Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Persiapan Ujian Hari Kedua


__ADS_3

tiba-tiba aku terbangun dari tidurku


"a... apa-apaan mimpi tadi?" pikirku


"tidak boleh, tidak boleh!! itu tidak boleh terjadi. aku harus belajar sekarang!" pikirku


"hai" sapa Izumi


"Izumi!" pikirku kaget


"Izumi, ayo belajar!" ucapku semangat


"oh, kenapa tiba-tiba semangat begini? apa terjadi sesuatu?" tanya Izumi


"tidak ada. ayo ajari aku!" ucapku


"tentu saja terjadi sesuatu, karena aku yang membuat mimpimu seperti itu" pikir Izumi


"tak kusangka ternyata benar-benar efektif" pikir Izumi


"hey, tadi saat tidur kau bermimpi sesuatu kah?" tanya Izumi


"aku memang bermimpi sesuatu, tapi tak perlu dibahas. hanya mimpi biasa" ucapku


"padahal aku terus menyinggung soal mimpi itu, tapi dia masih tidak sadar kalau aku yang membuat mimpi itu?" pikir Izumi


"padahal seharusnya sekarang dia sudah tahu aku pelakunya karena sebelumnya aku pernah membuat mimpi buruk padanya. aku tak tahu apa dia terlalu berpikir aku baik sehingga tak melakukan itu, atau karena dia memang tak menyadarinya" pikir Izumi


"yah, syukurlah dia berpikir itu mimpi biasa. dan karena mimpi itu, setidaknya dia ada semangat sedikit" pikir Izumi


aku berjalan ke meja belajarku lalu duduk. setelah itu, Yui masuk ke kamar


"Ririn, aku kelupaan mengambil bukuku yang dipinjam temanku tadi. jadi aku keluar dulu untuk mengambil buku itu ya" ucap Yui


"iya. cepat kembali" ucapku


"dia tak kembali lagi pun juga tak masalah" ucap Izumi


aku melotot ke Izumi


"ada apa?" tanya Yui


"bukan apa-apa. cepat pergilah sebelum hujan" ucapku


"iya. aku pergi dulu" ucap Yui lalu menutup pintu


"nah, sekarang aku bisa bicara dengan nyaman" ucapku sambil merenggangkan badan


"padahal di samping kamar ini masih ada kamar lain. untuk apa kau sekamar dengannya?" tanya Izumi


"apa kau tak bisa lihat? kamar di samping itu sudah mirip seperti gudang disini. penuh dengan barang" ucapku


"benda itu kan bisa disingkirkan" ucap Izumi


"jika dipikir, memang tidak nyaman jika tak ada privasi diantara kami, meskipun kami adalah sahabat" gumamku

__ADS_1


"jika misalkan ada teman dari kelas aku atau Yui datang ke sini untuk kerja kelompok atau sebagainya, rasanya agak aneh jika tiba-tiba bergabung dengan kelompok kelas lain" gumamku


"benar, kan? kau saja sampai susah jika ingin bicara denganku" ucap Izumi


"nanti akan aku bicarakan dengan Yui" ucapku


"kalau begitu, ayo belajar" ucapku


"geser sedikit tempat dudukmu" ucap Izumi


"memangnya kenapa?" tanyaku bingung


"lakukan saja" ucap Izumi


aku duduk sedikit bergeser ke kanan kursi. lalu Izumi menduduki bagian kiri kursi yang aku sisihkan


"kenapa kau ikut duduk disini?" tanyaku kaget


"aku tak mau menggunakan kursi manusia itu lagi" ucap Izumi kesal


"tapi..." gumamku


"bukankah ini terlalu dekat?" pikirku


"tak masalah. bukankah sebelumnya kau tidur di sebelahku?" ucap Izumi


aku langsung memukul wajah Izumi dengan buku yang aku pegang


"sakit, tahu!!" teriak Izumi


"ah, wajahku terasa panas" pikirku


"aku hanya mengatakan kenyataan dan memang seperti itu" ucap Izumi


"tapi, tidak usah kau.... mmpph!!" saat aku bicara, tangan kanan Izumi melingkari leher belakangku dan menutup mulutku


"sudah cukup bicaranya. kita harus belajar sekarang" ucap Izumi dengan wajah senyum terpaksa


karena memang benar aku harus belajar, jadi kali ini aku mengalah. tidak, aku selalu mengalah darinya.


sekitar 10 menit setelah itu, hujan mulai turun dan mengenai jendela di depan meja belajarku. aku menatap hujan yang turun dengan deras dari jendela itu.


"Yui, bagaimana dia pulang nanti?" pikirku


"ada apa?" tanya Izumi


"ah, tidak. aku hanya kepikiran soal Yui" ucapku


"dia akan baik-baik saja. sekarang dia pasti sedang berteduh di rumah temannya" ucap Izumi dengan mata masih menatap buku dan tangan kirinya menahan dagu.


"benar juga" ucapku masih melihat keluar jendela


aku lanjut belajar lagi. namun, entah sejak kapan dadaku berdetak sangat cepat dan membuat tanganku sedikit gemetar dan agak gugup.


Izumi terus menjelaskan pelajarannya, namun aku tak dapat fokus. ketika aku menatap wajah Izumi, dadaku berdetak lebih cepat dan wajahku terasa panas.

__ADS_1


"Yu... Yurin! ada apa denganmu? fokus! fokus belajar!" pikirku menyemangati diri.


Izumi menyadari gerak gerikku agak aneh lalu bertanya


"kenapa? apa ada yang tak kau mengerti?" tanya Izumi dan menoleh ke arahku


saat ini wajah kami sangat dekat karena kami saling berhadapan


"tidak! tidak ada apa-apa!" ucapku gugup dan langsung berdiri menjauh


"sungguh? tapi tanganmu gemetaran" ucap Izumi


"i... ini..." aku berpikir mencari alasan, namun aku tak dapat ide


"baiklah, kita istirahat dulu. memang tidak baik jika terus belajar" ucap Izumi


"kau istirahatlah 15 menit. selama kau istirahat, aku juga mau pergi dulu. nanti aku akan kembali lagi setelah 15 menit itu berlalu" ucap Izumi lalu menghilang


"haaah..." aku menghela nafas lalu duduk di pinggiran kasur


"ada apa denganku, ya?" pikirku


aku berhenti memikirkan soal keadaanku yang aneh tadi dan pergi ke dapur untuk mengambil air dan mengambil satu bungkus cemilan.


"enaknya aku ngapain ya?" gumamku


akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku novel saat sedang memakan cemilan.


lalu, tanpa sadar 15 menit telah berlalu. Izumi datang dan mengajakku kembali belajar.


setelah itu, aku masih merasa sedikit gugup, tapi aku dapat mengontrolnya.


1 jam telah berlalu sejak kami istirahat. hujan di luar masih sangat deras. aku kembali menatap keluar jendela melihat rintikan hujan turun dan mengetuk jendela di depanku.


"Yurin, apa kau sudah mengerti sekarang?" tanya Izumi


"ah, aku sudah mengerti" jawabku dan tersadar dari lamunanku


"kalau begitu, coba kau kerjakan soal ini." ucap Izumi dan menyodorkan buku padaku


"iya" jawabku


aku mengambil buku yang diberikan Izumi dan menulis di buku itu. tak lama kemudian, aku merasa tidak nyaman karena Izumi terus melihatku yang sedang menulis.


"kenapa kau melihatku?" aku berhenti menulis dan bertanya


"aku hanya ingin melihat tulisanmu" ucap Izumi


"kau tak perlu mengajariku menulis. karena tulisanku menurutku sudah bagus" ucapku


"karena tulisanmu bagus, jadi aku ingin melihat kau menulis" ucap Izumi


"aku tidak nyaman jika dilihat ketika menulis" ucapku


"aku tak bertanya bagaimana perasaanmu jika dilihat ketika menulis" ucap Izumi dengan santai

__ADS_1


"dia ini..." pikirku


__ADS_2