
*
**
35 tahun yang lalu, pernah terjadi perburuan roh besar-besaran di suatu tempat yang dikatakan tempat yang sangat angker.
Perburuan ini memancing emosi para roh jahat dan menyerang balik para manusia.
Roh di tempat angker itu tidaklah main-main. Bukan hanya pemburu roh, tapi para manusia normal juga terkena imbasnya.
Di malam hari saat dimana perburuan itu dilaksanakan, datang angin yang sangat kencang menerjang rumah-rumah warga yang ada di sekitar. Hujan deras disertai petir menggelegar juga ikut muncul.
Akibat dari angin kencang dan hujan deras itu, banyak rumah warga yang tergolong sederhana kebawah jadi roboh diterjang angin. Pohon roboh disambar petir dan menimpa rumah warga. Banyak korban yang terluka, bahkan meninggal pada insiden ini.
Itu semua karena amarah roh jahat yang mengakibatkan bencana disekitarnya.
Salah satu korban dalam insiden ini adalah Yuko.
Yuko hanyalah rakyat biasa yang tinggal di pinggiran bersama kedua orang tuanya. Tahun ini ia baru akan menginjak umur 6 tahun.
Namun... Di usianya yang masih sangat muda, ia malah menjadi yatim piatu karena insiden yang terjadi pada malam itu.
Yuko kecil ditemukan oleh para pemburu roh yang selamat ketika Yuko sedang dikejar oleh roh jahat tingkat bawah.
Para pemburu roh menyadari Yuko bisa melihat hantu dan juga yatim piatu. Karena itu akhirnya ia dibawa pulang bersama pemburu roh.
Sebagai rasa terima kasih telah diselamatkan dan diperlakukan dengan baik di markas pemburu roh, Yuko bertekat menyerahkan hidupnya untuk membasmi roh, juga agar tidak ada lagi orang yang mengalami hal sepertinya.
Yuko belajar dengan giat.
Hingga di umurnya menginjak usia remaja, Yuko sudah aktif dalam pemburuan roh.
Ia dijuluki 'Jenius' karena di usianya yang belum 20 tahun telah banyak menyegel roh di berbagai misi yang biasanya dilakukan para profesional.
Kebetulan, sang pemimpin memiliki putra yang usianya 5 tahun lebih tua dari Yuko. Pemimpin itu ingin menjodohkan putranya dengan Yuko, agar putranya dan Yuko yang akan melanjutkan organisasi pemburuan roh.
"Yuko, kau sangat hebat dan punya kekuatan yang melimpah. Sangat sayang jika kau layu begitu saja. Bagaimana kalau bertunangan dengan putra ku? Kau dan dia akan menjadi pasangan dan pemimpin paling sempurna untuk organisasi ini di masa depan"
"Baik, Tuan"
Yuko pun keluar dari ruangan pemimpin dan menemui temannya.
"Tuan memanggilmu karena apa?" Tanya temannya
"Aku akan di jodohkan dengan putra Tuan"
"Kau terima?"
"Ya"
"Kau mau begitu saja? Bahkan kalian belum pernah bertemu sebelumnya?!" Tanya temannya kaget
"Demi organisasi, aku tidak masalah dengan semua itu bahkan jika disuruh membunuh perasaanku sendiri"
"Kau bicara seperti itu malah makin membuatmu terlihat sudah membunuh perasaanmu" Gumam temannya.
"..."
Umur Yuko saat ini baru 16 tahun. Masih butuh 1 tahun lagi hingga ia resmi dianggap dewasa dan bisa bertunangan. Yuko juga masih bersekolah di kelas 2 SMA, jadi pertunangan akan diadakan setelah ia lulus.
Yuko yang polos dan tak mengenal kata 'cinta' menyetujui pertunangannya dengan pria yang tak diketahuinnya. Itu semua ia lakukan untuk pemimpin. Untuk keberlangsungan organisasi. Juga untuk orang-orang agar tidak diganggu roh.
Hingga di suatu hari...
Cras!! Trang!! Trang!!
Terjadi pertempuran sengit antara kelompok pemburu Yuko dengan sekelompok roh.
Kelompok pemburu yang hanya beranggotakan 3 orang kini dikepung oleh puluhan roh tingkat menengah.
Tidak perlu memakan waktu lama, kelompok pemburu kini disudutkan oleh para roh.
"Heh! Kita beruntung hanya bertemu dengan 1 kelompok pemburu roh"
"Walau kelihatannya mereka anggota inti, tapi pasti tetap kewalahan melawan kita yang banyak"
"Kita harus merayakannya! Kita akan membunuh pemburu roh yang berpengaruh!"
Para roh tertawa gembira melihat kelompok pemburu roh itu kini tertekan.
"Sial!! Mereka terlalu banyak!!"
"Alat komunikasi kita yang terhubung ke markas semua sudah rusak karena pertarungan ini. Kita tidak akan bisa menang"
"Tidak bisa! Ketua, saya akan kembali ke markas untuk memanggil bantuan. Selama itu tolong tahan para roh itu!!" Ucap Yuko
Si ketua tampak enggan. Namun ia tahu itu adalah jalan terbaik saat ini. Terpaksa, ia menyetujui usulan Yuko.
"Ya. Kami akan membantumu menahan mereka. Cepat kembali ke sini"
"Baik!!"
Kedua rekan Yuko itu memasang segel agar roh tidak bisa keluar dari area, dan bisa membiarkan Yuko pergi tanpa khawatir ada roh yang mengikuti.
"Cepat pergi, Yuko!! Nyawa kami bergantung padamu!!" Teriak si ketua
Tanpa basa-basi Yuko pergi dari sana. Namun...
"Pergi kemana?"
"Roh?!"
Ada 5 roh yang ternyata berhasil lolos dari segel area.
"Memanggil bantuan? Tidak akan kami biarkan!"
"Tidak!! Disaat seperti ini kenapa..." Pikir Yuko frustasi
"Fokus. Ketua mengandalkanku. Aku tidak boleh mengecewakannya!"
Dengan sisa kekuatan yang ada, Yuko melawan kelima roh itu sembari pergi ke arah markas.
Setelah pertarungan itu, Yuko berhasil melenyapkan kelima roh. Tapi itu mengakibatkan kekuatan Yuko habis terkuras dan tubuhnya penuh luka. Ia tidak bisa berjalan lagi.
"Sedikit... Sedikit lagi sampai ke markas. Tinggal sedikit lagi..."
Mata Yuko mulai sayup dan pandangannya jadi buram. Hingga akhirnya ia ditemukan oleh seseorang.
"Hey, kau tidak apa-apa?!"
"Siapa?" Pikir Yuko dan perlahan menoleh menatap orang itu
"Kau penuh luka. Apa kau bertemu preman tadi? Aku akan membantumu ke rumah sakit"
Muncul seorang laki-laki berambut dan mata warna coklat susu. Dengan wajahnya yang panik ia langsung memopong Yuko pergi.
"Tidak... Jangan ke rumah sakit... Kantor... Cepat bawa aku ke kantor di simpang jalan sana..."
".... Tapi---"
"Bawa saja aku ke sana!!" Teriak Yuko
Akhirnya laki-laki itu menuruti kemauan Yuko.
Setelah sampai di markas, Yuko langsung memberi tahu orang-orang untuk membantu kedua rekannya yang sedang berjuang.
"Kabel listrik di rumah putus... Jadi... Aku memutuskan pergi ke jalan no.12 dan menemukan toko yang menjual banyak bunga higanbana" Ucap Yuko, dengan jari telunjuk dan tengah tangan kanannya membentuk huruf V yang disatukan dengan telapak tangan kirinya.
Itu adalah kode dari Yuko. Di markas sendiri kode tangan Yuko itu menyimbolkan permintaan bantuan.
"Alat komunikasi kami semua rusak. Ada banyak roh di jalan no.12. Cepat bantu yang lainnya!!" Itulah yang ingin Yuko katakan
Dan untunglah semuanya menerima kode Yuko dengan baik.
Akhirnya Yuko dirawat karena sudah terluka parah, dan anggota lainnya turun membantu.
"Laki-laki tadi... Aku ingat dia anak dari kelas sebelah. Aku harus berterima kasih..."
Namun kesadaran Yuko sudah hilang lebih dulu.
*
__ADS_1
**
Keesokan harinya, di sekolah...
Tok, tok...
"Um... Permisi..." Gumam Yuko
Semua orang di kelas itu kaget, melihat Yuko yang terkenal pendiam dan dingin dari kelas 11-A mendatangi kelas 11-B.
"Ya... Kenapa?"
"Aku ingin menemui seseorang..."
Yuko menatap semua orang didalam kelas itu, dan menemukan laki-laki yang membantunya kemarin.
Laki-laki itu menyadari perempuan itu adalah Yuko. Ia pun langsung lari mendekati Yuko didepan pintu.
"Kau yang kemarin, kan? Apa kau baik-baik saja?"
"Ya, sekarang sudah tidak apa. Ada yang mau aku bicarakan denganmu, tapi..." Gumam Yuko dan melirik ke orang di sekelilingnya yang penuh dengan tatapan penasaran.
Mereka pun pergi ke tempat sepi untuk berbicara.
"Yang kemarin, terima kasih. Kau telah menyelamatkan hidupku"
"Juga nyawa rekanku" Pikir Yuko
"Tidak apa. Omong-omong, aku tidak tahu siapa namamu"
Laki-laki itu menyodorkan tangannya mengajak berjabat tangan.
"Aku Yasa Raito. Namamu?"
"... Yuko..." Ucapnya dan menyambut uluran tangan Raito
Itulah awal dimana kisah cinta mereka bermula.
Raito, laki-laki baik dan lemah lembut juga kompeten pada tiap pekerjaannya. Lalu Yuko, perempuan dingin dan kaku pada siapapun. Keduanya kombinasi yang unik, yang menggabungkan dua jenis kepribadian yang bertolakbelakang.
Seiring berjalannya waktu, mereka nyaman pada satu sama lain. Hingga akhirnya mereka sudah mendekati kelulusan SMA.
rencana awal Yuko yang akan dijodohkan pada putra sang pemimpin organisasi sudah akan mulai disiapkan.
"Yuko, kau sudah berumur 17 tahun dan akan tamat. Begitu kau tamat sekolah, kita akan langsung adakan acara pertunangan itu, dan kau akan menikah dengan putraku tak lama setelahnya"
"..."
"Maaf, Tuan. Sekarang saya berubah pikiran. Saya tidak mau bertunangan dengan putra Tuan"
Acara yang akan disiapkan kini hancur. calon pengantin wanita tiba-tiba membatalkan pertunangannya.
Banyak perselisihan akibat pembatalan pertunangan ini, karena ini menyangkut pemimpin selanjutnya organisasi.
Ada yang memaksa Yuko untuk tetap melanjutkan perjodohan itu, karena semuanya sudah dipersiapkan. Juga ada yang membela Yuko dengan mengatakan Yuko juga punya hak untuk memilih kehidupannya.
Beberapa hari sebelum kelulusan sekolah, Raito menyatakan cinta pada Yuko. Pada saat itu juga, Yuko menceritakan keadaannya pada Raito.
"Aku... Tidak tahu, Raito. Aku akan dijodohkan dengan anak kandung dari waliku. Seperti yang kau tahu, aku yatim piatu yang tak memiliki kerabat"
"...."
"Ayo pergi bersamaku, Yuko. Keluarga Yasa sudah cukup untuk melindungimu"
Yuko menggelengkan kepalanya.
"Ini lebih rumit, Raito. Kau tidak bisa menggunakan nalar pada situasiku"
"Kenapa? Apa yang terjadi?"
"Tidak apa. Aku juga tidak berharap banyak pada Raito" Pikir Yuko
Yuko pun jujur pada Raito mengenai ia yang punya kemampuan khusus.
Namun, bukannya menjauh dan Menganggap Yuko aneh, Raito malah makin mendekat dan percaya
"Pasti sulit untukmu selama ini. Aku tidak akan pergi darimu. Ikutlah denganku, Yuko"
"Tuan. Saya memiliki orang yang saya cintai. Dan saya ingin menikah dengannya. Karna itu, saya mohon Tuan membiarkan saya dengannya"
"Tidak! Pertunangan ini sudah direncanakan sejak lama. Mana bisa dibatalkan begitu saja!"
Itulah jawaban yang Yuko dapatkan.
Yuko terus-terusan membujuk, namun tidak ada hasil. Akhirnya...
"Ayo pergi, Yuko!"
"Ya"
1 hari sebelum acara pertunangan dilaksanakan, Yuko pergi bersama Raito di malam hari.
Begitu menyadari Yuko tidak ada ditempat, orang-orang langsung mencarinya kemana-mana, namun tak kunjung menemukannya.
Itu karena Yuko dilindungi atas nama keluarga Yasa dari Raito yang adalah penerus keluarga Yasa.
Setelah 2 tahun Yuko berlindung, akhirnya mereka resmi menikah. Dan 1 tahun kemudian, Yuko melahirkan anak mereka.
Anak perempuan yang sangat mirip dengan Yuko hingga ia terlihat seperti Yuko versi kecil.
Tak hanya fisik. Tapi kemampuan Yuko juga menurun pada putrinya itu.
Raito mengetahui putrinya memiliki kekuatan khusus juga. Namun ia menerimanya dengan lapang dada.
Keluarga itu akhirnya menjalani kehidupan bahagia selamanya.
Sayangnya tidak semudah itu...
Di umur putrinya yang masih 4 tahun, Yuko dan putrinya ditemukan oleh organisasi dan dibawa paksa.
Pemimpin organisasi marah besar pada Yuko.
"Dasar anak kurang ajar!! Kau pergi begitu saja di malam pertunangan. Begitu ditemukan, kau sudah membawa anak disampingmu!!"
"Sudahlah! Tidak peduli dia sudah menikah atau tidak, yang penting sekarang dia ditemukan. Cepat gelar pernikahan Yuko dengan putraku!"
Yuko dan putrinya dikurung agar tidak bisa pergi. Lalu esok malamnya pernikahan Yuko dan putra sang pemimpin dilaksanakan dengan tergesa-gesa.
Di upacara pernikahan itu juga, sang pemimpin menurunkan jabatannya ke putranya, dan ke Yuko sebagai wakil.
Pihak organisasi mengetahui, ternyata anak Yuko memiliki kemampuan juga. Karena tertarik, mantan pemimpin secara khusus memberikan pendidikan pada anak Yuko.
Tapi sayangnya... Itu bukanlah pendidikan. Namun penyiksaan anak.
1 bulan setelah pernikahan paksa itu, Yuko mengandung anak dari pemimpin baru organisasi. Setelahnya Yuko tidak diizinkan bertemu dengan putrinya karena alasan sedang di didik.
Yuko jadi stres akibat tekanan mental selama masa kehamilan, ditambah ia merasa sangat bersalah pada Raito.
Siksaan Yuko tak sampai situ.
Begitu ia melahirkan anak keduanya, putri pertamanya meninggal di usia muda karena dibawa kedalam misi pemburuan oleh mantan pemimpin.
Yuko sudah muak, dan memutuskan kembali ke Raito.
Yuko membuat keributan di pintu utama, lalu kabur dari rumah itu dari pintu belakang.
Ia pergi ke rumah keluarga Yasa dengan menggendong bayi yang ia lahirkan beberapa bulan yang lalu.
Begitu sampai, Yuko menangis tersendu-sendu di hadapan Raito sambil terus meminta maaf.
"Maaf... Maafkan aku, Raito... Aku... Aku dipaksa menikah dengan pria itu hingga lahir anak ini. Lalu... Hiks... Anak kita... Dia... Sudah meninggal... Hiks hiks..."
Raito sama sekali tidak marah. Ia langsung memeluk Yuko dengan lembut.
"Tidak. Ini juga kesalahanku tidak melindungi kalian dengan baik. Selanjutnya... Aku akan menjagamu dengan benar. Maafkan aku, Yuko..."
Meski bukan anaknya, Namun Raito merawat putri kedua Yuko dengan baik bagai anaknya sendiri.
Terlebih, warna rambut anak itu yang mirip dengan Raito membuatnya dengan mudah dianggap sebagai anak dari keluarga Yasa.
"Anak itu akan aku daftarkan sebagai putri keluarga Yasa"
__ADS_1
"Tapi... Dia bukan anakmu..."
"Anakmu adalah anakku juga. Tenang saja. Para pelayan di rumah taunya kau sedang berlibur selama 1 tahun saat kau menghilang. Takkan ada yang tau kalau anak itu tidak memiliki darahku"
Anak itu pun resmi masuk keluarga Yasa.
Dan 1 tahun kemudian, lahirlah Iruki.
Yuko memang bahagia bersama Raito. Namun bayang-bayang ingatan saat ia dibawa paksa untuk menikah, juga putri pertamanya yang meninggal itu terus menghantui pikirannya.
Yuko hidup dengan penuh ketakutan akan ingatan kelam itu.
Hingga... Di umur Iruki yang ke-3 tahun, Yuko meninggal akibat depresi yang berkepanjangan.
*
**
Kembali ke sekarang...
"Begitulah... Ceritanya..."
"Aku pribadi adalah orang yang menentang pernikahan pemimpin dan wakil pemimpin. Karena itu aku menceritakannya padamu"
Iruki terdiam mematung, lalu melirik kembali ke arah foto yang ada di depannya.
"Orang di foto itu... Ibu... dan kakak pertamaku? Lalu kakak yang selama ini tinggal bersamaku..." Gumam Iruki
"...Ya..." Gumam pria itu ragu
"Anak itu... Anak yang ada di foto itulah yang menyuruhku menjadi pembasmi roh. Jadi dia kakakku?"
Paman itu tersentak mendengarnya.
"Ternyata begitu. Jadi kakakmu turun ke bumi untuk memberikanmu peringatan"
"Jadi... Apa yang akan kau lakukan sekarang, nak?"
"...."
"Sesuai perkataan kakak. Aku akan menjadi pembasmi roh. Dan membalaskan dendam keluargaku!"
"Aku akan membasmi para roh, juga memberi perhitungan dengan organisasi ini yang telah membuat ibu tersiksa!"
Pria itu tersenyum puas.
"Ya! Tumbuhlah dengan baik dan buat organisasi ini lebih baik lagi. Aku menantikanmu, nak"
"Aku akan membimbingmu secara langsung. Begini begini, aku adalah pasukan inti di organisasi ini. Kemampuanku tidak bisa disepelekan" Ucapnya yakin
Pria itu lanjut mengajak Iruki berkeliling. Dan yang terakhir, mereka mendatangi tempat latihan untuk remaja.
Disana, pria itu membetuk kelompok baru untuk Iruki, yang beranggotakan dirinya sendiri, dengan seorang laki-laki dan perempuan sebayanya (anggota kelompoknya hingga dewasa, juga mereka sama-sama ingin melenyapkan Izumi)
*
Hari-hari telah ia lalui sebagai pembasmi roh profesional.
Namun Iruki tidak puas dengan itu. Ia mau lebih. Lebih lagi hingga mencapai titik terpuncak dan memberi balasan pada orang yang telah membuat ibunya meninggal.
Di usia Iruki yang baru akan menginjak 18 tahun, ia menemui pemimpin organisasi secara langsung dan membuat pernyataan.
"Saya Yasa Iruki, anak dari Yuko, istri anda"
"Sesuai peraturan organisasi, kepemimpinan diberikan melalui garis keturunan. Karena itu, saya meminta hak saya sebagai keturunan dari Yuko"
"Saya ingin menjadi pemimpin!"
Tentunya tidak semudah itu.
"Kau mungkin memang anak Yuko. Tapi kau bukan anakku!"
"Anda tidak memiliki keturunan. Putri anda satu-satunya telah meninggal bertahun-tahun yang lalu karena ulah roh. Selain itu, meski dia hidup pun tak bisa mewarisi organisasi ini karena ia tak memiliki kekuatan"
"Selain itu, meski tidak darimu, tapi saya masih bisa mendapat posisi dari ibu saya yang adalah wakil pemimpin"
"Kalau begitu, buktikan kemampuan dirimu kalau kau layak!"
Melalui perjuangan berat bertahun-tahun, Iruki akhirnya menjadi pemimpin di usianya yang baru menginjak 22 tahun, dan membuat perhitungan dengan orang yang telah menyakiti ibunya.
Bersamaan dengan ia yang tengah berjuang untuk memiliki gelar pemimpin... Kedua rekan timnya menikah.
"Hahaha, Iruki, kapan kau akan menikah menyusul kami?~" Goda si rekan pria
"Eeeyy~ Kalau kau terus memasang wajah suram, tidak akan ada wanita yang mau bersamamu, lho" Lanjut goda si rekan wanita
"Kalian berdua... Bahkan di acara penting pun masih bisa meledekku" Gumam Iruki
"Apa perlu aku kenalkan teman wanitaku untukmu? Tapi mungkin mereka juga takut padamu~" Ucap si wanita langsung memotong ucapan Iruki
"Sudahlah. Aku pergi" Ucap Iruki datar dan berjalan menjauh dari kedua mempelai yang sekarang diselimuti bunga-bunga kebahagiaan.
Ditengah ia yang berjalan pergi itu, ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita hingga dompet yang wanita itu pegang terjatuh.
"Ah, maafkan aku. Aku tidak melihat kedepan dengan baik" Ucap Iruki cepat dan langsung mengambilkan dompet si wanita.
"Tidak. Akulah yang terburu-buru" Ucap si wanita dan mengambil dompetnya.
Karena mengambilnya bersamaan, tangan Iruki dan wanita itu tersentuh. Refleks keduanya menatap wajah satu sama lain.
"Iruki?!" Teriak si wanita tak percaya
"Kamu... Natsu?" Gumam Iruki
"Benar. Tak menyangka bisa bertemu denganmu di acara seperti ini. Kita tidak bertemu lagi setelah lulus SMA. Kau jadi makin tampan~"
"Mumpung bertemu seperti ini, sekalian saja kita reuni. Bagamana kalau ke kafe setelah acara ini?"
"... Tidak buruk juga"
"Kau masih saja dingin seperti ini~"
"Ayo berkeliling acara ini bersama~ Kebetulan aku juga tidak memiliki pendamping"
Kedua rekan Iruki yang melihat Iruki berjalan dengan seorang wanita langsung tersenyum penuh arti.
"Wah, wah. Ternyata secepat ini~" Gumam si wanita
"Diam-diam Iruki punya kemampuan khusus menarik perhatian wanita ceria" Lanjut si pria
*
**
10 tahun kemudian...
Di markas Pembasmi Roh
"Tidak disangka organisasi ini akan berubah 180 derajat dari sebelumnya setelah pergantian kepemimpinan"
"Dan lagi... Meski sudah menjadi pemimpin, tapi Tuan masih aktif dalam memburu roh bersama rekannya"
"Benar. Aku sedikit kaget, karena pemimpin sebelumnya selalu berada di markas, tidak turun langsung ke tempat kejadian"
"Para pemimpin sebelumnya sepertinya takut mati semua. Maunya cuma menyuruh saja"
Bersamaan dengan orang-orang yang bergosip, Iruki bersama rekannya berjalan lewat.
"Selamat pagi, Tuan!" Teriak mereka panik
"Fufu~ Kau dengar itu tadi, Iruki? Apa kau sudah bisa puas sekarang?" Tanya si wanita
"Aku masih perlu mendidik kedua anakku"
"Itu tidak ada hubungannya dengan pertanyaanku. Omong-omong, bagaimana kabar istrimu?"
"Sama seperti biasa"
"Aku masih ingat pertemuan kalian di acara pernikahan kami. Ternyata dewi cinta juga menyertai kalian saat itu" Lanjut si wanita sambil tertawa kecil
"Sayang, kau terus meledek Iruki. Aku bisa cemburu" Ucap si pria
__ADS_1
"Jangan bawa-bawa aku dalam urusan rumah tangga kalian!!" Ucap Iruki tegas, dan dilanjutkan keduanya yang tertawa lepas