Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pulang ke Rumah


__ADS_3

"Lalu, Yui di peringkat berapa?"


Yui hanya diam.


"Yui?"


Yui langsung terlihat murung.


"Ada apa?" Tanyaku khawatir


Sedetik kemudian, Yui langsung tersenyum cerah sambil menunjukkan rapor miliknya.


"Hehehe! Aku juara pertama dong di kelasku!!"


"Haaah... Kau mengagetkanku, Yui. Kupikir ada apa-apa" Ucapku menghela nafas


"Melihat ekspresi khawatirmu itu ternyata kau imut juga~" Ucap Yui


"Oh ya, kau di peringkat berapa seangkatan? Aku tidak kepikiran tadi karena terlalu kaget"


"Oh, aku di 38. Di atasku semuanya dari kelas 10-1 dan beberapa dari kelasmu. Kalau begitu jika disimpulkan, aku sebenarnya bisa masuk kelas 11-2 nanti dan kau di kelas 11-1" Ucap Yui semangat


"Apa yang kau katakan, Yui? Aku sudah bilang kalau aku hanya beruntung. Kalau kau pasti bisa masuk 11-2 nanti, tapi aku sepertinya tidak akan bisa ke 11-1" Ucapku heran


"Kita lihat saja nanti bisa atau tidaknya~" Jawab Yui santai lalu berjalan duluan.


"Kenapa Yui mengatakan hal yang mirip dengan yang dikatakan Izumi? Aku tak sepintar itu" Pikirku lalu berlari pelan menyusul Yui.


*


Sepulang sekolah, aku dan Yui merapikan barang kami karena kami sudah akan kembali ke rumah kami masing-masing. Yui pulang hari ini saat jam 3 nanti. Sedangkan aku pulang besok pagi.


"Sampai jumpa 2 minggu lagi, Ririn. Bersenang-senanglah selama itu agar tidak tertekan waktu sekolah lagi"


"Kata-kata itu aku kembalikan padamu, Yui" Jawabku


"Jangan menangis karena merindukanku, ya. Kau pasti kesepian karena tidak ada aku yang selalu ada disampingmu. Di rumah juga kau tidak punya saudara~" Ejek Yui


"Apa-apaan itu? Apa guna ponsel jika tidak digunakan untuk komunikasi dan mencari hiburan?" Tanyaku sambil tertawa


"Ayolah~ Aku hanya bercanda~"


*


Sekarang sudah jam 3, sebuah mobil datang dan menjemput Yui. Sekarang hanya ada aku sendiri disini.


Aku kembali mengecek barang bawaanku besok pagi.


Setelah yakin tak ada yang tertinggal, aku membaringkan badan ke kasur dengan pikiran kosong.


"Ada apa denganmu?" Tanya Izumi yang tiba-tiba muncul disamping kasurku.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa" Jawabku datar


Setelah itu suasana menjadi hening.


"Ngomong-ngomong, jika aku kembali ke rumah nanti bagaimana? Kita kan tidak bisa bertemu, apa nanti aku akan mati karena berjauhan denganmu?" Tanyaku


"Siapa bilang?"


Sontak aku langsung duduk dan menatap serius Izumi.


"Lho? Sebelumnya kan kau pernah bilang kalau kita tidak berdekatan, aku akan mati karena jiwaku akan ditarik untuk mendekat denganmu" Ucapku bingung


"Iya, itu memang benar. Yang aku tanyakan adalah, kata siapa kita tidak berdekatan?"


"A... Aku kan akan kembali ke rumah bersama orang tuaku, artinya aku tidak bisa datang ke sekolah, kan?" Ucapku bingung


"Siapa bilang?"


"Haaah??!"


Aku semakin bingung.


"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Jangan buat aku jadi bingung" Ucapku kesal


"Nanti kau akan tahu sendiri" Jawab Izumi dan menghilang.


"Apa maunya anak ini, sih??!!" Teriakku kesal


*


Saat matahari sudah muncul, sekitar jam 8, sebuah mobil sudah datang menjemputku.


"Ririn~"


"Mama!"


Orang tuaku datang menjemputku. Begitu datang mereka langsung mengambil barang yang sudah aku kemas untuk dimasukkan kedalam mobil.


Setelah barangku dimasukkan ke mobil, kami langsung berjalan.


Di perjalanan Mama banyak bertanya soal bagaimana keadaanku disana, tentang anak-anak di sekolah, keadaan di sekolah, dan lainnya.


*


Setelah sekitar 5 jam berjalanan, kami akhirnya sampai di rumah.


Rumahku berada di tepi perkotaan. Rumah yang tidak besar dan juga tidak kecil, dan memiliki 2 lantai.


Di lantai 1 terdapat ruang keluarga, kamar mandi, toilet, ruang tamu, dan dapur. Sedangkan di lantai 2 adalah kamarku dan kamar orang tuaku. Di setiap kamar kami juga terdapat balkon karena Mama suka melihat ke langit saat malam hari sebelum tidur.


Setelah sampai, kami makan siang bersama, lalu aku dan Mama merapikan barang-barangku dan menaruhnya ke kamarku.

__ADS_1


Setelahnya Papa dan Mama menanyakan soal sekolahku.


"Ririn di peringkat 19 seangkatan? Hebat sekali! Di sekolah itu kan semuanya anak pintar!" Ucap Mama senang.


"Tidak juga, Ma. Itu hanya kebetulan"


"Sudah, tidak peduli itu kebetulan atau apa, yang pasti Ririn sudah berusaha. Kalau begitu kita akan pesta malam ini" Ucap Papa semangat


"Semuanya kenapa heboh begini, sih?" Pikirku


Setelah kami berbincang cukup lama, aku pun istirahat di kamarku.


"Sudah 6 bulan aku tidak tidur disini, ya. Rasanya jadi agak asing" Pikirku sembari menyentuh kasurku, lalu berbaring di atasnya.


Aku mengambil ponsel ku yang ada diatas meja disamping kasur.


"Coba aku hubungi Yui dulu. Aku belum memberinya kabar saat sudah tiba di rumah tadi" Pikirku


Aku berbincang-bincang dengan Yui melalu ponsel sampai hari sudah sore.


"Tidak terasa hari sudah sore. Langit juga mulai menjadi mendung" Pikirku sembari melirik keluar jendela


Aku bangun lalu menutup gorden dan pergi mandi.


*


Saat malam hari...


"Ririn, ayo makan~" Panggil Mama dari lantai bawah.


"Iya, Ma" Sahutku


Aku langsung keluar dari kamar dan turun ke lantai 1, tepatnya ke dapur.


Aku kaget begitu tiba di dapur.


"Apa-apaan ini?!" Tanyaku


Di meja sudah penuh dengan berbagai makanan.


"Papa sudah bilang malam ini kita akan pesta" Ucap Papa tersenyum


"Tidak... Ini terlalu banyak. Tidak mungkin kita bertiga bisa makan semua makanan ini" Ucapku


"Tidak masalah~" Ucap Mama santai


Aku menghela nafas menyerah.


"Yah, kami juga tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya. Jadi tidak masalah jika orang tuaku sedikit berfoya-foya untuk merayakan kedatangan putri satu-satunya mereka yang kembali kerumah setelah 6 bulan berpisah" Pikirku


Aku pun berjalan mendekat ke meja makan dan duduk di kursi.

__ADS_1


"Kalau begitu, kita mulai pestanya!"


__ADS_2