
"apakah karena saat itu aku bicara soal perasaannya saat masih hidup, dia jadi marah padaku?" pikirku
"kalau dipikir, dia sangat sensitif jika bilang soal perasaan. lalu, saat di hutan juga dia tak mau membahas soal dirinya ataupun orang yang berhubungan dengannya. sepertinya untuk kedepannya aku harus lebih berhati-hati lagi..." pikirku
***
"apa yang kalian lakukan?" ucap Izumi sok imut
tiba-tiba Izumi duduk diantara aku dan hantu laki-laki itu dengan kedua tangannya menopang wajahnya dan berlagak tak bersalah.
"I... Izumiiii??!" aku dan hantu itu terkejut
"ya, aku Izumi. ada apa?" ucap Izumi merasa tak bersalah
"a... aku pergi dulu! sampai jumpa!" ucap hantu laki-laki itu dan langsung pergi
"a... apa yang harus aku lakukan??! apa dia dengar apa yang kami katakan?" pikirku dengan tubuh gemetar dan sedikit demi sedikit mencoba melihat ekpresi wajah Izumi
"hmmmm?" Izumi memiringkan wajahnya dan menatapku bingung
"i... imut sekali... sepertinya dia tidak dengar apa yang kami katakan" pikirku yang terhipnotis karena dia tampak imut
"tidak, Yurin! Izumi itu pemimpin para roh! dia tidak imut sama sekali!" pikirku sambil menggeleng-gelengkan kepala
"apa yang kau lakukan bersama dia?" tanya Izumi
"tidak ada apapun! hanya bicara ringan saja!" ucap ku tegang
"memangnya apa yang kalian bicarakan?" tanya Izumi dan mendekatkan wajahnya padaku
"um... yah, bagaimana kabar yang lainnya, dan lain-lain..." ucap ku tegang
"kau terlihat aneh..." ucap Izumi memperhatikan wajahku
" a... apa maksudmu?" tanyaku berkeringat
"biasanya kau marah jika aku bertanya soal hal pribadimu. tapi kau malah terlihat tegang saat bersamaku" ucap Izumi sambil memperhatikan aku dengan teliti
"apa? tidak kok!" ucapku berkeringat
"hmmm..." Izumi semakin menatapku dengan teliti
__ADS_1
"baiklah kalau kau bilang begitu..." ucap Izumi lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding di belakangnya.
"sekarang orang-orang itu takkan datang untuk mengusirmu lagi, kan? kita sudah bisa tenang" ucapku mengubah topik pembicaraan dan menghela nafas
"tidak. kita masih belum bisa tenang. para roh jahat yang berhasil meloloskan diri itu pasti akan melakukan sesuatu" ucap Izumi
"kau pasti sudah memperkirakan akan hal ini kan sebelumnya? kenapa kau masih melakukannya?" tanyaku
"kalau hanya beberapa roh jahat saja, aku juga bisa membereskan mereka walau sendirian" ucap Izumi santai
"dia benar-benar tidak ada takutnya...." pikirku
"tapi itu wajar sih... dia kan pemimpinnya" pikirku
"tapi, Izumi tadi bilang para roh jahat itu pasti akan membuat ulah. apa itu berarti mereka memberontak pada Izumi?" pikirku
"hey, kau mulai sekarang harus terus berhati-hati. jangan pergi ke belakang gedung sekolah. kau mengerti?" ucap Izumi
"iya..." jawabku singkat
setelah itu, aku berpamitan dengan izumi dan kembali masuk ke kelas.
"Izumi adalah pemimpin para roh di sekolah... meskipun aku sudah menduga akan hal ini, namun aku tetap merasa sangat kaget" pikirku
"sebenarnya hal apa yang membuat Izumi menjadi seperti ini? siapa yang menyakitinya hingga ia bahkan marah jika mengungkit soal kehidupannya?" pikirku
"ada banyak sekali hal yang tak ku ketahui soal Izumi" pikirku
saat pelajaran dimulai, aku merasa seperti sedang diawasi dari suatu tempat.
"apa hanya perasaanku saja, ya? rasanya seperti ada yang mengawasiku..." pikirku
"fokus, Yurin! fokus! walaupun jika memang ada yang mengawasiku, paling cuman Izumi yang sedang iseng ingin memata-mataiku" pikirku
*di sisi lain dunia
*perbatasan hidup dan mati
"aku akan membunuhmu!!" ucap roh jahat
"oh, ya? apa kau bisa?" tanya Izumi dengan nada suara merendahkan
__ADS_1
"kubunuh kau!!" teriak roh jahat itu
"Syuuuuh..." tubuh Izumi mengeluarkan asap berwarna hitam pekat. lalu asap itu menekan roh jahat yang mencoba menyerang Izumi
"heh! makhluk rendahan sepertimu mau melawanku? yang benar saja??!!" teriak Izumi dengan mata berwarna merah yang menyeramkan
"ugghh... Izumi!! apapun yang terjadi, aku akan membunuhmu!!" teriak roh jahat itu
"aku bahkan sudah mati. kau ingin membunuhku seperti apa, hah?" tanya Izumi
"akan aku buat kau merasakan bagaimana rasanya dibunuh olehku!!" teriak roh jahat itu
"kau hanyalah seekor anjing yang lemah!! tak pantas bicara padaku!!" teriak Izumi
"aku adalah seekor anjing yang lemah? lalu, kau adalah apa? kau hanyalah kutu yang hanya bisa mengganggu anjing yang lemah ini!" teriak roh jahat
"padahal anjing yang lemah ini telah berbaik hati membiarkan kutu itu menempati tubuhnya, tapi kutu itu malah menggigiti kulit anjing itu semaunya!!" teriak roh jahat
"Izumi!! kau hanyalah kutu kecil yang menjijikkan bagiku!! saat masih hidup, ataupun sudah mati seperti ini!!" teriak roh jahat
"apa kau sudah selesai bicara omong kosongnya?" tanya Izumi
"kauu!!!" teriak roh jahat geram
"lihatlah situasimu yang sekarang sebelum bicara. dilihat dari manapun, aku lebih unggul darimu. apa kau punya hak bicara?" tanya Izumi
"kau hanya makhluk kecil yang bisa aku injak kapanpun aku mau!! kau takkan lupa akan hal itu, kan??!" teriak roh jahat
"Izumi yang itu sudah tidak ada lagi!!! sekarang yang ada hanyalah Izumi, sang pemimpin roh!!" teriak Izumi
"jangan lupa, siapa yang membuatmu menjadi seperti itu!" ucap roh jahat
"Diamlah!!" teriak Izumi
"heh! apa kau merasa takut sekarang?" tanya roh jahat
"apapun yang kau katakan sekarang, kau tak ada bedanya denganku, dasar pembunuh!!" teriak roh jahat
"Crassss..."
asap hitam milik Izumi yang menahannya tadi langsung menarik kedua tangan dan kaki roh jahat itu hingga badannya terbelah menjadi dua. roh jahat itu langsung lenyap dari hadapan Izumi
__ADS_1
"diamlah... dasar makhluk tak tahu diri!!" ucap Izumi dengan sorot mata yang menyeramkan