Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Berdua Dengan Izumi


__ADS_3

Setelah aku bangun dari tidur itu, aku langsung mengamuk ke mereka bertiga.


"Gara-gara kalian aku jadi bangun sampai tengah hari begini! Padahal aku masih harus mengerjakan sesuatu yang lebih penting lagi!"


"Jika kalian ingin membuat ulah, setidaknya pikirkan aku yang merupakan manusia ini"


Mereka bertiga hanya menunduk mendengarkan amukanku. Setelah aku merasa sudah cukup memarahi mereka, aku pun turun ke lantai satu untuk mandi dan makan.


Namun sebelum turun, aku memperingati mereka terlebih dulu.


"Aku akan mandi, jadi tidak usah mengikutiku" Ucapku dan melirik tajam ke Izumi


Izumi mengerti ucapanku itu diarahkan padanya.


"Iya, iya, aku akan diam disini"


"Tidak perlu. Kau kembalilah ke sekolah. Hana dan Niki juga"


"Sudah~ Kakak lakukan saja hal yang ingin kakak lakukan~"


"Benar. Aku hanya membuang-buang waktu jika melayani mereka" Pikirku


Aku pun turun ke lantai satu.


*


1 jam kemudian, aku kembali masuk ke kamarku.


Di dalam kamarku, aku menemukan Izumi sedang duduk di kursi belajarku dengan kaki ditaruh di meja dan matanya menatap keluar melalui pintu balkon.


"Izumi, kau masih disini? Hana dan Niki dimana?" Tanyaku


Izumi tersentak begitu mendengar suaraku dan langsung menatapku.


"Mereka pergi karena ada roh yang bertengkar diluar sana" Jawab Izumi


"Lalu kenapa kau masih disini?" Tanyaku


"Aku hanya ingin disini. Aku juga tidak sesibuk mereka karena wilayahku tidak terlalu besar"


Aku berjalan mendekati Izumi, lalu duduk di atas meja, disamping kaki Izumi.


"Padahal kau terlihat seperti tipe orang yang pekerja keras karena ekspresi wajahmu selalu terlihat serius dan galak. Tapi ternyata kerjaanmu hanya malas-malasan seperti kucing yang manja" Ucapku sambil tertawa kecil


"Apa maksudmu?! Aku sudah berusaha keras memperluas wilayahku selama 2 tahun menjadi pemimpin!" Ucap Izumi memalingkan wajahnya, namun matanya masih menatap ke arahku.


"Benarkah~ Selama ini aku melihat hanya Kagusa yang kerepotan dan kau hanya bermalas-malasan saja~" Ucapku dan menatapnya jahil

__ADS_1


Izumi terlihat kesal, lalu menarik kakinya turun ke lantai.


"Itu karena aku pemimpin! Kerjaanku memang mengarahkan bawahan untuk mengerjakan sesuai perintahku! Selain itu, aku juga ikut dalam perang wilayah, bahkan berada di baris depan!" Teriak Izumi dengan tangan dilipat didepan dada.


"Imutnya~" Pikirku


"Izumi, terkadang aku merasa kalau kau ini imut sekali~" Ucapku lalu mencubit sekilas pipi Izumi


"Haah?!"


Izumi terlihat kaget dan kesal dengan perkataanku.


"Bisa-bisanya kau berkata seperti itu ke laki-laki! Itu penghinaan" Ucap Izumi lalu memalingkan wajahnya


"Aku tidak menghina!" Ucapku dengan dahi sedikit mengkerut


"Daripada aku, bukannya kau sendiri lebih imut?" Tanya Izumi dengan suara kecil dan pipi sedikit merah


"Lihat. Wajah Izumi yang ngambek seperti inilah yang membuatnya imut!" Pikirku (Salah paham mengartikan wajah Izumi memerah karena marah)


"Ayolah~ Aku hanya main-main saja. Tapi memang benar kau terkadang terlihat imut" Ucapku


"Saat awal bertemu denganmu, kupikir kau hanyalah roh biasa yang hanya suka menjahili orang. Setelah tidak lama mengenalmu, aku berpikir kau juga cukup keren dengan ekspresimu yang terlihat kaku dan serius. Dan sekarang, rasanya kau jadi sering bersikap imut dan menyebalkan" Ucapku


"Kau sendiri juga. Aku masih ingat denganmu yang waktu itu menghinaku. Lalu setelah bertemu denganku, kau malah ketakutan. Dan setelah kau terikat, kau malah menjadi banyak omong seakan-akan sebelumnya tak pernah terjadi apapun diantara kita" Ucap Izumi tak mau kalah


"Jadi bagaimana? Awalnya kau menghinaku dan bilang aku jahil, lalu saat kita di hutan di masa kau ulangan, kau bilang aku menyebalkan. Bagaimana pendapatmu tentangku sekarang?" Tanya Izumi


Aku terdiam sebentar.


"Izumi itu sangat menyeramkan, apalagi saat bertarung dengan Niki seperti kemarin siang. Terkadang bersikap sok imut dan menyebalkannya masih ada. Keras kepala. Tidak mau mengalah dengan anak kecil. Izumi juga mesum. Lalu terkadang bersikap terlalu kaku dan akhirnya malah membuat suasana menjadi canggung" Ucapku dan menusuk Izumi


"Kau..." Gumam Izumi dan melirik ke arahku


"Tapi..."


"Izumi itu laki-laki yang keren. Menurutku, Izumi laki-laki yang paling tampan yang pernah kutemui. Izumi juga baik dan selalu menolongku ketika ada roh yang menyerangku. Izumi juga pintar, bahkan sampai membantuku belajar. Izumi juga sudah menjadi menjadi pemimpin yang baik. Walau menyebalkan, tapi Izumi juga masih memikirkan perasaanku. Izumi adalah penyelamatku. Aku sampai tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk mendeskripsikan Izumi yang sebaik ini" Ucapku sambil tersenyum


"Pokoknya, Izumi yang terbaik! Aku tarik kembali hinaanku yang dulu kuucapkan, karena saat itu aku masih tidak mengenal Izumi"


"O... Oh... Aku juga tidak terlalu memikirkannya" Gumam Izumi dan langsung melirik ke luar.


"Imut sekali..." Pikirku gemas


"Oh ya Izumi. Kau belum menjawab pertanyaanku semalam"


"Pertanyaan apa?"

__ADS_1


"Apa yang harus kulakukan untuk membantumu agar bisa melepaskan ikatanku denganmu, dan apa kau tidak bisa tetap berada di bumi meski kita tidak memiliki ikatan lagi"


"Mengenai ikatanmu itu, kau perlu membuatku bahagia dan tenang. Jika caranya, aku juga tidak tahu. Kalau aku mengetahuinya, sudah pasti aku sudah tidak di dunia ini lagi"


"Dan jika ikatanmu itu lepas, sudah pasti aku tidak di dunia ini lagi. Tugas yang harus kau lakukan dari ikatan itu sejak awal adalah membantuku kembali ke dunia asalku. Karena tidak seharusnya aku berada disini"


"Jadi, jika aku dan Izumi sudah tidak ada ikatan, kita tidak akan bisa bertemu lagi?" Tanyaku


"Iya"


Mendengar jawaban itu, entah kenapa aku merasa sesak di dadaku.


"Izumi itu memang menyebalkan dan selalu menggangguku. Walau ada alasannya, tapi Izumi terkadang melakukan hal seenaknya saja tanpa kompromi denganku"


"Tapi... Meski aku tau itu, aku tidak mau berpisah dengan Izumi..." Gumamku dengan mata berkaca-kaca.


Izumi kaget melihat mataku yang memerah.


"Apa sih?~ Waktunya masih banyak. Kau masih bisa bersenang-senang denganku~"


"Masih ada 2 tahun 6 bulan lagi. Itu sudah cukup untuk bersenang-senang denganku, kan? Walau kita tidak bisa bertemu lagi, tapi aku akan terus melihatmu, kok" Ucap Izumi menghiburku


Aku melirik ke Izumi.


"Ujung alisnya turun. Ekspresinya juga tidak stabil" Pikirku


"Izumi. Jika seandainya aku dan Izumi benar-benar harus berpisah, aku akan menangis. Bagaimana dengan Izumi? Apa kau sedih?" Tanyaku


"...."


Izumi terdiam lalu menundukkan kepalanya.


"Izumi?" Tanyaku


"Aku... Aku kembali ke sekolah dulu..." Ucapnya lalu menghilang.


"Izumi..." Gumamku


*


Di hutan dekat sekolah...


Izumi pindah dari rumah Yurin ke tengah hutan. Tempat Izumi biasanya menenangkan diri karena suasana disana tenang.


Izumi masih menundukkan kepalanya, kemudian mendongakkan kepalanya menatap ke langit.


"Aku akan sedih. Sangat sedih sampai rasanya seluruh tubuhku akan hancur"

__ADS_1


__ADS_2