
"diam! dia itu manusia, tidak mungkin aku menyukai atau menyayangi manusia" ucap Izumi
"tapi anda menyayangi mama anda yang seorang manusia" ucap Kagusa
"itu karena mama adalah mamaku" ucap Izumi
"kalau begitu, anda juga bisa menyukai nona Yurin yang merupakan penolong anda, kan?" tanya Kagusa
Izumi mengernyitkan dahinya, namun wajah Izumi memerah.
"wah, wajah pemimpin memerah~" goda Kagusa sambil tertawa
"jangan mengatakan hal aneh lagi! ini malam hari. kau takkan bisa melihat warna wajahku" ucap Izumi
"meski ini malam hari, tapi masih ada sinar bulan dan lampu di sekitar sini yang menyinari pemimpin. dan lagi, dengan kulit pemimpin yang sangat putih ini, sangat jelas terlihat kalau wajah anda memerah" ucap Kagusa
"tak perlu anda sembunyikan. saya tahu anda menyukai nona Yurin~" goda Kagusa
"diam!" teriak Izumi
"semakin anda mengelak, semakin terlihat perasaan anda pada nona Yurin, pemimpin" ucap Kagusa sambil tertawa
"anda tidak melarang nona Yurin masuk ke hutan, tempat yang biasanya anda datangi saat anda ingin sendirian. bahkan beberapa kali anda mengajaknya kesana" ucap Kagusa
"ketika nona Yurin diculik Maeru, anda langsung terlihat sangat panik dan bergegas pergi menolongnya. anda juga rela terluka demi menolong nona Yurin, padahal jika nona Yurin terluka, anda takkan mendapat rasa sakitnya"ucap Kagusa
"anda juga memperbolehkan nona Yurin bertemu dengan mama anda yang ada di rumah sakit" ucap Kagusa
"lalu, anda tiba-tiba menemani nona Yurin belajar untuk ulangan. padahal jika dibiarkan juga tak masalah" ucap Kagusa
"pemimpin juga setiap hari menemui nona Yurin bahkan saat ia berada di rumahnya, bukan di sekolah" ucap Kagusa
"lalu, yang barusan juga. pemimpin datang larut malam untuk menemui nona Yurin, padahal anda sendiri sedang sekarat karena menghabiskan banyak kekuatan untuk mengurung para roh jahat" ucap Kagusa
"dan saat nona Yurin meminta untuk membantunya tidur, pemimpin masih membantunya. padahal pemimpin bisa menolak permintaan nona Yurin karena pemimpin sedang tak punya kekuatan. bahkan untuk teleportasi ke kamar nona Yurin saja pemimpin minta bantuanku, apalagi menggunakan kekuatan untuk melepas jiwa dengan tubuhnya. meski kelihatannya sangat mudah, tapi melakukan itu menguras cukup banyak kekuatan" lanjut Kagusa
"dilihat dari itu saja sudah terlihat jelas pemimpin sangat perhatian kepada nona Yurin" ucap Kagusa
__ADS_1
"pemimpin sering menunda tugas anda mengurus para roh jahat dan roh baik dan menyuruh saya menggantikannya karena pemimpin ingin menemui nona Yurin" ucap Kagusa
"jangan asal bicara! aku ingin istirahat!" ucap Izumi sambil menutup wajahnya.
"saya tidak asal bicara, pemimpin. saya hanya mengatakan apa yang saya lihat" ucap Kagusa
"sejak pertama bertemu dengan nona Yurin, pemimpin menunjukkan sikap yang tidak biasa padanya." ucap Kagusa
"pemimpin yang tegas, tidak suka bercanda dan terus menunjukkan wajah serius yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi merinding ini tiba-tiba menunjukkan sifat kekanak-kanakannya dan menjadi sering tersenyum pada nona Yurin. tentu saja saya jadi penasaran. bukan hanya saya, tapi yang lainnya juga bingung dengan sikap pemimpin" ucap Kagusa
Izumi terdiam
"aku melakukannya karena dia tidak tahu apapun tentang diriku. aku tidak bisa seperti itu pada siapapun yang tahu siapa diriku, apalagi padamu" ucap Izumi yang masih tidak menatap Kagusa
"aku hanya memanfaatkannya" ucap Izumi
"memanfaatkannya untuk mengeluarkan semua sifat terpendam pemimpin yang selama ini pemimpin kubur dalam-dalam?" tanya Kagusa
Izumi tak merespon pertanyaan Kagusa
Kagusa yang baru sadar dengan apa yang baru saja dia katakan langsung terkejut dan menutup mulutnya.
"tak apa. saya juga bersyukur pemimpin tidak menyembunyikan sifat pemimpin lagi. pasti selama ini sulit sekali menahan semuanya, kan?" ucap Kagusa gugup
"tidak juga. itu bukan apa-apa" ucap Izumi
"saya mohon pemimpin jangan menahan semuanya. jika pemimpin kesakitan, katakanlah kalau anda sakit. jangan sembunyikan dan memendamnya sendiri" ucap Kagusa
"jika anda seperti itu, siapapun takkan mengerti" ucap Kagusa
"aku tidak keberatan dengan hal itu" ucap Izumi
"pokoknya, saya senang anda tidak menyembunyikan sifat anda pada nona Yurin" ucap Kagusa
"meski nona Yurin mengetahui siapa pemimpin yang sebenarnya, tapi saya rasa nona Yurin takkan keberatan dengan itu" ucap Kagusa.
"aku masih tidak yakin dia tidak akan keberatan" ucap Izumi
__ADS_1
"nona Yurin saja tidak keberatan dengan pemimpin yang juga termasuk roh jahat" ucap Kagusa
"sebaiknya pemimpin katakan pada nona Yurin siapa pemimpin sebenarnya" ucap Kagusa
"aku akan mengatakannya, tapi tidak sekarang" ucap Izumi
"ini bukan saat yang tepat" ucap Izumi
"mulutku juga sekarang tidak ingin mengatakan hal-hal itu. aku tak ingin mengingat itu lagi" ucap Izumi
"baik, saya mengerti" ucap Kagusa
"aku ingin menyerap kekuatan lebih banyak lagi. di saat aku melakukannya, kau lindungi aku" ucap Izumi
"sejak awal saya telah memasang pelindung di sekitar kita dalam radius 50 meter" ucap Kagusa
Izumi tersenyum tipis lalu menutup matanya
*
3 jam telah berlalu sejak Izumi sedang menyerap kekuatan. namun sampai sekarang Izumi masih menutup matanya.
"aku tahu pemimpin kehabisan kekuatannya. tapi aku tak menyangka beliau akan menyerap kekuatan sampai 3 jam tanpa henti" pikir Kagusa sambil menatap Izumi
"1 jam saja sebenarnya sudah cukup untuk memulihkan kekuatannya. kenapa pemimpin sampai memaksakan diri seperti itu? bagaimana jika kaki beliau kram karena terlalu banyak duduk?" pikir Kagusa
"pemimpin, sepertinya sekarang sudah cukup untuk memulihkan kekuatan anda. sebaiknya sekarang anda bangun" ucap Kagusa
"pemimpin" panggil Kagusa
tiba-tiba Izumi memukul leher bagian belakang Kagusa dengan sangat keras saat Kagusa lengah. setelah itu, Kagusa tak sadarkan diri
"kau pikir aku tak bisa menghukummu? bagus sekali pemikiranmu itu" ucap Izumi
"kesalahanmu padaku malam ini sudah sangat banyak. jika kau adalah roh lain, pasti sudah aku kurung atau bahkan aku lenyapkan" ucap Izumi
"meski aku tak bisa mengurungmu ke pengurungan, tapi setidaknya aku bisa melakukan ini" ucap Izumi
__ADS_1
"anggap saja itu karena kau terlalu banyak berbuat salah padaku. kau mengatakan hal-hal aneh padaku, memanggilku dengan sebutan 'pemimpin' yang sebelumnya sudah kularang, bahkan mengungkit-ungkit soal Yurin dan kehidupanku" ucap Izumi lalu berjalan pergi