
Keesokan harinya, ketika aku bangun tidur...
Seperti biasa, mereka bertiga menumpang tidur di kamarku, dengan posisi tidur mereka yang sangat menggangguku.
"...."
"Baiklah Yurin, sekarang kau harus terbiasa dengan ini. Meski kau marah pun, tidak akan mempan pada mereka" Pikirku
Aku bangun dan melihat wajah mereka bertiga.
Aku menoleh ke kanan melihat wajah Hana. Wajahnya terlihat tenang dan terlihat seperti anak kecil biasa yang sedang tidur, begitu juga dengan Niki.
Aku pun menoleh ke Kiri dan melihat Izumi.
"Lho? Kulitnya lebih pucat dari biasanya..." Pikirku
Aku sedikit mendekatkan wajahku ke Izumi untuk melihat lebih jelas.
"Benar! Kulitnya lebih pucat dan kantung matanya sedikit hitam kemerahan! Ekspresi wajahnya juga terlihat sedang menahan sesuatu!" Pikirku kaget
"Apa karena dia ada luka besar tapi dia biarkan saja?!" Pikirku khawatir
Aku melihat ke sekeliling wajah dan kepala Izumi, namun tidak ada luka.
"Tidak ada? Bagaimana dengan tangan?" Pikirku
Perlahan aku sedikit mengangkat tangan kanan Izumi dan melihat seluruh tangan kanannya, namun tidak ada luka. Aku kembali mengecek tangan kirinya namun juga tidak ada luka
"Tidak ada juga di tangan. Bagaimana dengan kaki?" Pikirku
Aku merangkak mendekati kaki Izumi dan menggulung ujung celananya hingga ke lutut untuk melihat kakinya.
"Di kaki juga tidak ada. Bahkan kaki Izumi terlihat mulus dan putih tidak seperti kaki laki-laki pada umumnya" Pikirku
Perlahan aku kembali menurunkan ujung celana Izumi dan berpikir.
"Hmm... di kepala, tangan dan kakinya tidak ada. Kalau begitu, yang terakhir..." Pikirku dan melirik ke tubuh Izumi
"Tidak boleh! Itu namanya tidak sopan!!" Pikirku dan menggeleng-gelengkan kepala
Aku kembali melihat wajah Izumi. Ekspresinya sekarang lebih buruk dari sebelumnya. Dia seperti sedang menahan rasa sakit hingga dahinya mengkerut dan kulitnya makin pucat.
Aku semakin khawatir dan dengan cepat tanganku mengarah ke baju Izumi.
"Tidak bisa dibiarkan! Pasti ada sesuatu dengan Izumi!" Pikirku
Namun, tanganku yang akan memegang baju Izumi sekarang terhenti.
__ADS_1
"Tunggu! Ini namanya tidak sopan. Masa kau mau melihat tubuh laki-laki yang sedang tidur?! Lagian, di bajunya juga tidak ada noda darah" Pikirku
Namun pikiran lain di kepalaku muncul.
"Tidak. Ini demi keselamatanku dan Izumi sendiri. Yang akan menerima akibatnya jika dia lenyap tak hanya dia, tapi juga aku. Kalau terus aku tunda, bisa saja hal buruk terjadi! Yang bisa membuat Izumi sakit tak hanya luka yang berdarah, tapi bisa saja ada lebam atau mungkin hal yang lebih parah seperti ada tulangnya yang patah, kan!" Pikirku
Aku pun membulatkan tekat dan perlahan mengangkat baju Izumi.
"Apa yang kau lakukan?"
Aku kaget begitu mendengar suara Izumi dan sontak langsung mengangkat kedua tanganku.
"Aku tidak melakukan apapun!" Teriakku
Izumi pun bangun dan duduk dengan posisi yang sama seperti saat dia tidur.
"Kau mau lihat tubuhku? Tidak ada apapun disini" Ucap Izumi santai sambil menepuk-nepuk tubuhnya
"Tidak, bukan begitu..." Gumamku dan memalingkan wajaku karena malu
"Ngomong-ngomong, sebelumnya kau selalu bilang kalau aku mesum. Tapi ternyata orang yang mengataiku mesum itu sedang melakukan hal mesum dan lebih mesum dari aku yang katanya mesum" Ucap Izumi sambil tersenyum penuh arti mengarah padaku
"Sudah kubilang bukan begitu!" Teriakku
"Apa?~ Bukan begitu?~ Aku sudah terganggu karena daritadi ada yang memegang-megang wajah, rambut, tangan dan kakiku saat aku tidur. Dan begitu aku membuka mata, ternyata ada orang mesum yang sedang memegang bajuku~ Bagaimana bisa aku bisa berpikir positif?"
"Iya! Aku akui memang aku yang melakukannya. Tapi aku mau lihat apa ada luka di tubuhmu karena raut wajahmu tadi seperti sedang kesakitan!" Teriakku
"Hentikan kesalahpahamanmu!" Teriakku
"Ada apa ini?" Tanya Hana yang terbangun dari tidurnya karena berisik
"Ah, tadi Yurin mau membu---"
Selagi Izumi belum menyelesaikan ucapannya, aku langsung menutup mulutnya dan melotot padanya.
"Hana, ada yang harus aku dan Izumi bahas soal roh sekolah. Jadi bisa pergi sebentar bersama Niki karena ini rahasia wilayah sekolah?" Tanyaku
"Bisa, sih..." Jawab Hana bingung
Hana pun teleportasi dengan membawa Niki yang masih tidur.
"Apa~ Ternyata kau malu kalau perbuatanmu diketahui leluhurmu~" Goda Izumi
"Bukan begitu! Aku sungguh mengatakan yang sebenarnya!" Teriakku
"Kau pikir aku akan percaya?" Tanyanya
__ADS_1
"..." Aku terdiam
"Situasi ini... seperti saat itu... tapi keadaannya berbalik..." Pikirku (Di episode 50. 'Kecelakaan')
"Oh~ Kau tidak bisa bicara lagi~ Sekarang kau bingung mau buat alasan apa lagi?" Tanya Izumi
"Aku benar-benar tidak bermaksud begitu. Lagian itu juga salahmu kenapa terus datang kesini" Gumamku dengan mata berkaca-kaca
"Pfttt... Hahahahaha!"
Sekarang Izumi malah tertawa.
"Ternyata benar. Dia sengaja mau memojokkanku!" Pikirku kesal
"Bagaimana? Kau kesal padaku? Kau marah?" Tanya Izumi sambil tertawa
"Iya! Aku sangat marah!" Teriakku dan memukul Izumi
Tapi Izumi menangkap tanganku yang akan memukulnya.
"Aku juga marah saat kau seenaknya menilaiku hanya karena sebuah kesalahan yang tak sengaja kubuat. Bahkan saat itu aku sedang menolongmu tapi kau malah berpikir aku melakukan hal yang sangat kubenci"
Izumi melepas tangannya yang memegang tanganku.
"Kalau kau tidak ingin aku memanggilmu mesum, mulai sekarang kau juga harus berhenti menyebutku mesum. Bagaimana?" Tanya Izumi
"Aku memang benar-benar tidak seperti itu. Tapi kalau kau..." Gumamku
"Baiklah. Kalau kau tidak mau juga tidak masalah. Mulai sekarang aku akan memanggilmu me---"
"Iya, iya, aku setuju!" Teriakku
Izumi hanya tersenyum seperti menahan tawa.
"Yah~ akhirnya ada gunanya juga aku datang kesini. Setidaknya harga diriku tidak terlalu merosot lagi sebagai pemimpin" Ucap Izumi bangga
"Tapi... Yang aku katakan tadi benar. Waktu tidur tadi ekspresi wajahmu terlihat tidak baik. Apa kau sungguh baik-baik saja? Kau tidak sedang menyembunyikan suatu luka, kan?" Tanyaku
"Aku baik-baik saja. Tidak ada apapun pada diriku" Jawab Izumi
"Kalau begitu, kau bermimpi buruk? Eh, kau kan roh. Para roh tidak bisa bermimpi, kan? Karena mimpi itu bisa terjadi ketika roh keluar dari tubuh"
"Iya. Kami para roh tidak bisa bermimpi. Tapi terkadang, kami juga bisa bermimpi saat tidur"
"Mimpi yang kami mimpikan itu adalah kejadian yang sudah kami alami sejak lahir hingga menjadi roh. Semua itu bisa menjadi bahan mimpi dikala tidur dalam suatu kejadian tertentu. Namun mayoritas roh tidak bermimpi saat tidur"
"Tetap saja kemungkinan bisa bermimpi masih ada, kan? Lalu, apa tadi kau sedang melihat hal buruk di masa lalumu makanya kau seperti itu? Kau juga terlihat kelelahan"
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak melihat yang seperti itu. Mungkin memang karena aku kelelahan" Jawab Izumi
"Izumi itu pemimpin. Jadi tidak heran kan kalau dia kelelahan dengan pekerjaannya"