Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Penjelasan


__ADS_3

"terima kasih, tuan-tuan dan nyonya sekalian" ucapku senyum


"kami yang seharusnya berterima kasih" ucap seorang pria


aku pun akhirnya pergi menjauh dari bangunan itu


***


setelah beberapa meter aku berjalan menjauh dari bangunan tua itu, tubuhku sudah dapat aku kontrol kembali


"apa yang terjadi padaku?" gumam ku sambil melihat kedua telapak tanganku


"yo!" sapa Izumi yang berada di belakangku


"Izumi!! aku tadi berada di kelas, tapi entah kenapa tubuhku bergerak sendiri dan mengatakan hal-hal aneh!! dan lagi, aku tak dapat mengontrol tubuhku! apa yang terjadi??!" tanyaku panik


"tentu saja...." ucap Izumi terputus


"aku yang melakukannya" lanjut Izumi sambil menatapku dengan tajam dan tersenyum


"kau yang melakukannya??! jadi kau yang mengontrol tubuhku??!" tanyaku kaget


"diamlah! kalau tidak nanti orang itu mendengarmu!" ucap Izumi sambil melirik ke bangunan tua itu


"sebenarnya apa yang kau inginkan sih??!" tanyaku


"kau lihat saja sendiri ke sana" ucap Izumi


aku pun kembali ke bangunan tua itu dan mengintip keadaan di dalam. aku melihat keempat orang itu sedang sibuk menyegel asap-asap hitam yang ada disana. tentu saja asap-asap hitam itu adalah roh jahat.


aku pun kembali ke kelas ku.


"Izumi! kau punya hutang penjelasan padaku!" ucap ku dengan geram dan marah


"baik, baik! akan aku jelaskan!!" ucap Izumi merinding


"mereka itu datang karena ingin mengusirku. jadi, aku tidak dapat bertemu langsung dengan mereka. namun, jika aku memasuki tubuh manusia, ceritanya sudah berbeda. mereka tak dapat merasakan hawa kehadiranku. karena itu, aku memasuki tubuhmu dan mengendalikannya" ucap Izumi


"lalu, aku memanfaatkan statusmu sebagai manusia untuk menjebak para roh jahat yang ada di bangunan tua itu, karena bangunan tua itu adalah sarangnya para roh jahat" lanjut Izumi

__ADS_1


"apa? bangunan tua itu sarang para roh jahat?" tanyaku kaget


"makanya sebelumnya aku bilang kalau tempat itu berbahaya" ucap Izumi


"hmmm..." aku berpikir


"jadi, semua roh jahat itu akan tersegel?" tanyaku


"itu tidak mungkin. pasti ada diantara mereka yang berhasil meloloskan diri" ucap Izumi


"lalu, bagaimana caramu mengumpulkan roh jahat itu? meskipun itu sarang mereka, pasti sekarang mereka sedang tak ada di bangunan itu kan?" ucap ku


"buktinya, sebelumnya hanya ada satu roh jahat yang menyerangku" ucap ku


"itu karena aku memancing para roh jahat itu untuk kembali, meskipun ada beberapa yang tak kembali" ucap Izumi


"aku tak mengerti. apa semua hantu itu bisa melakukan ini, atau hanya Izumi saja yang dapat melakukannya?" pikirku


"dia dapat memanggil roh jahat itu dengan sangat mudah. masuk dan mengontrol diriku sesukanya. dapat teleportasi semaunya. dia juga seperti pemimpin dari para roh baik" pikir ku


"aku merasa Izumi seperti dapat mengendalikan semua roh yang ada di sekolah ini. apa hanya perasaanku saja, ya?" pikir ku


"oh, benar juga. ada yang mau aku tanyakan..." pikir ku


"aku sudah jelaskan, kan? kalau roh baik itu tidak muncul di sembarang orang. apalagi ada orang datang mengusirku. tentu saja mereka bersembunyi" ucap Izumi


"baiklah! penjelasannya selesai sampai disini saja. kau pulanglah" ucap Izumi sambil senyum


aku pun pulang ke rumah.


*


saat malam hari, pertanyaan-pertanyaan tentang Izumi kembali muncul di kepalaku


"sebenarnya Izumi itu siapa? saat dia hidup, dia seperti apa? bagaimana Izumi bisa mati? kenapa orang-orang sangat benci dan ingin Izumi pergi dari sekolah? kenapa Izumi tetap berada di sekolah walau sudah mati? kenapa jika Izumi diusir dari sekolah, ia tak dapat kembali ke dunia? sebenarnya peranku yang terikat dengan Izumi itu untuk apa? apa yang bisa kulakukan untuk membantu Izumi?" pikirku


"jika aku bertanya seperti itu pada Izumi, wajahnya pasti akan menjadi suram. jadi lebih baik aku bertanya pada roh baik yang dekat dengannya" pikirku


keesokan harinya, saat Izumi sedang tidak muncul di hadapanku, aku mencari roh baik yang dekat dengan Izumi, yaitu hantu laki-laki yang ikut menjelaskan padaku soal roh baik dan jahat saat di hutan. setelah beberapa menit mencari, akhirnya aku menemukannya.

__ADS_1


"ah, akhirnya aku menemukanmu..." ucap ku terengeh-engeh karena terus berlari.


"ada apa?" tanya hantu itu


"itu... ada hal yang ingin aku tanyakan..." ucap ku


setelah istirahat satu menit, aku pun mulai bicara


"aku mulai dari yang paling dasar dulu..." pikirku


"aku ingin tanya. sebenarnya kenapa Izumi ingin diusir dari sekolah ini? kenapa hanya dia saja?" tanya ku


"tentu saja karena dia punya roh jahat. yang ingin diusir itu adalah para roh jahat, dan Izumi juga termasuk kedalamnya, walau dia sendiri juga termasuk roh baik" ucap hantu itu


"tapi kenapa yang menjadi target utama mereka adalah Izumi? padahal ada banyak roh jahat yang seutuhnya, namun tidak diusir" tanyaku


"sebenarnya, Izumi itu bahkan lebih mengerikan daripada roh jahat seutuhnya. jika dia sedang marah, bahkan roh jahat sekalipun takut padanya" ucap hantu itu


"bisa dibilang.... dia adalah pemimpin para roh di sekolah ini. roh baik maupun roh jahat tunduk padanya" ucap hantu itu


aku sangat sangat dan sangat kaget saat mendengarnya. ternyata benar, Izumi adalah pemimpin para roh di sekolah ini. lalu, tiba-tiba aku teringat kata-kata Izumi saat di hutan dua hari yang lalu.


"roh jahat adalah arwah gentayangan yang suka menampakkan diri. selain itu, ia juga menyesatkan orang lain. roh jahat dapat terbentuk karena saat ia hidup, ia memiliki dendam yang tak terbalaskan"


"Izumi pernah bilang kalau roh jahat itu terbentuk karena ia memiliki dendam tidak terbalaskan saat ia masih hidup. sebenarnya dendam apa yang Izumi miliki hingga ia menjadi pemimpin para roh?" tanyaku


"....." hantu itu terdiam sejenak


"Izumi itu... saat ia hidup, dia memiliki dendam yang sangat besar pada beberapa orang. namun disisi lain, dia juga anak yang sangat baik. karena itu ia menjadi campuran. sisi baik maupun sisi jahat Izumi sangatlah kuat hingga tak ada roh yang berani melawannya" ucap hantu itu


"sebenarnya seperti apa Izumi saat masih hidup?" tanyaku


"aku... tak berani bicara lebih dari ini..." ucap hantu itu gemetar


"yang terpenting, kau jangan sesekali mengungkit soal dia saat masih hidup, apalagi saat berada didepannya. dia akan sangat marah jika ada yang bicara soal kehidupannya" ucap hantu itu


aku jadi teringat kata-kataku saat kami awal bertengkar.


"karena kau adalah hantu. tidak mungkin bisa mengerti aku"

__ADS_1


"apakah karena saat itu aku bicara soal perasaannya saat masih hidup, dia jadi marah padaku?" pikirku


"kalau dipikir, dia sangat sensitif jika bilang soal perasaan. lalu, saat di hutan juga dia tak mau membahas soal dirinya ataupun orang yang berhubungan dengannya. sepertinya untuk kedepannya aku harus lebih berhati-hati lagi..." pikirku


__ADS_2