
*
Setelah Izumi, Kagusa, dan Kei berpesta memakan raja monster, mereka lanjut diskusi untuk kebangkitan wilayah sekolah.
"Wilayah mana lagi yang akan kau pimpin untuk penaklukan?" Tanya Kagusa
"Wilayah itu tidak bersebelahan dengan wilayah kita. Wilayah itu disebut wilayah kompleks G" Jawabku
"Bukannya lebih baik kita menaklukkan wilayah disekitar kita hingga wilayah kita jadi wilayah besar dan kuat?" Tanya Kei
"Itu benar. Tapi, wilayah di sekitar kita sangat kokoh. Akan sulit untuk kita yang sekarang untuk melawannya. Jadi kita akan melompat melewati salah satu wilayah dan datang ke wilayah itu"
"Itu beresiko! Bagaimana kita bisa meninggalkan wilayah kita kosong dan pergi berperang ke tempat yang jauh? Wilayah sekitar kita bisa mengambil kesempatan mengacak-acak wilayah kita selama itu"
"Lebih parahnya lagi, bisa saja tetangga ikut campur dalam perang itu. Misalkan kita benar-benar berhasil menaklukkan wilayah itu, tetangga bisa saja langsung menyerang kita yang masih kelelahan seusai perang" Lanjut Kagusa
"Karena itu, jika sebelumnya kita menghabisi semua mata-mata, sekarang kita akan memanfaatkan para mata-mata itu"
Wajah Kagusa dan Kei langsung berbinar penasaran, ingin mendengar penjelasanku.
"Akan aku jelaskan rencananya, dan kenapa aku memilih wilayah yang jauh itu"
*
**
2 hari kemudian...
Di alun-alun, tempat dimana roh berperang sebelumnya...
"Eh, kau dengar? Katanya pemimpin kita memutuskan istirahat dahulu selama beberapa bulan untuk memulihkan kondisi wilayah"
"Iya! Aku juga dengar seperti itu. Itu pilihan bijak! Tidak terburu-buru dan membuat para roh percaya dahulu padanya"
15 menit kemudian, di tempat yang sama...
"Aku melihat gerakan mencurigakan dari wilayah perumahan. Sepertinya mereka akan melakukan penyerangan di wilayah apartemen? Kedua wilayah itu juga lumayan dekat, bisa jadi mereka mempersiapkan perang, kan?"
"Entahlah, aku tidak terlalu memperhatikannya. Tapi aku juga merasakan hal sama pada wilayah gang. Wilayah gang seperti akan memulai perang dengan wilayah tepi sungai"
5 menit kemudian...
"Barusan aku dengar pemimpin diskusi dengan tangan kirinya, katanya kita akan berperang dengan wilayah tetangga. Kau tahu? Wilayah taman itu"
"Apa? Perang lagi? Baru juga selesai perang mau perang lagi..."
"Yah, mau gimana lagi? Kita kan cuma mengikuti perintah saja"
10 menit kemudian, lagi-lagi di tempat yang sama, lewat sepasang roh jahat yang berjalan berdua.
"Kita akan kembali berperang, lho! Dan kali ini lawannya adalah dari wilayah Barat Daya. Itu, wilayah rumah sakit"
"Aku tidak sabar untuk berperang! Tapi aku takut kau lenyap di perang itu"
"Astaga, aku juga menantikannya. Apa aku terlihat selemah itu hanya karena aku perempuan?"
20 menit kemudian...
"Kita akan istirahat dulu dari perang. Pemimpin juga masih belum terbiasa jadi pemimpin, jadi masih perlu belajar"
5 menit kemudian...
"Katanya kita tidak akan berperang dalam waktu dekat, dan pemimpin akan memilah roh yang menurut dengannya dan yang membangkang"
10 menit kemudian...
"Target selanjutnya adalah roh di jembatan besar itu"
hal itu terus, terus menerus terjadi. Para roh berbicara tentang masa depan wilayah, namun dengan informasi yang berbeda-beda antara satu roh dengan roh lainnya.
*
Di sebuah tempat tersembunyi, berkumpul para mata-mata yang sama-sama dari wilayah tetangga.
"Jadi mana yang benar antara semua yang mereka katakan?"
"Entah. Aku juga tidak tahu. Aku mendengar mereka mengatakan hal yang berbeda-beda tiap roh yang mengatakannya. Tapi kebanyakan roh sana bilang wilayah sekolah tidak akan melakukan penyerangan"
"Omong-omong, aku dapat info dari tempat lain, katanya wilayah taman juga akan melakukan perang dengan wilayah perumahan"
"Bener juga!! Tadi juga aku mendengar kabar katanya wilayah kita akan diserang wilayah dari daerah perumahan. Mereka diam-diam sedang membuat rencana menyerang kita!!"
"Astaga! Aku juga baru saja dapat kabar wilayah kita akan diserang oleh wilayah gang!!"
"Tapi yang aku dengar, wilayah gang akan menyerang wilayah tepi sungai"
"Tidak peduli yang manapun, wilayah kita terancam karena setidaknya 2 wilayah berencana menyerang kita dalam waktu dekat. Ini tidak bisa dibiarkan!!"
"Ini bahaya! Kita harus segera kembali ke wilayah kita dan memberitahukannya pada pemimpin!"
"Ayo!!"
Mereka semua pun teleportasi kembali ke wilayah mereka. Dan tanpa mereka sadari, Kei terus menguping pembicaraan mereka dari awal hingga akhir dari luar ruangan itu.
"..."
Kei mengingat kembali ucapan Izumi untuk permulaan rencana penaklukan sebelumnya dengan mulutnya tersenyum tipis.
*
"Akan aku jelaskan rencananya, dan kenapa aku memilih wilayah yang jauh itu"
__ADS_1
"Rencana pertama adalah, menyebarkan rumor melalui para mata-mata"
"Rumor?" Tanya Kagusa
"Ya. Kita buat para tetangga kita waspada dan saling mencurigai satu sama lain. Caranya yaitu dengan membuat rumor. Rumor soal wilayah mereka yang akan diserang wilayah lain hingga mereka tidak bisa meninggalkan wilayah mereka untuk berjaga-jaga"
"Selain hal itu, kita harus buat mereka bingung soal wilayah kita. Sebisa mungkin buat mereka tidak mencurigai wilayah sekolah"
"Sebarkan berbagai rumor mulai dari wilayah kita sendiri, hingga masuk ke wilayah-wilayah lainnya. Lalu kita berusaha jangan sampai rumor-rumor itu masuk ke wilayah kompleks G yang jadi target kita"
"Kalau kalian bertemu mata-mata wilayah kompleks G sedang mencari informasi, langsung lenyapkan saja"
"Besok pagi, kumpulkan perwakilan roh untuk menyampaikan rencana kita. Dan kita akan memulai rencananya dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 7 hari setelah rencananya dilaksanakan"
"Kalian mengerti?" Tanya Izumi
"Ya!" Jawab Kei dan Kagusa serempak
"Selama 5 sampai 7 hari itu, kita akan menunggu dan melihat situasi. Jika para tetangga mulai waspada dan memperketat penjagaannya, kita langsung mulai perang"
"Lalu langkah kedua yaitu..."
*
Drap... Drap... Drap...
Izumi dan seluruh pasukannya masuk ke wilayah kompleks G dengan percaya diri.
"Tuan pemimpin!! Wilayah kita.... Wilayah kita diserang oleh wilayah sekolah!!!"
"Cepat siapkan pasukan segera!! Panggil semua roh untuk berperang!!"
Kedua pemimpin roh dari kompleks G datang dan berhadapan dengan Izumi dan seluruh pasukannya.
"Kami tidak bisa mentolerir tindakan kalian. Kami akan berperang dengan sungguh-sungguh"
"Aku juga berharap seperti itu" Jawabku
Para roh dari wilayah kompleks G itu mulai bermunculan.
Pemimpin roh kompleks G dan kami pun mulai peperangan yang sengit.
Namun, hanya dengan 1 jam perang, wilayah sekolah mendominasi peperangan itu.
Kedua pemimpin roh yang menyadari wilayah mereka tidak akan menang, memilih untuk menyerah daripada kalah.
Kedua pemimpin itu langsung berlutut dihadapanku memohon pertolongan.
"Pemimpin wilayah sekolah. Kami mengakui kekalahan wilayah kami. Tolong jangan lenyapkan kami"
Dari depan dada mereka berdua, muncul kristal merah dan biru, lalu mereka berikan padaku.
"Kami akan berikan kristal hati kami. Jadi, tolong jangan lenyapkan kami"
"Kalian lebih pintar dari yang kuduga"
Aku mengambil kedua kristal itu dan memasukkannya ke dalam tubuhku.
*
"Lalu, langkah kedua yaitu..."
"Seperti biasa, kita akan menyerang wilayah itu dengan sungguh-sungguh"
"Pastikan kalian tidak meremehkan roh wilayah sana, karena mereka juga kuat-kuat"
"Kalau mereka kuat, kenapa anda memilih untuk melenyapkan wilayah itu?" Tanya Kei
"Mereka ada kelemahan...."
"Roh baik di wilayah itu sedikit, hampir 70% roh disana adalah roh jahat"
"Jika perang, kekuatan kedua roh harus seimbang. Jika ada yang kuat dan ada yang lemah, maka kekuatan itu akan jadi lemah"
"Andaikan banyak roh baiknya adalah 35%, maka roh jahat yang diperlukan hanya 35% juga. Jadi jumlah total kekuatan wilayah itu maksimal 70%"
"Saya tidak terlalu memperhatikan wilayah itu. Memangnya kenapa lebih banyak roh jahat disana?" Tanya Kei
"Kei, kau pergi kemana saja selama ini sampai tidak tahu?" Sindir Kagusa
Kei langsung menatap tajam Kagusa seakan bisa menusuk Kagusa dengan tatapannya yang mematikan.
"Kompleks G adalah tempat dimana banyak kriminal beraksi. Sering terjadi pembunuhan dan kejahatan lainnya disana, karena itu banyak roh jahat ketimbang roh baik disana"
"Meski begitu, wilayah itu termasuk kuat karena bisa bertahan cukup lama dengan roh baik yang lebih sedikit dari roh jahat. Jadi jangan lengah saat perang nanti"
Kagusa dan Kei mengangguk mengerti dengan wajah serius.
"Seperti yang kukatakan tadi, roh baik disana lebih sedikit dari roh jahat. Jadi, Kagusa akan ikut denganku melakukan penyerangan di baris depan perang" Lanjutku
Kagusa dan Kei bingung dan saling melempar tatapan satu sama lain.
"Bagaimana dengan Kei?" Tanya Kagusa
"Kei akan memimpin roh untuk menjaga wilayah kita"
"Begitu. Jadi Kei menjaga sekolah untuk jaga-jaga misal roh di wilayah lain menyerang, ya" Gumam Kagusa
"Bukan" Ucapku cepat
"Alasannya tidak sesederhana itu"
__ADS_1
"Karena rencanaku memasang 1 perangkap dan mendapat 2 burung"
*
**
5 jam kemudian setelah penaklukan berhasil.
Zuuung....
Kekuatanku yang berbentuk kristal menyebar masuk ke tiap roh.
"Aku telah memberi kekuatanku pada kalian untuk menambah energi kalian. Tengah malam nanti kita akan memulai perang berikutnya"
Keadaan langsung jadi kasak-kusuk. Secara, perang baru saja selesai namun sudah akan melakukan perang lagi. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
Aku langsung pergi setelah mengatakan itu dan menemui Kagusa.
Begitu aku sudah jauh dari mereka, aku langsung ambruk karena kekuatanku habis terkuras karena perang dan juga membagikannya ke para bawahan.
Disaat aku sedang terengah-engah kelelahan, Kagusa datang mendekatiku.
Kagusa duduk di sampingku dan membagi kekuatannya padaku.
"Bodoh. Sudah tau mau perang lagi, tapi kau malah menguras habis kekuatan roh baik dan jahatmu" Ucap Kagusa datar
Aku hanya melirik sekilas Kagusa dan kembali menatap ke depan.
"Itu caraku agar mereka percaya padaku" Jawabku sambil mengusap keringat yang mengalir turun di daguku.
Kagusa hanya tersenyum tipis mendengar jawabanku.
"Jangan sampai kau lenyap karena caramu itu"
"Nanti malam kekuatanku sudah penuh. Tidak perlu khawatir"
"Kau ini memang terlalu baik. Tapi bisa-bisanya sebelumnya kau jadi roh jahat"
"Jangan ingatkan aku dengan hal itu"
Seketika keadaan menjadi hening.
"Baiklah. Aku akan pergi untuk mengecek wilayah ini. Kau istirahatlah dulu, Izumi. Nanti aku akan mengatur para roh juga, jadi kau tak perlu melakukan apapun hingga waktunya perang"
"Terima kasih"
Kagusa tersenyum tipis, lalu berjalan pergi.
*
Tengah malam, di wilayah taman...
"Pemimpin! Wilayah sekolah menyerang dari gerbang utara!"
"Apa?! Cepat siapkan pasukan, serang balik!!"
30 menit kemudian...
"Pasukan dari wilayah sekolah tidak terlalu banyak, tuan pemimpin "
"Bagus. Serang balik hingga mereka musnah semua"
Namun, baru saja si pemimpin bilang seperti itu, datang roh lain melapor.
"Tuan pemimpin!! wilayah sekolah!! Wilayah sekolah menyerang dari gerbang barat daya!"
"Apa?! Bukannya tadi di utara?!"
"Mereka... Mereka mengepung kita, tuan pemimpin! Pasukan utama sudah kita kerahkan semua untuk pertarungan di gerbang utara. Tapi mereka sekarang menyerang kita di barat daya dengan jumlah tidak main-main!!"
"Kerahkan sisa pasukan ke barat daya!!"
Terjadilah perang sengit di wilayah itu.
Dan, di malam berikutnya...
Keadaan wilayah itu sangat parah karena pertarungan. Dan tentunya, wilayah sekolah berhasil menaklukkan wilayah taman.
*
**
"Karena rencanaku memasang 1 perangkap dan mendapat 2 burung"
"Jadi... Maksudnya kita akan menaklukkan 2 wilayah sekaligus?" Tanya Kagusa
"Tidak sekaligus, tapi benar akan menaklukkan 2 wilayah"
"Setelah wilayah kompleks G, selanjutnya kita akan menyerang wilayah taman"
Kagusa dan Kei langsung bisa mengerti kelanjutannya.
"Saya mengerti. Karena wilayah taman diapit oleh wilayah sekolah dan wilayah kompleks G, jadi kalau wilayah kompleks G berhasil ditaklukkan, wilayah taman terkepung"
"Benar"
"Setelah kami berhasil menaklukkan kompleks G, kami akan menghubungimu. Malam harinya kau langsung serang wilayah taman, Kei"
"Karena pastinya kami masih lelah karena baru selesai perang, jadi penyerangan utama kami serahkan padamu"
"Serahkan padaku, Tuan!"
__ADS_1
"Penyerangan akan segera kita lakukan. Semuanya bersiap untuk penaklukan!!"
"Baik!!"