Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Hasil Ulangan


__ADS_3

Setelah pertemuanku dengan Reiya di atap itu, Reiya memang sudah tidak menghadangku lagi saat datang atau pulang dari sekolah, tapi dia masih tetap dekat dengan temannya dan rutin memberi kunci jawaban ke temannya.


Dan dari pengamatanku selama ulangan ini, Reiya tidak pernah membawa kepekan, tapi itu bukan berarti aku bisa bilang Reiya tidak curang.


Karena dia punya kunci jawaban, bisa jadi dia sudah menghafal jawabannya sebelumnya agar tidak terlihat curang.


*


Dan tak terasa semiggu sudah terlewatkan dan masa ujian telah berakhir. Sekarang kami sudah bisa bernafas lega dan tinggal menunggu hasil ujiannya jumat minggu depan nanti.


Di hari senin setelah ulangan, para guru sibuk mengurus hasil ujian murid, dan para murid sibuk mengurus kelanjutan ekskul mereka. Semuanya sibuk di akhir semester seperti ini. Yang tidak sibuk hanyalah murid yang tidak mengikuti ekskul apapun, sepertiku.


Aku sedang berjalan di koridor lantai 4 sambil memperhatikan beberapa murid yang sedang menulis dan berkarya untuk mempromosikan ekskul mereka di tahun ajaran baru nanti.


"Semuanya sedang sibuk. Aku mau menemui Yui, tapi dia ada rapat dengan anggota ekskulnya yang lain. Apa aku panggil Izumi untuk menemaniku?" Pikirku


"Tidak. Izumi bahkan lebih sibuk lagi. Itu hanya membuang waktunya yang berharga jika menemuiku"


Aku melanjutkan berjalan tanpa arah untuk mencari kesibukan sendiri, lalu tiba-tiba ada yang memanggilku.


"Yurin"


Aku menoleh ke sumber suara. Orang yang memanggilku adalah Reiya.


"Ada apa? Bukankah anggota osis sedang melakukan rapat?" Tanyaku


"Ada yang mau aku bicarakan denganmu"


*


Didepan perpustakaan.


"Dia pintar mencari tempat yang sepi. Karena semuanya sibuk mempersiapkan ekskul masing-masing, jadi takkan ada yang ke perpustakaan apalagi setelah ulangan seperti ini" Pikirku sambil melihat sekeliling yang sepi.


"Kau jangan salah paham" Ucap Reiya tiba-tiba


"Salah paham?" Tanyaku


"Kau akan tahu nanti. Sudah ya, aku sibuk" Ucapnya lalu pergi


"...."


Aku masih bengong sambil melihat dia yang berjalan menjauh.


"A...."


"Apa maksudnya?! Mengajakku berjalan sejauh ini cuma untuk bilang jangan salah paham tanpa menjelaskan apapun. Itu malah membuatku berpikir macam-macam!" Ucapku geram


"Aku sedikit mengubah pandanganku padanya" Ucap Izumi yang tiba-tiba muncul menembus dinding perpustakaan.


"Izumi?!" Teriakku kaget


"Berhentilah mengagetkanku dengan muncul tiba-tiba seperti itu" Gumamku sambil memegang dada yang berdetak kencang


"Aku sudah mengamatinya beberapa hari ini karena dia mengganggumu sebelumnya, dan aku mengetahui sebagian besar hal tentangnya"


"Kalau begitu, kau tahu apa maksudnya jangan salah paham?" Tanyaku

__ADS_1


"Ya" Jawabnya singkat


"Apa?"


"Kau akan tahu sendiri nanti" Ucap Izumi lalu menghilang


"...."


Untuk kedua kalinya aku bengong tidak percaya dengan jawaban Izumi.


"Mereka berdua ini sepertinya sekongkol mengerjaiku" Pikirku kesal


*


Hari terus berlalu, dan tak terasa hari ini sudah hari jumat, hari dimana pengumuman nilai ujian dan juga pembagian rapor.


Sejak pagi, di depan papan pengumuman itu sudah dipenuhi para murid yang ingin melihat mereka berada di urutan berapa, padahal kertas pengumumannya belum ditempel.


Setelah kertasnya ditempel, semuanya berbondong-bondong melihat, termasuk aku.


Aku melihat, ternyata aku berada di urutan ke-15 seangkatan, yang artinya aku akan masuk kelas 11-1 nantinya.


"Apa?! Ini bukan mimpi, kan?!" Pikirku kaget


Orang-orang yang ada di sekitarku mulai melirik kearahku, mengetahui aku akan masuk kelas khusus.


"Wah, kau Asahi Yurin dari kelas 10-2, kan? Selamat sudah masuk kelas khusus!"


"Wah, hebat sekali. Padahal ulangannya sangat sulit"


"Tunggu, bagaimana dengan Yui, Reiya dan temannya" Pikirku


Aku melihat kebawah mencari nama mereka, dan aku menemukan nama Reiya terlebih dulu.


"Wah, dia di urutan ke-29, akan masuk kelas khusus bersamaku" Pikirku


Aku kembali mencari kebawah dan tak lama setelahnya aku menemukan nama Yui di urutan ke-38.


"Yui juga sudah berkembang. Dia akan masuk kelas 11-2 nanti. Walau bukan masuk kelas khusus tapi itu patut dirayakan" Pikirku senang


"Kalau begitu, nama teman-teman Reiya tidak lama lagi ketemu" Pikirku


Aku membacanya, turun terus ke bawah namun masih saja tidak menemukannya.


"Ini aneh, sudah di urutan 70 kebawah, tapi masih belum ada nama mereka" Pikirku


Aku terus mencarinya berulang, berpikir aku melewatkan nama mereka karena terburu-buru, tapi tetap tidak ketemu.


Lalu aku memutuskan mencari dari bawah, dan benar saja, aku langsung menemukan nama mereka.


"Mereka bertiga berada di urutan terakhir seangkatan" Pikirku tak percaya


Duk


Lalu, seorang yang ada disamping kananku sedikit menabrak bahuku.


Aku menoleh kearahnya, ternyata dia Reiya.

__ADS_1


"Ah, sekarang aku mengerti. Sebelumnya aku menyarankan dia untuk balas dendam, dan inilah cara dia untuk balas dendam" Pikirku


"Daripada secara tiba-tiba menjauhi temannya, dia memilih tetap bersama mereka dan berpura-pura menuruti semua kemauan mereka, makanya dia bilang aku jangan salah paham"


"Reiya!!"


Diantara kerumunan orang-orang itu, teman pengkhianat Reiya itu berteriak memanggil Reiya.


Mereka bertiga langsung menarik Reiya keluar dari kerumunan dan pergi ke tempat sepi.


"Ini berbahaya, tidak bisa membiarkannya seperti ini!" Pikirku


Aku langsung keluar dari kerumunan itu dan mengejar Reiya.


Dan tanpa diduga, aku berpapasan dengan Yui yang juga keluar dari kerumunan itu.


"Selamat, Ririn! Kau akan masuk ke kelas khus---"


"Nanti saja selamatnya, sekarang ada hal berbahaya yang akan terjadi!" Ucapku dan langsung menarik Yui mengikutiku


"???" Dan Yui kebingungan tiba-tiba digeret olehku


*


Di ujung koridor lantai 2.


"Apa maksud dari urutan itu, Reiya?! Jelaskan pada kami!" Teriaknya


"Kalian meminta kunci jawaban, aku memberinya dan kalian mengikuti semua isi dari kunci jawabannya" Gumam Reiya


"Itulah yang ingin kami tanyakan!! Kami sudah mengikuti semua yang ada di kunci jawaban, kenapa malah kami urutan terakhir seangkatan?!" teriaknya emosi


"Aku tidak pernah bilang kalau kunci jawabannya benar, kan?" Tanya Reiya


"Dasar J*lang!!" Teriaknya dan bersiap memukul Reiya


Tak!


Sesuai dugaanku, mereka akan main kekerasan. Begitu tiba aku langsung menahan tangannya yang ingin memukul Reiya.


"Siapa?!" Gumamnya lalu menoleh kearahku


"Oh~ Ternyata kau~" Gumamnya sinis, lalu menarik kembali tangannya yang kutahan


"Reiya, jangan bilang kau seperti ini karena dia?" Tanyanya


"Kau cukup manipulatif juga ternyata" Ucapnya sinis


Aku hanya senyum menanggapi ucapannya.


"Sebenarnya aku sangat malas berurusan dengan orang sepertinya. Tapi aku tidak bisa membiarkan Reiya dikeroyok mereka. Untuk sekarang jangan cari masalah karena emosi mereka pasti tak terkendali. Ayo tersenyum dan jangan buat masalah" Pikirku


"Kenapa kau tersenyum, hah?! Merasa hebat karena masuk kelas khusus, sedangkan kami jadi murid buangan?!" Teriaknya dan sekarang bersiap memukulku


"Harusnya aku tahu kalau apapun yang kulakukan itu dinilai salah oleh mereka" Pikirku sambil menitikkan setetes air mata penyesalan


Plak!

__ADS_1


__ADS_2