Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pemimpin Roh Bertemu Pemimpin Roh


__ADS_3

"Kau... Tahu namaku dari mana?" Tanyaku


"Aku selalu memperhatikan kakak, sejak kak Yurin masih kecil~" jawabnya


"Apa?"


"Sebenarnya... sejak kapan kau memperhatikanku?" Tanyaku


"Sejak kakak baru saja lahir, aku sudah memperhatikan kakak" Jawabnya


Izumi kaget setelah mendengarnya.


"Dia bukan roh netral!" Ucap Izumi dan semakin waspada.


"Fufufu~"


"Kak Arato Izumi, pemimpin roh baik dan jahat, pemilik 4 kekuatan roh yang selama ini tidak pernah dimiliki siapapun, serta merupakan hantu sekolah yang meneror murid disana~ Sebuah kehormatan bisa bertemu kakak yang bahkan bisa menjadi pemimpin saat baru saja berusia 3 tahun setelah menjadi roh~" Ucap anak kecil itu


"Sebenarnya siapa kau?!" Tanya Izumi


"Tapi... Meski kak Izumi kuat, tetap saja kak Izumi lebih lemah sedikit dibanding aku. Tapi tak kusangka ternyata kakak juga bisa sedikit merasakannya. Artinya kekuatan kakak tidak jauh dariku"


Anak kecil itu memejamkan matanya kemudian membuka kembali matanya.


Matanya yang sebelumnya berwarna hitam pekat sekarang berubah menjadi berwarna kuning keemasan. Anak kecil itu menatap Izumi dengan yakin.


Izumi tampak kaget begitu menatap mata anak kecil itu.


"Pemimpin roh baik..." Gumam Izumi


"Apa? Bukankah kau bilang dia roh netral?" Tanyaku sambil berbisik.


"Tidak ada roh netral yang bertahan lebih dari 5 tahun berada di bumi, tapi dia bilang dia telah mengamatimu sejak kau lahir"


"Selain itu, sekarang aku bisa merasakan auranya. Dia adalah pemimpin di wilayah ini" Bisik Izumi


Anak kecil itu masih dengan tenang duduk sambil memperhatikan kami berdua.


"Kak Izumi, tenang saja. Aku tidak akan melenyapkan kakak. Karena kakak terikat dengan kak Yurin, bagaimana bisa aku jadi mencelakai kak Yurin" Ucapnya sambil tersenyum manis


"Apa... kau bisa di percaya?!" Tanya Izumi yang masih waspada

__ADS_1


"Jika aku memang ingin, aku bisa langsung melenyapkan kakak sejak kakak datang kesini 1 jam yang lalu" Jawab anak kecil itu dengan santai


Tak lama kemudian, muncul pusaran hitam didepan kami.


Dari pusaran hitam itu muncul banyak serangan yang mengarah ke Izumi.


Izumi tersentak dan langsung loncat ke samping menghindari serangan itu.


"Aaah, sayang sekali. Mangsanya sudah kakak ambil, ya. Padahal aku ingin memberikannya ke kakak sebagai hadiah~"


Setelah serangan dari pusaran itu berakhir, muncul anak laki-laki yang terlihat berumur 8 tahunan dan berdiri disamping anak perempuan itu.


Anak laki-laki itu memiliki rambut hitam pekat seperti milik anak perempuan itu dengan rambut yang sedikit acak-acak dan matanya yang berwarna merah menyala.


"Pemimpin roh jahat!" Gumam Izumi


"Kiki, kau jangan menyerang kakak itu" Ucap anak perempuan itu.


"Baik, kak~" Jawabnya lalu duduk disamping anak perempuan itu.


"Maaf kak. Tapi kakak sudah boleh tenang sekarang" Ucapnya


"Baiklah, aku akan memperkenalkan diri. Namaku adalah Kintsuki Hana, pemimpin roh baik. Dan ini adalah adikku, Kintsuki Niki, pemimpin roh jahat" Ucapnya


"Lalu saat aku masih hidup, aku adalah tuan putri dan adikku pangeran dari kerajaan Kintsuki, salah satu kerajaan yang kuat di masa kami hidup"


Anak laki-laki bernama Niki itu mengeluarkan kekuatannya dan membuatnya menjadi berbentuk bola kecil lalu memain-mainkannya di lantai menggunakan jarinya.


Aku kaget begitu tahu identitas mereka.


"Tuan putri? Pangeran? Sebenarnya kalian menjadi roh sejak kapan?" Tanyaku


"Aku tidak terlalu tahu karena kami hanyalah anak kecil. Yang pasti kami terbunuh ditengah-tengah perang" Jawab Hana.


"Tengah perang?!" Tanyaku


"Uuumm, umur kami mungkin sekitar 400 tahun, atau mungkin lebih..." Ucap Hana sambil berpikir keras


"Kau yang memiliki identitas seorang putri dan setua itu memanggil kami kakak?" Gumamku tak habis pikir


"Lalu... Bagaimana bisa seorang putri dan pangeran terbunuh dan menjadi pemimpin roh?"

__ADS_1


"Aku masih ingat hari dimana aku mati. Saat itu sedang ada festival di ibukota, didekat istana berada. Karena aku tahu adikku akan menyukainya, aku yang akan berumur 11 tahun ini mengajak adikku satu-satunya, Niki, yang masih berumur 5 tahun pergi ke festival diam-diam"


"Lalu tanpa diduga, pihak musuh datang dan membantai kami habis-habisan di festival itu. Saat itulah aku mati terkena ledakan bom, lalu adikku di sandera saat kami terpisah karena situasi yang kasak-kusuk"


"Aku yang dilimpahi rasa bersalah karena telah membawa dan membuat adikku menderita sendirian, akhirnya menjadi roh baik dan terus mengawasi adikku"


"Pihak musuh yang menyadari kalau adikku adalah seorang pangeran, akhirnya memperlakukan adikku dengan kasar"


"Niki dijadikan budak dan dipaksa terus bekerja tanpa diberi makan oleh pihak musuh. Dan akhirnya di umurnya ke 8 tahun, Niki meninggal dengan perasaan dendam pada pihak musuh yang telah menyiksanya dan membunuhku. Niki menjadi roh jahat yang kejam namun menurut padaku"


"Semua orang di kerajaan kami saat itu yakin kalau aku dan Niki terbunuh oleh ledakan bom di festival. Ketika mereka sudah mulai melupakan kesedihan mereka akan kami, pihak musuh itu malah mengirim jasad Niki kembali ke kerajaan dengan tubuh kurus dan penuh luka, bahkan memberi tahu secara langsung kalau Niki dijadikan budak"


"Tentu saja hal itu memancing amarah kerajaan kami yang awalnya sudah tenang"


"Perang pun terjadi lagi, dan pihak musuh kalah telak di perang tersebut. Semua itu juga berkat Niki yang ikut campur di perang itu untuk membalas dendamnya ke mereka"


"Namun meski sudah membunuh semua musuh, Niki masih merasa belum puas dan terus menjadi roh jahat"


"Setelah Niki menjadi roh, kami berdua saling melindungi satu sama lain. Dan akhirnya sekitar 100 tahun kami bertahan, adikku melenyapkan pemimpin roh baik yang mencoba memangsaku yang terlihat lemah. Adikku menyerahkan kristal hati milik pemimpin roh baik itu kepadaku, dan akhirnya aku menjadi pemimpin baru"


"Adikku semakin disegani para roh dan akhirnya adikku membunuh pemimpin roh jahat dengan kejam dan menjadi pemimpin baru bersamaku"


"Menjadi pemimpin bukan berarti kita akan aman. Semakin banyak roh yang mengincar kami berdua baik dari wilayah yang kami kuasai ataupun dari wilayah lain. Hal itu juga yang membuat kekuatan khusus milik kami bangkit"


"Karena sangat sering aku dan adikku diserang, aku berpikir untuk menjadi roh netral yang tidak ikut campur dalam peperangan wilayah seperti itu. Karena merasa sangat tertekan itulah, akhirnya kemampuanku muncul"


"Kekuatan khusus ku adalah mengontrol aura kekuatan. Aku dapat menyembunyikan auraku dari roh lain dan dapat berpura-pura menjadi roh lemah. Hanya orang yang lebih kuat dariku yang bisa mematahkan kemampuan khususku"


"Lalu adikku, karena dia lebih sering berkeliaran memburu para roh, dia mendapat kekuatan khusus di medan perang. Kemampuan khususnya adalah, dia dapat mengirim serangan ke roh manapun yang dia inginkan tanpa bertatapan langsung dengan roh tersebut, seperti yang barusan dia lakukan"


Setelah itu, Hana diam sambil tersenyum menatap kami.


"Aku masih agak bingung. Perang wilayah? Kalau begitu, berapa luas wilayah kekuasaan kalian dan kenapa kau memperhatikanku?" Tanyaku


"Wilayah kekuasaan kami sangat luas karena Niki terus berperang dengan wilayah tetangga dan akhirnya menguasai wilayah tersebut"


"Luas wilayah kami lebih dari 100 km dari rumah ini. Ini juga karena kami sudah menjadi pemimpin selama ratusan tahun" Jawabnya


"Lalu, alasan aku mengikuti kak Yurin adalah karena kakak keturunan keluarga kami. Kakak memiliki darah kerajaan Kintsuki"


"Apa?!"

__ADS_1


__ADS_2