Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Tes Jenis Kekuatan 2


__ADS_3

2 bulan pun terlewatkan begitu saja.


Selama 2 bulan itu, aku tak henti terus bermeditasi, mau itu di sekolah saat istirahat, saat latihan dengan Yui, ataupun malam hari sebelum tidur.


Selama itu juga, aku sama sekali tidak belajar saat di rumah, menyelesaikan semua tugas saat jam belajar, tidak makan siang, dan hanya membersihkan kamar seadanya saja.


Karena aku tak henti berlatih itulah, aku bisa mengontrol kekuatanku.


Wuuuung...


Disaat aku bermeditasi, aku mengeluarkan aura hingga menyelimuti seluruh tubuhku.


Perlahan aku membuka mata dan menatap Yui dan Izumi yang ada di depanku.


"Bagaimana?" Tanyaku ceria


"Ya~ ya~ Ririn sudah bekerja keras~" Ucap Yui sambil bertepuk tangan


"Kalau begitu, coba keluarkan kekuatanmu tanpa bermeditasi" Lanjut Yui


Aku mengangkat tangan kananku kearah mereka berdua.


Blar!


Dan muncullah gumpalan api biru diatas tanganku.


"Buat jadi lebih besar" Ucap Izumi


Blarrr!


Api di tanganku menjadi lebih besar.


"Sepertinya itu sudah cukup" Ucap Izumi


Aku pun mengepalkan tanganku dan api itu menghilang.


"Bagus~ Yui sudah bisa menguasai dasar mengontrol kekuatan~"


"Tunggu! Jadi ini baru dasar mengontrol kekuatan?!" Tanyaku kaget


"Tentu saja. Sama seperti sekolah, kita memulai sesuatu dari dasar terlebih dulu, baru naik ke tingkat selanjutnya"


"Aku tidak percaya diri bisa melakukan sesuatu dalam waktu dekat" Gumamku pasrah


"Tapi jangan khawatir. Selama kau bisa mengendalikan kekuatanmu, kau sudah bisa mengeluarkan jurus sederhana. Setidaknya itu bisa untuk melawan roh tingkat bawah"


"Kalau begitu.... Sekarang aku sudah bisa melihat jenis kekuatanku?" Tanyaku


"Seharusnya begitu. Bagaimana kalau kita coba sekarang?" Ucap Izumi


*


Kami pun kembali memulai tes setelah terakhir kali 2 bulan yang lalu dengan hasil nol. Dan di tes kali ini, aku diawasi oleh Izumi dan Yui.


Tes pertama, menggunakan senjata.


Lagi-lagi, tanganku gemetar begitu memegang pistol itu.


"Em, sebaiknya tes menggunakan senjatanya lewati saja...." Gumam Izumi


"Apa? Tidak bisa! Bisa jadi jenis kekuatan Ririn itu tipe senjata sepertiku, kan?" Omel Yui


"Itu tidak mungkin. Lihat itu, tangannya gemetar hanya dengan memegang sebuah pistol" Gumam Izumi


"Tetap saja! Yang diuji itu kekuatannya, bukan penampilan luarnya! Aku saat pertama kali memegang pistol juga seperti itu!"


"Terserah kau"


*


Sama seperti sebelumnya, 10 meter didepanku terdapat sebuah lingkaran sihir. Dan tugasku sekarang menembak menggunakan pistol ini hingga setidaknya segel itu retak.


Aku mengangkat pistol itu dan mengarahkannya ke lingkaran segel di depanku.


"Bisa! Ayo bisa!" Pikirku semangat


Psyuu! Psyuu! Psyuu!


Aku menembakkan peluru itu tiga kali berturut-turut, dan sama seperti sebelumnya, pistol itu terangkat ketika aku menarik pelatuknya. Jadi ketiga peluru itu melaju dan memantul tanpa arah.


Dan tentu saja, Izumi sudah tahu akan terjadi hal ini. Dengan susah payah, Izumi menghindar lalu menangkap ketiga peluru itu.


"Sudah kubilang Yurin bukan jenis senjata, tapi kau tidak percaya. Dia sama sekali tidak bisa menggunakan senjata" Gumam Izumi


"Ririn, kau payah sekali..." Gumam Yui


"Kalian berdua!! Aku bisa dengar!!" Teriakku


*


Kami lanjut ke tes kedua.


Sekarang di tanganku ada secarik kertas segel berwarna kuning.


"Ayo, kali ini bisa!" Pikirku

__ADS_1


Aku menutup kedua mataku lalu mengalirkan kekuatanku ke tangan, dan...


Duarrr!!!


Kertas segel itu kembali meledak seperti sebelumnya. Namun kali ini ledakannya lebih besar karena aku memasukkan kekuatanku lebih banyak dibanding sebelumnya.


Dan Izumi-lah yang melindungi dirinya dan kami berdua dari ledakan itu.


Wuuuushh....


Asap dan debu pun mulai memudar dan aku bisa melihat ke sekitar meski sedikit buram.


Aku menatap kearah Izumi, wajahnya terlihat datar, lebih datar dari biasanya.


"Yurin, untuk kebaikan kita semua, aku ingin menyarankan satu hal...." Ucap Izumi


*


Tes ketiga pun dimulai.


Dan kali ini, aku ditinggal sendirian, sedangkan Izumi dan Yui berada jauh di belakangku hingga sosok mereka terlihat samar.


"Kalian berdua, bukankah kalian terlalu jauh dariku?" Tanyaku sambil teriak


"Berbahaya jika kami dekat denganmu. Jadi tidak ada cara lain selain kami berdua menjauh" Jawab Izumi


"Kau kan bisa memasang pelindung seperti tadi" Teriakku


"Tidak mau. Itu melelahkan. Tapi tenang saja, aku sudah memasang pelindung di tubuhmu jika misal terjadi ledakan lagi"


"Tidak apa, setelah ini tidak akan terjadi ledakan, kok!"


"Sudah cukup bicaranya, cepat mulailah!" Teriak Izumi


"Dasar! Dia segitunya takut pada ledakan itu?" Gumamku cemberut


Aku pun kembali mengalirkan kekuatanku ke kertas segel di genggamanku.


"Muncullah, sebuah pelindung! Tolong jangan terjadi ledakan juga" Pikirku


Wuuunggg....


Muncul cahaya didepan kertas segel itu dan membentuk sebuah lingkaran kecil seukuran mangkuk.


"Bisa!! Pelindungnya muncul!" Teriakku


Meski aku bilang begitu, mereka berdua diam saja dan saling bertukar tatapan.


"Izumi, apa kau melihat sesuatu?" Tanya Yui


"Hanya cahaya seukuran kepalan tangan" Jawab Izumi


"Sebelumnya juga dia bilang seperti itu setelah mengeluarkan setitik cahaya. Jadi kali ini juga tidak jauh berbeda, ya" Ucap Izumi


"Jadi cahaya itu pelindungnya? Memang apa yang bisa dia lindungi dengan pelindung seukuran itu?" Tanya Yui


"Tidak tahu. Untuk melindungi rombongan semut yang berjalan saja itu tidak bisa" Jawab Izumi.


Meski seharusnya aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka karena jarak yang jauh, tapi karena aku sudah bermeditasi, indra pendengarku menjadi lebih sensitif dan bisa mendengar pembicaraan mereka"


"Hei, kalian! Aku bisa mendengar pembicaraan kalian!!" Teriakku emosi


*


Kami lanjut ke tes keempat, yaitu meramu


Dan di tes keempat ini, semangatku mulai memudar.


Seperti di tes ketiga, mereka menjaga jarak dariku dan hanya memperhatikan dari kejauhan.


"Aku rasa akan terjadi ledakan, mengingat sebelumnya dia meledakkan tungkunya. Untuk jaga-jaga, aku akan memasang pelindung ganda agar ledakannya tidak menyebar" Ucap Izumi


"Aku juga berasa begitu. Mohon bantuannya, Izumi" Gumamku


Aku menatap lekat tungku yang ada di hadapanku lalu menutup mata.


"Kali ini!!! Kumohon berhasillah!!" Pikirku


Aku pun membuka mataku lalu mulai memasukkan bahannya dan memasaknya.


5 menit kemudian....


Duarr!!


Sesuai dugaan, ledakan pun terjadi.


Dan berkat pelindung milik Izumi, ledakannya tidak menyebar dan hanya berada di sekitarku saja. Dan tidak lupa, aku juga dipasang pelindung berlapis agar tidak terluka.


Setelah ledakannya usai, aku keluar dari gumpalan asap akibat ledakan itu.


"Izumi.... Yui...." Gumamku dengan mata berkaca-kaca


"Ririn, kenapa? Kau terluka?" Tanya Yui khawatir sambil berlari kearahku


"Izumi!! Kau bilang sudah memasang pelindung berlapis pada Ririn, tapi ini apa??! Memang benar seharusnya sejak awal aku tidak berharap banyak padamu!" Teriak Yui

__ADS_1


"Kenapa selalu aku yang kau salahkan setiap ada sesuatu pada Yurin?! Pelindung itu benar-benar sudah aku pasang, bahkan sejak beberapa bulan yang lalu dan pelindung itu masih tetap kokoh sampai sekarang!" Teriak Izumi


"Buktinya, aku tidak terluka sama sekali! Jika Yurin terkena ledakan, aku pasti akan terluka juga!" Lanjut Izumi sambil merentangkan tubuhnya.


"Sudahlah, aku sama sekali tidak terluka" Gumamku


"Jadi kau kenapa, Ririn?" Tanya Yui


"Sepertinya kita tidak perlu lanjut ke tes selanjutnya. Aku mau langsung latihan lagi saja. Kita tes lagi setelah aku benar-benar menguasai kekuatanku" Ucapku


"Tidak! Ayo lanjut ke tes terakhir!" Teriak Yui semangat


"Sudah pasti tidak akan muncul. Aku sama sekali tidak berharap banyak di tes terakhir ini" Ucapku


"Tes ini kita mulai dari yang kemampuannya paling mudah, lalu perlahan naik ke tingkatan yang lebih sulit, kan? Di tes ke satu sampai empat saja aku gagal, apalagi di tes ke lima"


"Itu sama saja seperti melawan boss padahal tidak bisa membunuh monster-monster kecil. Sama sekali tidak mungkin bisa!" Lanjutku


Izumi menatapku dengan tajam.


"Yurin, apa kau sudah menyerah?" Tanya Izumi


"Tidak, aku merasa takkan bisa melakukannya. Aku hanya sadar diri. Daripada aku menghabiskan kekuatanku dan waktu kalian dengan percuma, lebih baik aku gunakan untuk hal yang lain yang lebih bermanfa---"


"Itu sama saja dengan kau menyerah!" Bentak Izumi


Aku sedikit kaget karena Izumi tiba-tiba memotong ucapanku dengan menaikkan suaranya.


"Sudah kubilang aku tidak menyerah! Aku hanya mau menggunakan kekuatanku yang akan aku gunakan pada tes kelima itu untuk kugunakan pada latihan. Dengan begitu, kekuatanku tidak terbuang sia-sia"


"Toh, paling juga nanti yang keluar hanya ledakan, atau lingkaran segel seukuran kepalan tangan" Gumamku


"Kau ngambek karena kami meledekmu?" Tanya Izumi


"Tidak! Memang benar aku sama sekali tidak berharap untuk tes kelima ini. Aku mau langsung latihan saja"


"Memangnya kau mau latihan apa?" Tanya Izumi


Aku terdiam.


"Me... Meditasi..." Gumamku


"Kau sudah bisa mengontrol kekuatanmu, untuk apa melakukan itu lagi?"


"Perkembanganmu akan lambat kalau kau masih belum tahu jenis kekuatanmu. Jika sudah tahu jenis kekuatanmu, maka latihan yang sesungguhnya baru akan dimulai"


"Aku benci mengatakan ini, tapi untuk kali ini aku setuju dengan yang dikatakan Izumi. Kau tidak akan berkembang selama kau tidak tahu jenis kekuatanmu" Ucap Yui


"Ayo kita lihat tes kelima ini. Jika masih gagal, kita akan bermeditasi 1 hari full!" Ucap Yui semangat


"..."


Aku terdiam, tidak tahu harus apa.


"Jangan khawatir. Jika tes kelima adalah boss nya, bukankah memang lebih baik menyerang boss nya dibanding monster kecil?" Ucap Izumi


"Lagian, sebelumnya juga kau sudah pernah mengalahkan boss tanpa menyingkirkan bawahannya lebih dulu, kan?" Lanjut Izumi. Kali ini dia tidak menunjukkan wajah dinginnya, melainkan memasang senyuman hangat.


"Ah, maksudnya saat aku melawan preman di gang dekat rumah sakit itu?" Pikirku


Aku terdiam. Aku tidak ingin melakukan tes kelima, tapi entah bagaimana, hatiku jadi ingin melanjutkannya.


"....Baiklah...." Gumamku


Dengan terpaksa, aku mengikuti ucapan mereka karena mereka pasti tidak akan berhenti menyuruhku melanjutkan tes jika aku bersikeras tidak mau.


*


Di tes kelima ini, mereka tidak menjauh dariku seperti di tes sebelumnya.


Aku melirik ke arah Izumi dan Yui.


"Sudah pasti ini tidak akan berhasil. Jadi aku akan mengeluarkan kekuatanku seadanya saja agar kekuatanku tidak terkuras banyak" Pikirku


Aku mengulurkan kedua tanganku kedepan dengan terpaksa dan mengeluarkan kekuatanku.


Wuuuung....


Sekarang di depan telapak tanganku mulai muncul gumpalan cahaya.


Aku menghela nafas berat sambil menutup kedua mataku dengan pasrah.


"Jika terjadi ledakan, semoga ledakannya tidak besar" Pikirku


Sriiiiing....


"!!"


"Itu...."


Tiba-tiba muncul suara yang nyaring. Terdengar juga suara Izumi dan Yui yang kaget. Sontak aku langsung membuka kedua mataku.


"Ada apa?" Pikirku


"!!!"

__ADS_1


Dan aku terkejut.


Di depanku muncul tiga buah lingkaran sihir yang sangat besar.


__ADS_2