
1 bulan telah berlalu sejak kami masuk sekolah semester 2. Dan seperti biasa, di sekolah tidak ada hal-hal aneh yang terjadi.
Namun, sejak aku kembali dari rumah sakit menemui ibu Izumi itu, Yui jadi semakin sering pergi keluar sendirian dan tidak ingin di temani.
Aku sebenarnya ingin menanyakan hal apa yang Yui sembunyikan, karena mungkin aku bisa membantunya. Tapi aku tidak bisa menanyakannya karena aku sendiri juga punya rahasia yang tak ia ketahui. Aku merasa tak seharusnya aku menanyakan rahasianya selama aku masih menyembunyikan rahasiaku darinya.
Karena itu, selama sebulan ini aku hanya berpura-pura tidak tahu dan tidak peduli Yui pergi kemana dan sedang apa.
*
Hari ini di hari sabtu, Yui sudah pergi dari rumah sejak matahari belum terbit.
Dia meninggalkan pesan diatas meja kalau dia sedang jogging pagi dan akan pulang agak siang karena sekalian mau membeli barang yang jaraknya agak jauh.
"Aaah, lagi-lagi hari ini dia pergi, ya. Semoga saja tidak ada masalah besar pada Yui" Gumamku
Karena hari ini hari sabtu yang merupakan jadwalku bersih-bersih, jadi sesudah aku melihat pesan Yui aku langsung kembali ke rutinitas sabtu pagiku.
Jam 10 pagi, aku sudah selesai mencuci pakaianku, membersihkan kamar, dan mandi. Aku agak lelah jadi istirahat sebentar, duduk di kursi belajarku.
Syuush...
Tanpa peringatan Izumi datang ke kamarku sesuka hatinya.
"Izumi, sepertinya kau harus mengubah kebiasaanmu yang suka asal masuk kamarku" Ucapku
"Memang kenapa? Aku adalah hantu" Jawab Izumi santai dan duduk di pinggir kasurku
"Tetap saja karena aku bisa menyentuh dan melihatmu, kau tidak berbeda dari manusia umumnya bagiku, hanya saja kau seperti manusia super yang memiliki kekuatan"
"Akan aku anggap itu pujian"
"Aku tidak sedang memujimu!"
"Oke, tidak masalah"
"...."
Aku terdiam.
"Kembali lagi ke ucapanku di awal, kau tidak boleh asal masuk kamarku! Karena kau seperti ini jugalah roh lain jadi seenaknya masuk kamarku" Ucapku tegas
"Memang apa masalahnya? Semua hantu bebas pergi kemanapun yang mereka mau asal itu masih termasuk wilayahnya. Apalagi aku yang merupakan pemilik wilayah ini, apakah ada alasan bagiku menuruti perkataanmu?"
"Ada. Sopan santun terhadap manusia yang terikat denganmu" Jawabku
__ADS_1
"Jangan mengatakan sopan santun padaku. Hal itu tidak berlaku pada hantu. Kalau kau hanya ingin tidak ada roh mengganggumu, aku akan menyuruh mereka tidak mengusikmu. Itu sudah cukup, kan?"
"Ah, aku sampai lupa mengatakan alasanku datang kesini gara-gara kau"
"Alasan?" Tanyaku
"Entah bagaimana, aku merasakan firasat nanti akan ada orang yang ingin mengusirku dari sekolah"
"Siapa?"
"Tentu orang suruhan kepala sekolah. Dasar kakek tua bangka itu, padahal aku sudah tidak mengusik murid sekolah dan guru-guru lagi, tapi dia masih saja ingin mengusirku. Tidak tahu terima kasih!!"
"Umur kepala sekolah masih terbilang muda tapi dibilang tua bangka. Sepertinya Izumi sangat kesal" Pikirku
"Tapi itu belum pasti kan, karena baru firasat" Ucapku
"Aku bisa merasakannya, aura mereka yang ingin melenyapkanku. Aku yang sudah menjadi incaran mereka sejak awal aku menjadi roh, tidak mungkin salah merasakan firasat akan adanya ancaman ini"
"Kalau begitu, apa ada sesuatu yang harus aku lakukan?"
"Untuk sekarang kau hanya perlu mengawasi keadaan di sekolah bagaimana dan sebisa mungkin cari informasi soal apakah ada tamu yang datang ke sekolah, atau sebagainya"
"Karena aku sendiri tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana dia akan melenyapkanku"
"Baiklah"
"Oh iya, entah hanya aku sendiri atau kau juga merasakannya, tapi aku rasa temanmu itu agak aneh"
"Iya, aku juga merasakannya. Yui juga hampir setiap hari keluar terus"
"Ooh~"
"Kau santai sekali, Izumi. Padahal kau juga merasakannya ada yang Yui rahasiakan"
"Dia keluar hampir setiap hari kan, katamu?" Tanya Izumi
"Iya"
"Mungkin dia mengambil kerja part time untuk menambah uang jajannya. Mungkin ada barang mahal yang ingin dia beli dengan segera, jadi mencari uang sendiri"
"Benar juga! Kenapa aku tidak kepikiran hal itu?" Pikirku
"Aku malah mengkhawatirkan hal yang bukan-bukan lagi"
"Apa aku perlu pinjamkan uangku padanya?"
__ADS_1
"Tidak perlu! Dia tidak bilang padamu karena dia tidak mau merepotkanmu. Dan mungkin juga dia ingin memberikan seseorang hadiah dengan hasil uangnya sendiri"
"Izumi, pemikiranmu luas sekali!" Ucapku kagum
"Tentu saja! Pemikiranku 100 kali lebih baik dibanding siapapun! Itulah kenapa aku jadi pemimpin" Ucap Izumi bangga
"Kalau begitu, kerjakan pekerjaanmu! Jangan hanya bermalas-malasan disini"
"Ugh..."
Ucapanku tepat menusuk hati Izumi.
"Kau curang, Yurin. Setelah memujiku kau langsung menyerangku dengan kata-kata tajammu"
*
Seperti ucapan Izumi, setelah kami kembali masuk sekolah di hari senin, aku mencari informasi mengenai tamu yang akan datang ke sekolah. Namun setelah beberapa hari aku bertanya pada semua temanku yang ada di osis, dia bilang tidak ada yang akan datang ke sekolah.
"Izumi bilang akan ada yang ingin melenyapkannya, tapi tidak ada info mengenai tamu yang datang ke sekolah. Kalau begitu, apakah tamu itu datang secara diam-diam saat jam sekolah usai?" Pikirku
Di hari kamis setelah pulang sekolah aku memberi tahu Izumi mengenai tamu yang akan datang ke sekolah itu.
"Izumi, sejak 4 hari ini aku bertanya pada temanku dan menguping pembicaraan orang-orang di kantin, tapi tidak ada satupun kabar mengenai tamu yang akan datang ke sekolah"
"Jika firasatmu itu memang benar, kemungkinan besar tamu itu datang saat jam sekolah usai, dan kedatangannya dirahasiakan, seperti sebelumnya, kan?" Ucapku
"Hmm... Itu bisa saja terjadi" Gumam Izumi
"Anak-anak osis itu memiliki informasi lebih banyak dan lebih cepat dibanding murid biasa, jadi jika mereka tidak tahu artinya kedatangan tamu itu memang dirahasiakan pihak sekolah" Ucap Izumi
"Untuk sekarang aku bisa mengambil 4 kemungkinan. Yang pertama dan yang paling berpotensi akan terjadi, seperti katamu, tamu itu datang saat jam sekolah usai sehingga murid sekolah tidak tahu"
"Yang kedua, Para tamu itu datang secara tiba-tiba ke sekolah tanpa kabar terlebih dulu. Yang ketiga, memang tidak ada tamu yang akan datang, dan keempat, firasatku memang salah"
"Kemungkinan ketiga dan keempat sangat kecil. Aku juga tidak yakin itu terjadi, tapi untuk jaga-jaga aku akan memperhatikan hal itu juga" Ucap Izumi
"Memang tidak ada tamu yang datang, itu apa maksudnya? Jadi darimana asal firasatmu itu jika bukan dari tamu itu?"
"Bisa jadi ada guru yang akan melakukannya"
"Tapi jika memang ada guru yang bisa melakukannya, pasti sejak awal dia sudah ikut berpartisipasi untuk melenyapkanmu sejak awal" Ucapku
"Karena itu aku bilang aku tidak yakin dengan kemungkinan itu. Tapi bisa jadi hal itu juga terjadi"
"Aku juga akan mencoba bermeditasi untuk meningkatkan kefokusanku. Mungkin juga firasatku sedikit meleset karena sudah lama tidak diincar dan aku juga kelelahan terus"
__ADS_1
"Aku juga akan meminta para roh baik untuk mencari informasi di sekitar sekolah. Kalau begitu, aku pergi dulu"
Izumi pun menghilang