Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Persiapan Ulangan


__ADS_3

Hari terus berlalu dan tak terasa besok adalah hari dimana kami akan melakukan ulangan semester.


Dan hingga hari ini, Izumi tidak sekalipun muncul dihadapan kami setelah minggu lalu dia mengizinkan aku dan Yui keluar.


"Aku jadi sedikit khawatir... Walau dia pasti tidak lenyap karena aku masih hidup, tetap saja aku khawatir. Mungkin saja dia ada di posisi yang tidak menguntungkan..." Pikirku


"Rin..."


"Dimana dia sekarang? Apa baik-baik saja? Bagaimana jika dia dikurung atau sebagainya?"


"Ririn..."


"Ah, tidak. Izumi itu kuat, dia takkan mudah bisa disakiti siapapun..."


"Tapi tetap saja, walau tidak mudah disakiti, bukan berarti dia tidak bisa disakiti sama sekali!! Aku khawatir!!"


"Ditambah lagi minggu lalu entah bagaimana aku merasa hatiku sangat gelisah tanpa sebab dan pikiranku kacau. Bisa jadi itu efek dari Izumi, kan?"


"Bagaimana keadaannya sekarang? Izumi, cepatlah kembali..."


"Yurin!!" Teriak Yui kesal


"Ah!"


Aku tersentak begitu Yui teriak.


"Ya? Ada apa?" Tanyaku


"Kau daritadi terus melamun. Apa yang kau pikirkan?" Tanyanya


"Itu..."


"Yah, aku tidak peduli. Pokoknya, fokus belajar!"


"Iya, aku tahu"


Aku kembali fokus belajar dan seketika melupakan hal yang aku pikirkan tadi.


*


1 jam kemudian...


Syuush...


!!


"Izumi!"


Izumi muncul di hadapan kami dengan wajahnya yang tenang dan datar seperti biasa tanpa ada luka sedikitpun.


"Izumi, dari mana saja kau selama ini? Aku mengkhawatirkanmu!" Teriakku dan langsung lari mendekatinya


"Ekhem! Permisi, disini tempat belajar!" Sindir Yui lalu menarikku kembali


Tidak mau kalah, Izumi ikut menarik tanganku yang satunya dan mereka kembali saling menatap tajam seperti 2 predator yang berebut mangsa.


"Mereka seperti ini lagi" Pikirku lelah


Aku menarik nafas dalam, lalu menarik paksa kedua tanganku yang mereka genggam.


"Lupakan! Ayo kita duduk bersama saja" Ucapku kesal


*


"Dari mana saja kau seminggu ini sama sekali tidak muncul?" Tanyaku


"Mengatasi masalah roh" Jawabnya singkat

__ADS_1


"Apa situasinya parah?"


"Setidaknya masih bisa aku atasi sendiri untuk hal pentingnya"


"Apa ada luka selama kau pergi ini?"


"Seperti yang kau lihat sendiri"


"...."


"...."


Seketika ruangan menjadi hening.


"Izumi, jawabanmu terlalu singkat, apa kau tau?" Tanyaku kesal


"Aku hanya menjawab hal yang kau tanyakan saja" Jawabnya


"Apa kau tidak ada niat menceritakannya pada kami? Kau menghilang selama seminggu tapi tidak mengatakan apapun pada kami setelah bertemu"


"Baiklah, akan aku ceritakan. Jadi, ketika aku masih di kamarmu saat kalian pergi keluar minggu lalu, ada salah satu bawahan roh jahat memanggilku karena ada pemberontakan di kasilku"


"Setelahnya aku pergi mendatangi kastil bersama Kei dan kondisi kastil itu hampir hancur karena menjadi medan perang pihakku dan pihak pemberontak. Setelah menyingkirkan dan memenjarakan mereka, aku merenovasi kembali kastil. Selesai"


"Tunggu.... Bukankah itu berbahaya? Kau bilang situasinya tidak terlalu buruk" Tanyaku


"Aku tidak pernah bilang situasinya tidak buruk. Aku hanya bilang 'Setidaknya aku bisa mengatasinya sendiri', bukan berarti itu tidak buruk"


"Sudah cukup. Aku lelah berbicara dengan Izumi" Pikirku menyerah


"Baiklah, situasinya mungkin cukup buruk, tapi syukurlah kau terlihat baik-baik saja"


Aku mengulurkan tanganku kearah Izumi.


"Kau sudah berjuang keras. Kau hebat sekali" Ucapku menyemangati Izumi sambil mengelus pipinya.


Izumi tersentak saat aku menyentuh pipinya.


"Tidak..." Gumamnya mengalihkan wajah kearah lain


"Ha... Ha... Ha... Dia pasti sangat senang sampai tak bisa berkata-kata" Gumam Yui datar


"Senang? Karena apa?" Tanyaku


"Bukan apa-apa. Lupakan apa yang aku katakan tadi"


"Kalau kau seperti itu aku jadi semakin penasaran" Ucapku sambil memanyunkan bibir.


"Sudah kubilang lupakan!"


"Yui tidak seru..." Gumamku


"Apa?!" Teriak Yui kaget


"...."


Aku melirik kearah Izumi.


Ditengah keributanku dan Yui, Izumi hanya diam melamun seperti memikirkan sesuatu sambil memegang pipinya yang kusentuh tadi.


*


Setelah keributan singkat itu, Izumi langsung menyuruh kami kembali belajar dan dia mengawasi kami berdua.


"Kalian berdua sudah belajar sampai sini dan besok juga sudah mulai ulangan, jadi sekarang aku akan memberi kalian latihan sebanyak 20 soal, 15 pilihan ganda dan 5 esai. Berikan padaku 1 jam kemudian dan jangan coba-coba melihat buku atau yang lainnya!" Ucap Izumi tegas dan menyerahkan 2 lembar kertas soal masing-masing 1 pada kami.


"Wah, kau membuat soal untuk kami? Kapan? Dan darimana kau dapat soal ini?" Tanyaku kagum

__ADS_1


"Aku membuatnya kemarin sambil mencoba mengingat soal ulangan saat aku masih hidup dulu. Ini materi 6 tahun lalu, tapi materinya tidak beda dengan yang kalian pelajari. Aku juga mencampurnya dengan materi dari buku kalian biar kalian tidak terlalu bingung"


"Ingatanmu tajam sekali... Ditambah kau membuatnya disela kau yang sedang mengurus kastilmu yang hampir hancur...." Gumamku


"tidak masalah. Aku menulis soalnya tidak sampai 1 jam. Aku juga sekalian mengerjakan tugasku yang lain bersamaan saat menulisnya"


"Gila! Membuat 20 soal lalu menyalinnya lagi untuk kami berdua bersamaan dengan mengerjakan tugas lain dengan waktu tidak sampai 1 jam..." Ucapku kaget


"Kau mungkin tidak tahu, tapi aku bisa menggunakan kedua tanganku untuk menulis. Kalau aku fokus, aku bisa mengerjakan 2 tugas berbeda. Jadi aku bisa menulis soal itu sambil mengerjakan tugasku"


"Gilaaaa!!" Teriak aku dan Yui kaget untuk kedua kalinya.


"Izumi, ternyata kau bukan hanya jenius, tapi sangat jenius!!!" Teriak Yui


"Sudah cukup bicaranya. Cepat kerjakan soalnya!"


*


1 jam kemudian....


Sekarang Izumi sedang mengoreksi jawaban aku dan Yui.


"...."


"Yah, lumayan. Tidak terlalu mengecewakan" Gumam Izumi


Izumi meletakkan kertas milikku lalu menunjuk jawaban nomor 2 esai.


"Yang bagian ini sedikit keliru. Kerjakan lebih hati-hati. Untuk yang lainnya benar, tapi ada beberapa yang jalannya terlalu panjang. Kalau kau mengerjakannya seperti itu, akan memakan banyak waktu" Jelas Izumi


"Tapi tidak masalah, aku akan mengajari kalian cara cepatnya"


"Wah, terima kasih, Izumi!" Ucapku senang


Izumi hanya tersenyum sekilas menanggapi ucapanku. Setelahnya dia beralih ke Yui.


"Hei, kau, apa kau sungguh ranking 1 di kelas 10-3" Tanya Izumi sambil menatap Yui. Dia yang 1 detik sebelumnya tersenyum sekarang malah mengernyitkan dahinya.


"Aku tidak tahu apakah itu karena kelas 10-3 memang sebodoh itu sampai kau yang ranking 1, atau gurunya yang kurang teliti sampai salah memasukkan nilai terlalu tinggi untukmu"


"Apa maksudmu?!" Teriak Yui


Izumi meletakkan kertas jawaban milik Yui lalu menunjuk beberapa nomor di jawaban itu.


"Ini, nomor 2, 7, 8, 13 pilihan ganda dan 3, 4 esai salah. Dari 20 soal kau sudah salah 6. Jadi kalau soal 40 kau setidaknya akan salah 12. Itu tidak wajar untuk orang yang berada di peringkat pertama kelas di sekolah elit"


"Apa maksudmu? Padahal aku yakin dengan jawabanku" Gumam Yui lalu mengambil kertas miliknya dan kembali membacanya.


Tak lama kemudian, Yui tersentak.


"Ah, iya. Nomor 2 jawabnnya E, 7 jawabannya A, 8 jawabannya A, dan 13 jawabannya B" Gumam Yui


"Iya, itu jawabannya yang benar" Ucap Izumi menanggapi Yui


"Kau lihat? Aku hanya tidak fokus saja sebelumnya!" Ucap Yui semangat


"Bukan karena kau sudah melihat jawaban Yurin sebelumnya?" Tanya Izumi


"Tidak! Aku tidak sempat melihatnya, tahu!" Teriak Yui


"Baguslah kalau kau tidak bohong"


"Aku sungguh tidak bohong!"


"Iya, iya. Kau tidak bohong. Kau orang paling jujur sedunia" Ucap Izumi bodo amat


"Seandainya aku bisa menyentuhmu, aku pasti sudah memukulmu sejak tadi!" Teriak Yui sambil memukul-mukul Izumi meski tangannya menembusnya.

__ADS_1


"Kau aneh. Saat aku bilang kau bohong kau marah, saat aku bilang kau jujur kau marah. Aku tidak mengerti apa maumu" Ucap Izumi dan tidak memperdulikan Yui yang terus mengayun-ayunkan tangannya untuk memukul Izumi.


"Menyebalkan!!" Teriak Yui


__ADS_2