Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pentas Drama Untuk Yurin


__ADS_3

*


"Jadi begitu, nona Yurin hari ini ulang tahun..." Gumam Kei


"Iya. Karena itu aku kepikiran membuat kejutan untuk Ririn"


"Jadi, apa yang bisa kami bantu?" Tanya Kagusa


"Aku akan jelaskan tugas kalian sekaligus bagaimana alur rencana yang kubuat" Ucap Ayui yakin


"Jadi, aku ingin membuat Ririn kaget dengan membuat Izumi pura-pura disandera oleh roh jahat"


Izumi, Kagusa, dan Kei terkejut mendengarnya.


"Apa yang kau inginkan, hah?!" Gumam Izumi murka


"Aku tidak akan membiarkan apapun yang berbahaya terjadi pada tuan!" Bantah Kei


"Terserah~ Melihat pemimpin disandera juga sepertinya pemandangan yang bagus~" Ucap Kagusa ceria (cari mati)


"Tenanglah, kalian. Ini hanya pura-pura. 'pura-pura', jadi tidak akan ada hal buruk terjadi" Pertegas Ayui


"Lalu sebagai jaminan, aku akan membiarkan diriku juga pura-pura disandera bersama Izumi"


Mereka bertiga terdiam sambil saling menatap satu sama lain.


"Baiklah. Kalau begitu lanjutkan penjelasannya" Ucap Izumi


"Sebelum itu, Izumi, apa kau punya musuh yang diketahui Ririn?" Tanya Ayui


"Ada. Namanya Maeru dan Yurin cukup mengenalnya"


"Baiklah! Sekarang aku akan jelaskan tugas kalian"


"Izumi, seperti kataku sebelumnya, kau akan menjadi sandera bersamaku, jadi kau hanya perlu diam saja menunggu"


"Kei, tugasmu membawa seorang bawahanmu yang berada di tingkat atas untuk diajak bekerja sama. Pastikan Ririn tidak pernah melihat roh itu sebelumnya"


"Dialah yang akan pura-pura menyandera kami sebagai bawahan Maeru itu"


"Lalu yang terakhir, Kagusa, tugasmu adalah memberi kabar mengenai Izumi dan aku yang disandera pada Ririn setelah semua persiapannya selesai"


"Kalian mengerti?"


Mereka bertiga serempak mengangguk.


"Baiklah~ Ayo mulai rencananya!"


*


15 menit setelah mereka berempat berdiskusi....


"Aku sudah membawanya" Ucap Kei dengan seorang roh jahat yang ada di kanannya.


"Suatu kehormatan bisa dipanggil langsung oleh komandan dan berhadapan dengan tuan pemimpin" Ucap roh itu dan menunduk memberi hormat


"Wow, kau cukup cepat membawanya, pria tampan-ku~" Ucap Ayui ceria.


Mendengar itu, roh jahat itu langsung merinding, mengira hidup Ayui akan berakhir sebentar lagi karena telah menyinggung Kei.


"Terima kasih atas pujiannya, nona Ayui. Saya hanya melakukan tugas" Ucap Kei sambil sedikit membungkuk


Dan roh itu menjadi semakin kaget lagi. Bukannya marah, tapi komandannya malah berterima kasih sambil membungkukkan badan pada manusia yang telah menyinggungnya.


Kei melirik ke arah anak buahnya yang masih kaget.


"Apa yang kau lihat?" Tanya Kei dan menatap tajam roh jahat itu


"Ma... Maafkan saya, komandan!" Teriaknya dan langsung bersujud


"Sudah cukup!" Ucap Izumi tegas


"Kembali ke topik awal. Hei, roh jahat disana!" Panggil Izumi

__ADS_1


Roh itu langsung tersentak dengan tubuh gemetar.


"Bekerja samalah dengan kami" Ucap Izumi


Sebenarnya, Izumi mengatakannya seperti biasa, tapi dari sudut pandang roh jahat itu, ucapan dan tatapan Izumi itu bagaikan ancaman. Ditambah ada komandannya yang merupakan bawahan setia Izumi disini yang menambah kesan horor baginya.


"Ba... Baik! Sa... Saya akan melakukan apapun yang diperintahkan!" Teriaknya merinding


"Tapi sebelum itu, apa aktingnya bagus?" Tanya Ayui


"Tenang saja. Dia sebelumnya saat hidup adalah artis muda berbakat yang berperan di drama terkenal pada masanya. Dia juga adalah anak dari klub drama di sekolah dan kelompoknya pernah menang pada pentas tingkat kota sebelum menjadi artis"


"Baiklah. Kalau begitu aku akan jelaskan apa tugasmu" Ucap Ayui


Ayui pun menjelaskannya pada roh tersebut apa yang harus dia lakukan.


Setelah mendengar penjelasan Ayui, roh itu kembali merinding.


"Ja... Jadi... Tugasku adalah berpura-pura menyandera tuan pemimpin dan nona?" Tanyanya dengan wajah pucat


"Benar"


"Ta... Tapi... Itu terlalu berlebihan untuk saya... Saya---"


Izumi tiba-tiba menyela ucapannya.


"Jadi kau tidak sanggup melakukannya?" Tanya Izumi


"Tidak! Tentu saya bisa melakukannya dengan baik, tuan pemimpin!!"


"Jika sampai kau ketahuan hanya akting atau melukai tuan, nona Yurin dan nona Ayui, kupastikan kau tidak akan selamat" Ucap Kei yang semakin membebaninya


"Sa... Saya akan berusaha semaksimal mungkin!!" Ucapnya dengan sekujur tubuh gemetar ketakutan


"Aduh~ Izumi dan Kei terlalu menyudutkannya~ Aku jadi sedikit kasihan padanya yang sudah dimanfaatkan, ditambah lagi diancam seperti itu" Ucap Kagusa


"Sesuai dugaan, roh baik memanglah baik meski pada aku yang roh jahat~" Pikir roh jahat itu terharu


*


Di perbatasan hidup dan mati....


Di kastil kepemimpinan roh jahat, sekarang Izumi, Ayui, Kagusa dan roh jahat itu sedang berkumpul, sedangkan Kei kembali mengerjakan pekerjaannya.


"Kenapa harus disini?" Tanya Izumi


"Kalau kita diculiknya disini, Ririn akan lebih percaya kalau kita sungguh disandera" Jawab Ayui


"Bagaimana dengan tubuhmu yang kau tinggalkan di hutan?"


"Tidak apa~ Lagian, waktu disini berjalan lebih lambat dibanding di bumi. Jadi paling aku seperti tertidur paling lama 5 menit"


"Kalau begitu, aku akan mulai mengikatmu" Ucap Ayui sambil merogoh sesuatu yang ada di tasnya.


Ayui mengambil seutas tali yang cukup tebal dan mengikatnya di kedua pergelangan tangan Izumi sebagai borgol.


"Hmm... Kalau hanya satu ikatan, itu terlihat mencurigakan. Ririn tidak mungkin percaya seutas tali bisa menghentikan pergerakan Izumi" Gumam Ayui


"Kalau begitu Izumi, aku akan menambah beberapa ikatan lagi" Gumam Ayui sambil menyeringai


"Kau! Kau pasti sengaja!" Teriak Izumi


"Apanya~ Pertunjukan kita harus dibuat sebaik mungkin. Jadi kau diam saja, Izumi~"


"Inilah balasannya untuk kau yang berani mendekati Ririn-ku! Kau pikir aku akan diam saja? Meski setelah pertunjukan drama ini sudah selesai, aku tidak akan melepaskan ikatanmu beberapa saat" Pikir Ayui puas


Ayui mengikatkan tali itu di sepanjang tangan Izumi, di tubuh dan sepanjang kakinya.


"Apa yang kau lakukan?! Ini terlalu berlebihan!!" Teriak Izumi


"Ah, tidak~ meski tali ini termasuk senjata roh tingkat tinggi, tapi tetap saja kegunaannya hanya menahan gerakan roh saja, tidak bisa melukai. Jadi kurasa ini masih kurang~" Ucap Ayui dan kembali menyeringai.


"Aku mendapatkan ini dari ayahku. Dia bilang kalau tali kualitas terbaik. Jadi, sepertinya sudah cukup melilitkannya ke sekujur tubuhmu"

__ADS_1


"Perkataanmu aneh! Kau tahu kalau tali itu kualitas terbaik, tapi kau berlebihan mengikatnya padaku!" Teriak Izumi


"Izumi, tolong diam~ Telingaku sakit mendengar teriakan tidak jelas yang kau ucapkan" Ucap Yui tersenyum lembut


"Kau---"


Plak!


Ayui langsung menutup mulut Izumi menggunakan 'kertas penyegel kekuatan'.


"Kau berisik sekali, Izumi~ Aku kan 'tidak sengaja' menempelkannya terlalu keras~"


"Sepertinya kalau cuma satu 'kertas penyegel kekuatan' tidak akan cukup. Aku akan tambahkan beberapa lagi~"


Ayui menempelkan 2 'kertas penyegel kekuatan' itu di ikatan tangan, 2 di ikatan kaki, lalu masing-masing 1 di dada, perut, dan punggung. Totalnya 8 'kertas penyegel kekuatan' ditambah dengan yang di mulut Izumi.


"Aaah~ Tentu saja 'kertas penyegel kekuatan' ini juga kualitas terbaik karena aku mendapatkannya dari ayahku. Hanya 1 lembar saja sudah bisa menghentikan aliran kekuatan didalam tubuh roh tingkat master. Jadi seharusnya ini sudah cukup untuk menahanmu"


"...."


Kagusa dan roh jahat itu terdiam melihat Izumi berakhir seperti itu oleh seorang manusia.


"Pemimpin, harga dirimu seketika hancur dihadapan bawahanmu...." Pikir Kagusa


"Baiklah~ Sepertinya sudah cukup. Sekarang aku akan mengikatkan ini di tanganku. Kagusa, cepat beritahu Ririn"


"Ya"


*


*Kembali ke sudut pandang Yurin


Di kamar Yurin...


"Yurin!" Teriak Kagusa yang tiba-tiba muncul


"Kenapa? Kau terlihat terburu-buru" Tanyaku


"Izumi dan Ayui!! Mereka berdua diculik!!" Teriak Kagusa


"Diculik?!"


"Benar! Mereka diculik oleh bawahannya Maeru. Kami tidak bisa melakukan apa-apa karena mereka meminta bertemu denganmu!" Teriak Kagusa


"Kalau begitu, ayo cepat pergi kesana!" Teriakku khawatir


Kagusa langsung memegang kedua tanganku sambil merapalkan sebuah mantra. Seketika pandanganku menjadi buram.


Begitu aku membuka mata, aku sudah berpindah tempat.


"Tempat ini...." Gumamku


"Benar. Ini perbatasan hidup dan mati"


"Mereka hanya ingin bertemu denganmu sendirian. Jadi aku akan mengantarmu ke tempat mereka dan pergi" Ucap Kagusa


"Baiklah. Aku mengerti"


*


Tak lama setelah kami berjalan, didepan kami sudah ada sebuah kastil megah berwarna hitam bagai rumah hantu (memang benar itu rumah hantu)


"Jadi ini tempatnya?" Tanyaku


"Ya. Mereka ada didalam. Jadi kau hanya perlu masuk. Kalau begitu, aku pergi dulu"


Kagusa pun menghilang.


"Aku tidak akan membiarkan kalian terluka!" Pikirku


Ceklek.... Kriiiiit....


Aku pun membuka pintunya dan masuk kedalam.

__ADS_1


__ADS_2