
"saat bersamamu, dia sering terlihat sangat mudah kesal, bukan? selain karena efek dari kehidupannya dulu, itu juga pengaruh dari roh jahatnya. jadi untuk kedepannya, mohon maklumi perilaku Izumi itu" ucap Kagusa
"jadi begitu, ya" ucapku
"lalu, aku ingin sedikit bercerita soal Izumi yang campuran roh baik dan roh jahat itu. ini tidak ada hubungannya dengan apa yang aku katakan tadi, sih" ucap Kagusa
"sebenarnya banyak roh jahat yang tidak setuju dengan Izumi sebagai pemimpin mereka. alasannya adalah karena Izumi termasuk roh baik. kebanyakan para roh jahat berpikir kalau roh baik itu seperti hama bagi mereka. hanya bisa mengganggu dan membuat masalah saja. karena itu mereka membenci Izumi dan tidak menganggap Izumi sebagai atasan mereka" ucap Kagusa
"mereka sering menyebut Izumi sebagai 'makhluk cacat' karena jika dilihat-lihat, Izumi sebenarnya memang tidak bisa masuk ke golongan roh jahat ataupun roh baik dengan sepenuhnya. kondisi roh seperti Izumi ini juga baru pertama kali aku melihatnya. para roh lain yang pernah melihat Izumi pun pasti berpikir demikian" ucap Kagusa
"selama ini, apa Izumi bermusuhan dengan para roh jahat? beberapa waktu lalu saat aku diculik roh jahat juga, Izumi bilang itu karena roh jahat memiliki dendam pada Izumi" ucapku
"jika dibilang bermusuhan, itu memang benar. karena sangat banyak roh jahat yang menentang Izumi. beberapa dari mereka juga ada yang membuat kelompok dan berencana menghabisi Izumi agar ia tak menjadi pemimpin mereka" ucap Kagusa
"dilihat sekilas saja sudah jelas mereka iri pada Izumi! mereka yang lebih lemah dari Izumi iri karena Izumi yang termasuk roh baik, roh yang mereka anggap seperti hama itu ternyata lebih kuat dari mereka!" ucapku kesal
"yah, itu memang ciri khas mereka. namanya juga roh jahat" ucap Kagusa
"omong-omong, roh jahat kan menganggap para roh baik itu seperti hama, tapi selama beberapa bulan aku terikat dengan Izumi dan dapat melihat kalian, aku tidak pernah melihat pertikaian antara roh baik dan roh jahat" ucapku
"sebenarnya tidak hanya mereka, tapi kami sendiri juga menganggap mereka seperti hama. lalu, meski mereka menganggap kami seperti hama, tapi mereka juga menganggap kami sebagai obat mujarab. anggap saja kami saling menganggap satu sama lain sebagai musuh dan teman dalam waktu yang sama. kami memiliki kepribadian yang sangat jauh berbeda, namun kami saling memerlukan satu sama lain" ucap Kagusa
"saat sedang ada perang wilayah, kami harus melawan roh baik dan roh jahat di wilayah itu. karena itu mereka memerlukan kami untuk melawan roh baik dari musuh. karena jika roh jahat terkena serangan roh baik, efeknya jauh lebih parah dibanding terkena serangan roh jahat, begitupun sebaliknya" lanjut Kagusa
__ADS_1
aku mengangguk mengerti yang diucapkan Kagusa.
"sebelumnya aku berusaha untuk melupakan dan tidak memikirkan soal kehidupan Izumi, tapi setelah bicara seperti ini, rasa penasaranku kembali bangkit" pikirku
"Kagusa, ini semua salahmu" pikirku
aku berusaha menahan diri untuk tidak bertanya lebih banyak lagi dan mengalihkan pikiran ke hal lain. lalu aku teringat kalau aku sudah bicara dengan Kagusa terlalu lama dan membuat Yui menunggu.
"ah, sekarang aku sudah harus kembali. Yui sudah menungguku di depan. sampai jumpa lagi" ucapku lalu berlari kecil ke gerbang sekolah.
dan benar saja, setelah aku menemui Yui di dekat pagar, dia mengomel padaku karena aku muncul terlalu lama.
"Ririn, kau dari mana saja? kau tahu tidak aku menunggu berapa lama?!" gerutu Yui
"maaf, maaf... tadi aku membicarakan sesuatu dengan temanku" ucapku dengan wajah bersalah.
aku mengangguk dan kami berjalan pulang.
begitu tiba di rumah aku beristirahat sebentar dan melakukan hal-hal lain, lalu kembali belajar untuk ulangan besok. dan seperti di hari-hari sebelumnya, Izumi datang membantuku belajar. namun karena Yui ada di dekatku saat ini, aku sedikit kesulitan dalam berkomunikasi dengan Izumi.
dan begitulah, 2 hari berlalu begitu saja seperti hari-hari biasa. hari ini kami sudah menyelesaikan ulangan hari terakhir kami.
"bagaimana, ya... apa nilaiku bagus? jangan-jangan ada nilaiku yang buruk?" gumamku gelisah
__ADS_1
Mesha yang mendengar gumamanku dan melihatku gelisah pun mencoba menenangkanku.
"tidak usah begitu khawatir. aku yakin kau sudah berusaha belajar, jadi nilaimu pasti akan baik" ucap Mesha dan menepuk-nepuk punggungku.
mendengar itu, kegelisahan di hatiku sedikit tenang. aku selalu merasa berterima kasih memiliki teman seperti Mesha, Yui dan Izumi. karena mereka terus membantuku disaat aku kesulitan.
lalu setelah pulang sekolah, aku membahas soal kamar yang satu lagi di rumah tempat kami tinggali itu.
"Yui, bagaimana kalau kamar yang satunya juga digunakan? kan sayang jika tidak digunakan sama sekali" ucapku
"benar juga. karena di kamar ini kita menggunakannya berdua, jadi terasa sempit" ucap Yui yang sedang berpikir.
"yang pertama, kita bilang dulu untuk membuang barang di kamar itu ke nenek pemilik tempat ini" ucapku
*
tempat yang kami tinggali ini adalah milik seorang nenek. rumah ini memiliki 2 kamar, dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. rumah yang cukup besar untuk ditinggali kami berdua yang seorang siswi SMA. alasan kami memilih menyewa tempat ini karena inilah satu-satunya tempat yang paling dekat untuk menuju sekolah. harga sewanya juga tak terlalu besar. lalu, begitu nenek itu tahu kami siswi baru di SMA dekat sini, nenek itu menurunkan lagi harganya. ia bilang cucunya juga siswi baru disana.
lalu, saat kami memeriksa tempat ini, kami melihat masih ada beberapa barang yang ditinggalkan oleh orang yang menempati tempat ini sebelumnya. sejak awal aku dan Yui berniat untuk membuangnya. tapi sebelum kami mengatakan itu pada nenek, nenek itu bilang pada kami untuk menyimpan saja barang itu. ia bilang mungkin saja ada yang berguna untuk kami. namun diantara barang-barang itu tak ada yang kami gunakan hingga saat ini.
*
setelah berdiskusi dengan Yui beberapa menit, akhirnya kami memutuskan untuk meminta ijin ke nenek itu untuk membuang barang-barang di kamar itu. meski kami bisa saja tidak mengatakannya, tapi sepertinya agak kurang sopan jika kami tak mengatakan apapun pada nenek yang sudah baik pada kami itu.
__ADS_1
"ayo kita pergi, Ririn" ajak Yui
"ya, ayo" ucapku sambil berlari kecil menghampiri Yui