Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Episode Spesial 11 : Keluarga Asahi 4 (Kerjasama Antara Yuji dan Minami)


__ADS_3

Begitulah. Kini mereka sepakat untuk berpura-pura saling mencintai didepan keluarga mereka.


Yuji mulai rutin datang ke keluarga Kagami menemui Minami dan berbincang-bincang dengan Tuan dan Nyonya.


"Hahahaha! Bagaimana, Tuan Muda? Sekarang kau berubah pikiran, kan? Putriku sangat cocok denganmu" Ucap Tuan Kagami senang


"Haha. Maafkan atas kelancangan saya sebelumnya. Saya tidak tahu apa-apa saat itu" Jawab Yuji


"Kau sungguh anak yang baik. Baiklah, aku tidak akan menghambat waktu kalian lagi. Kalian boleh pergi keluar sekarang"


Yuji dan Minami pun pergi keluar.


"Hari ini mau pergi kemana?" Tanya Minami


"Aku lelah di tempat keramaian. Kita ke taman yang sebelumnya saja" Jawab Yuji


"Oke"


Mereka pun berjalan ke gang kecil. Begitu keluar dan berjalan sedikit lagi, mereka tiba di taman tempat mereka pertama bertemu.


Mereka berdua hanya duduk santai dibawah pohon besar disana.


".... Hei, Yuji..." Gumam Minami


"Apa?"


"Ini mungkin bukan urusanku, tapi... Bagaimana... Dengan perempuan yang kau cintai itu?" Tanya Minami ragu


"....?"


Yuji hanya diam dengan wajah bingung mendengar pertanyaan Minami.


"Aah, maafkan aku. Aku kembali membuat kesalahan seperti sebelumnya..." Gumam Minami


"Apa aku perlu meluruskan kebohongan yang kubuat dulu?" Pikir Yuji


"Tapi... Tunggu!" Pikir Yuji kaget


Yuji menatap minami balik dan bertanya.


"Kau... Sekarang jadi lebih lembut ya. Padahal dulu kau selalu berteriak jika bicara denganku. Sekarang kau malah minta maaf tanpa ragu"


"A... Apa?! Itu... Itu karena... Kau... Kau kan calon su... Suamiku. Jadi kupikir tidak ada untungnya buat masalah..." Gumam Minami gugup


"...."


"Kalau seingatku, dia sudah bertingah aneh seperti ini bahkan sebelum keluarga Asahi datang ke rumah keluarga Kagami. Jadi bukan masalah soal aku yang akan jadi suaminya, karena saat itu kami bahkan belum tau soal perjodohan" Pikir Yuji


"Ah, iya. Setelah dia yang dipojokkan oleh si pria br*ngsek itu dan aku menghentikannya, dia mulai menyapaku kalau bertemu" Pikir Yuji


"Begitu, ya. Tapi, Apa benar cuma itu?" Tanya Yuji


"...."


"Kau... Kudengar... Tipe perempuan yang kau suka itu adalah perempuan yang baik. Kau bisa suka perempuan itu juga karena dia baik. Jadi... Kupikir tidak ada salahnya aku berusaha jadi seperti tipe yang kau suka..." Gumam Minami


"Ten... Tentu saja aku melakukannya karena kupikir kau tidak akan nyaman jika calon istrimu bukan tipe idealmu. Hahahaha!" Teriak Minami panik


Yuji pun teringat dengan ucapan Ibunya dulu.


..."Perempuan punya perasaan. Dia akan sedih laki-laki yang akan jadi suami nya justru mengabaikannya. Apalagi semisal dia tahu calon suaminya malah suka perempuan lain"...


"Ibu, bagiamana ini? Apa arti dari ucapan Minami itu dia sedih aku mencintai wanita lain seperti yang Ibu katakan? Aku tidak mengerti apapun soal wanita!!" Pikir Yuji


"Apa aku perlu membongkar rahasia kalau wanita yang kusuka itu tak pernah ada?"


"Tidak. Sekarang belum waktunya. Aku masih perlu wanita khayalan itu untuk membatasi perasaan Minami padaku" Pikir Yuji


"Kau tak perlu memaksakan diri harus jadi tipe ideal ku. Aku tidak masalah dengan itu" Ucap Yuji


"Yah, sejak awal tipe ideal ku itu juga aku mengarang asal-asalan" Pikir Yuji


"...."


"Ya. Terima kasih sudah berkata begitu..." Gumam Minami


"?"


"Apa lagi ini? Kenapa aku merasa dia sedih? Memangnya apa yang salah dari ucapanku?" Pikir Yuji bingung


*


Waktu terus berlalu. Dan kini sudah waktunya mereka pulang ke rumah masing-masing.


Seperti biasa, Yuji mengantar Minami pulang lebih dulu.


Karena berada di depan rumah keluarga Kagami, mereka berdua kembali memulai akting mesra mereka.


"Aku pulang duluan, ya~"


"Ya. Baik-baik di rumah. Jangan melawan Tuan dan Nyonya Kagami, mengerti?" Ucap Yuji hangat sambil mengelus kepala Minami


"Ya! Kau juga hati-hati di jalan, sayang~"


Mendengar kata 'sayang' dari wanita yang tidak pernah dia dengar membuat bulu kuduk Yuji berdiri.


"Y... Ya. Te... Terima kasih...S... Sssa... Sayang...." Gumam Yuji


"Eeww! Walau berusaha untuk membiasakannya, tapi tetap saja aku jijik" Pikir Yuji


Yuji melirik ke arah gerbang rumah itu, dan kaget ternyata ada Nyonya Kagami yang tengah berdiri disana sambil memperhatikan mereka.


"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu~"


Minami pun berbalik dan berjalan masuk ke rumah.


"Ah, Mama!" Ucap Minami kaget


"Kalian terlihat sangat akrab, ya~ Mama senang melihatnya" Ucap Nyonya Kagami berbunga-bunga.


"Ah... Tidak sampai seperti itu..." Gumam Minami dengan wajah memerah, begitu juga dengan wajah Yuji yang ikut memerah.


"Karena sudah akan malam, aku pamit dulu, Nyonya" Ucap Yuji sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Tidak perlu terlalu kaku~ Kita akan jadi keluarga di masa depan" Ucap Nyonya Kagami


"Kalau mau, kau juga boleh memanggilku Mama seperti Minami" Lanjut Nyonya Kagami dan membuat Minami dan Yuji sangat kaget dengan wajah kembali merah.


"Mama!! I... Itu terlalu..." Teriak Minami


"A... Aku rasa itu belum waktunya. Aku... Aku lebih nyaman memanggil Anda dengan Nyonya seperti biasa" Ucap Yuji cepat


"Sayang sekali~"


"Baiklah, malam sudah akan tiba. Lebih baik sekarang cepat pulang sebelum makin gelap"


"Ya, kalau begitu aku pamit pulang"


*


**


Di kamar Yuji, kini dia berbaring diatas kasurnya sambil menatap langit-langit kamar.


"...."


Yuji teringat hari dimana dia mengajukan untuk bekerjasama dengan Minami untuk berpura-pura memiliki hubungan yang baik.


".... Aku memang bilang seperti itu, tapi aku sendiri tidak punya rencana yang matang. Bercerai pasti tidak semudah itu" Gumam Yuji


"...."


Yuji memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang.


"Yah... Akan aku rencanakan begitu kami sudah menikah nanti. Aku akan bertanya juga pendapat Minami bagaimana"


*


**


Keesokan harinya, di kelas 11-c, kelas dimana Minami berada....


Teng... Teng... Teng...


"Waktunya istirahat. Kalau begitu, semua tugas kumpul ke depan" Ucap bu guru.


Para murid pun bergerombol maju ke depan mengumpulkan tugas mereka ke meja guru, kecuali Minami.


Minami tidak mendengar ucapan bu guru dan sibuk bengong menatap ke luar kelas.


"Nami! Apa yang kau lakukan? Cepat kumpul tugasmu" Ucap Rui dan menyadarkan Minami dari lamunannya.


"Ah! Iya"


Minami pun langsung bergegas mengumpulkan tugasnya, bersamaan dengan teman kelas laki-laki yang juga baru akan mengumpul tugas.


Begitu mereka berdua mengumpul tugas, bu guru menyuruh mereka sekalian membawa semua buku ke ruang guru.


"Ah, kalian berdua. Tolong bantu ibu membawa buku ke meja ibu di kantor"


"Baik, bu"


Mereka berdua pun berbagi buku dan membawanya ke kantor guru sesuai perintah.


"Apa berat, Minami?" Tanya si teman laki-laki


"Tidak masalah"


Setelah mengantar buku, mereka sekalian sedikit berbincang-bincang mengenai kelas dengan nyaman. Tanpa mereka sadari, mereka berdua berjalan berdampingan dengan akrab dan tak sengaja dilihat oleh rombongan Yuji yang tengah istirahat.


"Lho? Itu Minami, kan?" Tanya Jou


"Apa itu pacarnya? Mereka terlihat akrab" Gumam Seki dan meneliti si pria disamping Minami


"Eh! Aku tau dia. Dia teman sekelas Minami. Dari yang kutahu, dia juga masuk dalam list jajaran murid tertampan seangkatannya" Lanjut Seki


"Gila! Mereka pacaran? Lihat itu, Minami sampai tertawa seperti itu" Ucap Rakki tak percaya


Jou, Seki dan Rakki sibuk berbincang-bincang membicarakan Minami dan teman sekelasnya itu, tapi Yuji tak mendengarnya karena sibuk memperhatikan mereka.


"...."


"Aku tidak suka dengannya, dan juga hubungan kami cuma sebatas perjanjian. Tapi...."


"Kenapa... Dadaku sesak?" Pikir Yuji


"Ji..... Ji...."


"Siapa dia? Apa hubungan mereka berdua?" Pikir Yuji


"Yujii!!" Teriak Rakki


Sontak Yuji tersentak begitu temannya menggoyangkan tubuhnya sambil berteriak memanggilnya.


"Kenapa?" Tanya Yuji


"Kau yang kenapa! Daritadi kau diam dengan wajah seperti siap memakan orang. Kami panggil tapi kau tidak menjawabnya" Ucap Jou


"Tidak, bukan apa-apa. Ayo kembali ke kelas" Ucap Yuji


Mereka pun kembali ke kelas mereka.


*


**


Waktu terus berlalu, dan kini murid kelas 12 minggu depan sudah akan menghadapi ujian untuk menentukan kelulusan mereka.


Dengan kata lain, saat-saat dimana para murid kelas 12 membuat kenangan dengan teman seangkatan juga adik kelasnya hanya di minggu ini saja.


Kini para murid kelas 12 sibuk berfoto dan membuat video kebersamaan mereka dengan teman-temannya untuk terakhir kalinya.


Tak terkecuali Yuji. Sejak pagi dia sibuk diajaki oleh banyak orang berfoto bersama, kerena walau begitu, Yuji termasuk anak yang populer dan banyak kenalan di sekolah mau di seangkatannya juga adik kelasnya.


"Yuji! Foto bareng, yuk!"


"Kak!! Kak Yuji!! Setelahnya ayo foto denganku!"


"Minggir! Aku dulu yang bersama Yuji! Adik kelas pergi jauh-jauh sana!"


Orang-orang berebut berfoto dengan Yuji.


"Yuji, kau populer sekali, ya. Bahkan kita yang sahabatmu pun belum berfoto denganmu sekalipun" Gumam Jou


Ditengah kerumunan orang yang ingin berfoto dengan Yuji, Jou melihat dari kejauhan ada orang yang mengintip ke arah Yuji.


"Hm? Ada orang yang melihat ke arah Yuji" Ucap Jou


"Lho? Itu Minami?" Tanya Rakki


"Ah, benar juga. Kenapa dia disana?" Tanya Jou


"Mana kutahu. Kalau mau tau, tanya langsung saja ke orangnya" Ucap Seki


"Ooi, Minami. Kau sedang apa?" Teriak Seki dan membuat Jou juga Rakki terkejut.


Minami langsung tersentak dan pergi dari sana.


"Bodoh! Apa yang kau lakukan?! Dia akan tau kita membicarakannya" Ucap Jou marah


"Daripada menebak-nebak, lebih baik tanya langsung, kan?" Ucap Seki polos


Rakki juga Jou hanya menghela nafas lelah menghadapi Seki.


*


**


Setelah orang-orang sudah tidak mengajak Yuji dan temannya untuk berfoto, kini mereka sedang duduk-duduk bersama membicarakan banyak hal absurd lainnya.


Lalu...


"Hm? Minami?" Gumam Rakki yang melihat Minami tengah bersembunyi dibalik tembok didekat mereka.


"Dia daritadi aneh, ya" Bisik Jou ke Rakki


"Minamiiiii!!" Teriak Seki


Lagi-lagi Minami lari begitu saja.


"Cewek itu kenapa, sih?" Gumam Seki


"?"


Yuji hanya menatap Minami yang lari dengan bungung.


*


**


Di akhir pekan, Yuji dan Minami biasanya kencan. Tapi kali ini tidak, karena Yuji sudah akan menyiapkan diri untuk ujian esok hari.


Di sisi lain, rumah Kagami di kamar Minami...


"...."


Kini Minami sedang duduk diatas kasurnya dengan kepala tertunduk menatap kamera di tangannya.


"Bodoh... Apa yang aku lakukan..." Gumam Minami


*


Hari yang berat untuk Yuji dan semua murid kelas 12 pun dimulai.


Selama 1 minggu itu, Yuji sama sekali tidak mengabari Minami karena terlalu sibuk.


Dan.... Setelah semua ulangan sudah selesai, kini mereka diliburkan dan tinggal menunggu kelulusan.


1 bulan kemudian, acara kelulusan mereka pun diadakan.


Dari jam 8 hingga jam 10 diadakan acara formal, dimana kepala sekolah, guru, juga wakil siswa membacakan pidato mereka untuk semua siswa sekolah. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara kumpul bersama untuk kelas 12, dan setelahnya mereka bisa bebas, mau bertemu kembali dengan adik kelas dan teman, menyapa guru, atau langsung pulang ke rumah.


Yuji sendiri begitu acara kumpul selesai, ia berniat langsung pulang ke rumah, namun ketiga temannya menyuruhnya tinggal lebih lama lagi.


"Hey, kau mau kemana, bung? Mau pulang? Kau tidak mau menghabiskan waktu dengan kami?" Tanya Jou


"Ini waktu terakhir kita bersama. Ayo habiskan sepuas-puasnya!" Teriak Seki


"Benar!!" Lanjut Rakki


Yuji pun akhirnya mengikuti kemauan temannya.


Dan ditengah itu...

__ADS_1


"Yu... Yuji..." Panggil Minami gugup


"?"


Yuji menoleh ke Minami.


"Kenapa?"


"Itu..." Gumam Minami


Ketiga teman Yuji menyadari kalau Minami sedang memegang kamera. Dan untungnya ketiganya peka akan hal itu.


"Yo, Yuji. Aku mau ke toilet dulu ya. Kau tunggu disini~" Ucap Jou


"Ah, aku juga lapar. Aku pergi ke kantin dulu" Ucap Seki


"Aku mau ketemu temanku dulu, aku baru ingat ada hal yang harus kami bicarakan~" Ucap Rakki


"Tunggu, kalian. Padahal kalian yang mengajakku, tapi kalian meninggalkanku? Kalau begitu aku pulang!" Ucap Yuji kesal


"Kami hanya pergi sebentar. Sementara kau dengan Minami dulu saja~" Ucap Jou sambil tertawa kecil


"...."


Kini hanya tersisa Yuji dan Minami ditempat itu.


"Jadi, ada perlu apa menemuiku?" Tanya Yuji


"Ini... Terakhir kalinya kita bertemu di sekolah ini, jadi..." Gumam Minami


"Jadi?" Tanya Yuji


"Aku tau kau mungkin tidak nyaman, tapi.... Aku mau berfoto bersamamu" Teriak Minami dengan wajah merah padam


"...."


Yuji hanya diam saja tidak merespon Minami.


"Ka... Kau tau? Mama dan Papa akan curiga kalau tidak ada foto kita sama sekali... Sekali saja tidak apa, setidaknya ada satu foto kita jika Mama dan Papa menanya..." Gumam Minami


".... Baiklah"


Minami mendekat ke Yuji untuk berfoto, tapi tangan Minami tidak sampai untuk menangkap wajah mereka berdua di kamera.


"Ugh... Tanganku... Terlalu pendek..." Gumam Minami


"...."


Yuji terdiam sebentar, lalu mengambil kameranya di tangan Minami.


"Eh?!"


"Biar aku yang pegang kameranya"


"Ah, iya"


Cekrek!


Foto pun sudah terambil.


"Fuh... Dengan ini, tidak perlu khawatir Mama dan Papa bertanya" Gumam Minami dan bersiap mengambil kembali kameranya dari Yuji.


Tapi Yuji menarik kembali kameranya.


"???"


Minami pun dibuat bingung oleh Yuji.


"Itu... Kameranya..."


"Sepertinya kurang kalau cuma satu. Mumpung temanku juga tidak ada, sekalian ambil yang banyak. Aku akan bosan kalau cuma duduk disini saja"


"... Ya"


Mereka mengambil banyak foto bersama di berbagai tempat di sekolah.


"Yujiiii!" Teriak Jou dari kejauhan


"Itu Jou. Kalau begitu sampai sini saja kita berfoto----"


"Sini, biar aku yang jadi fotografer kalian" Lanjut Jou dan langsung mengambil kameranya dari Yuji.


"Hah? Kau tidak datang untuk mengajakku kembali?" Tanya Yuji


"Mereka berdua masih belum selesai. Sekalian menunggu mereka berdua, aku akan membantu kalian~" Ucap Jou dengan senyumnya yang penuh makna.


"Naah~ Cepat berpose~ Ciiiss"


Cekrek!


"Ayo, lagi~ Lagi~" Ucap Jou semangat.


"Jou malah lebih semangat dari kita" Bisik Minami sambil tertawa kecil


"Dia orang yang kaku, tapi sekalinya dia senang akan sesuatu, dia malah yang akan jadi paling bobrok diantara kami" Ucap Yuji


"Hahahaha"


*


Setengah jam sudah terlewatkan. Lalu teman Minami, Honoka, datang memanggilnya.


"Minami, masih belum selesai?" Tanya Honoka


"Ah, iya. Ini sudah selesai, kok" Jawab Minami


"Terima kasih untuk hari ini" Ucap Minami ke Yuji dan Jou


"Ya" Jawab Yuji dan Jou berbarangan


Jou pun menyerahkan kameranya ke Minami, dan kedua perempuan itu pun pergi dari sana.


"Sekarang kita juga datang ke Seki dan Rakki, yuk~" Ajak Jou


"Kau tadi bilang mereka masih belum kembali" Ucap Yuji kesal


"Sekarang pasti sudah kembali~"


"Ayo. Ini perkumpulan terakhir kita untuk semasa SMA"


Dan kedua laki-laki itu juga pergi dari tempat itu.


*


**


Hari terus berlalu dan kini sudah 6 bulan sejak Yuji lulus SMA.


Sejak itu juga, Minami dan Yuji tidak lagi berhubungan, karena Yuji yang sibuk kuliah, dan Minami yang sudah akan menyiapkan ujian kelulusannya nanti.


Disinilah, Yuji mulai merasa ada sesuatu yang terus mengganjal hatinya.


"Rasanya aku ingin melakukan sesuatu, tapi aku tidak tau apa yang mau aku lakukan..." Pikir Yuji


"Apa ini... Padahal sudah bagus aku tidak ketemu sama cewek itu. Tapi... Kenapa aku mau ketemu dengannya?"


Yuji yang kaku seperti balok es itu pun juga bisa meleleh dihadapan perempuan. Dan sekarang lelehannya makin menjadi-jadi oleh api kerinduan. Tapi dia tidak mau mengakuinya.


Hingga 1 tahun kini mereka sudah tidak saling bertemu dan Minami pun sudah lulus SMA.


Ayah Yuji mengajak bertemu dengan keluarga Kagami untuk membicarakan tentang pernikahan Yuji dan Minami.


"Jadi, Tuan Kagami, kapan pernikahannya akan dilaksanakan? Mereka berdua sudah selesai SMA" Tanya Ayah Yuji


"Tidak bisa secepatnya. Minami juga perlu kuliah, jadi paling cepat 4 tahun kedepan" Jawab Tuan Kagami.


"Yuji juga sekarang sedang kuliah, jadi memang lebih baik seperti itu" Jawab Ayah Yuji


"Omong-omong, Tuan Muda, kenapa kau tidak datang lagi ke sini selama 1 tahun ini?" Tanya Tuan Kagami


"Di awal sebelumnya aku sibuk untuk menyiapkan masuk universitas, jadi tidak bisa menemui Minami. Lalu setelah aku mulai ada waktu senggang beberapa bulan terakhir, kupikir Minami juga sibuk, jadi aku urungkan niat untuk datang" Jawab Yuji


"Hahahahaha! Memang Tuan Muda sangat pengertian"


"Yah, kami akan bicarakan hal ini. Jadi kalian pergilah keluar. Sudah lama kalian tidak ketemu, kan. Pasti banyak yang ingin kalian bicarakan" Ucap Tuan Kagami


Mereka berdua pun pergi keluar.


"...."


"...."


"Jadi... Mau kemana? Aku akan mengikutimu" Ucap Yuji canggung.


".... Taman itu saja. Kau masih ingat?"


"Ya"


"Masuklah ke mobil. Aku akan mengantar sampai kesana. Jalan di gang itu kotor" Lanjut Yuji


Minami pun masuk mengikuti apa yang Yuji katakan. Dan selama di perjalanan, tidak ada yang mereka bicarakan.


"Kita sudah sampai"


Yuji pun turun dan membukakan pintu untuk Minami.


"...."


"Apa kau mau minum? Aku akan belikan dulu, jadi tunggu disini" Ucap Yuji


"... Tidak perlu"


"?"


Yuji tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia berusaha untuk ramah, tapi Minami tidak menanggapinya.


Yuji terus menatap wajah Minami dan menyadari sesuatu.


"Wajah Minami... Terlihat gelisah. Apa ada sesuatu yang terjadi? Tidak. Wajahnya terlihat seperti gelisah menimbang-nimbang harus mengatakan sesuatu itu atau tidak" Pikir Yuji


"Kalau begitu, aku cuma perlu membantunya"


"Minami... Apa ada yang mau kau katakan?" Tanya Yuji


Minami langsung tersentak dan perlahan menatap Yuji.


"Ada"


"Ayo kita ke tempat biasanya"


Mereka pun berjalan ke pohon besar, tempat yang biasanya mereka datangi.


Setelah duduk, Yuji kembali menanyakannya.


"Jadi, apa yang mau kau katakan?"


"...."


Namun Minami masih terlihat ragu untuk mengatakannya.


"Minami?"


"...."


"Yuji, mengenai wanita itu.... Apa kau masih.... Menyukainya? Apa hubunganmu dengannya?"


"Sudah berapa kali kubilang, kau tak perlu memikirkan hal itu" Jawab Yuji


"Kalau begitu, apa hubungan kita sebenarnya?" Tanya Minami


"Apa maksudmu? Tentu saja kita pasangan, kan?"


"Tidak! Itu hubungan yang dibuat keluarga kita. Tapi yang kumaksud hubungan kita yang murni tidak ada sangkut paut keluarga"


"Apa kita pasangan seperti yang dibuat keluarga kita. Apa musuh seperti yang dulu kau katakan. Apa rekan yang cuma saling memanfaatkan. Apa hanya orang asing yang kebetulan dijodohkan, atau apapun itu..."


"...." Yuji terdiam tidak bisa berkata-kata.


"Dengan tampang, kemampuan dan kekayaanmu yang sekarang, Yuji, aku yakin pasti ada wanita yang menyukaimu dan itu pasti tidak sedikit"


"Kita pasangan, tapi aku merasa tidak seperti itu. Aku tau hubungan kita cuma sebatas perjanjian pernikahan, dan kita akan berpisah 1 atau 2 tahun setelahnya. Tapi...."


Tes... Tes...


"!!! Minami! Kau----"


"Tetap saja... Aku tidak bisa biasa saja jika laki-laki yang jadi suamiku justru memikirkan wanita lain didepanku. Lalu pergi menemui wanita itu begitu tidak ada bersamaku..."


"Kau masih mencintainya, kan? Kalau tidak, untuk apa kau terus menyembunyikannya bahkan sampai sekarang!!"


"Aku menyukaimu! Sejak kau menyelamatkanku waktu pria asing itu memojokkanku, aku sudah menyukaimu! Dan begitu aku tau orang yang akan dijodohkan denganku adalah kau, aku sungguh senang"


"Tapi begitu mengetahui kau menyukai wanita lain, aku tidak bisa tenang. Tiap kali aku terpikir soal wanita itu aku terus gelisah. Dan kegelisahanku pun memuncak waktu kau bilang ingin bekerjasama denganku untuk memulai drama percintaan kita dan kemudian bercerai"


"Aku sungguh bodoh... Menyukai orang yang sebelumnya kubenci. Bahkan pria itu sudah menyukai orang lain, tapi masih saja aku menyukainya..."


"Pernikahan itu memang sementara. Tapi tetap saja.... Walau tidak ada cinta diantara kita, namun setidaknya benar-benar tidak ada yang kau cintai. Tapi kalau seperti itu terus...."


Minami terdiam tidak melanjutkan ucapannya dan hanya menangis tanpa suara.


"...."


Yuji terdiam. Bahkan untuk menghibur Minami yang tengah menangis ini pun Yuji tidak bisa.


"Perasaan apa ini... Aku merasa sesak" Pikir Yuji


"Aah, begitu. Sekarang aku mengerti..."


"Aku juga... Menyukainya"


"Tenanglah, Minami"


Setelah mengusap air mata di pipinya, Minami berbalik menatap Yuji dengan tajam.


"Jawab aku, Yuji! Apa hubungan kalian?!" Teriak Minami


"Salah pahamnya sampai separah ini ternyata. Kalau tau seperti ini seharusnya aku tidak perlu buat drama itu dulu" Pikir Yuji


"Aku---"


"Jika kau jawab aku tidak perlu memikirkannya lagi, aku akan langsung pulang dan memaksa Papa tidak perlu melangsungkan pernikahan itu!"


"Orang itu---"


"Jika kau berani bohong, aku juga tidak akan mengampuninya!!"


"Cewek ini... Aku bahkan tidak diberi kesempatan bicara" Pikir Yuji kesal


"Kalau kau berani bohong---"


"Orang itu tidak ada" Ucap Yuji cepat


"A... Apa..."


"Orang itu. Wanita yang kau khawatirkan aku menyukainya itu sebenarnya tidak ada"


Minami kembali menatap Yuji dengan tajam.


"Kebohongan apa ini?! Sudah kubilang aku tidak menerima kebohongan! Kau sungguh tidak punya bakat berbohong!"


"Aku serius. Sejak awal dia memang tidak ada. Aku bilang menyukainya dan membuat wanita khayalan dulu karena tidak mau orang di sekolah terus berpikir aku menyukaimu"


"Tentang tipe wanita ideal yang kusuka juga aku cuma asal sebut dan sengaja kubilang yang bertentangan dengan kepribadianmu agar terlihat aku sungguh tidak menyukaimu"


"Lalu, setelah kupikir lagi... Aku lebih suka... Kau yang seperti biasa. Aku tau selama ini kau pura-pura baik setelah tau tipe wanita yang kusebut itu"


"...."


"Kau.... Sungguh? Tidak bohong?" Tanya Minami


"Aku sungguh-sungguh, sama sekali tidak berbohong"


"Bohong!! Pasti bohong!! Kau tidak bisa dipercaya!!" Teriak Minami


"Kalau segitu kau tidak mempercayainya..."


Yuji mendekat ke Minami lalu mencium punggung tangan Minami.


"Lupakan saja soal kerjasama itu"


"Ke... Kerjasama yang kau maksud itu...."


"Ya. Setelah menikah pun kita tak perlu bercerai seperti yang direncanakan"

__ADS_1


Yuji menyudahi mencium punggung tangan Minami dan menatapnya dalam.


"Bagaimana? Sekarang kau bisa tenang?"


Bukannya tertawa, Minami justru menangis makin keras.


"Lho? Ke... Kenapa lagi?!" Teriak Yuji panik


Minami langsung memegang kerah baju Yuji dan mendorongnya hingga terguling di rerumputan.


Setelahnya Minami terus memukuli dada Yuji sambil terus menangis.


"Dasar kau pria jahat! Pria kejam! Tidak berperasaan! Berhati dingin! Beraninya kau mempermainkanku selama ini!!" Teriak Minami


"Agh... Aduduh... Hentikan, hei" Gumam Yuji


Beraninya kau mempermainkan perasaanku..."


"... Maaf"


"Maaf saja tidak cukup!!" Teriak Minami


"Setelah ini sepertinya aku harus bekerja keras membayar apa yang kuperbuat sebelumnya..." Gumam Yuji


Yuji menarik kepala Minami mendekat dan menciumnya.


*


**


4 tahun kemudian, pernikahan mereka berdua berlangsung.


Pernikahan ini megah namun tertutup karena hanya dihadiri oleh kerabat kedua keluarga, dan beberapa orang penting saja.


"Padahal aku ingin mengundang kedua sahabatku untuk datang, tapi karena mereka bukan turunan bangsawan, Papa melarangnya" Gumam Minami


"Walau boleh pun, sejak awal aku tidak berniat mengundang teman-temanku" Ucap Yuji


"Kenapa?"


"Mereka akan mentertawakanku jika tahu aku menikah denganmu"


"Kau malu aku istrimu?" Gumam Minami cemberut


"Tidak. Aku cuma kesal dengan diriku di masa lalu"


"Lalu... Masih ada urusan yang perlu aku urus setelah ini"


*


Di malam hari setelah pernikahan...


Yuji mendatangi kedua orang tuanya.


"Yuji?! Apa yang kau lakukan disini? Kau harus kembali bersama Minami!" Teriak ibu Yuji


"Ada yang mau aku katakan pada kalian" Ucap Yuji serius


"Aku sudah menikah, mengikuti apa yang kalian inginkan. Setelah ini, jangan atur aku lagi! Aku bisa hidup sendiri tanpa kalian suruh"


"Apa?! Apa yang mau kau katakan?!" Teriak Ayah Yuji murka


"Aku akan memisahkan diri dari keluarga ini! Aku akan hidup sendiri bersama Minami, tidak di rumah Asahi!"


"Apa?! Kau adalah penerus keluarga Asahi! Apa yang kau katakan?!" Teriak Ayahnya


"Aku tidak membutuhkan uang keluarga ini kalau pada akhirnya kalian mengatur hidupku dan anakku di masa depan"


"Aku tidak mau anakku nanti mengalami hal sepertiku. Karena itu, aku akan pergi dari sini. Pergi hingga kalian tidak bisa mengatur hidup kami lagi"


"Cuma itu yang mau aku katakan. Sekarang aku akan pergi"


"Kau!!! Dasar anak durhaka!!"


Ceklek... Blam....


Yuji tidak lagi mendengarkan ocehan Ayahnya dan pergi begitu saja.


*


**


setelah 2 tahun pernikahan Yuji dan Minami, kini mereka datang ke Keluarga Asahi dengan membawa seorang bayi perempuan.


"Ini cucu Ibu. Namanya Yurin"


"Di mirip dengan Minami, ya~" Ucap Ibu Yuji gemas


"Bagaimana? Kalian tidak ada masalah kan?" Tanya Ibu


"Ya. Sampai sekarang tidak ada"


"Ibu sudah bilang, pernikahan ini tak seburuk yang kau pikirkan. Kau datang kesini pun pasti karena mau tinggal lagi kesini, kan? Tak apa, Ayah bisa Ibu urusi, dia tidak akan marah jika kau minta maaf dengan benar"


"Tidak, Ibu salah paham"


"Kami menikah bukan cuma sekedar perjodohan. Dan kami datang bukan karena mau tinggal disini"


"Kami datang cuma karena berpikir Ibu dan Ayah perlu melihat cucunya yang sudah lahir, hanya itu"


"Sama seperti sebelumnya aku katakan, jangan atur hidup kami. Anak ini biar aku dan Minami yang urus, Ibu dan Ayah tidak perlu ikut campur"


"Yurin tidak boleh sampai tahu asal usul keluarga ini hingga ia dewasa! Aku mau dia hidup sebagai anak normal, bukan sebagai keturunan dari orang yang mewarisi darah kerajaan kuno dan putri bangsawan"


"Tolong Ibu ingat itu baik-baik"


Cerita Asahi Yuji dan Kagami Minami, selesai~


*


**


"Wow! Jadi Papa itu punya darah kerajaan kuno, dan Mama keturunan bangsawan?!" Teriakku heboh


"Kalau Papa, aku sebelumnya sudah dengar dari Hana kalau Papa keturunan kerajaan Kintsuki. Tapi aku pura-pura tidak tahu saja" Pikirku


"Ternyata rumit juga ya, hubungan Papa dan Mama dulu" Gumamku


"Benar, kan? Papa mu ini benar-benar orang jahat. Seandainya Mama tidak menyatakan perasaan dulu, sejak awal kami akan bercerai dan kau takkan pernah ada"


"Jangan ulangi kesalahan Mama, Ririn. Jangan cintai pria jahat seperti Papa" Bisik Mama


"Aku bisa dengar" Ucap Papa datar


"Kalau dipikir lagi..."


"Dulu juga aku tidak tau perasaanku ke Izumi. Tapi setelah Izumi bilang dia menyukaiku, aku baru menyadarinya ternyata aku juga menyukainya" Pikirku


"Aku memang anak Papa, ya" Gumamku sambil tertawa kecil


"Mama bilang jangan mencintai pria jahat seperti Papa, tapi akulah yang sebenarnya jahat" Pikirku


"Baiklah, sudah cukup ceritanya. Sekarang bereskan semua ini~" Ucap Mama dan menaruh kembali semua album yang ada diatas meja.


*


**


...----------------...


...Cerita spesial...


...Reuni 2 kelompok teman!...


*


Asahi Yuji dan Kagami Minami.


Setelah melangsungkan pernikahan, mereka berdua tidak langsung berpikir untuk memiliki keturunan. Mereka lebih memilih untuk menikmati masa berdua lebih lama lagi agar bisa saling mengerti.


Dengan kata lain...


...Pacaran setelah menikah!!...


Selama 1 tahun pernikahan itu, mereka berpacaran dulu.


Hingga akhirnya Yuji mendapat pesan dari teman sejatinya, Jou.


Tring!!


"Jou. Tumben dia menghubungiku..." Gumam Yuji


"Kenapa? Apa yang dikatakannya?" Tanya Minami


"Dia mengajak kami reuni akhir pekan ini, di kafe Lily jam 7 malam" Ucap Yuji


"Lho?" Minami kaget


"Kenapa?"


"Itu... Kami juga akan reuni ditempat dan waktu itu"


*


Akhir pekan, jam 18.50.


Di kafe Lily...


Krincing!


Suara lonceng pintu di kafe itu berbunyi, pertanda ada orang yang masuk.


"Ah, Yuji! Akhirnya kau datang. Kau telat" Ucap Jou


"Nami! Ayo kesini~" Panggil Rui


Disana ada sekumpulan orang yang dikenal Yuji, yaitu ketiga temannya, juga 2 teman istrinya.


"Aku bukan telat, tapi kalian yang terlalu cepat datang" Ucap Yuji dan duduk di kursi yang kosong.


"Jadi... Kenapa kita reuni bersama dengan mereka?" Tanya Yuji


"Khu khu khu khu~ Sebenarnya aku sengaja memanggil kalian kesini karena ada yang mau aku pamerkan~" Ucap Jou


"Semuanya, dengar!! Aku sekarang sudah menikah!!" Teriak Jou


"Apa?!" Teriak semuanya


"Siapa wanita itu?! Beritahu kami!!" Teriak Seki heboh


Jou langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah seseorang di sampingnya.


"Dia adalah istriku sekarang~"


Semua orang langsung menatap wanita disamping Jou dan kembali kaget.


"Honoka?!" Teriak semuanya


"Benar~ Dia adalah istriku dan kami berdua sengaja mengajak reuni bersama seperti ini untuk memberi tahu semuanya~" Lanjut Jou


"Kami menikah sekitar 3 bulan lalu, dan sekarang Honoka mengandung bayi kami"


"Gila!!! Kami bertiga belum ada yang menikah, tapi justru kau yang jauh soal percintaan malah yang pertama menikah!!" Teriak Rakki iri


Mendengar itu, Yuji dan Minami tertegun dan saling tukar tatapan.


"Anu... Aku juga sebenarnya sudah menikah..." Gumam Yuji


"Apa?!" Lagi-lagi mereka mendapat sebuah fakta yang mengejutkan.


"Yuji kau br*ngsek! Beraninya menikah mendahului kami!! Ditambah lagi tidak mengundang kami. Kau juga sama, Jou!!!" Teriak Rakki murka


"Jadi, siapa istrimu? Apa wanita yang dulu kau sukai itu?" Teriak Seki penasaran


"Em...." Gumam Yuji ragu


"Aku istrinya~" Ucap Minami ceria


"Minami?!" Teriak mereka kaget


"Tunggu, ini serius?! Yuji!! Jelaskan pada kami!!" Teriak Seki


"Sebelumnya kau mati-matian bilang tidak suka Minami. Apa-apaan ini?!" Teriak Rakki


"Hoho~ Yuji itu bagaikan kucing. Malu-malu tapi mau. Tolong dimaklumi sebagai temannya~" Jawab Minami


"Sial!!! Ternyata cuma kita saja yang ketinggalan, Seki!" Gumam Rakki


"Tidak. Masih ada Rui! Dia juga belum menikah!"


"Tidak. Aku sudah menikah" Ucap Rui dan menyeruput minumannya.


"Sudah?!" Teriak mereka


"Ya~ sekitar 1 tahun lalu. Aku menikah dengan teman masa kecilku dan sekarang sudah punya anak perempuan. Sekarang suamiku yang merawatnya karena aku sedang pergi" Ucap Rui santai


Seki dan Rakki terdiam dengan tubuh gemetar karena hanya mereka yang belum menikah.


"Omong-omong, Nami. Kapan kalian menikah?" Tanya Honoka


"Um... Sekitar... 1 tahun yang lalu..." Gumam Minami


"Wow!! Kalau begitu, kalian juga sudah punya anak? Laki-laki atau perempuan?" Tanya Jou


"....."


"...."


"Belum" Jawab Yuji


"Apa yang kau lakukan, bodoh!!!" Teriak Rakki murka dan mengguncang tubuh Yuji


"Menyingkirlah!" Teriak Yuji


"Hee~ Tapi, tapi~ Nami sejak awal memang terlihat suka kak Yuji, kan~" Ucap Rui mengalihkan pembicaraan


"Ya! Wajahnya berubah jadi muram jika ada wanita lain didekat kak Yuji" Lanjut Honoka


....


Cerita terus berlanjut dan tanpa sadar sekarang sudah jam 10 malam.


"Sekarang aku sudah harus pulang. Suamiku akan kerepotan kalau aku terlalu lama diluar" Ucap Rui


"Benar. Ini sudah malam. Kita lanjutkan saja dengan cerita seru pernikahan Rakki dan Seki di reuni selanjutnya~" Sindir Jou


"Lihat saja!! Di reuni selanjutnya aku akan membawa wanita cantik disampingku!!" Teriak Rakki


Dan acara reuni pun selesai.


*


Di rumah Yuji dan Minami....


Begitu selesai acara, mereka sudah bersiap akan tidur.


"Ayo tidur~ Punggungku sakit gara-gara Rakki terus memukulku tadi" Gumam Yuji


Yuji mengambil air minum di atas meja dan meminumnya.


"Yuji...." Gumam Minami


"Ng?"


"Aku mau anak!!" Teriak Minami


"Pufffffttt!!"


Air di mulut Yuji tersembur keluar karena Yuji yang kaget


"A... Apa?! Kenapa tiba-tiba?!" Teriak Yuji kaget dan mengelap mulutnya


"Teman-temanku semua sudah punya anak! Aku tidak mau kalah dari mereka!!" Teriak Minami


Minami mendekat ke Yuji dengan tatapan tajam.


"Apa?! Tunggu! Kau tidak perlu terlalu memikirkannya!" Teriak Yuji panik dan menghindar dari Minami


"Kau selalu berkata seperti itu. Aku sudah muak!!" Teriak Minami


"Kita sudah 1 tahun menikah dan kau tidak pernah menyentuhku sama sekali!" Teriak Minami


"Aku... Aku belum siap..." Gumam Yuji

__ADS_1


"Aku tidak peduli!! Aku mau anak!!" Teriak Minami


Dan... Di reuni selanjutnya mereka mendapat kabar Minami sedang mengandung serta Seki dan Rakki yang masih setia terus menjomblo.


__ADS_2