Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pulang


__ADS_3

"Izumi!..." ucapku


"aku sudah menduga hal ini akan terjadi" ucap Izumi


Izumi membawaku kembali ke atas. detak jantungku berdetak kencang. mungkin karena aku hampir saja jatuh. atau mungkin karena ini pertama kalinya aku dipeluk dan ditolong oleh laki-laki yang sama dua kali dan di hari yang sama.


***


"ah... aku tak berani menatap wajahnya. ini sangat memalukan... hari ini dia terus menolongku..." pikirku


"kau takut?" tanya Izumi


"tidak!" teriakku dengan menutup wajahku dengan kedua tangan


"tapi dadamu berdetak kencang. aku sampai bisa dengar" ucap Izumi


"ce... cepat turunkan aku!" ucap ku sambil memberontak karena daritadi masih di gendong oleh Izumi.


"benar juga. kau berat" ucap Izumi dan melepas tangannya. akhirnya...


"Bruk" aku terjatuh. untungnya di bawahku ada banyak rumput, jadi tidak terlalu sakit.


"kau niat nggak sih menolongku? masa' aku dilepas begitu saja!" teriakku


"kau tadi bilang minta di turunkan. jadi aku turunkan. kau tidak bilang minta diturunkan dengan baik. dan lagi, kau memintanya tadi dengan kasar" ucap Izumi dengan melipat tangannya didepan dada.


"tidak perlu aku minta tolong jika ingin diturunkan dengan benar. semua orang pasti mengerti itu!" pikirku


"sudahlah, Yurin. kau takkan bisa menang jika melawan Izumi. Lebih baik kau mengalah saja" pikirku


"baiklah. tuan Izumi, tolong bantu aku untuk berdiri" ucapku dan menjulurkan tangan kanan ku


"baik" ucap Izumi senyum dan menjulurkan tangannya ke arahku


"disaat seperti ini, dia terlihat sangat tampan..." pikirku


"apanya yang tampan?! sadarlah, Yurin! dia hanyalah hantu menyebalkan yang bisanya membuat ulah!" pikirku


aku pun berdiri. namun, pinggangku terasa sakit karena jatuh tadi


"pinggangku sakit... ini semua karenamu!" ucapku lemah


"dasar lemah!" ucap Izumi


"aku ini manusia! jangan kau samakan aku dengan kau" ucap ku.


"lebih baik sekarang kau pulang. hari sudah mulai gelap, dan tubuhmu kotor semua" ucap Izumi


"benar juga..." ucapku dan menepuk-nepuk rok dan bajuku yang kotor. lalu, Izumi mendekat dan menjulurkan tangannya ke kepalaku.


"kenapa?" tanyaku


"ada daun" ucap Izumi dan menunjukkan daun dari kepadaku


"ah, makasih" ucapku


"masih ada lagi" ucap Izumi


Izumi menunjukkan ada banyak sekali daun di kepalaku

__ADS_1


"apakah sebanyak itu daun di kepalaku?" tanyaku


"tidak. hanya ada beberapa saja. daun yang lainnya aku petik dari belakang kepalamu" ucap Izumi dan menunjuk semak di belakangku sambil menjulurkan lidahnya


"aku mau pulang!!" ucap ku jengkel dan berjalan meninggalkannya


"selamat tinggal~" ucap Izumi melambai-lambaikan tangan


"dia tetap saja tidak berubah! setidaknya bersikaplah sedikit lebih baik padaku!" gerutuku


"ah... pinggangku sangat sakit... sepertinya aku perlu minta tolong Yui memijatkannya..." ucap ku lemah


aku pun pulang dengan tubuh kotor. Yui yang melihatku langsung mengomel


"Ririn! kenapa tubuhmu kotor semua? apa yang terjadi?" ucap Yui dan mengelilingi tubuhku


"uh... aku tadi terjatuh..." ucap ku dengan jari telunjuk menggaruk pipi


"terjatuh?! apa yang dilakukan pacarmu sampai kau terjatuh?" teriak Yui


"sudah kubilang aku tidak pacaran!!" teriakku dengan wajah merah


"memangnya kau tadi pergi dengan siapa? aku akan memperingatkannya agar tak dekat-dekat denganmu lagi!" ucap Yui


"aku mau mandi dulu" ucap ku dan pergi meninggalkan Yui yang masih penasaran


*


setelah mandi, aku minta tolong Yui memijatkan pinggangku.


"Yui, bisa tolong pijatkan pinggangku?" mintaku


"gara-gara jatuh itu, pinggangku jadi sakit..." ucapku


"gara-gara jatuh? Ririn, katakan padaku! kau pergi dengan siapa?!" tanya Yui emosi


"em...." aku berusaha berpikir mencari alasan yang bagus. namun tak menemukannya


"katakan saja! apa jangan-jangan kau diancam olehnya agar kau tak bicara pada siapapun?" tanya Yui


"bu... bukan begitu!" ucap ku


"tidak mungkin aku bilang padamu kalau aku bertemu dengan hantu" pikir ku


"po... pokoknya, dia tidak ada hubungannya denganku yang jatuh" ucap ku


"sebenarnya ada sih" pikir ku


"tapi dia tidak melindungimu!" ucap Yui emosi


"Yui, kau tidak tahu kalau dia sudah melindungiku dua kali!!" pikirku yang ikut emosi


"sudah. kau marah pun tidak akan membuat pinggangku sembuh" ucap ku


"huh!" Yui menahan emosinya dan memijatkan pinggangku


satu jam kemudian....


"Ririn, apa masih sakit?" tanya Yui

__ADS_1


"zzzzz" aku tertidur karena keenakan dipijat Yui


"banguuun!!!!" Yui berteriak didepan telingaku


"ah, Yui... jangan teriak saat orang tidur..." ucap ku kesal


"kau keenakan tidur, tapi tanganku yang pegal daritadi memijatmu!" ucap Yui


"um... maaf... pijatanmu terlalu enak..." ucap ku tanpa dosa dan membuat Yui semakin kesal


"ini pijatan ekstra karena kau telah memujiku..." gumam Yui


"rasakan ini!" teriak Yui dan menggelitiki perutku


Yui menggelitiki perutku hingga terasa sakit karena kebanyakan tertawa. dan karena kelelahan, aku pun kembali tertidur tak lama setelah itu.


saat tengah malam, aku merasa tubuhku seperti ditindih sesuatu. aku pun membuka mataku, dan melihat Izumi menduduki punggungku


"apa yang kau lakukan?! jangan duduki tubuhku!" aku berbisik padanya karena takut Yui terbangun


"enak, ya. punya teman yang baik..." ucap Izumi


"hah? apa maksudmu?" tanyaku


"lupakan" ucap Izumi dan melirik buku miliknya yang ada di atas meja belajarku


"akan aku lupakan. tapi, kau turun dulu dari tubuhku!" ucap ku kesal


"aku sedang mengobatimu" ucap Izumi dan duduk di samping kasurku.


lalu, aku merasa pinggangku tidak sakit lagi


"kau datang karena mau mengobatiku?" tanyaku


"tentu saja tidak!" ucap Izumi sambil senyum mengejek


"lalu, untuk apa kau datang?" tanyaku


"kau sudah tahu kan kalau dua hari lagi orang-orang itu akan datang?" tanya Izumi


"ya, aku tahu. jadi, kau datang untuk membicarakan soal rencana mengusir mereka?" tanya ku


"tidak perlu. aku punya rencana yang lebih baik" ucap Izumi


"apa rencanamu?" tanya ku


"rahasia. nanti kau akan tahu sendiri" ucap Izumi senyum


"lalu, aku harus ngapain nanti?" tanya ku


"kau hanya perlu tetap diam di kelas. jangan pergi keluar kelas. hanya itu yang perlu kau lakukan" ucap Izumi


"terserah. kalau begitu kan, aku jadi tidak perlu repot-repot memikirkan cara mengusir orang-orang itu" pikirku


"hanya itu saja yang ingin kau bicarakan?" tanyaku


"iya" jawab Izumi singkat


"kalau begitu, cepat pergi sana! lain kali jangan ganggu orang tengah malam begini!" ucap ku dan mendorong Izumi ke dinding agar dia keluar dari kamarku dan Yui

__ADS_1


__ADS_2