
"Sepertinya pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai, ya"
Wush....
Angin bertiup ditengah keheningan.
"Tidak peduli ini awal ataupun akhir pertempuran, yang pasti kemenangkanku adalah hal yang akan terjadi"
"Awalnya aku berniat hanya ingin mengambil kristal hati merah saja. Tapi aku berubah pikiran sekarang"
"Izumi, ayo kita pertaruhkan jiwa kita untuk pertarungan---"
"Tidak!" Ucap Izumi lantang
"Heh! Kau takut?"
Perlahan Izumi kembali menurunkanku. Dari auranya, terbentuk sebuah jaket berwarna hitam tebal dengan garis ungu disamping resletingnya. Jaket itu melayang dan dengan sendirinya menyelimutiku. Setelah Izumi berjalan mendekati Maeru, muncul sebuah pelindung bentuk setengah lingkaran menutupiku.
Sekarang Izumi sudah berhadapan dengan Maeru dengan jarak beberapa meter.
"Akulah yang menantangmu. Maeru, ayo bertarung denganku hingga salah satu dari kita lenyap!"
Maeru menyeringai.
"Setelah kekuatan khusus mu bangkit, kau kembali sombong merasa kuat, ya"
Kaulah yang sombong. Baik dulu maupun sekarang"
Begitu Maeru selesai mengatakannya, dengan cepat Izumi menyerang Maeru dengan aura roh baiknya.
"Tidak ada gunanya menyerangku! Aku bisa dengan mudah menyerap kekuatan dari serangan apapun. Dan meski aku terluka, itu akan jadi senjata lainku untuk balik menyerang!" Teriak Maeru
"Kau salah" Gumam Izumi
Izumi mengulurkan tangan kanannya ke arah Maeru, dan tubuh Maeru tiba-tiba melayang.
"Apa ini?! Padahal tidak ada aura punya Izumi di sekelilingku" Teriak Maeru bingung
"Memang tidak ada di sekelilingmu, tapi auraku ada di dalam tubuhmu"
Wush...
Dengan cepat Maeru melayang dan menabrak segala yang menghadangnya. Dia terus terbang ke kanan-kiri, atas-bawah tidak menentu.
"Lumayan juga. Tapi..."
Tubuh Maeru bergetar lalu dia dapat kembali mengontrol tubuhnya.
"Kekuatanmu sekarang adalah milikku!"
Begitu Maeru baru saja turun ke tanah, Izumi tanpa memberi celah langsung kembali menyerangnya.
Izumi melebarkan sayap di punggungnya dan muncul bulu burung berwarna hitam dan putih di depannya.
Setelah terkumpul, Izumi mengepakkan sayapnya. Dengan cepat semua bulu itu terbang menyerang Maeru.
"Sudah berapa kali kubilang, tidak ada gunanya melukaiku, karena aku bisa dengan cepat meregenerasi"
Banyak bulu itu menusuk, bahkan menembus tubuh Maeru. Awalnya Maeru biasa saja akan hal itu. Namun ketika dia akan menyerang balik Izumi, dia tidak bisa mengeluarkan kekuatannya.
"Ini... Kau memutuskan semua jalur aliran kekuatan di tubuhku" Gumam Maeru
Tanpa menanggapi Maeru, Izumi kembali mempersiapkan serangan.
Tubuh Izumi membelah menjadi 2 bagian. Izumi yang asli sekarang memiliki kedua mata biru dan sayap keduanya putih, dan untuk replikanya bermata merah pekat dan bersayap semuanya hitam.
Setelah kekuatan Izumi bangkit, dia sekarang bisa menggunakan kedua jenis kekuatannya dalam waktu bersamaan.
__ADS_1
Begitu replika Izumi yang berwujud roh jahat muncul, dia langsung menghilang, dan muncul tepat di belakang Maeru.
Izumi langsung menusukkan tangannya ke dada Maeru dari belakang lalu merebut kembali kristal hati merah.
Setelah mendapatkannya, Izumi memasukkannya kembali kedalam dadanya.
Begitu Izumi kembali menjadi pemimpin, pupil matanya langsung memanjang seperti ular.
"Agh! Tidak! Aku adalah pemimpin roh jahat!" Teriak Maeru tidak terima dan mengerang Izumi
"Hey, apa kau punya hak bicara sekarang, hah?!" Tanya Izumi versi roh jahat dan menatap Tajam Maeru sambil menghindari serangannya
"Dasar---"
Buk!!
Izumi langsung meninju Maeru dengan kuat hingga dia terjatuh.
"Dasar, apa? Aku tidak bisa dengar" Tanya Izumi
"Kau---"
Buk!
Izumi menendang kepala Maeru sampai dia terpental.
Izumi kembali berjalan mendekati Maeru dan menginjak dada bekas tusukannya tadi.
"Kau ini dari tadi bicara apa? Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas" Tanya Izumi
"Egh...."
"Aku katakan bicarakan dengan jelas!! Kau tidak paham bahasa manusia, ya?!" Teriak Izumi dan terus menginjak-injak dada Maeru, dan menendanginya di berbagai tempat lain.
"Ah~ Benar juga. Kau kan memang bukan manusia ataupun roh sekarang. Kau adalah monster menjijikkan dan jelek!"
Tapi begitu tali itu menyentuh Izumi, tali itu langsung musnah dan tidak membentuk cabang baru.
Izumi versi roh jahat itu terus melukai Maeru sedikit demi sedikit, sama seperti dia saat menyayati tubuh Yurin sebelumnya.
Setiap kali Izumi melukai Maeru dan membuat tali-tali dari tubuh Maeru keluar balik menyerang Izumi, tali itu langsung musnah dan tidak muncul lagi.
Dan karena kekuatan Izumi versi roh jahat itu beracun, jadi ketika Maeru menyerap kekuatan Izumi, itu malah membuat kondisinya makin buruk.
Maeru mulai sekarat dibuat Izumi.
"Sepertinya sudah cukup menyiksanya sampai sini. Sekarang akan ku selesaikan."
Izumi versi roh baik berjalan mendekati dirinya versi roh jahat, dan mereka kembali menyatu menjadi 1 tubuh.
Seperti sebelumnya, sayap Izumi kembali berwarna hitam-putih, dan matanya berwarna merah-biru. Hanya saja, sekarang pupil mata kiri Izumi memanjang karena ia kembali jadi pemimpin roh jahat dan di kepala kirinya muncul tanduk berwarna merah.
"Terima kasih telah datang dan membuatku membangkitkan kekuatanku. Sekarang kau harus lenyap dari dunia ini"
Izumi mengulurkan tangannya bersamaan dengan kedua sayapnya membentang lebar. Dari depan tangan Izumi muncul dua aura berwarna merah dan biru, dan di sekeliling sayapnya bermunculan bulu burung yang siap menyerang.
"Selamat tinggal. Semoga kedepannya kau makin tersiksa"
Wush....
Izumi mengepakkan sayapnya. Semua bulu burung dan auranya langsung menghantam Maeru.
Maeru lenyap begitu saja tanpa sisa.
Izumi berbalik badan kembali menatapku, lalu berjalan mendekat bersamaan dengan sayap dan tanduknya menghilang secara perlahan. Matanya juga kembali normal, namun tetap berwarna merah-biru.
Pelindung yang menutupiku menghilang dan Izumi kembali mengecek tubuhku.
__ADS_1
"Kau sungguh tidak apa-apa, kan?" Tanyanya
"Aku baik-baik saja. Daripada itu, kau seharusnya mengkhawatirkan diri sendiri"
Izumi terdiam.
"Maaf. Kau jadi terluka karena aku"
"Itu salah Maeru. Jangan merasa bersalah karena hal tadi"
"Yang kemarin juga.... Karena aku..." Gumam Izumi
"Mau sampai kapan kau akan terus mengungkit masalah kemarin?" Tanyaku
Aku mengulurkan tanganku dan mengelus lembut kepala Izumi.
"Kau sudah menepati janjimu, melindungiku. Jadi jangan merasa terbebani oleh semua masalah ini"
Izumi terdiam sambil menundukkan kepalanya.
"Ada yang ingin aku katakan padamu. Ini adalah hal yang ingin aku katakan kemarin, tapi aku baru berani katakan sekarang" Gumam Izumi
"Apa?" Tanyaku
"Jangan-jangan...." Pikirku kaget
"Ini ada hubungannya dengan guru baru kemarin, Maeru, dan foto yang kau temukan di gudang sekolah sebelumnya"
"Sudah kuduga! Saat yang Izumi maksud akhirnya tiba" Pikirku
Aku jadi merasa berdebar karena semangat, tapi aku langsung tersentak.
"Itu, Izumi. Kalau kau masih kesulitan mengatakannya, kau tak perlu memaksakannya. Aku tidak akan bertanya soal kejadian ini dan kemarin padamu untuk kedepannya" Ucapku
"Tidak, aku sudah siap. Inilah waktu yang paling bagus"
"Ayo kita ke tempat yang tenang sekarang"
Kami pun berjalan masuk lebih dalam ke hutan dan sampailah di tempat Izumi biasanya istirahat sendirian sebelumnya.
Kami berdua duduk di atas batu besar disana. Wajah Izumi kembali pucat dan ekspresinya tampak ragu.
"Um, kau tak perlu memaksakannya. Ayo bicarakan ini nanti" Ucapku menenangkannya
"Tidak!" Ucap Izumi tegas
Dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya, lalu menatapku.
"Aku akan mengatakannya sekali saja, jadi tolong dengarkan baik-baik"
Izumi mengulurkan tangannya lalu jari telunjuk dan tengahnya mengenai dahi ku.
Muncul cahaya kuning di ujung jari Izumi yang mengenai dahi ku, dan tak lama kemudian Izumi kembali menarik tangannya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku sambil memegang dahi yang disentuh Izumi tadi
"Aku mentransfer gambaran memori ingatan yang aku ingat sekarang padamu. Jadi kau bisa lebih mudah memahami apa yang aku katakan nanti"
"Baiklah...."
"Setelah menjadi roh, aku mendapatkan kembali ingatanku saat masih bayi, jadi akan aku katakan semua, dari aku lahir hingga menjadi roh seperti ini padamu"
Izumi menghela nafas, dan kembali menatapku serius.
"Akan aku mulai..."
"Cerita kehidupanku"
__ADS_1