Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Bencana yang Tak Terduga


__ADS_3

Tap... Tap... Tap... Tap...


Aku menelusuri koridor di kastil yang besar nan megah itu.


"Dimana mereka?" Pikirku


Setelah aku cukup jauh berjalan masuk, di depanku sekarang ada pintu besar yang menghentikan perjalananku menelusuri koridor.


"Sepertinya didalam ruangan ini..." Pikirku


Ceklek... Kriiiit....


Aku membuka pintu didepanku. Dan benar saja, disana ada Izumi dan Yui yang terkurung serta tubuh kerikat. Lalu ada seorang roh jahat yang menjaga mereka berdua.


"Akhirnya kau muncul juga, manusia! Aku sudah menunggu kau daritadi"


"Apa yang kau lakukan pada temanku?!" Teriakku


"Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya melakukan tugas yang diperintahkan saja"


"Dasar Maeru sialan!!!" Gumamku kesal


"Apa yang kau mau dariku?!" Tanyaku


Roh itu menyeringai lalu berjalan mendekati sel tahanan Izumi dan Yui. Dia memasukkan tangannya di sela sel itu dan mencengkeram wajah Yui.


"Aku ingin memperlihatkanmu pemandangan dimana temanmu mati tepat didepan matamu" Ucap roh jahat itu


"Mmmmmpphhh!!!" Teriak Yui


"Yui!" Teriakku


"Tidak akan kubiarkan!"


Aku mengulurkan tanganku lalu muncul lingkaran sihir.


"Bola api besi! Lelehkan roh jahat yang menyakiti Izumi dan Yui!" Teriakku


Wush....


Keluar banyak bola apa dari lingkaran sihir itu mengarah ke roh jahat itu.


"Sayang sekali, aku tidak selemah itu~"


Roh itu menghadang seranganku menggunakan sihir pelindung.


"Ayo fokus, Yurin! Jika tidak, Yui dan Izumi tidak selamat. Kalau begitu, aku juga akan ikut mati!" Pikirku


Aku memejamkan mataku dan menarik nafas dalam-dalam.


"Wahai kekuatanku. Sekarang aku sedang sangat membutuhkan kekuatan yang besar untuk melindungi temanku. Tolong bantu aku" Pikirku


Wuuuuuuungg.....


Muncul suara yang nyaring bersamaan muncul 3 lingkaran sihir berlapis di depanku. Dari ketiga lingkaran itu muncul cahaya dan menjadi satu membentuk bola api yang sangat besar.


Wuuuuuung.... Duar!!!!


Bola api yang berdiameter lebih panjang dari tinggi badanku itu langsung melaju menerjang roh jahat itu.


Zuuuuun.... Krrrrrkk.... Prang!


Pelindung milik roh itu pecah dan bola api raksasa itu mengenai roh jahat tersebut.


"Aaarghhh...."


Api itu membakar roh itu. Dan meski Izumi dan Yui berada di belakang roh itu, tapi apiku itu tidak membakar mereka. Apinya hanya membakar sel tahanan mereka dan tidak melukai Izumi dan Yui.


Izumi dan Yui terlihat tercengang akan hal itu.


"Ri... Ririn..." Gumam Yui


"Tidak apa, Yui! Sekarang sudah baik-baik saja!" Teriakku dan lari mendekati sel tahanan mereka yang sudah setengah hancur.


"Ya ampun, Izumi! Kau bahkan sampai diikat dan disegel sampai seperti ini..." Gumamku


Aku melepaskan 'kertas penyegel kekuatan' yang menyegel mulut Izumi.


"Dia benar-benar keterlaluan! Dia sampai melakukan hal ini untuk menahanmu. Aku tidak bisa memaafkan mereka!" Teriakku geram


"Tidak, Ririn.... Itu...." Gumam Yui sembari melirik ke roh itu yang masih terbakar dan merintih kesakitan.


"Kau pasti ketakutan kan, Yui? Tidak apa! Dia akan segera lenyap!" Ucapku khawatir

__ADS_1


"Tidak Ririn! Cepat matikan apinya!" Teriak Yui


"Eh? Kenapa?" Tanyaku bingung


"Cepat lakukan saja!" Teriak Yui


Ctak!


Aku menjentikkan jariku dan seketika seluruh api itu padam.


Tak lama kemudian, roh itu bangkit. Aku pun bersiap mengeluarkan lingkaran sihir untuk jaga-jaga jika dia mau menyakiti Izumi dan Yui.


Namun ternyata aku salah. Setelah bangkit, bukannya menyerang kami, roh itu malah langsung bersujud ke arah kami bertiga sembari menangis tersedu-sedu.


"Tolong maafkan saya, nona Yurin!! Saya tidak bermaksud menyakiti tuan pemimpin dan nona Ayui! Jadi, tolong jangan lenyapkan saya! Saya hanya melakukan tugas yang diberikan nona Ayui saja!"


"Maafkan saya, tuan pemimpin dan nona Ayui!! Saya tidak bisa melanjutkannya lagi! Jika saya lanjutkan, saya bisa lenyap! Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tolong maafkan saya!!!" Teriaknya sambil menangis histeris


"Eh? Ada apa ini?" Gumamku bingung


"Hei, ini diluar rencana yang kau buat, kan?" Tanya Izumi


"Iya. Aku tidak menyangka Ririn seserius ini..." Gumam Yui


"Tunggu! Ada apa ini? Apa yang dari tadi kalian bicarakan?" Tanyaku


"Ini hanya prank yang kami rencanakan untuk membuatmu terkejut. Semuanya hanya bohongan. Kami tidak disandera dan roh itu adalah bawahan Kei" Jelas Yui


"Hiks... Saya sangat kesakitan..." Gumam roh jahat yang kubakar tadi


"Aaah, maaf. Aku tidak tahu. Kupikir kau sungguh bawahan Maeru yang itu. Aku sungguh minta maaf...." Gumamku panik


"Tidak. Ini bukan salah nona Yurin. Malah saya bersyukur ternyata nona Yurin sangat peduli pada tuan pemimpin"


"Kalau begitu, siapa yang patut disalahkan?" Tanya Izumi


"Ti... Tidak ada yang salah. Semuanya salah saya yang terlalu lemah. Jika saya lebih kuat, saya bisa menahan serangan nona Yurin itu agar tidak terluka..." Gumamnya dan kembali gemetar ketakutan


"Dia pasti sudah berusaha keras berada dibawah Izumi dan Kei selama ini. Dia pasti sangat tertekan" Pikirku prihatin


"Baiklah. Sekarang aku paham kalau ini hanyalah prank yang kalian buat. Tapi apa alasan kalian melakukannya?" Tanyaku


"Ririn kan sekarang ulang tahun" Jawab Yui


"Apanya yang belum?! Jelas-jelas hari ini ulang tahunmu!" Teriak Yui


"Memang benar hari ini hari ulang tahunku. Tapi ini masih siang, dan aku lahir itu di malam hari. Artinya sekarang aku masih belum berulang tahun. Karena 16 tahun yang lalu di jam seperti ini aku masih didalam perut mamaku"


"...."


Izumi, Yui, dan roh jahat itu terdiam tidak mengeluarkan suara apapun.


"Ada apa dengan kalian? Apa aku mengatakan hal yang salah?" Tanyaku


"Tidak salah. Tapi aku tidak bisa juga mengatakan kalau itu benar...." Gumam Izumi frustasi


"Pokoknya, di jam berapapun kau lahirnya, tetap saja sekarang adalah hari ulang tahunmu" Ucap Izumi


"Jadi, selamat ulang tahun. Semoga kau bisa terus bahagia dan sehat secara fisik dan mental"


Aku terdiam. Rasanya sedikit terharu mendapat ucapan selamat seperti ini.


"Terima kasih, Izumi" Ucapku ceria


"Ngomong-ngomong...." Gumam Izumi


"Hei, manusia gila disana! Cepat lepaskan ikatan yang mengikat tubuhku ini!!" Teriak Izumi kesal


"Huh! Tidak mau! Ini kesempatan bagus dimana kau tidak bisa bergerak. Bagaimana bisa aku tiba-tiba melepaskannya begitu saja?!"


"Sudah kuduga kau sengaja melakukannya!" Teriak Izumi kesal


"Wah, wah, wah~ Sungguh tak terduga~ Padahal kami tidak memasang perangkap tikus, tapi tikus itu sendirilah yang memasukkan dirinya kedalam perangkap~"


!!!


Muncul sekitar 100 roh jahat tingkat menengah dan atas yang merupakan bawahan Maeru.


"Kesempatan bagus melenyapkannya dimana sekarang dia tidak bisa bergerak sama sekali dan tidak ada tangan kanan dan tangan kirinya disisinya"


"Kalian!!" Teriak roh jahat bawahan Kei


"Kau! panggil yang lainnya datang kesini untuk membantu!" Teriak Izumi

__ADS_1


"Saya mengerti!"


"Tidak akan kami biarkan!!"


Aku langsung mengeluarkan lingkaran sihirku dan melindungi Izumi dan roh bawahan Kei yang bersiap teleport. Mereka hampir terkena serangan dari musuh.


"Cih. Tak kusangka musuhmu sebanyak itu, Izumi" Gumam Yui


Cklik! Dor! Dor! Dor! Dor!


Yui yang sudah terlepas dari ikatan yang mengikat tangannya langsung ikut menyerang para roh jahat itu.


"Yurin! Cepat lepaskan 'kertas penyegel kekuatan' di tubuhku! Degan begitu aku bisa melepas semua ikatan ini!" Teriak Izumi


"Jangan harap!!"


Tring!! Crang! Trak!!


Mereka terus melemparkan serangan kepadaku dan Izumi.


"Ugh... Tidak bisa, Izumi!! Kalau aku melepaskannya, mereka akan langsung menyerang kita!" Teriakku


"Ck!"


Izumi yang murka mulai menampakkan roh jahatnya.


"Kagusa! Kei! Kalian mau membiarkanku seperti ini?!" Teriak Izumi


Wush...


Cras! Cras! Cras! Cras!


"Argh!"


Begitu Kei dan Kagusa datang, mereka langsung melenyapkan sekitar 10 roh yang ada di dekat mereka.


"Tuan!!" Teriak Kei khawatir


"Tidak akan aku maafkan, kalian yang sudah menyakiti tuanku!!" Teriak Kei


Cras! Zrat! Zrut! Brak! Wush!


"Argh!"


"Ugh..."


"Ohok!"


Kei melenyapkan mereka habis-habisan.


Namun meski begitu, bawahan Maeru yang lainnya bermunculan tak henti-henti. Jadi kami masih tidak punya kesempatan melepas 'kertas penyegel kekuatan' yang ada di tubuh Izumi demi keamanan semuanya.


Kagusa dan kei terus menyerang para musuh. Lalu aku dan Yui melindungi diri sendiri dan Izumi dari musuh. Dan karena musuh memang sangatlah banyak, kami tidak bisa terhindar dari luka.


"Yurin...." Gumam Izumi


"Tidak apa, Izumi. Kagusa dan Kei akan segera menyelesaikannya. Dan maaf, karena aku kurang kuat, aku jadi terluka" Ucapku terus fokus ke depan


"Tidak...." Gumam Izumi


"Ini... Salahku..."


Seketika muncul hawa dingin di sekelilingku. Terasa hawa membunuh yang sangat kuat, namun bukan berasal dari musuh. Itu berasal dari Izumi.


"Situasi ini... Sangat menyebalkan!!" Gumam Izumi


Izumi menatap tajam para roh jahat yang mencoba menyerangnya. Sekilas mereka tampak tersentak dan ragu untuk menyerang yang membuat serangan mereka jadi meleset.


"Ha!! Kalian ingin mendesakku dengan jumlah kalian yang banyak??! Kalian ingin bilang aku yang terikat seperti ini tidak ada bedanya dengan melenyapkan roh tingkat bawah?!" Teriak Izumi


Blar!


'Kertas penyegel kekuatan' yang menyegel kekuatan Izumi itu terbakar oleh aura milik Izumi sendiri.


Dan mata merah Izumi sekarang sedikit berbeda dari biasanya. Pupil matanya memanjang seperti ular dan tatapan matanya seakan bisa membunuh meski tanpa menyentuh musuh.


Izumi menggunakan kekuatan dari 'kristal hati merah' miliknya.


Izumi sedikit menggerakkan tangan dan kakinya, dan seketika seluruh tali yang mengikatnya putus.


Semua roh jahat itu langsung tersentak begitu melihat Izumi bisa melepaskan dirinya sendiri dengan mudah seperti itu.


"Sepertinya membantai kalian untuk menjadi pelajaran rekan kalian yang lainnya tidak buruk juga"

__ADS_1


__ADS_2