
*
**
...Roh baik dan roh jahat....
Ada dua jenis roh yang bergentayangan di dunia ini, yaitu roh baik dan roh jahat.
Roh adalah jiwa para manusia yang meninggal secara tidak wajar.
Roh baik dapat terbentuk dikarenakan penyesalan yang mendalam terhadap sesuatu yang berharga baginya, dan juga bersifat positif.
Disisi lain, roh jahat dapat terbentuk karena dendam yang amat besar terhadap sesuatu. Dendam yang membuatnya bahkan bisa melakukan kejahatan yang keji.
Penyesalan dan dendam. Kedua hal itu berasal dari hati yang tersakiti dan diolah oleh otak untuk meresponnya dengan positif atau negatif.
Jadi intinya... Roh adalah arwah manusia yang dimana saat ia masih hidup, ia menjalani kehidupan dengan terus tersakiti secara mental ataupun fisiknya hingga menimbulkan perasaan penyesalan atau dendam.
*
**
Kini Kagusa telah meninggal.
Namun ia tidak bisa naik ke langit dikarenakan penyesalannya yang sangat besar semasa hidup terhadap ibunya.
..."Ibu telah berkorban banyak demi aku yang tidak berguna dan penyakitan. Tapi aku bahkan tidak punya kesempatan untuk membalas budi ibu"...
..."Ini semua karenaku. Ibu jadi seperti itu karena aku yang hanya menjadi beban. Ibu telah berkorban demi aku agar tetap hidup, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk ibu"...
Dengan pemikirannya yang seperti itu hingga ia meninggal, Kagusa pun menjadi roh baik di SMA tempatnya sekolah. Begitu menjadi roh, Kagusa langsung mendapati tingkat kekuatannya berada di tingkat menengah-5 dan akan segera naik menjadi roh tingkat atas.
Juga, begitu menjadi roh ia mendapatkan ingatannya yang masih bayi dan bisa mengenali ayahnya yang telah pergi entah kemana itu.
Kagusa penasaran dengan ayahnya itu. Jadi selama menjadi roh, selain fokus meningkatkan kekuatan, ia juga menyempatkan mencoba mencari ayahnya.
Namun ia tak bisa menemukan ayahnya karena wilayah yang terbatas, dan ia tak bisa sembarangan masuk wilayah roh lain dengan kekuatannya yang sekarang.
Setelah memastikan ayahnya tidak berada di wilayah itu, Kagusa memfokuskan diri memperkuat kekuatannya.
Setelah 10 tahun menjadi roh, kini Kagusa sudah berada di tingkat Master. Itu juga sebuah pencapaian yang luar biasa, karena rata-rata roh bisa menginjaki tingkat master setelah 100 tahun menjadi roh.
Kagusa pun mulai menjadi daya tarik di kalangan roh baik, bahkan pemimpin roh sekalipun.
Hingga di tahun ke-16 Kagusa menjadi roh, pemimpin roh datang menemuinya.
"Kau adalah Ikawa Kagusa? Aku terus mencarimu"
"Tuan Pemimpin. Sebuah kehormatan Anda yang seperti ini justru mencariku yang hanya bawahan Anda"
Muncul sesosok pria dengan seragam guru. Ia berambut coklat gelap dan bermata hijau dengan postur tubuh tegap. Pria itulah yang menjadi pemimpin roh baik saat ini.
"Kau kini sudah di tingkat Master, kan?"
"Ya, Tuan"
"Kau sudah bekerja keras selama ini, ya"
"Jadi, aku datang kesini karena ada yang mau aku tawarkan padamu" Lanjut pemimpin roh
"Apa itu, Tuan?"
"Posisi ajudan untukku sedang kosong. Aku tidak memiliki calon untuk menggantikan ajudan lamaku yang telah lenyap sekarang. Lalu, aku kepikiran kalau kau juga cocok untuk menjadi ajudanku"
"Jadi, penawaran yang Anda maksud itu...."
"Ya. Aku ingin kau menjadi ajudanku. Menjadi tangan kananku untuk bertindak juga bekerjasama denganku"
"....."
"Posisi ajudan. Dengan menjadi wakil Pemimpin, aku pastinya jadi memiliki lebih banyak potensi untuk keluar wilayah bersama Pemimpin. Ini penawaran yang bagus" Pikir Kagusa
"Terima kasih atas tawarannya, Tuan. Saya akan menerimanya"
*
Kini, Kagusa telah menjadi tangan kanan pemimpin roh baik dan bekerjasama dengannya.
Selain dengan pemimpin roh baik, Kagusa juga bekerjasama dengan pemimpin roh jahat dan bawahannya.
Untungnya, semuanya berjalan dengan baik dan mereka bisa melaksanakan tugas dengan sempurna karena pemimpin roh jahat yang tidak egois meski ia roh jahat.
Wilayah sekolah pun makin lama makin berkembang dengan baik dibawah pimpinan mereka.
Hingga akhirnya di tahun ke-20 Kagusa menjadi tangan kanan pemimpin roh...
"Kita akan melakukan perang" Ucap pemimpin roh baik
"Perang? Tiba-tiba seperti ini?" Tanya Kagusa
"Ada roh yang menyerang wilayah kita. Tentu saja kita harus melawan" Lanjut pemimpin roh
"Tidak apa, jangan khawatir. Wilayah ini akan baik-baik saja"
Namun... Kenyataannya tidak seperti itu.
__ADS_1
Wilayah yang menyerang adalah wilayah yang besar dan memang terkenal akan kekuatannya.
Wilayah sekolah pun terdesak dan akhirnya pemimpin roh baik sekarat dibuatnya.
Di detik-detik terakhir pemimpin roh baik lenyap, ia menyerahkan kristal hati biru ke bawahannya, Kagusa.
"Tuan pemimpin!!!" Teriak Kagusa
"Uhuk!! Ka... Gusa..." Gumam pemimpin roh dan menatap Kagusa dengan tatapan lemah
"Tuan! Saya akan menyerahkan kekuatan saya untuk Anda. Anda harus bertahan"
"Tidak, Kagusa. Luka ku sangat parah. Ini tidak bisa disembuhkan hanya dengan kekuatanmu"
"Tak apa! Yang lainnya juga akan segera menyusul!!" Teriak Kagusa dan mulai memasukkan kekuatannya ke tubuh si pemimpin
Namun, si pemimpin itu menahan tangan Kagusa agar tidak memasukkan kekuatannya lebih banyak lagi.
"Aku sudah sekarat. Aku bisa merasakan kekuatanku perlahan menghilang dari tubuhku.... Jadi, jangan sia-siakan kekuatanmu yang tersisa. Gunakan itu untuk menaklukkan musuh...."
"Pe.... Pemimpin...." Gumam Kagusa
"Aah, jadi seperti ini rasanya detik-detik akan lenyap, ya. Jadi ini rasanya mati untuk kedua kalinya..." Gumam si pemimpin
"Apa yang Anda katakan, Tuan Pemimpin!! Saya akan berusaha untuk Anda!!" Teriak Kagusa dan kembali memasukkan kekuatannya ke si pemimpin
"Hentikan, Kagusa. Yang kau lakukan sekarang itu sia-sia"
"Tidak!! Jika Anda lenyap, bagaimana jadinya wilayah ini? Anda lenyap sama saja dengan kekalahan wilayah kita!!" Teriak Kagusa
"Kagusa... Kita kalah jika kristal hati jatuh di tangan musuh. Selama tidak direbut musuh, semuanya baik-baik saja meski kristal hati pindah kepemilikan"
"Pindah... Kepemilikan?" Tanya Kagusa
Si pemimpin mengenadahkan tanganya, dan muncul sebuah kristal biru yang indah di atas telapak tangannya.
"Aku berikan... Kristal hati biru untukmu. Jaga wilayah ini untukku, Kagusa"
"Tidak, Tuan Pemimpin!! Anda masih bisa... Masih bisa!! Anda yang terkuat di wilayah ini!!!" Teriak Kagusa
"Aku tidak bisa bertahan lagi, Kagusa... Selanjutnya... Semuanya kuserahkan padamu..."
Dan... Tubuh si pemimpin pun perlahan berubah menjadi serpihan cahaya dan menghilang bercampur udara.
Bersamaan dengan itu, kristal hati biru masuk ke tubuh Kagusa. Yang artinya kini Kagusa menjadi pemimpin roh baik di usia roh ke-20 tahun yang cukup langka di kalangan roh.
"....."
"Aku menjadi... Pemimpin..." Gumam Kagusa
Dengan kekuatan barunya sebagai pemimpin roh, Kagusa dengan sigap menaklukkan para musuh tanpa ampun. Semua musuh dihabisi oleh Kagusa bersama semua roh di sekolah.
Kagusa pun dianggap sebagai roh jenius di kalangan roh sekolah atas semua pencapaiannya dan menjadi pemimpin yang sempurna dengan kemampuan memimpinnya.
Kagusa sudah terbiasa bekerjasama dengan pemimpin roh jahat sejak ia masih menjadi tangan kanan pemimpin roh baik, karena itu ia beserta pemimpin roh jahat itu bisa memajukan wilayah dengan pesat.
Selama kepemimpinan mereka sama sekali tidak ada masalah didalam wilayah itu. Mereka juga mulai melakukan kerjasama dengan wilayah lain sebagai sekutu, dan lainnya.
Berkat posisinya sebagai pemimpin dengan kekuatan yang sangat besar, dalam batas tertentu dia bisa keluar wilayah tanpa khawatir dilenyapkan.
Di kesempatan itu, ia menggunakannya untuk mencari keberadaan ayahnya yang telah menghilang.
Kagusa terus mencari, dan di tahun ke-25 ia menjadi roh, Kagusa menemukan keberadaan ayahnya yang berada diluar kota tempatnya hidup sebelumnya bersama sang ibu.
Sebelumnya Kagusa berpikir mungkin hidup ayahnya lebih baik dibanding hidupnya dengan sang ibu. Namun ternyata sebaliknya.
Meski Kagusa dan ibunya hidup kesulitan, namun setidaknya mereka masih memiliki rumah walau buruk dan beberapa perabotan.
Sedangkan ayahnya benar-benar melarat. Ia tak memiliki rumah hingga hanya tidur-tiduran dipinggir jalan, dan hanya memiliki sepasang baju lusuh yang ia kenakan. Untuk makan ia mencari-cari sisa makanan di tong sampah atau didekat rumah makan.
Kagusa terus memperhatikan ayahnya. Kagusa memang tidak terlalu menganggap keberadaan ayahnya, tapi jika hidupnya seperti itu, Kagusa tetap merasa kasihan. Meski ingin menolongnya, Kagusa juga tak bisa melakukan apa-apa karena dia sudah mati.
Hingga sekitar 1 minggu setelah Kagusa menemukan keberadaan ayahnya, Kagusa melihat ayahnya hanya terbaring lemah dipinggir jalan dengan banyak luka dan lebam di tubuhnya. Sepertinya dia habis dipukuli oleh sekelompok orang.
Lalu disana, di depan kedua matanya sendiri Kagusa melihat kematian ayahnya.
Hal itu menjadi pukulan yang sangat keras bagi Kagusa. Tak cukup melihat kematian ibunya, kini ia juga melihat kematian ayahnya yang mengenaskan.
"Ibu.... Meninggal karena aku yang penyakitan.... Ayah meninggal dengan cara yang seperti ini...."
"Bagaimana.... Bagaimana kehidupan ayah selama ini? Apa dia terus melarat seperti ini sepanjang hidupnya setelah pergi dari rumah?"
"Aku tidak tahu... Aku ingin mengetahuinya.... Kehidupan yang dijalani ayah...."
Berkat pukulan yang keras itu, didepan mayat ayahnya yang baru saja meninggal Kagusa berhasil membangkitkan 'kekuatan khusus pemimpin', yang bagi para pemimpin sendiri itu adalah hal yang sangat sangat sulit didapatkan, juga hanya segelintir pemimpin yang memilikinya.
Kekuatan khusus pemimpin yang dimiliki Kagusa adalah 'melihat masa lalu kehidupan orang yang sudah/akan mati'.
Dengan kekuatannya, Kagusa melihat kehidupan ayahnya. Ayahnya malu karena merasa gagal menjadi seorang ayah yang tidak berguna dan hanya menjadi beban. Karena itu ayahnya memilih pergi.
"Dasar ayah bodoh.... Kalau merasa tidak berguna, setidaknya berusaha untuk jadi berguna, bukannya lari! Lihat! Inilah akhir yang kau dapatkan dari pemikiran bodohmu!!" Ucap Kagusa dihadapan mayat ayahnya dengan berlinang air mata.
Hingga di suatu hari ketika Kagusa dengan tangan kanan roh jahat sedang berdiskusi....
"Permisi. Maaf mengganggu pemimpin roh baik dan Tuan ajudan. Saya datang karena Tuan memanggil Tuan ajudan" Ucap seorang roh jahat yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"Tuan memanggilku? Tapi Tuan sedang pergi ke perbatasan" Ucap si tangan kanan roh jahat dengan ragu.
"Beliau baru saja kembali dan langsung memanggil Tuan ajudan" Jawab si roh jahat
"....."
"Baiklah. Kalau begitu Tuan Kagusa, kita lanjutkan diskusinya nanti"
"Ya. Kau pergilah temui dia. Dia pasti sudah menunggumu" Ucap Kagusa
Itulah yang Kagusa katakan.
Kagusa tidak merasa curiga dan membiarkan hal itu begitu saja.
Begitu si tangan kanan roh jahat mendatangi tempat yang dikatakan si bawahan roh jahat, yang ia temukan adalah sekelompok roh jahat tingkat atas dan master tengah menunggunya.
"Yo! Mangsanya sudah datang sesuai rencana"
"!!!"
"K*parat!! jadi ini jebakan?!"
Si tangan kanan roh jahat itu langsung menoleh ke bawahan roh jahat yang memberinya info palsu itu.
"Dasar pengkhianat br*ngsek!! Aku takkan memaafkanmu!!"
"Pfftt!! Walau kau tak memaafkannya, kau juga takkan bisa menghabisi kami semua, kan? Kasihan sekali~"
Terjadilah pertempuran besar antar roh jahat dengan sesama roh jahat. Sekelompok roh jahat beramai-ramai menyerbu satu roh jahat.
Pemenangnya tak usah ditanyakan lagi.
Tangan kanan roh jahat lenyap oleh bawahannya sendiri yang berkhianat.
Tak cukup ajudan. Kini mereka mengincar pemimpin roh jahat yang berada di perbatasan.
Mereka berkelompok membuat rencana hingga membuat sang pemimpin roh jahat pergi ke tempat sepi sendirian dan mereka menyerbu bersamaan.
Tentunya bukan hal mudah untuk menaklukkan pemimpin. Tapi sejak lama mereka terus memperhatikan sang pemimpin hingga mengetahui titik lemahnya.
Dengan strategi mereka yang matang, kini pemimpin roh jahat lenyap, dan digantikan dengan ketua dari kelompok tersebut yang menjadi pemimpin roh jahat.
Di sisi lain, tempat Kagusa kini berada...
"Entah mengapa, rasanya tidak nyaman. Sepertinya aku perlu menemui mereka berdua di perbatasan" Gumam Kagusa
Kagusa yang merasa tidak nyaman dan merasa khawatir pun datang ke perbatasan.
"Apa yang kalian berdua bicarakan tanpa aku?" Tanya Kagusa ke pemimpin roh jahat
Tapi begitu Kagusa melihat pemandangan didepannya, dia langsung membatu.
"Datang sesuatu yang tidak diundang"
"!! Kalian!!" Teriak Kagusa marah
"Terlambat. Sekarang aku yang menjadi pemimpin roh jahat"
Mata Kagusa terbelalak tak percaya melihat rekannya menghilang menjadi asap didepan matanya sendiri.
"Kau tahu sendiri, kan? Roh jahat tidak sama dengan kalian para roh baik. Kami mendapatkan kekuatan dengan cara kekerasan seperti ini dan itu adalah hal wajar. Jadi tolong jangan mendendam padaku atas lenyapnya rekan berhargamu itu, hahahaha!"
"Mohon kerja samanya untuk kedepannya, pemimpin roh baik ~"
Kagusa sangat marah. Namun di situasi saat ini, dia juga tidak bisa meledak dan menyerang mereka yang melenyapkan rekannya.
2 rekannya lenyap begitu saja ditangan mereka dan kini mereka mendapat kekuatan besar yaitu kristal hati. Kagusa tidak bisa gegabah karena dia sendirian. Ditambah lagi urusan roh jahat memang tidak ada hubungannya dengan roh baik.
Dengan berat hati Kagusa hanya diam saja tak bisa berbuat apa-apa.
Mereka semua pun langsung pergi dari sana meninggalkan Kagusa sendirian.
Lagi-lagi Kagusa melihat... Orang yang ia hargai menghilang dihadapannya.
Hal itu benar-benar membuat Kagusa syok, mengingat kedua roh itu kuat, namun akhirnya lenyap ditangan bawahannya sendiri.
Kini Kagusa mengurung dirinya sendiri di kastil kepemimpinan dan tidak membiarkan siapapun untuk datang menemuinya.
Kagusa duduk dengan menyandar ke dinding dengan wajah tertunduk ke lantai.
"Kenapa semuanya... Meninggalkanku..."
"Ibu... Ayah... Tuan pemimpin roh baik sebelumnya... Bahkan sekarang rekanku roh jahat... Semuanya menghilang tepat didepan mataku..."
Lagi-lagi terjadi hal tak mengenakkan pada Kagusa hingga membuatnya sangat putus asa.
Karena hal itu, 'kekuatan khusus pemimpin' Kagusa makin kuat hingga memunculkan kekuatan baru, yaitu 'bisa melihat tanda-tanda orang yang hidup tersebut akan menjadi roh'.
Berkat kekuatannya itu, Kagusa kembali bangkit dari keterpurukan dan sudah memiliki banyak bawahan yang berasal dari manusia yang baru saja meninggal dan menjadi roh.
Namun, dengan banyaknya bawahan Kagusa yang bernilai, itu tidak bisa memajukan wilayah. Itu karena pemimpin baru roh jahat beserta bawahannya itu sangatlah angkuh dan tidak kompeten sebagai pemimpin.
Dia tidak mau memikirkan soal wilayah. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri yang memiliki kekuatan besar.
Karena tidak bisa bekerjasama dengan pemimpin roh jahat, akhirnya wilayah sekolah mengalami kemunduran drastis.
__ADS_1
Wilayah sekolah perlahan dikuasai oleh wilayah tetangga yang menyerang sedikit demi sedikit. Semua usaha kerja keras Kagusa dan pemimpin roh jahat sebelumnya hangus sia-sia oleh pemimpin roh jahat yang egois.