Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Alasan Dari Tindakan


__ADS_3

Setelah pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, aku masuk ke kamarku, lalu menaruh tasku dengan kesal.


"Ada masalah apa hari ini?" Tanya Izumi yang duduk di kursi belajarku


Aku menoleh dan menatap tajam Izumi.


"Ayo sekarang kita belajar, Izumi!" Teriakku membara


"Sudah kubilang ada masalah apa..." Tanya Izumi menaikkan sebelah alisnya dengan wajah datar


"Sudah kubilang ayo belajar!!" Gumamku kesal


"Tidak ada guna kau belajar dalam keadaan bisa merobek semua buku seperti itu" Ucap Izumi santai


Izumi berdiri lalu duduk dilantai didepan meja pendek persegi tempat kami biasanya belajar.


Setelah duduk, Izumi tersenyum padaku sambil mengayun-ayunkan jarinya menyuruhku menghampirinya.


"Kenapa?" Tanyaku lalu duduk bersebrangan dengannya


"Ceritakan pada kakak ada masalah apa di sekolah tadi~" Ucap Izumi dengan kepalanya ditopang oleh kedua tangannya


Melihat Izumi yang bertingkah imut tidak seperti biasanya membuat bulu kudukku berdiri karena merinding.


"Izumi, kau salah makan ya? Atau kena racun efek dari pemberontakan roh jahat? Atau kepalamu terbentur sangat keras sebelumnya?" Tanyaku merinding


"Tidak semuanya" Jawabnya datar


"Fyuh... Ini baru Izumi yang kukenal..." Gumamku


"Jangan mengalihkan pembicaraan!"


Izumi menatapku serius.


"Aku baru kali ini melihatmu seperti ini. Kenapa?" Tanyanya


"..."


Aku hanya diam mengalihkan pandangan darinya.


1 detik kemudian....


Brak!


Aku dan Izumi menoleh ke sumber suara.


Ternyata Yui yang membuka pintu kamarku.


"Aku juga penasaran! Kalian selalu saja berbicara berdua tidak mengajakku!" Teriak Yui


"Ah, maaf masuk tanpa izin dan membuat keributan..." Gumam Yui baru menyadari ketidaksopanannya


"Iya, tidak apa..." Gumamku


Yui menutup pintu kamarku lalu ikut bergabung duduk bersama kami.


Izumi yang tadinya fokus padaku sekarang beralih ke Yui.


"Aku yakin kau pasti tau sesuatu, kan?" Tanya Izumi


"Aah~ Tadi saat pulang sekolah ada orang dari kelasnya yang mencegat kami didepan gerbang dan membuat keributan tidak jelas"


"Jelaskan lebih rinci!"

__ADS_1


Yui mengatakan semuanya pada Izumi.


"Begitulah ceritanya" Ucap Yui mengakhiri ceritanya


Izumi kembali menatapku.


"Aku sudah bisa mendapat gambaran kasar masalahmu dari cerita Ayui barusan"


"Ada orang di kelasmu yang merupakan anak guru, mencari masalah karena iri sebelumnya kau di peringkat pertama. Dia jadi membawa-bawa orang tua dan temannya untuk menyudutkanmu, seperti itu?" Tanya Izumi


"I, iya... Tadi waktu di kelas, dia menuduhku mengepek saat aku belajar. Awalnya aku tidak berniat meladeninya, tapi semua orang di kelas mulai percaya dengan omong kosongnya, jadi aku melawan" Gumamku


"Itu sudah biasa untuk sekolah elit, apalagi di sekolah itu rata-rata anak dari orang yang memiliki pangkat dan jabatan bagus. Tidak heran kalau ada yang tidak suka dengamu" Ucap Izumi santai


"Lalu, kau tadi bilang kau melawannya, kan? Apa yang kau katakan?" Tanya Izumi


"Aku menyindirnya yang bisa masuk ke sekolah dengan mudah karena bantuan orang tuanya, kira-kira seperti itu" Jawabku dengan suara pelan


"Aku tahu kalau latar belakang orang tua itu termasuk kekuatan, tapi tetap saja, dia menuduhku jadi aku menekan titik lemahnya yang merupakan kekuatannya itu" Gumamku


Izumi sedikit mencondongkan tubuhnya kearahku dan menatapku serius lalu kembali bertanya.


"Kau tau kan pasti ada konsekuensi dari perbuatanmu, apalagi pada orang sepertinya. Jika masalah ini jadi semakin besar hingga membuatmu masuk ruang BK, itu tidak baik untukmu, sedangkan dia bisa lolos dengan mudah dengan bantuan ibunya. Apa kau memikirkan masalah ini sebelum bertindak?"


"Aku sudah bilang, awalnya juga aku tidak ada niat meladeninya karena aku tau tidak ada untungnya. Tapi sejak orang-orang di ruang ujian mempercayai omongannya, aku berpikir tidak ada gunanya berdiam diri"


"Kenapa?" Tanya Izumi


"Karena akhirnya sama saja. Kalau aku diam saja, hingga lulus nanti mereka akan terus menuduhku mengepek dan lain-lain. Kemungkinan aku memiliki teman kedepannya juga akan semakin kecil. Aku juga akan tersiksa karena semua tuduhan itu"


"Jika tuduhan itu menjadi sangat besar, bukan tidak mungkin guru akan mendengarnya dan menginterogasiku mengenai kebenaran tuduhan itu. Dan ketika saat itu tiba, guru juga tidak akan bisa berbuat banyak karena di pikiran semua murid tertanam pemikiran aku berbuat curang. Bahkan, bisa jadi guru juga berpikir sama seperti para murid"


"Jika aku melawan, setidaknya akan ada orang yang mempercayaiku. Itu juga akan membuatku terlihat tidak mudah ditindas. Memang ada konsekuensi jika melawannya. Seperti katamu, bisa saja aku masuk ruang BK karena masalah ini. Tapi itu tidak akan terjadi, karena aku juga tahu sampai mana batas aku boleh bertindak"


"Apapun yang kulakukan akan tetap terlihat salah oleh mereka. Karena itu aku bisa melakukan semua yang kumau tanpa perlu mempertimbangkan perasaan mereka, karena pada akhirnya aku tetap akan dibenci. Aku hanya perlu mempertimbangkan mana diantara kedua itu yang menguntungkanku, dan pilihanku adalah melawannya" Jelasku


Izumi mematung dengan wajah terkejut mendengar penjelasanku.


Sesaat kemudian, dia langsung tersenyum cerah padaku.


"Kau benar-benar membuatku terkejut, Yurin"


Aku dan Yui menutup mata kami karena terlalu silau melihat senyuman Izumi yang memancarkan cahaya.


"Aku tidak berpikir sampai sana. Hahahaha! Ternyata tetap saja aku masih seorang bocah bodoh yang belum bisa mempertimbangkan sesuatu"


"Dia... Tertawa... Izumi sedang mentertawakan diri sendiri" Pikirku kaget


"Mood ku menjadi bagus setelah mendengar itu. Yurin, ada yang mau aku tunjukkan padamu" Ucap Izumi sambil mengusap air matanya yang keluar karena tertawa


"Tapi aku harus belajar"


"Anggap saja sekalian kau menenangkan pikiranmu"


Izumi mendekatiku lalu menggendongku.


"Waaaa!! Apa yang kau lakukan?!" Teriakku kaget


"Hantu!! Kemana kau akan membawa Ririn pergi?!" Teriak Yui


Syush...


Izumi membawaku teleportasi.

__ADS_1


"Izumi!!!" Teriak Yui marah


*


Syush...


Kami sampai di tempat teleportasi.


Aku yang tadi memejamkan mata perlahan membuka mataku.


"!!!"


Dan aku kaget melihat tempat ini.


"Izumi!" Teriakku dan menoleh menatapnya


Izumi hanya tersenyum sambil memiringkan kepalanya menanggapi ucapanku.


"Kenapa... Disini..." Gumamku


"Kau perlu ketenangan untuk menenangkan pikiranmu" Jawab Izumi santai


"Tapi kenapa harus di kuburan?!" Teriakku


"Sebelumnya juga Izumi selalu membawaku ke kuburan saat menemui ibunya. Apa sebenarnya Izumi saat masih hidup adalah orang aneh?" Pikirku


Aku turun dari gendongan Izumi dan memeluk tubuhku sendiri karena merinding.


"Iya! Pasti seperti itu! Aku sering dengar kalau orang jenius itu aneh. Pemikirannya tidak seperti orang normal" Pikirku merinding


"Aku...." Gumam Izumi


"Ya?" Tanyaku kembali menatap Izumi


"Selama ini kau cuma tau arwahku saja, kan? Tapi kau sama sekali tidak tahu tubuhku" Ucap Izumi


"Eh? Tubuh? Kalau begitu disini...." Gumamku lalu melirik ke kuburan didepan kami.


"Ya, ini kuburanku"


Aku terdiam sejenak, lalu berjongkok melihat batu nisannya.


"Tulisan di batu nisannya sudah pudar hampir tidak terlihat. Lumut yang tebal memenuhi batu. Rumput liar tumbuh di tanah tanpa ada satupun kelopak bunga, seperti tidak pernah diurus" Pikirku prihatin


Aku membaca tulisan di batu nisan itu. Samar-samar terlihat nama Arato Izumi disana. Untuk nama orang tua, tanggal lahir dan tanggal ia meninggal sudah tidak terlihat lagi.


Aku membersihkan kuburan Izumi dengan perasaan campur aduk.


"Seharusnya tadi kau bilang akan datang kesini. Setidaknya aku bisa membawakan bunga untukmu" Gumamku


"Tidak apa. Justru aneh kalau kuburanku penuh bunga" Jawab Izumi ceria


Aku hanya diam tidak menanggapinya.


Aku mengenadahkan kedua tanganku dan berdoa.


"Semoga Arato Izumi bisa tenang dan bisa berada di tempat terbaik..." Gumamku


"Hei, kau tahu aku ada disini, kan?" Tanya Izumi sambil tertawa


Aku melirik kearah Izumi.


"Aku penasaran bagaimana perasaannya" Pikirku

__ADS_1


__ADS_2