Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Ketampanan Izumi


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Di dalam hutan...


Aku sekarang sedang latihan dengan diawasi Izumi, dan Yui latihan sendiri di tempat lain.


"Fokus pada kekuatanmu, kumpulkan secara perlahan dan teratur, lalu keluarkan semuanya secara bersamaan. Tembakkan serangannya ke depan dan terus fokus untuk mengenai target"


Aku fokus pada kekuatanku sambil mendengarkan arahan dari Izumi.


Aku mengulurkan kedua tanganku kedepan dan muncullah dua buah lingkaran sihir berlapis yang berwarna kuning. Dari lingkaran sihir itu, muncul serangan berupa bola-bola yang dilapisi api berwarna kuning.


Serangan-serangan itu tepat mengenai pelindung sihir di depanku dan pelindung itu pun pecah.


"Bagaimana?" Tanyaku ceria


"Lumayan untuk ukuran kau yang baru latihan selama seminggu" Jawab Izumi datar


"Izumi, kau itu terlalu tidak berperasaan. Setidaknya pujilah aku!" Gumamku


"Baiklah. Kau hebat sekali sampai aku sedikit kaget"


"Nah, begitu dong!"


"Tapi tetap saja itu masih lemah untuk ukuran bisa membasmi roh" Lanjut Izumi


"Apa sih yang aku harapkan dari Izumi?..." Pikirku


"Ririiiiin~" Panggil Yui dari kejauhan


"Hm? Ada apa kau kesini, Yui?" Tanyaku


"Aku baru saja meningkatkan kekuatanku! Aku senang sekali~" Teriak Yui ceria


Lalu, Yui melirik kearah Izumi.


"Hm? Roh ini auranya mirip dengan Izumi. Apa kau bawahan Izumi yang lain selain Kei dan Kagusa? Aku tidak pernah melihatmu" Tanya Yui


Izumi hanya diam dengan ekspresi jijik bercampur kaget.


"Wah~ Waaaah~ Kau juga sangat tampan~ Tak kusangka Izumi yang itu bisa dikelilingi tiga pria tampan~ Aku iri sekali~ Ditambah lagi, aku tidak bisa menyentuh pria tampan ini~" Ucap Yui sambil mencuil-cuil pipi Izumi walau tangannya menembusnya.


"Tapi ini agak aneh. Kau itu roh baik atau roh jahat, ya? Aku merasakan ada aura roh baik dan roh jahat secara bersamaan. Aku baru tahu ada yang seperti ini" Gumam Yui


"Oh, ya. Dimana Izumi itu? Bagaimana bisa dia pergi begitu saja dan meninggalkan bawahannya disini untuk menggantikannya bekerja. Sangat tidak kompeten! Tapi yah, baguslah dia pergi. Aku jadi punya kesempatan melihat roh tampan ini~"


"Yu... Yui... Itu..." Gumamku


"Roh yang kau coba sentuh sekarang itu adalah Izumi..." Gumamku


Yui langsung membatu begitu mendengar ucapanku.


"Ap... Apa?!" Tanya Yui dengan wajah memucat.


Yui kembali menatap Izumi sambil menjauh secara perlahan.


"Ti... Tidak mungkin dia Izumi. Kau sedang mengerjaiku kan, Ririn?"


"Kau bilang aku apa? Tidak kompeten?" Tanya Izumi Murka


"Suara mengesalkan ini... Dia benar Izumi??" Gumam Yui


Yui langsung membatu dan terjatuh terbaring ke tanah.


"Yui!" Teriakku


"Ha.... Hahahaha.... Hahahaha...." Yui tertawa hampa dengan tubuh berbaring diatas tanah.


"Harga diriku.... Sudah berapa kali hancur seperti ini?...." Gumam Yui


*


"Kau sungguh Izumi, kan?" Tanya Yui kembali


"Tentu saja! Memangnya siapa lagi kalau bukan aku?!" Jawab Izumi kesal


"Tapi bagaimana aku bisa melihatmu?!" Tanya Yui


"Sebelumnya Yui tidak bisa merasakan apapun dari Izumi, lalu kemudian bisa merasakan auranya, dan akhirnya bisa melihat wujud Izumi sepenuhnya. Jadi, apa ini ada hubungannya dengan kekuatan Yui yang semakin kuat?" Tanyaku

__ADS_1


"Ya, seperti kata Yurin, kekuatannya semakin kuat, artinya level nya sudah naik. Selain itu, dia selalu dekat denganku jadi dia juga menghirup kekuatanku yang keluar"


"Kekuatanku yang ada di tubuhnya mengenaliku, karena itu Ayui bisa melihatku"


"Tentu saja! Yang membuatnya bisa melihatku karena kekuatanku, bukan berarti dia sangat hebat" Sindir Izumi


"Kau ngajak berantem?!" Tanya Yui


"Tapi, karena kau tampan, kali ini akan aku maafkan" Gumam Yui sambil tersenyum malu


"Aku tarik kembali ucapanku sebelumnya, bilang kalau kau mungkin perempuan atau tidak tampan" Lanjut Yui


Aku dan Izumi hanya menatap datar Yui yang kembali menggila akan ketampanan.


"Aku tidak tahu bagiamana caranya Kagusa dan Kei bisa bertahan di situasi ini sebelumnya. Sekarang saja punggungku sudah merinding" Gumam Izumi pasrah


*


**


Setelah selesai latihan...


"Ririn, apa sejak awal Izumi memang setampan itu?" Tanya Yui


"Iya, sejak awal memang begitu" Jawabku


"Bukankah.... rupanya itu tidak seperti manusia?!" Tanya Yui


"Dia tidak terlihat seperti manusia.... Dia seperti malaikat~" Gumam Yui


"Ya, dia bukan manusia. Dia roh" Jawabku datar


"Tolong lihat situasi, Ririn!" Teriak Yui kesal


"Yah, pokoknya, sepertinya Izumi bukan orang biasa saat masih hidup" Ucap Yui


"Kalau dipikir-pikir, benar juga.... Wajahnya rupawan, kepintarannya melampaui rata-rata, selera makannya juga tinggi..." Gumamku


"Benar, kan? Aku jadi sedikit penasaran bagaimana kehidupan Izumi. Coba ceritakan padaku, Ririn"


"Aku juga tidak tahu. Dia tidak suka kalau membicarakan tentang kehidupan pribadinya. Aku juga tidak bisa bertanya pada Kagusa"


*


Di malam hari....


Aku kembali teringat dengan foto yang ada didalam buku Izumi itu. Foto dimana ada 5 anak laki-laki dan 1 pria dewasa.


"Kata Maeru, itu foto keluarga. Jika Maeru bohong, tidak perlu kupikirkan lagi. Tapi bagaimana jika Maeru itu jujur? bagaimana bisa Izumi ada didalam foto itu?" Pikirku


Aku terdiam sebentar.


"Tapi sepertinya dia bohong. Bisa jadi juga foto itu buatan dia sendiri untuk menipuku seperti sebelumnya" Pikirku


"Bisa jadi dia lakukan itu untuk membuatku berpikir kalau dia dan Izumi berhubungan baik, jadi aku juga mempercayainya. Mengingat dia sebelumnya bilang mau aku percaya padanya" Pikirku


Wuuush....


Aku menoleh ke belakang.


"Izumi, ada apa kau datang kemari?" Tanyaku


"Hanya malam hari aku punya kesempatan bertemu berdua denganmu. Kalau siang sekarang ada pengganggu" Jawab Izumi


Meski malam hari dan gelap, aku tetap bisa melihat ekspresi wajah Izumi. Dia tersenyum lembut padaku sambil mengusap kepalaku.


"Kau ini seperti adik perempuan...." Gumam Izumi sambil tertawa kecil


"Apa?! Walau aslinya kau lebih tua 4 tahun dariku, tapi tetap saja sekarang ini kau berumur 14 tahun, dan aku sebentar lagi 16 tahun. Aku lebih tua darimu!"


"Sst, diam. Ini sudah malam tapi kau berisik begitu" Ucapnya lalu menutup mulutku


Aku pun melepaskan tangannya dari mulutku dengan sedikit kesal.


"Jadi, ada apa kau kesini?" Tanyaku sebal


"Sudah kubilang aku datang ingin bertemu denganmu"


"Tidak mungkin kau datang tanpa alasan, kan?"

__ADS_1


"Tidak ada. Aku sedang bosan dan tidak ingin melihat semua tumpukan pekerjaanku, jadi aku lari kesini"


Aku terdiam.


"Kau sendiri, kenapa belum tidur padahal sudah selarut ini. Besok kau harus sekolah, kan?" Ucap Izumi


"Ada beberapa hal yang sedikit mengganjal pikiranku"


"Duuh~ adikku sedang dalam masa memiliki keingintahuan yang tinggi, ya~" Ucap Izumi sembari mengacak-acak rambutku


"Sudah kubilang aku bukan adikmu!" Teriakku kesal


"Oh ya, mumpung Izumi ada disini, sekalian saja aku bertanya sesuatu tentang foto itu, kan? Tidak ada salahnya aku sedikit mencari informasi" Pikirku


"Omong-omong soal adik, Izumi, apa ayah dan ibumu punya saudara?" Tanyaku


"Kau bertanya apakah aku punya paman atau bibi? Kenapa tiba-tiba?" Tanyanya


"Hanya penasaran, karena kau mengungkit soal adik"


Izumi terdiam sebentar.


"Ayahku anak tunggal, jadi dia tidak punya saudara. Dan kalau ibuku, dia punya satu adik perempuan"


"Izumi ada bibi. Bisa jadi itu foto keluarga suami dan anak dari bibinya bersama dengan Izumi" Pikirku


"Begitu. Apa bibimu punya anak yang seumuran denganmu?" Tanyaku


"Bibi hanya punya 1 anak laki-laki. Umurnya 3 tahun lebih muda dariku dan sekolah berada di angkatan yang sama denganmu. Jadi, daripada aku, dia seumuran denganmu"


"Ah, begitu ya. Apa mungkin kau kangen dengannya, makanya kau bilang aku seperti adikmu?" Ucapku


"Ternyata bukan. Artinya sudah pasti foto itu hanya tipuan Maeru belaka. Sekarang aku bisa tenang untuk tidak memikirkan soal foto itu lagi" Pikirku lega


"Tidak! Aku sama sekali tidak kangen dengannya!" Gumam Izumi


"Sebenarnya semua pertanyaanku sudah terjawab. Tapi sepertinya agak mencurigakan kalau aku tidak menanyakan sedikit kabar adik sepupunya itu. Jadi lebih baik aku sedikit basa-basi dulu sebelum mengakhiri percakapan" Pikirku


"Omong-omong, bagaimana kabar adik sepupumu? Sekarang dia bersekolah dimana?" Tanyaku


"Dia? Sepertinya baik-baik saja karena bibi dan kakek sangat memanjakannya. Soal sekolah, aku juga tidak tahu. Sepertinya dia sekolah di luar negri karena aku tidak pernah melihat dia"


"Hebat sekali! Dia pintar sepertimu. Aku jadi sedikit penasaran, apa adik sepupumu juga setampan dirimu atau tidak~"


Tiba-tiba Izumi mengernyitkan dahinya dan mendekatkan wajahnya padaku.


"Hm? A... Ada apa?" Tanyaku gugup


"Kalau dia tampan bagaimana?" Tanya Izumi serius


"Eh?"


"Aku tanya kalau dia tampan bagaimana?" Ulang Izumi


"Apa kau akan menyukainya?" Lanjutnya


"...."


Aku tidak menjawab apapun, dan Izumi juga tidak mengatakan apapun lagi.


Tak lama kemudian, Izumi menjauhkan wajahnya dariku.


"Lupakan perkataanku barusan. Aku pergi dulu untuk mengerjakan tugas. Kau juga cepat tidurlah, besok harus sekolah"


"Eh? I... Iya..." Gumamku


Izumi pun menghilang dari pandanganku.


Aku terdiam sebentar karena masih belum mengerti dengan situasi barusan.


"Apa... yang barusan...." Pikirku bingung


!!!


Aku baru mengerti.


"Apa Izumi marah kalau aku menganggap laki-laki lain lebih tampan darinya?! Dia ingin jadi yang paling tampan di dunia itu dan tidak mau kalah dari siapapun, termasuk pada adik sepupunya?!" Gumamku


"Wah, tak kusangka Izumi sangat kekanak-kanakan seperti itu" Gumamku tak percaya (salah paham besar)

__ADS_1


__ADS_2