Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Episode Spesial 10 : Keluarga Asahi 3 (Calon Pasangan)


__ADS_3

*


**


Hari yang sudah ditentukan akhirnya tiba.


Yuji bersama kedua orang tuanya mendatangi kediaman Kagami untuk menemui calon pasangan Yuji.


Rumah yang mewah dan elegan terlihat bahkan dari kejauhan.


"Kita sudah sampai" Ucap Ibu Yuji


"Tunggu. Rumahnya disini? Ini tidak sejauh yang kukira. Kupikir setidaknya perlu waktu 1 jam untuk perjalanan" Pikir Yuji


Mereka pun masuk ke dalam begitu disambut Nyonya Kagami.


"Selamat datang. Suami dan putri kami sudah menunggu di dalam" Ucap Nyonya Kagami ramah


Mereka pun dipandu Nyonya Kagami ke ruangan yang sudah disiapkan.


Setelah berjalan sedikit masuk ke dalam, ada sebuah pintu besar didepan mereka.


"Mereka ada didalam. Ayo masuk"


Ceklek....


Dan... Perempuan yang memiliki rambut coklat kemerahan dan mata ungu yang tidak asing tengah duduk di kursi bersama seorang pria disana. Betapa kagetnya Yuji begitu melihat calon pasangannya itu.


"Yu... Yu...."


"Yuji?!"


"Minami?!" Teriak Minami dan Yuji bersamaan


"?!"


Kedua orang tua mereka tersentak.


"Wah, wah. Kebetulan sekali. Ternyata kalian sudah saling mengenal?" Ucap Tuan Kagami


"Papa, apa dia yang akan di jodohkan denganku?!" Teriak Minami kaget


"Ya. Bagaimana? Bukankah dia pria yang tampan?" Ucap Tuan Kagami


"Itu... Tapi Papa..."


"Permisi, Tuan Kagami" Ucap Yuji tegas


"Ya? Kenapa?" Tanya Tuan Kagami


"Apakah perjodohan ini bisa dibatalkan?" Tanya Yuji dan membuat semua orang kaget.


"Yuji!! Apa yang kau katakan?!" Teriak Ayahnya


"Apa ada suatu alasan? Kupikir putri ku tidak seburuk itu hingga Tuan Muda menolaknya" Ucap Tuan Kagami sedikit tertarik dengan pernyataan Yuji


"Kami memang saling mengenal, tapi hubungan kami tidak sebaik itu. Kupikir Minami juga tidak mau denganku" Ucap Yuji


"Nami, apakah benar begitu?" Tanya Tuan Kagami


"Itu...." Gumam Minami ragu


"Tuan Kagami, tolong jangan terlalu anggap serius apa yang dikatakan anak ini. Dia memang sedikit ceroboh. Tolong maafkan" Ucap Ayah Yuji cepat


"Tidak masalah, Tuan Asahi. Aku hanya penasaran saja"


Tuan Kagami kembali menatap Yuji.


"Maaf, Tuan Muda Yuji. Tapi apapun alasannya perjodohannya tetap akan berjalan. Ini adalah kemauan dari tetua keluarga Kagami dan Asahi sendiri"


"Kami akan membicarakan hal yang lebih mendetail lagi mengenai masa depan kalian sekarang. Jadi Nami, ajaklah Tuan Muda Yuji berkeliling" Ucap Nyonya Kagami


"Baik, Mama"


Minami dan Yuji pun keluar dari ruangan itu.


Dan begitu keluar Yuji langsung menghela nafas panjang sembari memegang kepalanya.


"Karena Ibu sebelumnya bilang perjodohannya sudah direncanakan bahkan sebelum aku lahir, jadi kupikir si perempuannya lebih tua dariku. Ternyata lebih muda, dan lagi itu musuhku sendiri" Gumam Yuji


"...."


Minami hanya diam sambil melirik ke arah Yuji yang terlihat kesal.


"Ayo, Yuji. Aku akan membawamu berkeliling" Ucap Minami


*


Mereka berdua berjalan di halaman rumah tanpa mengatakan apapun dan juga menjaga jarak.


Lalu, Yuji memulai pembicaraannya.


"Kau... adalah Kagami? Jadi nama panjangmu Kagami Minami?" Tanya Yuji


"Ya. Apa itu mengagetkan?" Tanya Minami


"Seorang tuan putri tapi ternyata memiliki kepribadian seperti itu, siapa yang akan mempercayainya?" Tanya Yuji


"Maaf jika aku tidak memenuhi ekspektasi mu" Gumam Minami


"?"


Yuji bingung dengan tingkah Minami.


"Kenapa lagi dengan cewek ini" Pikir Yuji


"Itu... Yuji..."


"Apa?"


"Kudengar... Kau menyukai seorang wanita yang berada di daerah keluarga Ibumu. Apa... Kau masih menyukainya?" Tanya Minami gugup


".... Ya, aku masih menyukainya" Jawab Yuji yakin


Deg...


"Tapi... Bagaimana kau akan menjelaskan padanya kalau kau dijodohkan denganku?" Tanya Minami


"Apa yang perlu dijelaskan. Orangnya saja tidak ada" Pikir Yuji


"Itu bukan urusanmu. Kau tidak perlu repot-repot memikirkannya" Jawab Yuji dingin


"...."


*


**


Hari dimana keluarga Asahi mengunjungi rumah Kagami berakhir dengan situasi canggung antara Yuji dan Minami.


Di sekolah pun Yuji tetap bersikap seperti biasanya ke Minami tanpa ada rasa lembut.


Terkadang, Minami menyapa Yuji jika berpapasan di sekolah, namun Yuji mengabaikannya.


Dan yang lebih mengejutkannya, Minami tidak pernah marah-marah lagi ke Yuji seperti sebelumnya.


"Cewek satu ini benar-benar tidak bisa ditebak. Aku tidak mengerti apa maunya" Pikir Yuji


Lalu, di suatu hari sepulangnya Yuji dari sekolah...


"Yuji, besok kamu tidak sekolah. Ajaklah Nona Minami untuk jalan-jalan" Ucap Ibu Yuji


Yuji terkejut hingga ia mematung.


"A... Apa? Sepertinya aku salah dengar tadi..." Gumam Yuji


"Ajak... Nona Minami... Jalan-jalan" Ucap Ibunya mengulang


Lagi-lagi Yuji terkejut.


"Apa? Kenapa?!" Teriak Yuji


"Meski belum resmi, tapi dia tunanganmu, lho. Anggap saja kalian sedang kencan" Ucap Ibunya menggoda


"Tidak!! Aku tidak mau!! Ibu dan Ayah sendiri yang bilang aku harus belajar dengan giat. Kenapa malah menyuruh kencan dengan cewek itu?!" Teriak Yuji


"Hah... Kau ini... Keras kepalamu benar-benar turunan dari Ayah mu" Gumam Ibu Yuji


Ibu Yuji menatap Yuji dalam.

__ADS_1


"Yuji, dengarkan Ibu baik-baik. Walau bagaimanapun, perempuan itu perlu diperhatikan. Kau mungkin memang tidak punya rasa padanya. Tapi kau tidak boleh mengabaikannya"


"Perempuan punya perasaan. Dia akan sedih laki-laki yang akan jadi suami nya justru mengabaikannya. Apalagi semisal dia tahu calon suaminya malah suka perempuan lain" Ucap Ibu Yuji, dan itu benar-benar menusuk Yuji


"Apa... Ibu tau apa yang aku katakan ke Minami sebelumnya? Tidak, tidak. Itu tidak mungkin" Pikir Yuji


"Tapi Bu, dia juga tidak suka denganku. Dia akan senang kalau aku tidak menemuinya"


"Yuji, Ibu lebih berpengalaman daripada kamu. Dulu juga Ayahmu mengabaikan Ibu dan itu benar-benar menyakitkan. Tapi untunglah sekarang Ayahmu lebih berperasaan"


"Berperasaan? Si tua bangka itu?" Pikir Yuji kaget


"Jangan buat alasan. Sekarang cepat siap-siap pergi. Ibu akan menelpon rumah Kagami bilang kau mengajak Nona Minami kencan" Ucap Ibu Yuji cepat dan langsung mendorong Yuji masuk ke kamarnya.


*


Di sore hari...


Kini Yuji sudah berada di depan rumah keluarga Kagami.


Langsung saja Yuji menekan tombol bel di samping pagar yang besar.


'Ya? Ini dengan siapa?' Muncul suara dari speaker didekat bel itu.


"Asahi Yuji. Saya sudah membuat janji dengan Nona Muda kalian, Kagami Minami" Jawab Yuji


Dan... Pagar yang besar itu otomatis terbuka sendiri. Lalu tak lama setelahnya muncul Minami dari depan pintu utama.


"Tuan dan Nyonya Kagami dimana?" Tanya Yuji begitu Minami berjalan menghampirinya.


"Mama dan Papa sedang pergi" Jawab Minami


"...."


"...."


Dan setelahnya tidak ada perbincangan lagi.


"Inilah yang ku benci. Aku sudah tau ini akan terjadi, tapi Ibu masih saja memaksaku menemui cewek aneh ini" Pikir Yuji frustasi


".... Kita... Mau kemana?" Tanya Minami canggung


".... Tidak tau...." Jawab Yuji


"Tidak tau?! Jadi untuk apa kau mengajakku keluar?!" Tanya Minami kaget


"Ibu memaksaku. Kalau mau kemauanku, aku juga tidak mau kesini" Jawab Yuji


"...."


"Karena kau tidak tau mau kemana, bagaimana kalau aku yang menentukannya?" Tanya Minami


"?"


Akhirnya Yuji mengikuti kemana yang Minami mau.


Yuji dibawa Minami berjalan sedikit lalu mereka sampai di suatu tempat yang sangat luas.


"... Disini..." Gumam Yuji


"Ya. Tempat pertama kali kita bertemu saat aku baru berumur 6 tahun" Jawab Minami


"Kau yang menemukan tempat ini?" Tanya Yuji


"Ya. Aku bahkan sudah menemukannya sejak umur 5 tahun dan terus rutin datang ke sini" Jawab Minami, lalu berjalan menghampiri ayunan yang terikat ke pohon itu.


Minami dengan hati-hati memegang tali ayunan itu, dan mendudukinya.


"Kau tahu? Aku sebenarnya tidak suka dengan keluargaku" Ucap Minami sambil mengayunkan ayunannya menggunakan kaki


Yuji sedikit kaget begitu mendengarnya.


"... Kenapa? Kau bahkan bukan dari keluarga yang kurang" Tanya Yuji


Minami tertawa kecil mendengar pertanyaan Yuji.


"Aku memang tidak punya masalah soal keuangan keluarga. Tapi masalahku bukan disitu"


"Aku... Benci bagaimana cara orang tuaku mendidikku" Lanjut Minami


"Ah..."


"Aku benci orang tuaku yang terus menekanku untuk menjadi sempurna agar tidak memalukan keluarga. Di usiaku yang seharusnya bermain dengan teman-teman sebaya, justru aku malah dikurung dan harus belajar banyak hal. Aku benci itu"


"Karena itu... Saat aku berumur 5 tahun, aku kabur dari rumah dan tidak sengaja menemukan tempat ini dari gang kecil yang kita lewati tadi"


"Tak kusangka ternyata jalan itu adalah jalan pintas. Jika lewat jalan besar yang biasa dilalui, butuh sekitar setengah jam perjalanan untuk datang kesana karena jalan yang memutar. Karena itu orang di rumah tidak pernah menemukanku karena mereka berpikir tidak mungkin aku pergi sejauh itu sendirian"


"Ah, maafkan aku. Tanpa sadar aku malah jadi banyak bicara. Maafkan aku" Ucap Minami panik


"... Tidak. Tidak masalah" Jawab Yuji


Yuji berjalan menghampiri Minami dan memegang tali ayunan itu dari belakang Minami.


"Jadi saat kita bertemu waktu itu kau sedang kabur dari rumah?" Tanya Yuji dan mendorong pelan ayunan itu.


Minami sedikit kaget karena Yuji membantunya mengayun ayunannya. Namun ia tetap berusaha tenang.


"Ya. Papa terus memaksaku belajar, jadi aku kabur dari rumah. Disaat emosiku yang sedang memuncak, aku terus melihat anak laki-laki aneh yang lewat didepanku. Aku tidak bisa menahan rasa marah itu"


"Karena itu aku menatapku tajam, ya..." Gumam Yuji


"Kau tidak takut orang tuamu marah?" Tanya Yuji


"Tentu saja aku takut. Karena itu aku tetap berusaha jadi anak baik"


"Anak baik?" Tanya Yuji


"Dia yang kasar ini anak baik?" Pikir Yuji bingung


1 detik kemudian, Yuji baru menyadarinya.


"Aah, aku berpura-pura baik didepan orang tuamu, begitu?" Tanya Yuji


"Bisa dibilang begitu. Kalau diluar rumah, aku bisa merasa bebas. Makanya aku melakukan semua yang kumau begitu diluar rumah"


"Aku bisa ngerti" Pikir Yuji


"Hei, kau sendiri bagaimana? Kupikir keluarga Asahi juga bukan keluarga sembarangan, yang membiarkan putra tunggal dan pewaris keluarga berkeliaran bermain di jalanan" Tanya Minami


"Aku... Juga kabur dari rumah" Jawab Yuji ragu


"Eeehhh?!" Teriak Minami kaget


"Sama sepertimu, Ibu dan Ayah juga para tetua keluarga memaksaku belajar banyak hal. Karena itu aku kabur dari rumah menghindari semua itu" Lanjut Yuji


Mendengar itu, Minami tertawa kencang.


"Pfft... Haha... Hahahahaha"


"Apa yang lucu?" Tanya Yuji


"Tidak. Hanya saja... Ternyata situasi kita mirip. Kupikir hanya aku seorang yang merasakannya. Aku jadi lega" Ucap Minami yang masih terus tertawa


"...."


"Selama ini aku kesal dengan cewek ini karena selalu bertingkah semaunya saja. Tapi begitu tau sedikit tentang kehidupannya, entah kenapa aku merasa untuk beberapa hal kami cocok"


"Aku bisa mengerti kenapa dia bertingkah seenaknya. Karena aku juga seperti itu" Pikir Yuji


*


**


Kencan mereka berdua pun usai begitu matahari sudah mulai turun dan langit menjadi gelap.


"Sudah malam, saatnya kembali. Akan ku antar hingga depan rumah" Ucap Yuji


"Apanya? Aku yang mengajakmu kesini, memangnya kau masih hafal jalan yang kita lalui?" Tanya Minami


".... Maksudku, aku akan 'menemani' mu hingga sampai depan rumah"


Minami tertawa mendengarnya.


*


Setelah 'menemani' Minami pulang ke rumahnya, Yuji langsung pulang ke rumah dan masuk ke kamar.


"Cewek itu... Ternyata tidak seburuk yang aku pikirkan" Pikir Yuji

__ADS_1


"Sepertinya dia bisa aku ajak kerjasama untuk membohongi orang tua kami, lalu setelahnya berpisah dengan damai" Pikir Yuji


Setelahnya, keseharian Yuji sama seperti biasanya.


Hingga, beberapa minggu setelahnya...


Bomm!!


ruang laboratorium sekolah meledak karena terjadi kecelakaan.


Langsung saja muncul pengumuman dari sekolah.


"Hari ini sekolah pulang lebih cepat dari biasanya. Silahkan langsung pulang ke rumah masing-masing"


"Ayo cepat pulang! Mengerikan! Bagaimana jika ada ledakan lagi?"


Orang-orang bergerombol langsung lari ke gerbang sekolah secepatnya pergi.


Dan yang tersisa...


"...."


"...."


"Kau... Kenapa belum pulang?" Tanya Yuji datar


"Orang yang menjemputku pulang belum datang di jam sepagi ini" Jawab Minami


"Kau sendiri kenapa belum pulang? Mana ketiga sahabatmu itu?" Tanya Minami


"Ini aku sedang menunggu jemputan juga. Lalu ketiga temanku itu sudah pulang"


"Oh..."


"...."


"...."


"Tunggu! Jangan bilang tidak ada yang menjemputmu?!" Tanya Yuji kaget


"Ada apa tiba-tiba?!" Teriak Minami yang ikut kaget


"Bukan tidak dijemput. Mereka datang seperti jam pulang biasa" Jawab Minami


"Kau tidak menelepon orang rumah?"


"Aku... Lupa bawa..." Gumam Minami


"... Kupinjamkan. Telpon nomor rumahmu supaya mereka menjemputmu"


"... Aku tidak ingat"


"Apa?!"


"Aku tidak ingat nomor telepon rumah"


"Bisa-bisanya tidak ingat nomor telepon rumah sendiri...." Gumam Yuji pusing


"Haah... Yasudah, ikut saja denganku. Nanti aku minta sopir mengantarmu dulu baru pulang"


"Apa?! Tidak perlu!" Teriak Minami


"Jadi kau mau menunggu berjam-jam sampai sopir keluargamu sampai?"


"...Ya, tidak masalah"


"Tapi aku yang akan kena masalah. Aku bisa dimarahi Ayah menelantarkanmu sendirian disini"


"...."


"...."


Suasana kembali sunyi dan canggung. Ditengah itu, Yuji melirik menatap Minami yang duduk disampingnya.


"...."


"Kau---"


Triiiit... Triiiit...


Ucapan Yuji terpotong oleh suara telpon di sakunya.


"Halo? Ada apa, pak sopir?"


"Tuan Muda, mohon maaf! Ban mobil bocor karena tadi terlindas paku, jadi mungkin agak telat menjemput Tuan Muda" Ucap si pak sopir panik


"...."


Yuji makin frustasi dan refleks memegang kepalanya.


"Ya. Cepat perbaiki dan datang kesini"


"Baik, Tuan Muda!"


Panggilan telpon pun berakhir.


"Kenapa?" Tanya Minami


"Sopir keluargaku telat datang karena ban mobil bocor" Jawab Yuji


Yuji pun berdiri dan bersiap pergi.


"Mau kemana?" Tanya Minami


"Kalau menunggu disini lama. Lebih baik pergi ke suatu tempat dulu menghabiskan waktu"


"Kau mau ikut?" Tanya Yuji sambil mengulurkan tangannya.


"Ya"


Minami pun menerima uluran tangan Yuji.


*


Ditengah mereka yang sedang berjalan-jalan di sekitar sekolah, Yuji kembali memulai pembicaraan.


"Hei, ada yang mau aku diskusikan denganmu mumpung kita sedang berdua"


"Apa itu?"


"Bagaimana... Kalau kita kerjasama?"


"Kerjasama?" Tanya Minami


"Soal perjodohan. Demi keselamatan kita berdua, kita tidak bisa membantahnya, jadi kita harus mengikuti aturan keluarga"


"Tapi jika kita sudah menikah nanti, itu sudah cukup, kan?"


"... Apa yang mau kau katakan sebenarnya" Ucap Minami serius


"Aku mau kita bersandiwara seakan hubungan kita baik. Lalu setelah menikah kita bercerai dengan damai"


"Keluarga kita tidak akan menyetujui perceraian seperti itu"


"Kau adalah seorang putri yang disayangi keluarga. Jika kau mengadu ke orang tuamu kalau aku ternyata pria jahat, mereka juga takkan membiarkannya, kan"


"Itu memulai perseteruan kedua keluarga" Bantah Minami


"Ah, benar juga. Keluarga kita pasti akan menyuruh kita punya keturunan begitu kita menikah, seperti Ayah dan Ibuku. Tapi kalau kita tidak punya keturunan, itu bisa jadi alasan bagus untuk bercerai"


"A... Apa... Apa-apaan itu?!" Teriak Minami kaget


"Aku tidak akan menyentuhmu selama kita menikah, dan kita akan tidur di kasur yang berbeda juga, jadi kau tak perlu khawatir"


"Aku bisa yakin itu berhasil. Keluarga Asahi sangat menjunjung tinggi garis keturunan. Jadi kita juga tidak bisa mengadopsi anak yang tidak jelas asal usulnya"


"...."


"Kira-kira seperti itu. Bagaimana? Kau mau memulai akting ini denganku?" Tanya Yuji


"Tapi..." Gumam Minami


"Tidak. Ayo kita lakukan"


Yuji tersenyum mendengar jawaban Minami.


Setelah sekitar setengah jam, mobil keluarga Asahi datang menjemput.


*

__ADS_1


**


__ADS_2