
Aku pun kembali teleportasi ke medan perang yang sesungguhnya.
*
Keadaan di alun-alun kota sangat menegangkan bagi para roh yang melakukan perang ditengah manusia yang berlalu lalang dengan tenang.
"Serang!!!"
"Waaaaaaaa!!!!"
Trang!
Swoooooo!
Jrass!
Blarr!
Kedua pihak saling serang dengan Kei yang memimpin pasukan sekolah, dan pemimpin roh jahat di pasukan musuh.
Ditengah kebisingan itu, aku diam-diam teleportasi di sekumpulan pihak kami agar bisa berbaur dan tidak diketahui pihak musuh.
"Tuan Izumi?!" Teriak seorang roh baik kaget
"Diam" Bisikku dengan jari telunjuk didepan bibir. Dia dan roh di sekitar mengangguk mengerti.
Aku kembali fokus ke depan melihat situasi.
Kedua pihak tampak seimbang.
Tanpa pikir panjang aku langsung teleportasi menyerang pemimpin musuh agar perang bisa cepat selesai.
Syush!
Ternyata pemimpin roh jahat ini lebih peka dibanding pemimpin roh baik. Dia langsung sadar kalau ada serangan yang mengarah padanya.
Trang!!!
Dengan cepat dia menangkis serangan dariku.
Roh itu tampak kaget begitu melihatku yang tiba-tiba muncul menyerangnya.
"Sebelumnya kupikir dia adalah pemimpin baru itu karena dia yang memimpin perang. Tapi ternyata aku salah..."
"Begitu melihatmu, aku baru sadar kalau kekuatan kalian berdua jauh berbeda"
Aku dan roh itu mundur menjaga jarak satu sama lain.
Aku menyeringai sambil menatap rendah pemimpin roh itu.
"Ya, aku Arato Izumi. Roh yang kau serang dari tadi adalah tangan kananku. Sesuai isi surat yang aku buat, aku dan pasukanku datang menyerang kalian"
"Aku sudah bilang relakan saja wilayah kalian untukku. Aku tidak ingin bermusuhan dengan tetangga sendiri. Tapi kalau kalian seperti ini, tidak ada pilihan lain selain aku melenyapkan kau juga"
Roh itu langsung tersentak menyadari sesuatu.
"Kau bilang 'juga'? Itu artinya..."
"Benar. Pemimpin roh baik sudah lenyap di tanganku" Jawabku sambil tersenyum lebar
"Kep*rat!!" Teriaknya kesal
Tanpa aba-aba dia langsung menyerangku.
"Aku tidak ada waktu meladenimu. Para bawahanku pasti sudah lelah terus bertarung. Jadi ayo selesaikan dengan cepat"
Dan benar saja, hanya dalam beberapa menit aku berhasil melenyapkan pemimpin roh jahat itu. Ini juga berkat aku yang memiliki 2 jenis kekuatan. Jadi aku bisa menyesuaikan diri harus menyerang menggunakan kekuatan jenis apa.
Jiwa roh itu berubah menjadi asap hitam dan muncul secercah kristal merah menyala.
Aku mengambil kristal itu dan kembali menelannya di hadapan semua roh di alun-alun.
Suasana yang berisik dan penuh teriakan itu seketika hening. Semua pasang mata itu sekarang menatapku.
Beberapa detik kemudian, semua roh wilayah sekolah berteriak penuh kemenangan.
"Hidup Tuan Izumi!! Hidup wilayah sekolah!!!" Teriak mereka semangat
Ditengah kegembiraan roh sekolah, para roh dari wilayah yang kami taklukkan itu langsung terpuruk membayangkan masa depan mereka yang bagaikan jadi sandera dari wilayah musuh.
Aku bisa mengerti perasaan mereka yang penuh ketakutan.
Ditengah kebisingan para roh sekolah, aku langsung mengangkat tanganku dan memberi kode agar mereka diam.
Seketika suasana kembali hening dan aku kembali menjadi pusat perhatian.
"Kedua pemimpin roh wilayah ini sudah ku lenyapkan. Artinya sekarang wilayah ini dan seluruh roh yang ada disini menjadi bagian dari wilayah sekolah" Ucapku tegas
"Untuk semua bawahanku yang telah berusaha keras ikut serta dalam peperangan ini, aku ucapkan terima kasih. Tanpa kalian, aku tidak akan bisa menangani semuanya sendirian"
Aku menatap seluruh alun-alun sambil memperhatikan para roh dari wilayah yang sudah kami taklukkan.
"Kalian semua yang asli berasal dari wilayah ini, tidak usah takut padaku. Kalian sudah jadi bagian dari wilayah sekolah sekarang, jadi aku akan memperlakukan kalian sama dengan para bawahanku yang lain"
"Aku tidak akan mengurung, menyiksa, atau melakukan apapun pada kalian selagi kalian menurut dan mengikuti semua perintahku"
__ADS_1
Mendengar hal itu, salah seorang roh itu berteriak bertanya padaku.
"Apa jaminan kalau kau akan berperilaku baik pada kami?! Pemimpin kami yang sebelumnya saja tidak peduli dengan kami, apalagi kau yang merupakan pemimpin wilayah yang menaklukkan wilayah kami. Bagaimana kami bisa percaya padamu?!" Teriaknya
Aku menatapnya dengan tajam dan menaikkan nada suaraku.
"Kalian percaya atau tidak, aku tidak peduli. Yang penting aku berusaha bersikap adil dan loyal pada bawahanku yang setia. Jika kalian memang tidak mau menjadi bawahanku, aku sama sekali tidak melarang jika kalian ingin keluar dari wilayah ini dan masuk ke wilayah lain. Itupun jika mereka mau menerima kalian" Jawabku
Seketika mereka semua bungkam setelah mendengar jawaban ketus dariku. Di sisi lain, para bawahanku makin kagum mendengar jawabanku yang terdengar bijak dan tegas menurut mereka.
"Kalau tidak ada yang protes lagi, sekarang kalian bereskan tempat ini. Aku harus memeriksa data wilayah ini"
Aku berbalik dan berjalan menjauh diikuti oleh Kagusa dan Kei di sisi kanan dan kiriku.
*
Brak!!
Dengan paksa aku membuka pintu dari sebuah ruangan, yang merupakan ruangan yang biasa digunakan oleh petinggi wilayah ini untuk diskusi.
Aku, Kagusa, dan Kei menggeledah tempat itu dan mencari berbagai informasi yang tidak kami temukan dari penyelidikan sebelumnya.
Setelah menggeledah berbagai ruangan hingga malam hari, kami menemukan sebuah informasi berharga.
"Rencana perang?" Tanya Kei
"Mereka tahu situasi wilayah mereka sedang tidak bagus. Jadi mereka berpikir untuk mencari kekuatan dengan melakukan perang. Mereka juga membuat data wilayah yang mungkin bisa mereka taklukkan" Jelasku
Aku menunjuk salah satu wilayah yang rencananya ingin mereka taklukkan. Dan wilayah tersebut adalah wilayah sekolah.
"Lihat. Wilayah kita masuk dalam list pertama mereka, sama seperti kita yang memasukkan wilayah mereka di list pertama untuk kita taklukkan"
"Seandainya kita telat melangkah beberapa hari, mungkin situasinya berbalik"
Kagusa dan Kei menelan ludah dengan wajah tegang, membayangkan seandainya malah wilayah sekolah yang ditaklukkan.
"Kita tidak bisa bersantai. Aku yakin banyak wilayah lain yang mengincar kita karena posisi pemimpin roh jahat sebelumnya kosong, dan sekarang kepemimpinan baru berganti"
"Akan kita gabungkan informasi kita dengan informasi dari wilayah ini, dan kita akan melakukan perang selanjutnya"
"Apa?! Perang lagi?! Kapan?" Tanya Kagusa kaget
"Secepatnya. Mungkin 2 atau 3 minggu dari sekarang" Jawabku
"Itu terlalu cepat!! Kita saja belum mengontrol situasi di wilayah ini, sudah mau memulai perang lagi?!" Teriak Kagusa
"Itulah guna tangan kanan dan kiri, kan? Kalian sendiri yang mengajukan diri untuk jadi tangan kanan dan kiriku. Itu tugas kalian untuk mengurus wilayah ini bersamaku"
"Bukan itu yang kumaksud! Roh di wilayah ini saja masih belum percaya padamu, tapi kau mau menyuruh mereka perang?!" Teriak Kagusa
Saat didepan pintu, aku menoleh menatap Kagusa.
"Mereka akan menurut. Walau mereka tidak percaya padaku, tapi mereka akan berusaha agar wilayah ini menang. Apapun alasannya, menjadi roh dari wilayah yang ditaklukkan adalah hal yang paling mereka hindari. Apalagi untuk wilayah asli disini. Mereka takkan mau 2 kali jadi roh dari wilayah yang di taklukkan"
Aku pun keluar dari ruangan itu dan beralih ke ruangan lain untuk di periksa.
*
Hari malam berganti menjadi pagi.
Aku sama sekali tidak istirahat sejak selesai perang dan terus mencari informasi, tidak hanya di ruangan-ruangan penting, tapi juga mendatangi berbagai tempat yang mencurigakan.
Saat melihat matahari yang mulai muncul, aku baru teringat kalau aku belum memberi apapun ke bawahanku yang sudah berusaha untuk perang ini.
Aku langsung teleportasi pergi ke perbatasan hidup dan mati, lalu membantai monster untuk diambil darah serta dagingnya untuk menambah kekuatan dan stamina para bawahanku.
Tentu saja, hadiah untuk diriku sendiri yang telah berusaha keras lebih penting dari apapun.
*
Malam hari, jam 11.
Di wilayah sekolah mulai kasak-kusuk berbisik-bisik satu sama lain.
"Kenapa pemimpin tiba-tiba memanggil kita semua?"
"Aku tidak tahu. Aku takut dengannya. Kenapa pemimpin roh baik harus campuran roh jahat? Aura dari roh jahatnya yang besar masih bisa aku rasakan"
"Benar. Aku merinding apalagi jika dia berteriak"
"Omong-omong, pemimpin itu roh yang sebelumnya suka meneror sekolah bukan, sih? Dia terlalu menyeramkan. Aku takut dilenyapkan oleh dia seperti dia yang membunuh manusia-manusia itu"
"Kecilkan suaramu kalau masih mau hidup"
Wush...
Aku muncul dari depan mereka semua.
Seketika mereka semua langsung diam hingga hanya terdengar suara angin malam dan jangkrik.
Suasana hening untuk beberapa saat sebelum aku memulai berbicara.
"Terima kasih untuk partisipasi kalian dalam perang sebelumnya. Dan untuk kalian yang kami taklukkan, semoga disini kalian merasa lebih nyaman"
Aku bisa mendengar beberapa dari roh yang kami taklukkan itu berceloteh kesal, namun aku tidak mempedulikannya.
__ADS_1
"Sebelumnya aku sudah bilang pada kalian, jika kalian melakukan hal yang bisa membantu wilayah, aku akan memberi kalian hadiah, kan?" Tanyaku
Aku menjentikkan jariku, dan pusaran portal yang besar muncul di sampingku.
"Ayo ikut denganku"
Mereka semua diam sambil saling menatap satu sama lain.
"Apa yang kalian lakukan? Masuk ke sini"
Mereka berdiri di depan portal, namun tidak ada yang berani masuk lebih dulu.
"Apa kalian pikir aku akan melenyapkan kalian semua? Kalau masih lama, apa boleh buat kalau aku harus melakukan kekerasan" Ucapku tegas
Seketika mereka cepat-cepat masuk ke portal itu dengan terpaksa.
Setelah masuk, tidak ada yang berani membuka mata. mereka semua ketakutan dengan terus menutup matanya.
"Buka mata kalian!!" Teriak Kei
"Kalian sudah mati. Memangnya apa lagi yang perlu kalian takutkan? Dasar roh-roh lemah!!" Teriak Kei kesal
"Izumi meski roh jahat, tapi setengah dari dirinya adalah roh baik. Dia tidak sepenuhnya jahat, dan tidak sepenuhnya baik. Jadi jangan takut dia akan melenyapkan kalian tanpa alasan" Ucap Kagusa
"Sebelum menilai Izumi, coba lihat dirinya lebih dalam lagi. Tidak, pertama-tama, liat dulu apa yang ada di depan kalian sekarang" Lanjut Kagusa
Untungnya, aku tidak perlu bertindak soal ketakutan mereka padaku. Para tangan kanan dan kiriku sudah bertindak lebih dulu.
Mereka semua membuka mata mereka perlahan, dan kaget.
"Ini..."
Di depan mereka tertumpuk banyak monster yang seluruh bagian tubuhnya sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan roh. Monster itu juga cukup sulit dilawan. Selain karena mereka kuat, mereka juga jarang keluar dari sarang.
Para roh terkagum melihatnya bagai melihat banyak intan dan berlian.
"Itu untuk kalian semua. Aku sudah berjanji akan memberi hadiah untuk kalian"
Mata mereka semua berbinar. Dan langsung saja berebut mengambil dagingnya untuk dimakan.
"Tunggu!" Teriakku dan membuat mereka mematung
"Aku belum menyuruh kalian memakannya. Jika dibiarkan, kalian pasti berebut mengambil banyak, dan yang lainnya bisa saja tidak mendapat bagiannya"
Aku terdiam sebentar sambil menghitung mempertimbangkannya.
"Masing-masing roh mendapat jatah sekitar 1,5 kilogram daging atau darah 1 liter agar kalian semua dapat"
Langsung saja aku memotong monster-monster itu dalam bentuk kecil dan mewadahi darahnya untuk dibagikan ke seluruh roh.
Dan benar saja, seluruh bagian dari monster itu, daging, darah, kulit, tulang, gigi ataupun tanduknya habis untuk semua roh.
Salah satu roh tiba-tiba bertanya padaku.
"Bagaimana denganmu? Ini semua hasil tangkapanmu, tapi kau sama sekali tidak menikmatinya"
"Oh, aku tidak perlu. Kalian nikmati saja dulu. Aku masih ada urusan lain"
Aku berjalan pergi meninggalkan mereka yang saling menatap.
"Sepertinya aku salah. Benar kata Kagusa, kita masih belum mengenal Izumi"
"Iya. Dia sangat baik. Memberi banyak monster itu untuk kita semua"
"Aku sudah memutuskan! Aku akan menjadi bawahannya! Kalau atasan yang seperti itu, aku tidak masalah meski dia pemimpin dari wilayah yang menaklukkan kita!"
"Benar, benar!!"
*
Di sisi lain...
Di sebuah ruangan...
Kriiiitt....
"Kau sudah datang, Izumi?" Tanya Kagusa
"Kami sudah menunggu anda, Tuan" Ucap Kei
Ceklek....
Aku menutup pintunya dan menatap makhluk besar di belakang mereka berdua.
"Raja dari monster. Mana mungkin aku memberikannya untuk mereka semua, kan? Daripada perutku kenyang oleh monster kualitas rendahan itu, lebih baik aku langsung makan rajanya"
"Kau licik sekali, Izumi. Sejak awal incaranmu hanya raja monster untuk meningkatkan kekuatanmu lebih pesat. Tapi kau memberi monster tingkat rendah untuk mereka semua"
"Ditambah lagi, kau berperilaku seakan kau sudah menyiapkan hadiah besar itu khusus untuk mereka dan sama sekali tidak berniat mengkonsumsinya. Padahal kenyataannya yang kau makan jauh lebih bagus dari mereka bayangkan"
"Mereka cukup senang dengan itu. Tidak peduli apapun niat awalku, tetap saja mereka juga dapat untung. Aku juga untung, karena diantara mereka pasti ada yang tersentuh dan memutuskan menjadi bawahanku"
"Tidak heran kau adalah roh jahat" Gumam Kagusa
Aku tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ayo kita mulai... Pesta kemenangan wilayah kita"