Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pembahasan Seputar Roh


__ADS_3

Di kamarku...


"Uwaaah! Banyak sekali!" Ucap Hana ceria


"Ngomong-ngomong, kak Izumi daritadi tidak muncul, ya"


"Ah, itu..."


"Aku daritadi disini"


Aku kaget, tiba-tiba aku bicara sendiri.


"Izumiiiiii!!! Lagi-lagi kau malah mengendalikan tubuhku!" Pikirku teriak


Perlahan Izumi keluar dari tubuhku dan muncul disampingku.


Sekarang Hana dan Niki menatap tajam Izumi, sedangkan Izumi menatap remeh mereka berdua seperti sedang meledek mereka.


"Kak Izumi mengikuti kak Yurin! Kak Izumi melanggar janji!!" Teriak Hana


"Aku tidak pernah bilang aku setuju. Yang bilang seperti itu kan cuma kamu" Ucap Izumi santai


"Kalau begitu semua makanan ini milik kami!!" Teriak Niki


"Ambil saja. Aku sudah kenyang makan banyak kue dengan Yurin tadi"


"Banyak apanya? Kau hanya makan sesuap kue dan akhirnya protes karena kuenya tidak enak" Pikirku


Mereka berdua yang tidak tahu apa-apa malah termakan kebohongan Izumi dan semakin memanas.


"Kak Izumi jahat!! Malah keenakan sendiri!!" Teriak Hana dan mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang Izumi


"Kau lupa? Aku terikat dengan Yurin, lho~"


"Ugh..."


Akhirnya, Hana dan Niki kalah dengan mudah oleh Izumi


"Ya, kemampuan bicara dan tindakan Izumi tidak bisa diragukan lagi" Pikirku


"Saat awal aku terikat dengan Izumi juga seperti itu jadi aku mengerti perasaan kalian" Pikirku sambil mengingat hal-hal menjengkelkan saat awal kami bertemu


"Iya, kau benar Hana. Izumi itu memang jahat" Ucapku dan memeluk Hana


"Kau mendukungnya?!" Teriak Izumi


"Tentu saja, karena aku juga korban" Ucapku


"Eh, ngomong-ngomong... Aku baru sadar, kenapa aku bisa menyentuh Hana?" Tanyaku


"Seharusnya roh yang bisa aku sentuh kan hanya Izumi" Ucapku


"Kau baru sadar sekarang?!" Tanya Izumi kaget


"Iya. Aku tidak sadar sejak kapan aku bisa menyentuh roh" Ucapku


Izumi memegang dahinya seakan dia frustasi karenaku


"Jika kau bodoh, setidaknya instingmu lebih tajam lagi, dong" Ucap Izumi


"Apanya yang bodoh?! Kak Yurin tidak bodoh!" Teriak Hana


"Ah, sudah lama aku tidak mendengar kata 'bodoh' keluar dari mulut Izumi. Sekarang aku jadi sedikit kesal setelah mendengarnya lagi" Pikirku


"Maaf jika aku tidak sesuai ekspektasimu. Tapi ini juga tidak seluruhnya kesalahanku karena kau sendiri suka main rahasia-rahasiaan denganku" Ucapku menahan emosi


"Iya, iya, ini salahku" Gumam Izumi datar


"Kau pertama kali bisa menyentuh roh saat hari kedua ulangan. Waktu kau membangunkan Kagusa yang tertidur di gudang sekolah. Dan setelahnya kau sebenarnya bisa menyentuh roh apapun" Ucap Izumi

__ADS_1


(P.S : Di episode 42. "Aku Takkan Tinggal Diam Jika Kalian Merendahkanku!")


"Jadi saat itu ya..." Gumamku


"Eh, tapi waktu aku diculik Maeru, Maeru bisa menyentuhku" Ucapku


"Apa?! Kak Yurin diculik?! Oleh roh?!" Teriak Hana


"Sekarang kau mau menyela orang berbicara, anak kecil?!" Ucap Izumi dingin


"Aku khawatir!" Teriak Hana


"Kau lihat sendiri, kan? Dia baik-baik saja dan itu kejadian beberapa bulan lalu" Ucap Izumi


Izumi kembali menoleh padaku.


"Soal itu, yang disentuh Maeru bukan tubuhmu, tapi roh mu. Sesama roh bisa saling menyentuh. Anggap saja waktu kau diculik itu kau bagaikan hantu yang sama dengan kami. Karena itu dia bisa menyentuhmu" Jelas Izumi


"Kalau begitu, kenapa aku tiba-tiba bisa menyentuh roh?"


"Waktu itu kau menerima kekuatanku"


"Kekuatan? Kapan? Saat kau membuatku tidur?" Tanyaku


Izumi kembali memegang dahinya dan semakin frustasi.


"Sungguh! Aku sungguh tidak paham maksudmu" Teriakku


"Kau tahu? Aku membuatmu tidur itu adalah salah satu serangan milikku, karena itu bisa melumpuhkan lawan hingga tak sadarkan diri dalam waktu tertentu. Jadi itu tidak termasuk aku memberimu kekuatanku" Ucap Izumi dengan tangan masih memegang kepalanya


"Aku sudah bilang kan kalau kekuatanku yang bisa mentransfer ke makhluk lain itu hanya kekuatan dari mulut dan hidungku?" Tanya Izumi


"Iya... Tapi kapan? Itu kan terjadi 2 hari lalu di malam hari saat kalian bertiga membuat ulah. Sebelum itu tidak pernah terjadi" Ucapku


"Ah, iya... Kau waktu itu tidur ya" Gumam Izumi sambil mengingat-ingat


"Di malam sebelum ulangan kedua, aku memberimu kekuatanku waktu kau tidur"


"Tunggu, tunggu. Itu artinya kau mendekatkan wajahmu padaku?!" Tanyaku kaget


Izumi langsung tersentak dan memalingkan wajahnya dariku.


"Yah... Em... Bagaimana ya? Aku agak lupa" Gumam Izumi


"Ternyata sejak awal kau itu orang mesum, ya" Ucapku menatap tajam Izumi


Izumi langsung kembali menatapku dengan tatapan tidak terima.


"Hah?! Aku sudah berbaik hati memberi kekuatanku yang berharga! Seharusnya kau bersyukur karena kekuatan yang kau terima itu murni milik pemimpin roh yang kuat ini!"


"Malam itu kau sakit, jadi aku memberimu kekuatanku biar kau sembuh. Aku jadi heran kenapa kau selalu menganggap hal baik yang aku lakukan sebagai kejahatan. Lagian aku juga tidak ada niat lain" Ucap Izumi kesal


"Baiklah, baiklah. Karena itu juga sudah berlalu, jadi akan aku maafkan atas ketidaksopananmu, dan aku berterima kasih karena sudah menolongku"


"Kalau dibahas lagi, Izumi bisa-bisa meledak. Jadi ayo biarkan ini berakhir" Pikirku


"Jadi aku bisa menyentuh roh karena ada kekuatanmu di tubuhku? " Tanyaku


"Iya"


"Aku tidak tahu sih efek apa yang muncul jika manusia menerima banyak kekuatan milik roh. Jadi lebih baik setelah ini aku tidak memberimu kekuatanku dan tidak membuatmu tidur lagi" Ucap Izumi


"Sebelumnya kau bilang jika aku menerima lebih banyak lagi kekuatanmu, aku bisa menggunakannya" Ucapku bingung


"Yah, itu aku hanya asal bicara karena kau seperti akan menangis, jadi aku mencoba berbagai cara biar kau tenang~" Ledek Izumi


"Aku tidak menangis!"


"Ya, ya~ Anggap saja begitu~"

__ADS_1


"Lalu... Lalu... Bagaimana dengan yang tadi?" Tanyaku dengan hati-hati


"Apa maksudmu~ Aku tidak mengerti~" Ucap Izumi dan sengaja membesarkan suaranya


"Aku yakin dia tahu apa maksudku!!" Pikirku kesal


"Itu... yang tadi..."


"Aaah~ Maksudmu soal aku yang memakan semua kue itu? Atau soal aku yang ikut memilih bajumu? Atau soal aku yang mengambilkan buku untukmu?" Tanya Izumi dengan membesarkan suaranya


"Dia berlebihan sekali!!" Pikirku


Aku melirik ke Hana dan Niki. Sesuai dugaan, mereka berdua memanas karena ucapan Izumi.


"Kak Izumi curang!! Hanya bersenang-senang sendiri saja!" Teriak Hana


"Aaah, tidak, tidak, tidak. Itu cuma kebohongan Izumi saja" Ucapku panik


Namun karena mereka berdua sudah termakan kebohongan Izumi bulat-bulat, sekarang aku tidak bisa mengubah pikiran mereka.


"Izumi! Cepat minta maaf!" Teriakku


"Iya~ Iya~ Maaf, tadi aku bohong~" Ucap Izumi sambil menjulurkan lidahnya ke Hana dan Niki


"Tapi tidak semuanya boho--- ugh..."


"Argh... Kau kejam sekali..." Rintih Izumi


Disaat Izumi masih bicara, aku langsung meninju perut Izumi hingga ia merintih kesakitan.


"Eh? Kok aku tidak kesakitan karena perut Izumi kupukul, ya?" Pikirku


"Tapi lupakan soal itu sekarang" Pikirku


"Seperti yang Izumi katakan, yang dikatakannya itu cuma bohong. Jadi tidak usah dipikirkan~" Ucapku panik


"Nah~ Kalian makanlah. Aku mau mengambil sesuatu di lantai bawah. Oh ya Izumi, tolong bantu aku" Ucapku dan menatap tajam ke Izumi


"Iya, akan kubantu" Jawab Izumi datar


Di dapur, aku dan Izumi duduk di meja makan. Aku duduk dengan kedua tanganku diatas paha dan menatap serius Izumi, dan Izumi sendiri menatapku santai dengan tangan kiri memengang lengan kanannya dan tangan kanannya menjadi tumpuan kepalanya.


"Cepat jawab pertanyaanku tadi. Apa orang-orang sadar akan keberadaanmu karena kau malah makan didepan banyak orang? Olehnya setelah kau keluar itu, Yui langsung membahas soal kamu" Ucapku


"Tidak, orang lain tidak akan sadar. Meski aku memegang garpu dan memakan kue, manusia normal tidak akan sadar dan melihat seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka melihat seperti kau makan seperti biasa"


"Soal di toko pakaian dan di toko buku juga seperti itu. Mereka tidak bisa melihatku. Hanya saja kau jadi terlihat sedikit aneh karena kau berinteraksi denganku"


"Kalau begitu, kenapa Yui tiba-tiba membahas soal kau?"


"Hanya kebetulan. Mungkin dia memang lupa soal aku karena memang sudah tidak ada yang membicarakanku. Tapi karena dia melihatmu dengan kepala yang segar, dia jadi teringat soal aku dan menanyakannya hanya untuk sopan santun padamu"


"Olehnya kamu temannya, jadi dia merasa bersalah kalau dia tidak menanyakan hal yang sebelumnya sangat membuatmu khawatir"


"Memang benar sih..." Gumamku


"Eh, ngomong-ngomong soal garpu, kau juga bisa menyentuh barang, kan! Sebelumnya juga kau melempari Niki dengan piring dan barang lainnya!" Ucapku


"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Izumi


"Waktu di hutan, kau bilang kau tidak bisa menyentuh barang!" Teriakku


(P.S : Di episode 15. Di Hutan Bersama Izumi)


"Aaah~ Soal itu~" Gumam Izumi sambil menyeringai


"Aku hanya main-main saja~ Aku bisa memegang semua barang dan aku juga bisa menembus semua barang, termasuk makhluk hidup" Ucap Izumi


Izumi mengangkat tangan kirinya. Sebelumnya tangannya ada di atas meja, tapi begitu Izumi kembali menaruh tangannya ke meja, tangannya menembus meja itu.

__ADS_1


"Kau lihat? Hehe, maaf waktu itu kau malah membersihkan hutan sendirian~" Ucap Izumi tersenyum ceria


"Selain mesum, ternyata Izumi juga pemalas, ya" Pikirku


__ADS_2