Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Di Hutan Bersama Izumi


__ADS_3

"um... aku mau kembali ke sekolah untuk menemui yang lainnya. selamat tinggal!" ucap hantu laki-laki itu dan dengan tergesa-gesa langsung terbang kearah sekolah.


....


seketika keadaan terasa canggung.


walau kesalahpahaman itu telah terselesaikan, tapi Izumi tetaplah Izumi yang menyebalkan. dia sudah mengetahui semuanya, namun hanya mendiamkanku saja yang khawatir setengah mati karena dia tiba-tiba menghilang begitu saja.


"hey, bukankah kau seharusnya bilang maaf padaku?" tanyaku


"maaf? untuk apa? kau yang seharusnya berterima kasih padaku!" ucap Izumi


"maaf untuk kau yang membuatku khawatir! kau juga memarahiku tadi pagi! dan lagi, aku harus bilang terima kasih untuk apa?!" ucapku dengan nada suara agak tinggi


"bilang terima kasih untuk aku yang telah menyelamatkanmu tadi!" ucap Izumi


"jika aku mati, kau akan menghilang dari dunia ini. jadi tak ada yang perlu aku terima kasihkan, karena itu menguntungkan kau juga" gerutu ku


"walau begitu, jika aku tak berniat menolongmu, kau pasti menjadi roh jahat di sekolah ini karena kau dibunuh mereka. eh, tapi tidak juga, ya..." ucap Izumi


"tidak juga apa?" tanyaku


"bukan apa-apa" jawabnya


"apa-apaan itu? kau masih main rahasia-rahasiaan padaku? bagaimana jika kejadian ini terulang lagi? atau bahkan lebih buruk lagi?" ucap ku dengan kesalnya


"itu tidak penting. tidak usah bahas lagi" ucap Izumi kembali memalingkan wajahnya


"kau bilang begitu kan aku jadi semakin penasaran!" ucapku


"sudah kubilang tidak usah dibahas! apa kau tidak punya telinga?" ucap Izumi dan menatapku. warna matanya kembali menjadi merah


"ro... roh jahat!!" teriakku dan mengambil kayu didekatku dan memukul kepala Izumi. namun kayu itu ditahannya.


"cih. diajak sedikit bercanda saja tidak bisa" ucap Izumi dan matanya kembali menjadi biru


"kau!!" teriakku dan meninju kepalanya menggunakan tangan kiriku


"aduduh... aku tadi hanya ingin menakut-nakutimu saja, jangan pukul kepalaku yang indah ini!" teriak Izumi


"kepalamu yang indah? tubuhmu saja sudah terkubur dan tersisa tulang saja didalam tanah. seharusnya kau pedulikan itu saja dibandingkan aku memukul kepalamu" ucapku dengan wajah seram.


"kejam sekali...." ucap Izumi sambil jongkok dan memutar-mutar jari telunjuknya diatas tanah.


"hey, aku juga tadi hanya bercanda!" ucapku


"aku tahu... tapi itu kejam..." ucap Izumi dan menatapku seperti anak anjing yang imut

__ADS_1


"i... imut sekali..." gumamku


"Bruk..."


Izumi menarik kedua kakiku hingga aku terguling


"orang kejam harus diberi pelajaran!" ucap Izumi dengan wajah seram.


"aku tarik kata-kataku tadi! kau sama sekali tidak imut!" teriakku


"aku tidak minta kau memandangku seperti makhluk yang imut" ucap Izumi sambil duduk disampingku dan melihatku


"kau juga kejam! laki-laki tidak boleh menyakiti perempuan!" teriakku


"aku bukan manusia, jadi hal itu tak berlaku padaku" ucap Izumi dan kembali berdiri. namun aku langsung mengaitkan tanganku ke lehernya dan menariknya. akhirnya...


"Bruk..."


Izumi pun terjatuh di sebelahku.


"tidak adil jika hanya aku yang terbaring di rumput ini, dan kau hanya berdiri saja" ucap ku sambil menatap langit biru


Izumi hanya melihatiku saja tanpa mengatakan apapun. setelah itu, dia juga ikut menatap langit sambil menikmati angin yang bertiup.


"disini nyaman sekali. bagaimana bisa kau menemukan tempat ini, Izumi?" tanyaku


"wow! kau yang membuat tempat ini? keren sekali!" ucap ku kagum dan melihat ke arah Izumi


"heh... keren, ya..." gumam Izumi


"itu... bagaimana kau bisa menemukan tempat ini? disini kan ditengah hutan. tidak banyak orang datang kesini, apalagi anak sekolahan" ucapku


"aku juga tidak sengaja menemukan tempat ini. lalu aku sedikit memperbaikinya." ucap Izumi


"tapi aku lihat ada beberapa tempat yang ada sampah disekitar sini" ucap ku sambil menunjuk ke arah tempat-tempat itu.


"sebelumnya hanya aku sendiri yang tahu tempat ini. tapi tiba-tiba ada orang lain yang tahu dan mengotori tempat ini" ucap Izumi sambil menatapku


"siapa orangnya?" tanyaku


"aku tidak mau lagi membahasnya!" ucap Izumi dan kembali melihat langit


"melihat reaksi Izumi, sepertinya dia tidak suka kalau aku mengungkit soal dirinya saat masih hidup atau orang yang pernah berhubungan dengannya. aku jadi semakin penasaran dengan dirimu, Izumi." pikirku.


"baiklah! karena aku sudah mengetahui tempat ini, aku akan membersihkannya! ini juga karena aku terikat denganmu. jadi, aku juga ikut bertanggung jawab soal masalahmu" ucap ku bersemangat dan berdiri.


"heeh~ perempuan memang sulit ditebak. padahal sebelumnya kau masih marah padaku~" ucap Izumi sambil menutup matanya.

__ADS_1


"benar-benar perempuan bod--- ughhh" ucapan Izumi terpotong karena aku langsung meninju perutnya selagi dia memejamkan matanya.


"kau bilang aku apa, hah! sulit ditebak? perempuan bodoh? kau sendiri sangat menyebalkan!" teriakku.


"aduh... aku khawatir nanti aku kehilangan nafsu makan karena perutku ditinju..." ucap Izumi


"memangnya hantu bisa makan?? lagian aku tidak peduli soal kau jadi nafsu makan atau tidak!" ucap ku dengan suara sedikit tinggi


"tentu saja kami bisa makan! namun anehnya kami tidak bisa buang air" ucap Izumi


"entah kenapa aku jadi jijik" pikirku dengan ekspresi datar.


"lupakan soal itu. sekarang bereskan dulu sampah-sampah itu" ucapku dan menggulung lengan bajuku.


"hey, kau juga bantu, Izumi!" aku menoleh ke arah Izumi dengan wajah kesal


"tidak bisa. jika aku bisa, sudah kubereskan dari awal" ucap Izumi dan memegang salah satu kaleng minuman. namun tangannya menembus kaleng itu


"menyusahkan..." gumamku


"ok... aku akan bereskan sendiri..." ucap ku dan langsung berjalan ke arah yang ada sampahnya.


aku terus berjalan menelusuri hutan itu dan memunguti sampahnya. tapi... Izumi masih saja mengikutiku dengan wajah polos


"kenapa kau mengikutiku? kau duduk saja dengan santai." ucapku


"ok" jawab Izumi singkat


Izumi terbang ke atas dan duduk di cabang pohon di sampingku.


"yah... setidaknya dia tak mengikutiku. terserah dia mau ada dimana..." pikirku


aku berjalan kembali, tapi Izumi masih tetap mengikutiku


"Izumi, aku sudah bilang kau duduk saja, jangan mengikutiku!" ucap ku


"kau hanya bilang aku duduk saja dengan santai, kau tak melarangku mengikutimu. sekarang aku sedang duduk diatas pohon, jadi tak masalah" ucap Izumi


"jangan ikuti aku! kau kembali saj---" ucapanku terpotong. tanpa sadar aku terpeleset dan terjatuh. beberapa meter dibawah tempatku jatuh adalah sungai.


"gawat! aku tidak bisa berenang!" pikirku


saat aku sedang menyiapkan diri untuk masuk kedalam air, Izumi berdiri diatas air dan menangkapku saat aku hampir menyentuh air.


"Izumi!..." ucapku


"aku sudah menduga hal ini akan terjadi" ucap Izumi

__ADS_1


Izumi membawaku kembali ke atas. detak jantungku berdetak kencang. mungkin karena aku hampir saja jatuh. atau mungkin karena ini pertama kalinya aku dipeluk dan ditolong oleh laki-laki yang sama dua kali dan di hari yang sama.


__ADS_2