Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Kekuatan yang Bangkit


__ADS_3

Hari pun sudah menjadi sore. Langit menjadi berwarna oranye dan matahari sudah mau tenggelam.


Sekarang aku sedang berjalan kembali kerumah sehabis pergi ke supermarket. Selama di perjalanan itu, aku teringat ucapan Maeru tadi siang.


"Foto keluarga? Jadi maksudnya Izumi dan Maeru itu keluarga?" Pikirku


Aku pun langsung menggeleng-gelengkan kepalaku, menyingkirkan pikiran yang tak perlu.


"Aah, tidak, tidak, tidak!! Aku tidak boleh mempercayai perkataannya!!" Pikirku teriak


"Aku tidak boleh mengambil kesimpulan sembarangan. Dan aku juga tidak boleh menanyakannya sekarang pada Izumi"


"Jadi aku hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk bertanya padanya. Jika memang waktunya, Izumi juga pasti akan mengatakannya sendiri padaku"


"Tapi sebelum itu, aku harus berusaha agar kejadian tadi siang tidak terulang lagi" Pikirku


*


Keesokan harinya, setelah pulang sekolah....


"Aku mau ikut latihan dengan Yui!" Ucapku tegas


"Apa?!"


Izumi, Yui, Kagusa dan Kei terlihat kaget dengan ucapanku.


"Tidaaak, Ririiiiinn!! Itu tidak boleh!!!" Teriak Yui


"Benar!! Itu sama sekali tidak boleh!" Sambung Izumi


"Ada apa dengan nona?!" Tanya Kei khawatir


"Yurin, aku tahu Izumi itu bukanlah laki-laki yang baik, yang tidak bisa menjaga perempuan. Tapi itu bukan berarti kau harus memaksakan diri seperti itu!" Teriak Kagusa


"Apaaaaaa??! Jadi ini karenamu, Izumi?!" Teriak Yui


"Aku tidak melakukan apapun!! Kenapa jadi menyalahkanku?!" Teriak Izumi


"Karena kau tidak melakukan apapun itulah, makanya Ririn jadi tidak punya perlindungan. Sudahlah! Aku sendiri yang akan melindunginya!" Teriak Yui


"'Tidak melakukan apapun' yang aku maksud itu, aku tidak melakukan kesalahan apapun!! Aku juga sudah memasang pelindung jika misalkan ada roh yang menyerangnya" Teriak Izumi


"Hah!! Bisa jadi pelindungmu yang kuno itu tidak bisa menahan serangan musuh yang kuat!" Teriak Yui


"Kalau pelindung milikku, yang merupakan pemimpin ini tidak bisa menahan serangan musuh, bagaimana denganmu yang lebih lemah 1000 kali dariku?" Teriak Izumi tak mau kalah


"Haah??! Kau ngajak berantem?!"


"Sudah cukup!" Teriakku. Akhirnya mereka pun bisa diam dan mau mendengarkan penjelasanku.


Aku menghela nafas panjang, lalu melanjutkan ucapanku.


"Tidak ada siapapun yang salah. Aku hanya berpikir, sepertinya memang ada baiknya aku belajar sesuatu tentang kekuatan roh. Karena aku juga sudah seperti ini, nanti mungkin ada saja roh yang ingin mengancamku, kan?" Ucapku


"Sama seperti kemarin" Pikirku


"Tidak. Ririn sejak awal hanya manusia normal. Itu tidak akan sama denganku yang sejak kecil memang sudah terbiasa dengan roh" Ucap Yui


"Kalau memang ada yang ingin menyakitimu, ada aku yang akan melindungimu" Ucap Izumi

__ADS_1


"Tidak... Aku tidak bisa terus bergantung pada kalian. Setidaknya, aku ingin bisa melindungi diriku sendiri di keadaan terdesak" Ucapku


Mereka berempat pun terdiam sambil menatap satu sama lain.


"Haaaah..." Izumi menghela nafas panjang


"Baiklah, kau boleh latihan" Ucap Izumi


Mereka bertiga pun kaget dengan ucapan Izumi.


"Izumi!! Kau ini memang sampah tak berguna!!!" Teriak Yui


"Tuan, itu berbahaya! Kalau nona terluka saat latihan, Tuan juga akan terluka!" Teriak Kei


"Yurin itu manusia normal!! Mungkin dia tidak memiliki kekuatan indra keenam" Ucap Kagusa


"Kalian diamlah!" Teriak Izumi dan seketika keadaan langsung hening.


"Aku bukanlah roh yang lemah! Hanya goresan kecil tak mempengaruhiku! Dan juga, aku tidak akan membiarkan Yurin terluka!" Teriak Izumi


"Lalu soal kekuatan indra keenamnya, kita akan tahu setelah mengetesnya" Lanjut Izumi


*


Di tengah hutan....


Sekarang aku sedang berdiri menghadap sebuah batu besar yang terdapat simbol-simbol aneh. Lalu mereka berempat berdiri di belakangku


"Umm.... Jadi sekarang aku harus apa?" Tanyaku sambil melirik ke belakang


"Kau hanya perlu menaruh kedua tanganku pada batu di depanmu. Berpikirlah kalau kau sangat ingin bisa menguasai kekuatan indra keenam" Ucap Izumi


"Intinya, aku harus memikirkan sesuatu yang akan membangkitkan kekuatan indra keenam, kan" Pikirku


Aku menutup kedua mataku dan fokus pada pikiran bawah sadarku.


"Aku sebelumnya adalah manusia normal, tapi sejak aku masuk SMA, aku tidaklah normal lagi. Sekarang aku memiliki indra keenam dan bisa berkomunikasi dengan mereka semua berkat ikatanku dengan Izumi. Aku sangat bersyukur"


"Tapi meski begitu, keberadaanku sekarang hanyalah penghadang bagi Izumi. Aku bisa menjadi ancaman baginya sedangkan aku tak bisa melakukan apapun. Jadi.... Karena itu...."


Angin pun perlahan berhembus dan semakin mengencang hingga menggoyangkan rambut coklat kemerahanku. Perlahan, simbol yang ada di batu itu pun bersinar.


"Kumohon bangkitlah! Jika ada suatu kekuatan yang berada di tubuhku, kumohon bangkitlah dan bantu aku! Aku tidak ingin terus menjadi penghalang untuk Izumi! Aku juga ingin melindunginya seperti dia yang terus melindungiku selama ini!!"


Aku teringat saat-saat dimana aku diculik Maeru sebelumnya. Dan karena aku, Izumi jadi terluka.


"Aku tidak ingin Izumi terluka karena aku lagi. Aku ingin bisa menjadi bantuan untuk Izumi walau sedikit. Aku ingin terus bersama Izumi. Jadi kumohon...."


"Bangkitlah!!"


Wuuuuusshhh....


Muncul angin yang sangat kencang dari batu itu hingga pepohonan bergoyang-goyang dan dedaunan berterbangan dimana-mana.


Aku pun berbalik menghadap mereka berempat. Mereka tercengang melihatku.


"Ri.... Rin...." Gumam Yui


Aku melihat kedua telapak tanganku. Dan aku kaget melihat ada aura berwarna biru menyelimuti sekujur diriku dan perlahan menghilang.

__ADS_1


"Ini... Apa ini kekuatannya?" Tanyaku sambil melihat sekujur tubuh


Izumi tampak kaget melihatku. Pupil matanya mengecil dan mulutnya sedikit terbuka karena tercengang. Setelahnya Izumi tersenyum.


"Baiklah. Sudah diputuskan Yurin akan ikut berlatih" Ucap Izumi


"Izumi...." Gumam Yui


"Apa? Kau mau protes apa lagi? Sudah jelas Yurin juga punya bakat" Ucap Izumi sambil melirik kesal Yui


"Kali ini, aku sendiri yang akan mengajarnya. Kalian berdua kerjakan tugas kalian kembali, dan juga kerjakan tugasku selama aku melatih mereka" Ucap Izumi


"Baik, Tuan" Ucap Kei


"Baiklah, kalau itu mau pemimpin"


"Sekarang kalian kembalilah" Perintah Izumi, lalu mereka berdua menghilang dari hutan.


Izumi pun berbalik badan menghadap ke aku dan Yui.


"Baiklah, karena kalian berdua, jadi aku mengajari kalian secara bergantian. Pertama, aku akan mengajari Ayui terlebih dulu, setelahnya Yurin" Ucap tegas Izumi


"Kau tidak akan mengajariku asal-asalan, kan?" Tanya Yui curiga


Izumi menatap tajam Yui kemudian menyengir.


"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Izumi


"Tuh, kaaan!! Sudah kuduga kau tidak serius!!" Teriak Yui kesal sambil mengibas-ngibas tangannya yang menembus tubuh Izumi


"Hanya bercanda" Ucap Izumi sambil tertawa pelan


"Bisa-bisanya kau bercanda dengan wajah serius itu!! Kau menyeramkan, Izumi" Teriak Yui


"Yurin sering mengatakan itu padaku"


"Itu bukan pujian!!" Teriak Yui kesal


"Aku tahu"


"Ish! Aku sangat ingin memukulmu!"


"Haha, sayangnya tidak bisa"


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai latihannya?" Tanya Izumi


"Huh!!"


"...."


Aku hanya melihat interaksi mereka. Mereka berdua baru saling berkomunikasi 2 hari yang lalu, tapi sekarang sudah terlihat sangat dekat hingga bisa saling bercanda dan bertengkar kecil.


"Izumi itu sepertinya sejak awal memang anak yang periang. Dulu juga aku seperti Yui. Awalnya aku tidak suka padanya, tapi setelah kami memulai komunikasi pertama, kami bisa langsung dekat. Saat dia datang ke rumahku juga begitu, dia bisa langsung dekat dengan Hana dan Niki, meski pertengkaran mereka bukan pertengkaran kecil...." Pikirku


"Ini adalah hal baik. Akhirnya dua teman baikku juga berteman dan dekat. Tapi...."


"Kenapa.... Rasanya di suatu tempat di hatiku terasa sakit?" Pikirku


Aku langsung menggeleng-gelengkan kepala.

__ADS_1


"Tidak boleh!! Bagaimana bisa aku sedih melihat temanku dekat?" Pikirku


"Tidak apa, perasaan ini akan hilang dengan sendirinya nanti. Sekarang aku harus fokus latihan" Pikirku.


__ADS_2