
deg... deg...
"uhuk!"
dadaku terasa sangat sakit, tubuhku juga gemetar. dan akhirnya aku langsung memuntahkan darah.
"hahahahaha!!" Maeru tertawa terbahak-bahak
"kena! dia kena!! Izumi, kau membunuhnya!!" teriak Maeru.
Maeru langsung melemparku ke tanah.
"manusia!!" teriak Izumi dan mendekatiku
"uhuk!! uhuk!!" aku terus memuntahkan darah
"sial! asap itu telah menyebar ke seluruh tubuhnya..." gumam Izumi
Izumi memegang kepalaku. lalu, aku merasa aku punya tenaga kembali. aku bisa menggerakkan tubuhku
"bertahanlah! aku akan menyembuhkanmu!" ucap Izumi dan memegang luka di lenganku.
"kau lengah" ucap Maeru
Maeru menusuk dada Izumi dari belakang saat Izumi sedang mengobatiku.
"ughh..."
darah Izumi menetes mengenai pipiku.
aku merasa dadaku terasa sangat perih. namun, jika melihat kondisi Izumi, sakit yang aku rasakan tak seberapa dengan yang dia terima.
meski dia terluka seperti itu, Izumi masih tetap mengobatiku tanpa memperdulikan lukanya sendiri
"kenapa... dia seperti ini? bukankah dia adalah pembohong?" pikirku
"padahal dengan kecepatannya itu, dia bisa menghindari serangan Maeru dengan sangat mudah. tapi kenapa dia tidak menghindar?" pikirku
"ah... apa karena dia mau melindungiku, makanya dia tak menghindar?" pikirku
"ternyata begitu..." pikirku
"kalau dipikir lagi, dia juga terus melindungiku. sebelumnya juga seperti ini. saat aku hampir dibunuh roh jahat, dia melindungiku. saat aku hampir terjatuh ke sungai, dia menangkapku agar tak jatuh ke air..." pikirku
"padahal dia sudah tahu kalau aku terluka, dia tak merasakan apapun. tapi dia masih menolongku..." pikirku
"terserah... walau Izumi penipu sekalipun juga tak masalah. setidaknya Izumi lebih baik dibanding Maeru yang mengorbankan diriku untuk melindungi dirinya sendiri..." pikirku
kepercayaanku pada Izumi kembali, kesadaranku juga ikut kembali, dan tatapan mataku kembali menjadi normal. lalu saat itu aku baru sadar, kalau Maeru sengaja menyerang titik lemahku. dia sengaja membuatku meragukan Izumi dan membuatku berpihak padanya.
"dasar Izumi... seandainya kau tak melakukan ini, aku pasti akan terus mencurigaimu" pikirku
__ADS_1
aku menjulurkan tanganku dan memegang pipi Izumi
"Izumi... aku sudah tidak apa-apa" ucap ku lemah
"...." Izumi hanya diam
entah aku salah lihat atau apa. tapi wajah Izumi terlihat memerah.
setelah itu, Maeru mencabut kukunya yang menembus di punggung Izumi dan kembali menyerang Izumi. namun Izumi lebih cepat darinya. Izumi langsung menendang Maeru dengan posisi masih duduk dan membelakangi Maeru.
karena terlalu banyak luka di tubuh maeru, dia langsung tersungkur begitu ditendang Izumi.
"hah? ternyata manusia itu belum mati?" tanya Maeru sambil melihatku
"yah, tak masalah. aku masih bisa menggunakannya" gumam Maeru
"hey~ ayo kemari. ayo ikut bersamaku~ Izumi itu pembohong. dia sengaja seperti itu untuk membuatmu percaya padanya. ikutlah denganku. dengan begitu, kau akan merasa lebih bahagia" ucap Maeru
aku terdiam sejenak, lalu berdiri dan mendekati Maeru
"apa yang kau lakukan??! hey, manusia! cepat kemari!" teriak Izumi
aku tak menghiraukan ucapan Izumi dan terus maju mendekat ke Maeru
"benar sekali~ pilihan yang tepat~ aku pasti akan membuatmu merasakan apa itu kebahagiaan yag sesungguhnya~ nah, ayo kemari~" ucap Maeru dan mengulurkan tangannya padaku
"manusia! cepat kemari!!" teriak Izumi dan berlari mendekatiku
Maeru kemudian memasang penghalang. hanya ada aku dan Maeru didalamnya
"sial!! karena mengobati gadis itu dan luka di dadaku, aku jadi tak bisa menghancurkan penghalang ini!" gumam Izumi
"nah, kemarilah~" ucap Maeru
aku mengulurkan tanganku padanya, kemudian...
"Buk!"
aku menendang ************ Maeru dengan sangat keras
"AAAAAAA" teriak Maeru
"...." Izumi terdiam melihatnya dengan ekspresi tak percaya
penghalang yg dibuat Maeru pun hilang. Izumi berjalan mendekati kami
"AAAAA! Dasar manusia!! berani-beraninya kau!!" teriak Maeru dan ambruk
Izumi melihat Maeru dengan ekspresi jijik bercampur kasihan
"itu... ini..." ucap Izumi ragu sambil melirikku
__ADS_1
"dia sudah memanfaatkanku! tentu saja aku harus membalas perbuatannya!!" ucap ku sambil melipat tangan didepan dada
"tapi aku tidak tahu harus memukulnya di bagian mana. lalu aku teringat kalau laki-laki punya titik lemah. karena dia berbentuk manusia, jadi kupikir hasilnya akan sama saja seperti manusia umumnya. dan ternyata perkiraanku benar" jelas ku
"um... kau takkan melakukannya padaku, kan?" tanya Izumi khawatir
"entahlah..." jawabku
"baiklah, baiklah!! aku akan terus bersikap baik padamu!!" ucap Izumi cepat
"sial! manusia sialan!! aku akan membunuhmu!!" teriak Maeru
"Buk!"
Izumi meninju tanah dan hampir mengenai wajah Maeru
"heh! sekarang kau mau lari kemana lagi??!" tanya Izumi
"huh... untungnya aku telah melakukan persiapan" ucap Maeru.
"ctak..."
Maeru menjentikkan jarinya. seketika tubuhku langsung gemetar dan ambruk
"manusia, kau kenapa??!" tanya Izumi lalu mendekatiku
"entah... tubuhku tiba-tiba gemetar dan terasa tidak nyaman" ucap ku
saat Izumi sedang mendekatiku, ternyata Maeru diam-diam lari
saat tahu Maeru ingin melarikan diri, Izumi langsung mengejarnya.
"manusia! Izumi! kalian lihat saja! aku akan membalas perbuatan kalian!!" teriak Maeru dan masuk ke pusaran dimensi.
"aku bisa saja mengejarnya sekarang. tapi jika aku mengejarnya, gadis ini hanya sendirian disini dengan tubuh gemetar..." pikir Izumi sambil melirikku
Izumi kembali mendekatiku dan mengobatiku. saat aku sudah merasa baikan, aku dan Izumi duduk dibawah pohon aneh tempat aku duduk sebelumnya
"sepertinya sekarang kau sudah harus kembali ke tubuhmu" ucap Izumi
"kembali ke tubuhku? apa maksudmu?" tanyaku
"apa kau belum sadar sampai sekarang? kau tak bernafas lhoo" ucap Izumi
aku kaget dan baru menyadari kalau aku sungguh tak bernafas
"apaaa??! apakah aku mati??!" tanyaku terkejut
"tidak. kau tidak mati. kalau di bumi, kau seperti sedang tertidur seperti biasa." ucap Izumi
"tapi, kau tadi hampir mati sungguhan" lanjut Izumi
__ADS_1
aku bingung dengan apa yang dikatakan Izumi