
"aku... aku tidak bermaksud menyakitinya. aku tadi hanya kesal dan kata-kata itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulutku" jelas ku
"aku mengerti... tapi Izumi mungkin memerlukan waktu untuk menyendiri" ucap hantu itu
***
aku pun berjalan kembali ke kelas. dadaku masih terasa sakit
"apa yang aku katakan padanya? Yurin bodoh! kalau begitu, apa yang ia katakan itu benar. aku memang bodoh" pikir ku
aku kembali ke kelas dengan wajah murung
"Yurin, ada apa? kenapa kau terlihat sedih?" tanya Mesha
"aku telah melakukan kesalahan besar" ucapku dengan suara kecil
"kesalahan besar? apa maksudmu?" tanya Mesha
aku hanya diam saja
"Yurin!" panggil Mesha
"tidak apa-apa. lupakan saja" ucap ku
"apa kau yakin?" ucap Mesha ragu
"iya. tak apa kok" ucapku sambil tersenyum
setelah pulang dari sekolah, Izumi tidak muncul lagi di rumahku. biasanya dia datang untuk menggangguku. tapi sekarang bahkan hawa kehadirannya pun tak dapat aku rasakan.
*
empat hari telah berlalu, dan Izumi tidak menampakkan wujudnya sama sekali padaku. padahal tamu sekolah yang ingin mengusirnya akan datang beberapa hari lagi. tapi ia tidak mengajakku memikirkan rencananya. apa yang ia pikirkan?
"aku harus minta maaf padanya" pikirku
di hari kelima sejak kami bertengkar, aku terus mencarinya di lingkungan sekolah, namun tak dapat menemukannya. lalu aku bertemu dengan hantu wanita yang menemuiku saat kami baru bertengkar lima hari yang lalu. aku pun bertanya padanya
"hey, kau. apa kau melihat Izumi?" tanyaku
"Izumi beberapa hari ini entah pergi kemana. kami semua juga tidak tahu" ucap hantu itu
__ADS_1
aku jadi semakin khawatir. bahkan para hantu pun tidak mengetahui keberadaannya
"tapi, aku tadi melihatnya ada di belakang gedung sekolah. namun aku tidak tahu sekarang dia masih ada disana atau tidak" ucap hantu itu
"aku akan mencarinya disana! terima kasih!" ucap ku lalu langsung berlari ke belakang gedung sekolah
aku mencari-carinya di belakang gedung sekolah, namun tak dapat menemuinya. aku menyelinap masuk ke dalam hutan di dekat sana dan tanpa sengaja, aku menemukan sebuah jalan yang sangat kecil di dalam semak-semak itu.
aku pun berjalan di jalan itu dan menemukan pemandangan yang sangat indah disana dengan kolam kecil yang berisi air yang sangat jernih. dan didepanku, Izumi sedang berdiri membelakangiku. rambut hitamnya bergoyang ditiup angin
"kenapa kau disini? tidak ada siapapun yang boleh kesini kecuali aku." ucap Izumi yang masih membelakangiku
"aku terus mencarimu!" ucapku
"aku minta maaf. saat itu aku tidak bermaksud menyakitimu" ucap ku
"memangnya kau melakukan kesalahan apa?" tanya Izumi
"itu... saat lima hari yang lalu..." ucapku agak ragu
"ah, itu. lupakan saja. aku memang hanyalah hantu gentayangan yang tak memiliki hati" ucap Izumi lalu berjalan kedepan menjauh dariku
"marah? untuk apa marah? apa yang kau katakan itu memang benar. aku hanya mengganggumu saja" ucap Izumi
"bukan begitu! saat itu aku hanya sedang kesal. aku tidak bermaksud menyakitimu!" ucap ku
"pergilah. sebelum aku menyakitimu" ucap Izumi
"ta... tapi..." ucap ku ragu
"sudah kubilang pergi!" perintah Izumi dan menoleh padaku.
mata birunya yang indah itu berubah menjadi berwarna merah gelap yang menyeramkan. tubuhku gemetar saat melihat matanya. dan tubuhku langsung berjalan sendiri kembali ke gedung sekolah walau aku sendiri tidak mau meninggalkannya sendirian.
"dia benar-benar marah. apa yang harus aku lakukan?" pikirku
aku terus berjalan kemanapun kakiku ingin melangkah. lalu, aku menemukan sebuah bangunan tua di samping gedung sekolah itu. sepertinya bangunan itu tidak dipakai lagi dan dijadikan gudang
"disini tidak mungkin ada orang, kan? aku ingin menyendiri sebentar" pikirku
aku pun masuk ke dalam bangunan itu dan melihat sekeliling. ada banyak meja, kursi, dan lemari yang rusak disini. lalu, aku menemukan sebuah foto didalam sebuah lemari. di foto tersebut ada lima anak laki-laki dan satu laki-laki dewasa.
__ADS_1
aku memperhatikan foto itu dengan seksama. dan aku merasa, salah satu dari lima anak laki-laki itu adalah Izumi. namun, rambut Izumi didalam foto itu berwarna coklat, bukan hitam.
"aku ingin menanyakan foto ini pada Izumi" pikirku
saat aku melihat foto itu lagi, foto itu sudah dipenuhi darah
"hah? apa yang terjadi?" teriakku karena terkejut
karena takut, aku pun langsung berlari dari bangunan itu dan kembali ke gedung sekolah.
setelah beberapa jam belajar, akhirnya jam pulang sudah berdering. aku masih kepikiran soal bangunan tua itu.
"aku bahkan terikat dengan seorang hantu. untuk apa masih takut dengan hantu?" pikirku
aku pun membulatkan tekat untuk kembali melihat bangunan itu dan kembali melihat Izumi di tengah hutan.
"maaf, Yui. aku ada urusan setelah ini. kau pulanglah duluan" ucapku meminta maaf pada Yui
"memangnya kau mau pergi kemana, Ririn? aku ikut" ucap Yui dengan semangat
"ja... jangan! kau tidak boleh ikut! i... ini urusan pribadi!" ucap ku dengan cepat dan grogi
"ohoho~ urusan pribadi~ kau mau pacaran? ok~ aku nggak akan ganggu~" ucap Yui dan langsung berjalan pulang sambil tertawa kecil
"siapa yang pacaran??!" teriakku dengan wajah memerah
"Ririn, selama ini kau belum pernah pacaran. mumpung ada laki-laki yang suka padamu, kau manfaatkanlah dia agar kau tahu bagaimana rasanya pacaran. kau jangan membuatnya menunggu lama. cepat temui dia~" ucap Yui dan masih tertawa kecil.
"tidak peduli ah. terserah dia mau bilang apa..." gumamku dan langsung berlari ke bangunan tua tadi.
saat aku masuk, foto tadi masih ada. namun, darah itu tidak ada lagi.
"kalau hanya seperti ini, aku tidak takut. Izumi sudah sering bermain darah denganku. tidak apa, Yurin!" pikirku menyemangati diriku
"kau tertangkap..."
tiba-tiba terdengar suara menyeramkan di belakangku. aku refleks menoleh ke belakang dan melihat asap hitam berbentuk manusia dengan dua buah mata berwarna merah bersinar yang hendak menusukku dengan kuku panjangnya.
"Kyaaaaaaaa!!" aku berteriak dan menutup kedua mataku
"Cras..."
__ADS_1