Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Buku Aneh


__ADS_3

kelas pun akhirnya dimulai. walau ada beberapa murid yang masih ketakutan karena kejadian tadi, tapi setelah itu, tidak ada kejadian yang menjanggal lainnya. aku bisa fokus saat belajar, tetapi Mesha tidak. ia terlihat tegang dan selalu menoleh ke kanan kiri ataupun ke belakang. karena tingkahnya yang seperti itu, aku jadi tidak tenang belajar.


"Mesha, ada apa?" tanya ku


"a... aku takut hantu itu tiba-tiba muncul..." ucap Mesha


"tidak akan. jika dia muncul, aku akan memukulnya" ucap ku yakin


setelah itu, Mesha tidak terlihat setegang tadi. ia sepertinya berusaha untuk fokus ke belajar lagi.


*


akhirnya, jam istirahat pun berbunyi. aku pun menyimpan buku ku ke tas, dan menaruh buku pelajaran selanjutnya di kolong meja ku. saat aku memasukkan tangan ku ke kolong meja, ternyata masih kotor. aku lupa membersihkannya tadi. jadi, aku membersihkannya terlebih dahulu sebelum memasukkan buku ku ke kolong meja agar tidak ikut kotor.


saat membersihkannya, aku menemukan sebuah buku usang di kolong mejaku. sepertinya buku itu adalah milik kakak kelas. aku pun membersihkan buku itu dan menyimpannya di dalam tas. setelah itu, aku kembali membersihkan kolong meja ku, memasukkan buku ke situ, dan pergi ke kantin bersama Yui untuk makan. di kantin, aku kembali teringat soal buku itu


"eh, Yui... ngomong-ngomong... kelas yang di pakai 'si hantu' itu di mana sih?" tanya ku


"entah... tapi sepertinya di ujung gedung sekolah" ucap Yui


"kelas ku berada di di tengah-tengah kelas lainnya. tidak mungkin kelas ku itu kelas yang dipakai 'si hantu' itu" pikir ku


"benar juga. jika kelas itu tidak di pakai selama 5 tahun, kelas itu pasti akan lebih kotor daripada kelas kami. listrik juga pasti akan terputus karena terlalu lama tak terpakai" pikir ku


"ok" ucap ku


"kenapa kau bertanya soal itu, Ririn? biasanya kau tidak suka membicarakan soal ini" tanya Yui

__ADS_1


"tidak ada apa-apa kok" ucap ku


"aku hanya menemukan buku. sepertinya punya kakak kelas. aku mau mengembalikannya padanya" ucap ku


"oh, begitu" ucap Yui singkat


kami pun mengombrol soal banyak hal seperti biasa. dan tidak terasa jam istirahat pun berakhir


"teng... teng... teng" bunyi bel sekolah


"ah, jam istirahat usai..." ucap Yui


"kalau begitu, sampai jumpa saat pulang nanti" ucap ku dan berdiri dari meja kantin, lalu pergi ke kelas.


aku pun duduk di kursi ku, lalu mengambil buku yang aku temukan tadi. aku membuka buku itu


aku pun terus membalik halaman buku itu. namun, gambaran di buku itu semakin ke belakang, semakin aneh. seperti ada kesan menyeramkan di gambarannya


"ini seperti anak yang di bully temannya... gambar yang ini, dia membersihkan kelas sendirian, dan temannya yang lain tidak membantu..." ucap ku mengartikan setiap gambar yang ada di buku itu


"ini... anak ini dibunuh sekelompok orang..." saat aku melihat gambaran yang ada di halaman terakhir buku itu, aku merasa seperti aku adalah anak yang di bunuh itu. rasa seperti tertekan, ketakutan dan kesakitan itu dapat aku rasakan. gambaran anak itu terbunuh juga tiba-tiba terlintas di pikiranku, seperti aku melihat sendiri kejadiannya. kemudian aku refleks melempar buku itu ke atas meja. tubuhku merinding saat melihat isi buku itu


"aku akui gambarannya sangat bagus. tapi... kenapa isinya seperti itu?" tanya ku


kemudian, aku mengambil kembali buku itu dan melihat nama yang ada di buku itu. buku ini milik seseorang yang bernama "Arato Izumi" dari kelas 10-1.


"ternyata kelas ini dulu adalah kelas 10-1" pikir ku

__ADS_1


"senior Arato Izumi, ya... aku akan mengembalikan buku ini padamu" ucap ku


walau aku bicara seperti itu, tapi aku terus terlupa untuk mencari senior Izumi dan mengembalikan buku itu padanya. setelah 1 minggu setelah aku menemukan buku itu, aku teringat tentang senior Izumi saat di kamar bersama Yui


"eh, Yui... kau tau nggak sama senior Izumi?" tanyaku


"senior Izumi?" tanya Yui balik


"iya, senior Izumi. aku ada perlu dengannya" ucap ku


"hoho~ apakah ia adalah target mu??" ucap Yui menggoda ku


"bukan!! aku saja tidak tahu sama senior itu!" ucap ku menjawab kesalahpahaman Yui


"lalu, ada apa kau mencarinya?" tanya Yui


"ada barangnya yang tertinggal di kelas ku. aku ingin mengembalikannya" ucap ku


"oh... aku tidak tahu sama senior Izumi" ucap Yui


"aku bahkan baru pertama kali mendengar namanya. apakah kau yakin itu namanya?" tanya Yui


"iya, aku yakin! aku sangat yakin kalau itu namanya" ucap ku


"kalau begitu, aku tidak tahu. nanti besok saat di sekolah kau tanyakan saja pada senior lain. aku yakin pasti ada yang tahu sama senior Izumi" ucap Yui


"iya. besok aku akan cari senior itu" ucap ku

__ADS_1


__ADS_2