
Setelah perbincangan kami yang cukup panjang itu, akhirnya mereka bertiga yang memiliki jabatan tinggi di kalangan roh harus kembali bertugas. Mereka menghilang begitu saja dari hadapanku dan Yui.
Kami pun pindah duduk ke atas kasurku dengan Yui merangkul bantalku.
"Ini pertama kalinya aku berbicara dengan roh setelah masuk SMA. Ditambah lagi, roh yang berbicara denganku itu pemimpin serta tangan kanan dan kirinya. Aku jadi sedikit deg degan setelah keteganganku hilang" Gumam Yui
Aku tersenyum tipis.
"Bagaimana? Setelah berbincang dengannya, apa kau sekarang bisa berpikir kalau Izumi tidak seburuk yang kau kira?" Tanyaku
Yui terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab pertanyaanku.
"Ya. Dia lebih baik dari dugaanku di awal" Gumam Yui
"Tapi tetap saja, ya! Aku hanya merasa dia sedikit lebih baik dari dugaanku! Itu bukan berarti aku menyukainya! Kedua pria tampanku jauh lebih baik dibanding Izumi!!" Teriak Yui
Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah Yui.
*
Keesokan harinya, aku dan Yui berangkat ke sekolah seperti biasa. Hanya saja, raut wajah Yui kali ini terlihat lebih lega dari biasanya. Mungkin itu karena dia tak perlu menyembunyikan dirinya dariku lagi.
Kami melakukan kegiatan di sekolah seperti biasanya, lalu pulang.
Setelah pulang, Yui langsung pergi lagi untuk latihan bersama Kagusa dan Kei. Dan karena kedua roh itu bersama Yui, jadi tugas yang akan dikerjakan Izumi tiga kali lipat lebih banyak, yang artinya dia tidak bisa menemuiku.
"Izumi sekarang pasti sedang kesulitan karena tugas yang biasa dikerjakan Kagusa dan Kei sekarang harus dikerjakannya juga" Pikirku sambil tertawa kecil, membayangkan Izumi yang merengek karena kelelahan.
*
Di sisi lain dunia, Izumi sekarang sedang dikepung oleh ratusan monster berwujud mirip seperti banteng didepannya.
"Aaaargh... Seharusnya aku tidak perlu menyuruh Kagusa dan Kei membantu manusia sialan ituuu!!" Teriak Izumi
"Padahal ini seharusnya tugas Kei, tapi sekarang aku yang mengerjakannya. Setelah ini juga aku harus menemui roh baik, yang seharusnya dikerjakan Kagusa..."
"Aku juga masih harus mengerjakan tugasku. Jadi kapan aku bisa beristirahat?" Gumam Izumi pasrah
Serempak para monster itu langsung menyerang Izumi.
"Aaaahhhh!!! Aku sudah lelah dengan kalian semuaaaa!" Teriak Izumi dan terus menyerang dan menangkis semua serangan monster itu dengan ganas
*
"Haaah... Aku jadi kesepian karena mereka semua sibuk..." Gumamku lalu bersandar pada sandaran kursi.
Aku melirik kearah buku Izumi yang terpajang diatas mejaku bersama buku lainnya.
"Ayo coba lihat lagi. Apakah akan muncul sesuatu lainnya?" Gumamku
Aku pun meraih buku Izumi yang tebal dan mulai membukanya.
"Tidak ada apapun disini" Pikirku dan terus membalik tiap halaman buku.
__ADS_1
Lalu ditengah buku tersebut....
"!!!"
"Ini.... Foto yang kutemui di gudang sekolah waktu itu.... Tapi kenapa bisa disini?" Gumamku
"Apa tidak masalah aku menyentuhnya? Aku tidak akan diculik Maeru lagi kan karena menyentuh foto ini?" Gumamku
Dengan hati-hati aku mengambil foto yang terselip ditengah buku itu dan melihatnya. Sama seperti sebelumnya, di foto tersebut terdapat 5 anak laki-laki dan 1 orang pria dewasa ditengahnya.
"Ah!"
Lalu aku menyadari 2 hal setelah melihat foto itu.
Pertama, Salah satu diantara mereka adalah Izumi, yaitu anak yang berada di paling kiri. Sebenarnya sejak awal aku sudah curiga karena postur tubuh, gaya rambut dan bola matanya sangat mirip dengan Izumi, hanya saja rambutnya berwarna coklat bukan hitam.
Aku pun mengingat pembicaraanku dengan ibu Izumi dan Izumi.
"Dulu 'dia' masih terlihat imut dengan rambut coklat dan mata birunya. Tingginya juga saat itu sedikit lebih tinggi dari badanmu. 'Dia' begitu menggemaskan 5 tahun lalu. Ah, tidak. Sepertinya sudah 6 tahun ya"
"Intinya, 'dia' itu adalah aku, tapi juga bukan diriku"
Lalu mengingat 'dia' yang digambarkan ibu Izumi memiliki rambut berwarna coklat, berarti Izumi didalam foto ini berwujud 'dia', dan merupakan diri Izumi yang lain, seperti yang ia katakan sebelumnya.
Lalu hal kedua yang aku sadari adalah, saat hidup, sepertinya hubungan Izumi dan Maeru lebih dekat dari yang kuduga. Karena salah satu dari 5 anak itu juga mirip dengan Maeru. Hanya saja rambutnya berwarna oranye, bukan hitam.
Intinya, Izumi dan Maeru sepertinya lebih dekat dibanding hanya hubungan teman sekelas biasa. Tapi aku masih tidak tahu, hubungan apa yang mereka miliki saat itu.
*
"Satu rahasia terpecahkan, namun ada rahasia lainnya yang muncul disaat yang sama" Gumamku
"Kau penasaran?"
Aku pun tersentak dengan suara yang tiba-tiba muncul itu. Sontak aku berdiri dan berbalik melihat ke belakangku.
"Kau...." Gumamku
"Sepertinya kau menyadari sesuatu setelah kembali melihat foto itu, ya" Ucap Maeru
"Apa kali ini pun kau ingin menculikku?!" Tanyaku
"Tidak. Trik yang sama takkan berguna pada Izumi. Kali ini aku datang hanya untuk sedikit berbicara"
Aku pun semakin waspada dan perlahan bergerak menjauh darinya.
"Aku tidak boleh mendengar apapun yang dikatakan roh ini! Dia adalah musuh Izumi sekarang, jadi dia pasti datang ada maksud tertentu. Aku tidak boleh lengah!!" Pikirku
"Kau waspada sekali~ Aku tak punya maksud tertentu mendatangimu~"
"Tidak ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sekarang pergilah" Teriakku
"Sebisa mungkin, aku tidak boleh terlalu banyak berkomunikasi dengannya dan membuatnya pergi begitu saja, tanpa perlu aku memanggil izumi datang kemari" Pikirku
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan?!" Pikirku
"Pfft...."
"Sepertinya kau tak mau melihatku lagi, ya. Baiklah, aku akan langsung katakan ke intinya"
"Aku tidak boleh mendengarnya!" Pikirku
Aku menutup telingaku erat-erat dan memejamkan mataku.
Lalu tiba-tiba Maeru sudah berada tepat di depanku, dan tangan kirinya memegang tangan kananku. Dia menurunkan tanganku dari telingaku.
"Apa yang...." Gumamku kaget dan refleks membuka mataku.
Maeru mendekatkan kepalanya padaku lalu berbisik.
"Itu adalah foto keluarga"
Aku hanya diam, sama sekali tidak menanggapi ucapannya.
"Kau tidak percaya?" Tanya Maeru
"Tidak ada alasan aku harus mempercayai ucapanmu!" Ucapku lalu mendorongnya menjauh
"Hahahaha! Aaah... Menarik sekali~"
"Aku jadi ingin membuatmu mempercayaiku"
"Apa maksudmu?!" Tanyaku jengkel
"Sepertinya sekarang aku harus pergi. Jangan katakan pada Izumi kalau aku menemuimu" Ucapnya lalu menghilang
"Dia.... Pergi begitu saja...." Pikirku
Wuuush....
Dan tak sampai 10 detik setelah kepergian Maeru, sekarang Izumi datang.
"Izumi? Kenapa kau kesini?" Tanyaku
"Tidak, aku hanya ingin memastikan saja. Aku merasa sepertinya ada sesuatu denganmu, jadi aku segera datang kesini. Tapi karena para monster jelek itu menghadangku, aku jadi agak telat"
"Apa terjadi sesuatu sebelum aku datang?" Tanya Izumi
Aku terdiam sebentar.
"Tidak. Tidak terjadi apapun, kok..." Ucapku lalu menyembunyikan foto itu ke belakangku.
"Ah, baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu. Masih banyak pekerjaan lainnya yang harus ku kerjakan"
"Iya. Izumi juga semangatlah"
Izumi mengangguk dan menghilang dari pandanganku.
__ADS_1
"Tak apa. Tidak apa-apa, kok. Lagian tadi juga tidak terjadi apapun antara aku dan Maeru. Dia juga tidak menyakitiku. Kalau tadi aku bilang, itu hanya akan menambah beban pekerjaan Izumi" Pikirku
"Izumi sudah cukup kesulitan, jadi aku tidak boleh menambah bebannya hanya karena masalah sepele" Pikirku