Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Ayui Mulai Bertindak


__ADS_3

"Tidak mungkin~ Kau salah paham dengan kebaikan mereka, Yui~ Mereka seperti itu karena mereka orang baik" Ucap Yurin santai


"...."


Aku tercengang mendengar ucapan Ririn.


Dan saat itulah aku menyadari, kalau Ririn bukannya menolak mereka, tapi Ririn tidak menyadari akan perasaan mereka. Lalu semua kebaikan yang Ririn berikan pada mereka bukanlah bentuk suka, hanya saja sekedar kebaikan untuk kenalan belaka.


Karena kami membicarakan hal itu di kantin yang ramai akan orang-orang, ada beberapa laki-laki yang pernah menyatakan perasaannya pada Ririn mendengar pembicaraan kami.


Setelah kejadian itu, perlahan-lahan laki-laki yang selalu mengejar Ririn mulai mundur karena mereka sakit hati selama ini hanya dianggap sebagai teman, dan Ririn sama sekali tidak memiliki perasaan pada mereka setelah semua usaha yang mereka lakukan.


Dan sejak itu juga, ada banyak julukan untuk Ririn tanpa diketahuinya, seperti "Bunga mawar", yang berarti perempuan memikat namun akan melukai orang yang menyentuhnya dengan duri tajamnya. "Tembok baja", artinya hati Ririn tak tergoyahkan seperti baja meski bagaimanapun diserang. "Bintang", artinya Ririn bersinar dan menghiasi malam hari dengan cantiknya, namun tak bisa digapai. "Hati es", artinya hati Ririn bagaikan es dan tak ada apapun yang bisa melelehkannya, dan julukan-julukan lainnya.


*


"Begitulah Ririn ketika SMP~ Bukankah Ririn sangat imut dulu?~ Bahkan sampai sekarang pun sifat tidak pekanya itu masih melekat kuat~"


"...."


Izumi terdiam dan menatap tajam Ayui dengan kedua tangan dilipat didepan dada.


"Apa maksudmu tiba-tiba mengatakan hal ini?" Tanya Izumi


"Tidak ada apapun~ Aku hanya berpikir aku harus mengatakannya~"


"Sebenarnya, aku mengatakan ini ada maksudnya..." Pikir Ayui


*


Kembali ke kemarin, ketika Ayui dan Yurin sedang beristirahat di kamar yang ada di kastil kepemimpinan roh jahat....


"Hmmm.... Aku dan Ririn terpisah..." Gumamku


"Tidak apa. Yurin ada di ruangan disamping ruangan ini, sama saja kami berada di tempat yang sama dan hanya dihalangi sebuah dinding saja...." Ucapku lalu berjalan santai kearah sofa


Lalu, datang sepiring macaroon dan secangkir teh kearahku menggunakan aura.


"Wah~ Macaroon! Sepertinya enak sekali~"


Aku memakan semua macaroon itu karena sangat enak.


Tak lama kemudian....


"Aku tidak bisa bersantai! Aku khawatir dengan Ririn!! Bagaimana kalau ada roh yang mencari gara-gara selama kami terpisah?!" Teriakku panik dan langsung berlari kembali ke ke arah pintu.


Tanganku sudah bersiap membuka pintu yang sangat besar ini. Namun tanganku langsung terhenti begitu mendengar suara ketukan pintu dari arah ruangan tempat Ririn.


Tok tok...


"Ada roh yang datang ke tempat Ririn! Aku tidak boleh keluar jika aku ingin tahu apa yang mereka bicarakan" Pikirku


Dibanding muncul dan mencegah roh itu mendekati Ririn, aku lebih memilih tetap bersembunyi dan melihat apa yang akan roh itu lakukan pada Ririn. Jika situasi terasa berbahaya, aku baru akan muncul.


"Yurin, aku masuk, ya"


"Iya, masuk saja"


"Izumi? Yang datang itu Izumi?" Pikirku kaget


Aku pun langsung menguping dari dinding pembatas ruanganku dan ruangan tempat Yurin dan Izumi sekarang.


Dan berkat kekuatanku, aku bisa mendengar suara mereka dengan jelas meski terhalang dinding yang tebal.

__ADS_1


"Bagaimana? Enak?"


"Untuk apa kau menanyakan hal yang pasti?"


"Tidak enak, ya?"


"Maksudku, macaroon nya sangat enak!!"


"Begitu? Baguslah"


"...."


Aku hanya diam menahan emosi mendengar pembicaraan mereka yang terdengar sangat akrab.


"Ririn.... Sejak kapan berbicara akrab seperti itu dengan laki-laki? Ririn tidak pernah menanggapi laki-laki seperti ini sebelumnya" Pikirku


Setelah itu, mereka mmembicarakan tentang roh jahat, dan tak lama kemudian mereka menjadi sedikit bertengkar. Yurin juga sedikit meninggikan suaranya.


"Ririn biasanya selalu menahan emosinya dan bersikap lembut dengan orang lain meski dia sedang kesal, tapi jika dengan Izumi dia mengeluarkan emosinya sama dengan perasaannya" Pikirku


Suara Yurin semakin meninggi dan Izumi terus tertawa.


Lalu....


"Eh?"


Bruk!!


Aku sedikit terkejut.


"Ada apa? Apa Ririn terjatuh?" Pikirku


"Minggir. Kau berat"


"Ah, aku minta ma---"


"Yo~ Apa yang kalian berdua lakukan?"


"Kagusa!!!!"


"Waaah~ Apa yang baru saja saya lihat?~"


"Kagusa! Cepat kembali kerjakan tugasmu!!"


"Saya sudah selesai melakukannya~"


"Lalu pemimpin, padahal wajah anda datar, tapi kenapa telinga anda merah?~"


Setelahnya, aku tidak mendengar pembicaraan mereka dengan fokus dan tenggelam pada pikiranku sendiri.


Meski aku hanya mendengarnya saja, aku sudah mengetahui apa yang terjadi didalam sana.


"Ririn dan Izumi... Saling menyukai?" Pikirku


"Ini sudah pasti. Ririn tidak pernah bersikap seperti itu pada laki-laki sebelumnya. Jadi aku harus meredakan perasaan Ririn selagi dia belum menyadarinya"


"Lalu Izumi, sebenarnya sejak awal aku sudah sedikit curiga karena dia terus menempel pada Ririn dan terus bersaing denganku. Tapi sekarang aku sudah yakin"


"Aku harus sedikit mengancam Izumi setelah ini" Pikirku


*


Kembali ke saat ini.

__ADS_1


"Apa maksudmu tiba-tiba mengatakan hal ini?" Tanya Izumi


"Tidak ada apapun~ Aku hanya berpikir aku harus mengatakannya~"


"Aku tahu ada yang mau kau sampaikan dari cerita itu. Jangan berbelit-belit dan langsung saja ke intinya"


"Dasar roh berhati dingin~" Gumam Ayui sambil tersenyum tipis


"Cepat katakan!" Gumam Izumi dengan suara berat


"Baiklah~"


"Kau menyukai Ririn?" Tanya Ayui


"Apa maksudmu?" Tanya Izumi balik


"Kau menyukai Ririn, kan? Menyukainya sebagai perempuan, bukan sebagai teman"


"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan"


"Jangan pura-pura tidak tahu. Kau yang jenius ini mana mungkin tidak tahu hal sepele seperti ini!"


"Akan aku peringatkan! Kau adalah roh, dan Ririn adalah manusia. Kalian tidak akan bisa bersama, jadi menyerahlah!"


"Selain dunia kalian yang berbeda, Ririn juga bukan tipe yang mau berhubungan seperti itu!"


"Kau sudah dengar cerita yang aku katakan itu, kan? Usahamu akan sia-sia saja. Sekarang masih belum terlambat untuk kau sedikit menjaga jarak dengan Ririn"


"Sudah kubilang, apa maksudmu?!" Ucap Izumi sedikit meninggikan suaranya


"Tidak usah sok polos!! Sebenarnya kau mengerti apa yang aku katakan, kan?!" Teriak Ayui


"Aku mengerti! Kau bilang aku menyukai, Yurin, kan?!"


"Aku mengerti kalau soal itu. Yang aku tanyakan adalah, untuk apa aku menyukai manusia?"


"Haaah??! Aku tidak mengerti yang kau katakan" Ucap Ayui bingung


"Aku tidak menyukainya!! Tidak ada alasan aku menyukai manusia!" Ucap Izumi tegas


"Aku seperti itu hanya karena ikatan kami" Lanjutnya


Ayui langsung terdiam.


"Tunggu! Jangan bilang Izumi juga tidak tahu kalau dia suka dengan Ririn?" Pikir Ayui


"Kau.... Tidak menyukai Ririn?" Tanya Ayui pelan


"Aku tidak akan menyukai manusia! Itu tidak mungkin!!" Jawab Izumi tegas


"Dilihat dari nada suara dan ekspresi seriusnya, sepertinya dia tidak sedang berbohong. Artinya dia memang tidak menyadari perasaannya" Pikir Ayui


"Benar juga. Sebelumnya saat kami menyiapkan kejutan ulang tahun Ririn, dia bilang tidak mengerti perasaan perempuan. Ternyata begitu!"


"Aku pernah dengar kalau orang jenius itu sebenarnya bodoh di bidang lain. Sekarang aku bisa sedikit percaya dengan ungkapan itu" Pikir Ayui


"Astaga, ternyata begitu~ Aku sudah salah paham, ya. Maaf, maaf. Aku jadi sedikit emosi sebelumnya karena belum mendengar penjelasannya langsung darimu~" Ucap Ayui lembut


"Aku akan anggap omonganmu sebelumnya tidak pernah ada"


"Baiklah. Terima kasih, Izumi"


"Baguslah! Dengan ini, aku bisa lebih mudah menjauhkan mereka~" Pikir Ayui senang

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan mereka terus seperti ini!"


__ADS_2