Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pertarungan Tak Terduga


__ADS_3

Di hari sabtu jam 10 pagi, aku dan Izumi kembali bertemu di kamarku. Ini adalah pertemuan pertama setelah hari kamis sebelum Izumi bermeditasi. Di rumah, hanya ada aku dan Izumi. Sedangkan Yui, sama seperti sebelumnya, dia pergi keluar dan biasanya pulang sekitar jam 12.


Saat ini aku dan Izumi sedang duduk diatas karpet saling berhadapan dan sedang berbicara serius.


"Firasatku memang tidak salah. Ditengah-tengah saat aku bermeditasi kemarin, aku merasakan ada manusia yang ingin melenyapkanku di suatu tempat. Dan auranya terasa tidak asing" Ucap Izumi


"Kalau begitu, kemungkinannya tinggal tiga. Apa kita sudah akan membuat rencana untuk ketiga kemungkinan itu?" Tanyaku


"Aku inginnya seperti itu, tapi informasinya terlalu sedikit. Tidak, bahkan tidak ada informasi apapun lagi kecuali firasatku ini. Tidak ada roh yang mendapat informasi apapun yang bersangkutan dengan pelenyapanku"


"Atau... para roh itu berkhianat dariku?" Gumam Izumi


"Jangan berprasangka dulu, Izumi. Sekarang ayo kita rancang rencananya dari segala kemungkinan yang ada" Ucapku tergesa-gesa


"Pemikiran Izumi ini terlalu luas sehingga terkadang jadi sedikit menyeramkan. Bisa-bisa semua roh disalahkan Izumi dengan alasan pengkhianatan yang masih tidak pasti" Pikirku


"Kalau begitu, ayo kita mulai dari kemungkinan pertama" Ucapku lalu mengambil sebuah kertas dan pena.


"...."


Tidak ada jawaban dari Izumi.


"Izumi?"


Aku melirik ke arah Izumi. Wajahnya yang tadi masih tampak biasa saja sekarang berubah jadi sangat serius seakan sedang fokus terhadap sesuatu.


"Ada apa?"


"Ssstt!"


Izumi langsung menutup mulutku dan matanya melirik ke segala sisi ruangan.


"Kenapa?" Pikirku bingung


Kemudian, badan Izumi tersentak dan langsung mendorong tubuhku hingga jatuh ke samping.


Psyuu...


Tidak sampai 1 detik, ada sebuah peluru lewat yang akan mengenaiku seandainya Izumi tidak mendorongku.


"Apa... Yang barusan?? Pembunuhan!!" Pikirku


Peluru itu muncul dari arah pintu kamarku yang tertutup. Artinya pembunuh itu cukup andal menggunakan senjatanya karena bisa membidik melalui lubang kunci yang ada di pintu.


"Siapa... Yang ada dibalik pintu itu??" Pikirku


Ceklek....


"Ah, ketahuan, ya"


"Suara ini...." Pikirku


"Hai, Ririn"


"Yui!" Pikirku kaget


Aku melihat kearah tangan kanan Yui, dan benar saja, ada sebuah pistol di tangannya.


"Dari mana dia dapat benda seperti itu? Bagaimana bisa..." Pikirku tak percaya


Tap... tap... tap...


Yui berjalan semakin mendekatiku dan perlahan mengangkat tangan kanannya, mengacungkan pisolnya ke arahku.

__ADS_1


Dadaku berdegup semakin kencang.


"Yui, apa yang..." Gumamku


"Aku akan menyelesaikannya dengan cepat, Ririn"


"Ada apa dengan Yui??!" Pikirku gelisah


"Tidak, pikirkan baik-baik Yurin. Jangan kehilangan akal!" Pikirku


"Jika dilihat dari model pistol dan tembakan pertama tadi, sepertinya itu bukan pistol mainan"


"Tapi, Yui tidak mungkin membunuhku begitu saja, apalagi di rumah ini. Karena itu sama saja seperti dia memberi tahu orang lain kalau dia membunuhku. Selain itu, hubunganku dan Yui baik-baik saja" Pikirku


"Kalau begitu, kenapa..."


Aku memperhatikan pistol itu lebih seksama lagi.


"!!!"


Dan aku menemukan sesuatu.


"Tunggu, jika dilihat lagi arah pistol itu bukan ke arahku" Pikirku


Aku mengikuti arah pistol itu menuju, dan ternyata tepat terkena di dahi Izumi yang ada di sampingku.


"Tidak. Yui tidak bisa melihat hantu, bagaimana mungkin dia bisa melihat Izumi!" Pikirku


Aku melirik ke arah Izumi. Wajahnya tampak kebingungan. Ini pertama kalinya aku melihat Izumi sebingung ini. Sepertinya Izumi juga menyadarinya dan bingung harus lari menjauh dariku atau melindungiku.


"Ririn, aku akan melepaskan penderitaanmu"


Yui sudah bersiap menarik pelatuk pistol itu. Entah karena aku begitu percaya pada Yui, atau memang instingku ingin melindungi Izumi (atau mungkin keduanya?), aku dengan yakin maju dan menutup arah tembakan Yui.


"Apa yang kau lakukan, bodoh!!" Teriak Izumi


Psyuu...


Yui sudah terlanjur menarik pelatuk pistolnya dan pelurunya mengenai bahuku.


"Ugh..."


"Eh? Tidak sesakit yang aku pikirkan. Bahkan tidak berdarah" Pikirku bingung


Peluru yang mengenai bahuku itu terpental ke bawah meja belajarku.


"Ririn, apa yang kau lakukan?!" Teriak Yui


Selagi aku menahan Yui, Izumi langsung mengambil peluru yang ada di bawah meja belajarku itu.


"Aah, benar. Pantas sebelumnya aku merasakan aura yang tidak asing. Itu berasal darimu ternyata. Dan kali ini juga" Gumam Izumi


"Perasaan aura yang ingin melenyapkanku yang aku rasakan akhir-akhir ini, itu berasal darimu, kan? Karena itu para roh tidak tahu dan memang benar tidak ada tamu yang datang ke sekolah"


"Yurin, ternyata kemungkinan ketigalah yang tepat. Aaah, bisa-bisanya aku tidak menyadarinya..."


Izumi memegang peluru itu dan jarinya yang tersentuh peluru langsung terluka seperti habis dibakar.


"Kau ingin melenyapkanku menggunakan senjata roh?" Tanya Izumi dan menatap tajam Yui


Yui langsung tersenyum sinis.


"Hei, hantu! Kalau kau masih punya harga diri, jangan ganggu manusia! Kau terus mengganggu Ririn tanpa tahu malu!" Teriak Yui

__ADS_1


"Kau sendiri memangnya tahu apa, hah??! Jika tidak tahu, jangan bersikap sok tahu!!" Teriak Izumi emosi dan perlahan matanya berubah menjadi merah.


"Dasar roh pengganggu! Aku hanya ingin membantumu kembali ke tempat asalmu. Tempatmu bukan di dunia ini!"


"Kau tak perlu ikut campur urusanku!" Teriak Izumi dan muncul gumpalan asap dan membentuk sebuah pedang berwarna merah di kedua tangan Izumi.


"Roh jahat tetaplah roh jahat. Lihatlah, dia sekarang ingin membunuhku"


"Aku tidak punya kata ampun pada mereka yang berani menghunuskan senjatanya padaku"


"Mari kita lihat seberapa serius ucapanmu itu!"


Yui mengambil sebuah tongkat kecil yang terjuntai di pinggangnya. Begitu dia tekan tombol di tongkat itu, muncul sinar berwarna biru yang menyerupai pedang.


Dan mereka pun memulai pertarungan sengit itu.


"Apa yang kalian berdua lakukan?!" Teriakku


"Ririn, kau diamlah di belakangku. Makhluk ini berbahaya!!" Ucap Yui yang masih fokus bertarung dengan Izumi.


Syush...


Izumi bergerak sangat cepat bagaikan angin, lalu menarikku menjauh dari Yui.


Sekarang aku berada di belakang Izumi.


"Dasar makhluk menjijikkan!! Apa yang akan kau lakukan pada Ririn?!" Teriak Yui dan berlari menyerang Izumi


Sring!


Seketika, Izumi menghilang dan muncul tepat di belakang Yui dengan kedua pedang Izumi berada di depan dan belakang leher Yui.


"Kau hanyalah manusia yang punya sedikit keistimewaan, tapi kau sudah sesombong ini. Cobalah berkaca lebih dulu" Bisik Izumi


"Aku bisa saja langsung membunuhmu sekarang, lhoo~" Bisik Izumi dan sedikit menyayat leher Yui hingga sedikit mengeluarkan darah.


Yui terdiam mematung. Itu pasti karena Yui merasakan aura membunuh Izumi yang sangat kuat dan Yui tau kalau yang Izumi ucapkan itu serius.


"Izumi! Kau jangan melukai Yui!" Teriakku


Izumi melirik tajam ke arahku. Tatapannya seakan dia kesal aku mengganggu kesenangannya.


"Dia mau melenyapkanku, itu sama saja seperti dia ingin membunuhmu. Dan kau masih mau memaafkannya?"


"Yui adalah temanku! Temanku adalah teman Izumi juga!"


"Cih!"


Pedang Izumi yang berada di belakang leher Yui seketika menghilang, dan Izumi langsung memukul leher belakang Yui dengan keras hingga dia jatuh pingsan.


*


**


Woow, udah episode 77 aja nih.


Seperti kata author sebelumnya, kali ini author udah ngengambar karakter utama cewek di cerita ini. Yap, Asahi Yurin.



Yah, kira2 kek ginilah penggambaran Yurin di kepala author. Dan omong-omong, nama Yurin aslinya Yuurin kek di gambar. Tapi di cerita author singkat jadi Yurin aja.


Untuk sekarang yang author kasih liat penggambaran Izumi dan Yurin dulu. Niatnya sih, author mau kasih liat semua karakter yang cukup berperan di "Hantu Sekolah", kayak Kagusa, Ayui, Hana, Niki, Kei, Maeru, dan Liliana (ibu Izumi) juga.

__ADS_1


Author bakal usahain nggambar mereka dan kasih liat di episode terakhir "Hantu Sekolah".


Oke, itu aja sih yang mau author omongin. Terima kasih untuk kalian yang masih lanjut baca cerita "Hantu Sekolah". Sampai jumpa di kesempatan lainnya.


__ADS_2