Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Kejutan Dari Maeru


__ADS_3

"Yurin, ada yang ingin aku katakan padamu"


"Apa?"


"Tidak... Bukan apa-apa"


Untuk sesaat keadaan menjadi hening. Dan keheningan itu dipecahkan oleh suara Yui yang mencariku.


"Ririn, kau dimana?" Teriak Yui


"Itu Yui. Benar juga, kita sudah disini lebih dari sejam"


"Dia pasti mengomel saat pulang nanti" Gumamku


"Ririn! Apa kau disini?" Teriak Yui terus mencariku


"Ayo pulang, Izumi" Ucapku lalu mengukurkan tangan padanya


Izumi menatap uluran tanganku sebelum akhirnya menyambutnya.


Kami pun berjalan mendekati Yui yang sedari tadi berteriak mencariku.


"Kau ini membuatku khawatir saja! Setelah sampai rumah aku keasyikan membereskan barang-barang untuk pulang sampai lupa kau belum juga kembali pulang. Begitu aku sadar, hari sudah mulai sore jadi aku mencarimu ke sekolah!" Omel Yui


"Apa yang terjadi sampai kau lama sekali seperti ini?" Tanya Yui


Lalu Yui baru menyadari kalau ada Izumi di belakangku.


"Eeh?! Kau bersama hantu ini, Ririn?!" Teriak Yui kaget


"Setelah pulang kau harus menjelaskannya secara detail padaku apa saja yang terjadi!!"


"Tidak ada yang terjadi kok" Ucapku sambil melirik ke Izumi memberi kode untuk merahasiakan hal tadi.


"Pasti ada sesuatu. Aku tidak suka main rahasia-rahasiaan!" Teriak Yui


"Sudah, hari mulai gelap, ayo pulang sekarang" Ucapku dan berjalan duluan


"Jangan mengalihkan ucapan!" Teriak Yui dan lari mengejarku


Aku melirik kearah Izumi. Dia masih diam tidak bergerak dan wajahnya tampak serius sedang memikirkan sesuatu.


"Setelah dia sadar, Izumi jadi lebih sedikit bicara. Yang dia ucapkan kebanyakan cuma permintaan maaf saja" Pikirku


*


Keesokan harinya, di pagi hari...


"Ririn, aku akan pulang ke rumah orang tuaku nanti sore, jadi aku mau beli beberapa cemilan untuk di jalan dan oleh-oleh untuk adikku"


"Oh, iya. Pergilah" Ucapku sambil membereskan barang


"Kau kapan pulang, Ririn?" Tanya Yui


"Besok siang. Orang tuaku ada hal yang harus dilakukan di pagi hari"


"Begitu, ya..."


"Kau cepatlah pergi belanjanya. Nanti kau malah kelabakan saat membereskan barang karena kurang waktu"


"Yasudah, aku pergi dulu"


Ruang ini pun menjadi hening karena hanya ada aku seorang.


Aku terus lanjut membereskan barang-barang. Saat membereskan buku, aku bingung harus diapakan buku milik Izumi.

__ADS_1


"Di semester sebelumnya Izumi menyuruhku membawa buku ini. Jadi kemungkinan besar kali ini pun juga begitu. Tapi untuk jaga-jaga, akan aku tanya lagi dulu ke dia" Pikirku lalu menyisihkan buku Izumi.


Syush...


Izumi datang ke kamarku untuk pertama kalinya setelah kejadian kemarin sore. Keadaannya jadi sedikit canggung.


Aku menatap wajah Izumi. Wajahnya tampak kaku dan penuh keraguan, tapi dia masih mencoba menatapku.


"Kenapa?" Tanyaku


"Apa kau... Bisa meluangkan waktumu sebentar?" Tanya Izumi


"Baiklah, tapi kita akan ngapain?" Tanyaku


"Jalan-jalan"


*


Di hutan tempat biasanya Izumi istirahat.


"Bilangnya sih memang jalan-jalan. Tapi aku sedikit tidak menyangka bakal kesini" Pikirku


"Apa ada suatu alasan kenapa kita datang kesini?" Tanyaku


"Ya, ada..." Gumamnya


"Izumi masih canggung karena masalah kemarin" Pikirku


Setelahnya kami terus berjalan dalam kesunyian. Suasana jadi sangat canggung. Dan meski aku memulai pembicaraan untuk memecah keheningan, tapi itu tidak bertahan lama dan keadaan jadi makin canggung.


"Apa sih maunya Izumi mengajakku datang kesini, tapi dia sendiri tidak mengatakan apapun" Pikirku frustasi


"Yurin, kau ingat sebelumnya aku mengatakan ada sesuatu yang mau aku katakan padamu"


"Ah, maksudnya kemarin sore itu?" Pikirku


"Aku ingin mengatakan hal itu sekarang. Apa kau mau mendengarnya?" Tanya Izumi


"Ya, katakan saja---"


"Wah, wah, kita bertemu lagi, Izumi"


Aku dan Izumi tersentak mendengar suara manusia setengah monster yang muncul di belakang kami.


Kami berdua menoleh melihatnya.


"Kau!!" Ucap Izumi kaget


"Ini aku, Izumi" Ucapnya


Roh tersebut adalah Maeru. Namun keadaannya aneh. Setengah tubuhnya bagian kiri normal seperti biasa, namun setengahnya lagi berbentuk seperti monster. pada pipi kanannya, muncul 2 mata lainnya yang tidak normal. Kulit tubuh bagian kanannya berwarna coklat dan berduri. Benar-benar menjadi setengah monster. Bahkan suaranya pun mulai menyerupai suara monster.


"Bagaimana, Izumi? Apa kau terkejut dengan penampilan baruku? Sebelumnya aku sudah berjanji akan menemuimu dengan sebuah kejutan"


"Dasar gila" Gumam Izumi


"Izumi~ Aku akan merebut kristal hati merah itu dan jadi pemimpin roh jahat! Menjadi roh jahat yang sesungguhnya, bukan sepertimu!" Teriak Maeru


"Adikku yang lemah, kau sama sekali tidak cocok untuk jadi pemimpin" Lanjutnya


"Adik?!" Pikirku kaget


Aku kembali teringat dengan foto sebelumnya yang ada Izumi, Maeru, dan 3 anak laki-laki lainnya serta seorang pria dewasa.


"Kadi benar itu foto keluarga? Maeru sebelumnya tidak bohong?" Pikirku

__ADS_1


"Sudah kubilang aku bukan adik dari siapapun!!" Teriak Izumi


"Lupakan. Aku tidak peduli lagi kau siapa. Yang pasti aku akan menjadi pemimpin"


Maeru tiba-tiba menghilang dan muncul tepat di depan Izumi sambil menyerang menggunakan tangan kanannya yang seperti monster.


Izumi langsung melindungi dirinya dengan menghadang serangannya menggunakan lengan kirinya yang dilapisi aura dan menangkis serangan Maeru.


"Yurin, hati-hati! Dia jauh lebih berbahaya dari sebelumnya! Tetap di belakangku!" Teriak Izumi


"Percuma~ Izumi, aku yang sekarang jauh lebih kuat darimu~"


"Berisik!"


Izumi menggunakan kekuatan kristal hati biru miliknya untuk melawan Maeru.


Disaat Izumi baru saja akan fokus ke pertarungan, Maeru lebih dulu menyerang Izumi tanpa disadarinya.


Maeru tiba-tiba sudah berada di belakang Izumi.


"Kau tahu kan para bawahanku sangat banyak. Mereka semua rela mengorbankan jiwa mereka demi aku untuk jadi pemimpin. Mereka begitu setia, mana mungkin aku bisa mengecewakan harapan mereka~" Bisiknya lalu menusukkan tangannya ke tubuh Izumi.


Jleb!


Tangan Maeru menembus bahu kiri Izumi.


"Sayang sekali~ Padahal aku menargetkan bagian vital, tapi kau malah menghindar" Gumam Maeru


"Izumi!" Teriakku


"Ugh, bahuku sakit sekali" Pikirku


Maeru melirik ke arahku.


"Disaat seperti ini kau masih bisa mengkhawatirkan dia. Lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri"


Maeru mengarahkan tangannya ke arahku, langsung saja aku mengeluarkan kekuatanku untuk berlindung.


"Lumayan. Kekuatanmu bisa bertahan setidaknya untuk serangan roh tingkat bawah 5. Tapi...."


Prang!


Tanpa menyentuh lingkaran sihir pelindung yang kubuat, tiba-tiba pelindung itu pecah dengan sendirinya.


"Itu masih jauh untuk bisa menahan kekuatanku"


Dengan cepat Maeru langsung menangkap dan menyekapku.


"Mmmph!!"


"Yurin!"


"Lepaskan dia!" Teriak Izumi


"Sangat romantis sekali. Kupikir selamanya kau tidak akan mengkhawatirkan siapapun kecuali dirimu sendiri. Aku jadi menginginkan perempuan ini"


"Sudah kubilang lepaskan!!" Teriak Izumi dan langsung menyerang Maeru


"Kau lupa di tanganku sekarang ada dia?" Tanya Maeru lalu menyodorkanku ke depan, menjadikanku sebagai tameng.


Izumi langsung menghentikan serangannya dan menjaga jarak dari Maeru.


Maeru langsung menyeringai.


"Izumi~ Kau mau dia aku lepaskan, kan?" Tanya Maeru

__ADS_1


"Berlututlah~ Dibawah kaki ku~ Sekarang~ Dan memohonlah~"


__ADS_2