihat anak laki-laki sekarat dan meminta pertolongan. setelah itu, aku kembali terbangun dari tidur ku dengan kaget
"Yurin, ada apa?" tanya Mesha
"a... aku sejak semalam mimpi buruk..." ucap ku
"mimpi buruk?" tanya Mesha
"iya. mimpinya sama dengan yang semalam aku mimpikan" ucap ku
"memang mimpinya seperti apa?" tanya Mesha
"a... aku takut menceritakannya" ucap ku dengan suara gemetar
"yasudah, kalau kau keberatan juga tidak apa" ucap Mesha dan memelukku agar membuat ku tenang. tiba-tiba terdengar suara bisikan
"kau akan mati"
sontak aku terkejut dan langsung berdiri
"ada apa, Yurin?" tanya Mesha bingung
"ah, ti... tidak apa-apa. sepertinya tadi hanya halusinasi ku saja" ucap ku dan kembali duduk
*
selama 1 minggu ini, aku tidak tidur dengan nyenyak. mimpi mengerikan itu selalu menghantui ku. karena terus teringat soal mimpi itu, aku jadi melakukan hal-hal dengan tidak fokus, bahkan tidak melakukannya. itu terjadi saat aku sedang belajar di malam hari seperti biasa. saat malam hari, aku akan belajar dan mengerjakan PR, namun karena terus teringat mimpi itu, aku tidak mengerjakan PR
"kenapa kau tidak membuat PR?" tanya ibu guru
"ma... maaf, bu..." ucap ku dan menundukkan kepala
"kalau begitu, kau ibu hukum membuat tugas ini saat pulang nanti, lalu bersihkan juga kelas ini" ucap ibu guru
"baik, bu" ucap ku
lalu, aku kembali duduk di kursi ku
"Yurin, kamu akhir-akhir ini aneh" ucap Mesha
"ini semua karena mimpi itu" ucap ku
__ADS_1
"aku selalu ketakutan saat malam hari. aku takut memimpikan hal yang sama lagi" ucap ku
"coba kau pikirkan hal-hal yang lucu sebelum tidur. biasanya, pikiran terakhir kita sebelum tidur itulah yang akan kita mimpikan. jadi, kau jangan terlalu tegang dan tak usah terlalu memikirkan mimpi buruk mu itu" ucap Mesha
"kau harus memikirkan masa depan mu" ucap Mesha
"benar! terima kasih, Mesha" ucap ku
*
saat pulang sekolah, aku membersihkan kelas seperti hukuman yang di berikan ibu guru padaku. saat istirahat, aku telah menyelesaikan PR itu, jadi sekarang aku hanya perlu membersihkan kelas
"kau sungguh mau membersihkan kelas ini sendiri?" tanya Mesha
"iya. tak apa! aku bisa kok!" ucap ku
"mau aku bantu?" tanya Mesha
"Tidak perlu. kau pulanglah. aku baik-baik saja kok!" ucap ku dan mendorong Mesha keluar kelas
tak lama setelah itu, Yui datang
"Ririn!!" teriak Yui dari kejauhan
"kau ini kemana saja??! aku menunggumu, tau!!" ucap Yui kesal
"maaf, kau pulanglah sendiri, ya" ucap ku dengan pose meminta maaf
"kenapa?" tanya Yui
"aku harus membersihkan kelas ku gara-gara aku nggak ngerjain PR tadi" ucap ku
"kalau begitu, akan aku bantu! ucap Yui semangat
"ti... tidak perlu! kau bukan dari kelas ini. mana mungkin aku membiarkanmu ikut dengan ku" ucap ku
"aku yang melakukan kesalahan, jadi aku harus menanggungnya sendiri. aku tidak suka menyeret orang lain ke dalam masalah ku. kau tahu akan itu kan, Yui?" tanya ku
"iya sih, tapi..." ucap Yui ragu
"tidak apa-apa. kau pulanglah duluan" ucap ku
__ADS_1
"baiklah. jangan pulang terlalu malam" ucap Yui
"tenang saja! aku takkan membuat mu khawatir!" ucap ku yakin
akhirnya, Yui pulang, dan aku pun membersihkan kelas itu. seperti saran dari Mesha, aku memikirkan hal-hal lucu, sehingga aku tidak terlalu tertekan seperti sebelumnya. saat aku hampir selesai membersihkan kelas itu...
"tok tok tok"
terdengar suara ketukan pintu
"ya? siapa, ya?" tanya ku
aku pikir orang yang datang itu adalah ibu guru. ternyata aku salah. ada seorang laki-laki muncul dari depan pintu itu
"itu... ada apa datang kemari?" tanya ku
lalu, aku melihat papan namanya. disitu tertulis nama "Arato Izumi"
"Izumi! ini senior Izumi! apa dia datang karena ingin mengambil buku nya?" pikir ku
"ah, senior adalah senior Izumi, kan? apa senior ingin mengambil buku senior?" tanya ku
"tunggu sebentar, ya. aku ambil dulu" ucap ku dan langsung berlari ke meja ku untuk mengambil buku itu di dalam tas ku
saat aku mengambil buku itu dan menoleh ke arah senior Izumi, ia sudah tidak ada lagi. aku pun langsung berlari ke arah pintu untuk mengejarnya, namun aku di kejutkan oleh ibu guru yang datang untuk mengecek keadaan kelas
"ada apa kau buru-buru begitu?" tanya ibu guru
"ah, ti.. tidak apa-apa kok bu. maaf" ucap ku
"kau sudah selesai membersihkan kelas nya?" tanya ibu guru
"sudah selesai, bu" ucap ku
ibu guru mengelilingi kelas memastikan kalau sudah bersih
"baiklah, kau boleh pulang" ucap ibu guru
"terima kasih" ucap ku
aku langsung mengemasi barangku, lalu berlari keluar kelas untuk mencari senior Izumi. namun, aku tidak menemukannya di manapun
__ADS_1
"mungkin dia sudah pulang" ucap ku, lalu aku berjalan ke rumah untuk pulang karena terlalu lelah