Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Introspeksi Diri


__ADS_3

"bagaimana bisa kau mengatakan itu pada temanmu sendiri?!" tanyaku dengan berteriak


"dia bukan temanku! dia saja yang tiba-tiba terus menempel padaku!" teriak Izumi


"jika saja saat itu aku tidak bertemu dengannya, aku juga takkan seperti ini!" teriak Izumi


"sudah cukup! aku tidak mau melanjutkannya lagi!" teriakku lalu pergi


"Yu... Yurin, tunggu dulu!" teriak Kagusa


"aaah, bagaimana ini?!" pikir Kagusa


Kagusa mengingat kembali ingatannya beberapa menit yang lalu.


"'aku akan mengatakan yang sebenarnya. apapun yang aku pilih, akhirnya aku tetap akan dihukum. lebih baik aku mengatakan yang sebenarnya. dengan begitu, hubunganku dengan nona Yurin takkan bermasalah.'"


"bodoh, bodoh, bodoh!! memang benar hubunganku dengan nona Yurin tidak bermasalah, tapi aku tidak melihat dari sudut pandang pemimpin! aku mengatakan hal itu sama saja seperti aku melempar bom ke pemimpin!!" batin Kagusa


"bagaimana ini?!" batin Kagusa


Kagusa melirik ke arah Izumi


Izumi hanya diam dengan kepala sedikit menunduk dan menggertakkan gigi. matanya yang perlahan berubah menjadi merah itu tampak sangat tajam hingga rasanya bisa memotong apapun.


"pergi" ucap Izumi


"a... apa?" tanya Kagusa


"pergi!!" teriak Izumi


Kagusa mematung untuk sesaat karena kaget


"ta, tapi..." ucap Kagusa ragu


"jangan buat aku mengulanginya untuk ketiga kalinya!" teriak Izumi


"baik" Kagusa sedikit menunduk memberi hormat lalu teleportasi


*


di pinggir jalan, Yurin terus berjalan cepat dengan menahan amarahnya.


"apa-apaan si Izumi ini?! padahal dia yang berperilaku seenaknya pada Kagusa dan berbohong padaku, tapi malah dia yang marah, bahkan tidak mau minta maaf" gerutuku


"aku tadi sampai sempat berpikir dia menggunakan kekuasaannya dengan semena-mena" gerutuku


ketika sudah di rumah, aku melihat Yui masih belum sampai di rumah


"haah, untungnya Yui masih belum datang. jika dia melihat raut wajahku yang sedang kesal ini, dia pasti langsung ribut" ucapku


"baiklah, Yurin. tenangkan pikiranmu, jangan terus merasa kesal, ayo berpikir jernih" gumamku


untuk menyegarkan kepala dan tubuhnya yang terasa panas karena marah, Yurin pun langsung mandi. setelah mandi, dia meminum jus stroberi dingin kesukaannya dan memakan cemilan sambil membaca buku untuk menghilangkan rasa marahnya


setelah ia sudah merasa lebih tenang, Yurin mulai berpikir dan menyaring kembali semua kata-kata yang dikatakan Izumi dan Kagusa.

__ADS_1


"ah, ternyata memang aku yang terlalu gegabah, ya" gumamku


"padahal aku tidak tahu ada masalah apa diantara mereka, tapi aku seenaknya bicara karena marah ketika tahu Izumi berbohong" gumamku


"aku sendiri juga tidak begitu tahu bagaimana kehidupan para roh di dunia ini, tapi aku asal bilang kalau Izumi salah" gumamku


"aku langsung marah hanya karena satu kesalahan Izumi, padahal selama ini Izumi sudah banyak membantuku. bukankah kesannya aku jadi seperti tidak tahu terima kasih?" ucapku


"dan lagi, kata Kagusa semalam Izumi yang menyembuhkanku. aku juga merasa sangat segar saat bangun pagi tadi karena Izumi, aku yang merasa mudah menjawab ulangan juga berkat Izumi" ucapku


tiba-tiba aku teringat kata-kata terakhir Izumi sebelum aku meninggalkannya


"jika saja saat itu aku tidak bertemu dengannya, aku juga takkan seperti ini!"


"aku tidak mengerti apa maksud dari kata-katanya" pikirku


aku terdiam sebentar


"ternyata, aku memang masih belum mengenalmu dengan baik ya, Izumi" gumamku


hari sudah mulai gelap. aku belajar dengan perasaan kusut


"aaarghh!! aku sama sekali tidak bisa fokus!!" pikirku sambil mengacak-acak rambut


aku melihat ke arah luar jendela. langit tampak berwarna oranye. di jalan depan rumah juga sudah tampak sepi.


"dan lagi, padahal sudah hampir malam, tapi Yui masih belum pulang. ada apa, ya?" pikirku


"aku coba pergi keluar dulu sebentar..." pikirku


aku menutup buku di meja belajarku lalu pergi keluar.


"aku aku coba beli ya?" batinku


aku pun masuk ke toko itu dan membeli 3 bungkus cookie di toko itu. meski aku membelinya, namun aku tidak memiliki selera untuk memakannya.


saat aku berjalan sedikit lebih jauh lagi, aku bertemu dengan Yui yang berjalan ke arah rumah.


"Ririn? kenapa kau ada disini?" tanya Yui


"aku hanya jalan-jalan sore karena berpikir mungkin aku nanti tak sengaja bertemu Yui di jalan. dan ternyata perkiraanku itu benar" ucapku


"ah, aku juga tadi sempat membeli beberapa cookie. Yui ambil saja" ucapku


aku menyodorkan sebungkus cookie ke Yui.


"wah, terima kasih, Ririn. kalau begitu, ayo kita pulang" ucap Yui


di perjalanan pulang ke rumah, kami berbincang-bincang seperti biasa.


"kenapa kau pulang larut sekali, Yui?" tanyaku


"seperti biasa, aku belajar bersama temanku" ucap Yui


"begitu, ya... tapi lain kali jika ingin pergi kasih tahu dulu. aku kan jadi khawatir" ucapku

__ADS_1


"iya, iya. maaf" ucap Yui


*


diwaktu yang sama, di hutan


"pemimpin!!" teriak salah satu roh baik


"pemimpin, tolong jangan lakukan itu!" teriak roh baik lainnya


saat ini, para roh baik berkumpul dan sekitar 10 roh baik tingkat master berusaha menahan Izumi


"lepaskan aku! ini perintah!!" teriak Izumi


"tidak boleh! pemimpin tidak boleh menyakiti diri sendiri" teriak salah satu roh baik


"aku sudah berjanji akan melindunginya, tapi aku malah membuatnya marah. aku akan menghukum siapapun yang menyakitinya walau itu diriku sendiri!" teriak Izumi sambil memberontak melepaskan diri dari para roh baik yang menahannya


"tidak boleh, pemimpin!" teriak roh baik


Izumi terus memberontak melepaskan diri, namun para roh baik semakin kuat menahan tubuh Izumi hingga Izumi sulit bergerak.


Izumi menyadari dia akan kesulitan melepaskan diri jika para roh baik tingkat master itu menahannya. setelah itu, Izumi mengeluarkan taringnya dan menggigit lidahnya sendiri hingga berdarah.


"apa yang pemimpin lakukan?!" teriak roh baik lalu menahan mulut Izumi agar tidak menggigit lidahnya lagi


"jika pemimpin terluka, siapa yang akan melindungi kami? nona itu juga pasti tak menginginkan pemimpin terluka!" teriak roh baik


"benar, pemimpin. meski itu diri pemimpin sendiri, tapi jika pemimpin melukai diri sendiri dengan kekuatan pemimpin yang besar itu, anda juga bisa terluka parah. ditambah lagi pemimpin memiliki 2 kesadaran dan 2 jenis kekuatan. jika anda menyerang diri sendiri dengan kekuatan roh jahat, kekuatan dan kesadaran roh baik anda bisa terganggu!" teriak roh baik yang lain


tak lama setelah itu, Kagusa datang dan langsung duduk sambil membungkukkan badan ke arah Izumi


"pemimpin Izumi, tolong jangan sakiti diri anda. sebagai gantinya, anda bisa menghukum saya. sejak awal semua ini adalah salah saya, bukan salah pemimpin" ucap Kagusa


pertahanan para roh baik yang menahan Izumi menjadi sedikit longgar karena perhatian mereka terpusat ke Kagusa. Izumi pun langsung menghentakkan tangannya dan menyingkirkan semua roh baik yang menahannya dalam sekejap.


"ternyata kau sadar diri juga, ya" ucap Izumi dengan suara dingin dan berjalan mendekati Kagusa


"bagaimana jika kau membayarnya dengan arwahmu?" tanya Izumi


Izumi berjongkok tepat di depan Kagusa.


"hey, ayo jawab" ucap Izumi


Kagusa hanya diam saja dan masih tidak bergerak dari posisi awalnya.


"menyebalkan!" gumam Izumi


"baiklah, karena kau hanya diam saja, artinya kau menyetujuinya" ucap Izumi


dalam sekejap di telapak tangan kanan dan di sekita Izumi berkumpul asap hitam. lalu, Izumi mengarahkan tangan kanannya ke dada Kagusa dengan cepat. namun, saat tangan Izumi hampir mengenai baju Kagusa, Kagusa membuka mulutnya


"pemimpin"


"anda tidak lupa dengan sumpah anda kepada saya, kan?" tanya Kagusa

__ADS_1


ketika mendengarnya, Izumi langsung tersentak. Izumi menghilangkan asap hitam yang berkumpul di sekitarnya dan menurunkan tangannya yang hendak menyerang Kagusa.


Izumi berdiri dan berjalan menjauh dari para roh yang ada disana.


__ADS_2