Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Bermain Dengan Ayui (Dan Izumi) 2


__ADS_3

Kembali ke sekarang...


"Kau menyinggungku?" Tanya Izumi


"Tidak. Aku mengatakan kenyataan, hanya saja tidak secara langsung"


"Sama saja"


"Eh, Ririn, ini sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan dulu?" Tanya Yui


"Ayo. Karena kelelahan, aku jadi sedikit lapar"


*


Di salah satu kafe...


"Ummm... Kue ini enak sekali!" Ucap Yui kagum


"Yui memang suka makanan manis. Seharusnya kau memesan sesuatu yang mengandung karbohidrat karena ini makan siang" Ucapku


"Ririn sendiri juga padahal memesan kue yang sama sepertiku" Ucap Yui cemberut


"Karena aku juga suka kue ini" Ucapku senyum


Kami berdua diam lalu setelahnya tertawa bersama.


"Waaaah~ Seru sekali ya pertemanan perempuan~" Ucap Izumi datar


"Kau iri, ya? Ngapain nguping pembicaraanku?!" Pikirku kesal


"Aku juga mau nyoba kuenya"


"Apa maksudmu?!" Pikirku


Sekarang Izumi keluar dari tubuhku lalu berdiri di sampingku.


Aku melirik ke Izumi dengan hati-hati


Izumi memperhatikan kue milikku dari segala sisi.


"Penampilannya jelek sekali" Ucap Izumi dan mengernyitkan dahinya


Izumi mengambil garpu milikku lalu memakan sebagian dari kue ku.


Izumi kembali mengernyitkan dahinya dan protes.


"Rasanya juga biasa saja. Aku makan sesuap saja sudah tahu kalau bahan yang digunakan bukan kualitas bagus. Tapi mereka malah menjualnya dengan harga mahal. Ini penipuan"


"Izumi, lebih baik kau diam saja. Memangnya lidahmu itu apa sampai bilang kue seenak ini biasa saja" Pikirku kesal


"Ririn, kita pergi sekarang yuk" Ucap Yui terburu-buru


"Eh? Kita baru saja sampai dan makan sedikit, kan. Memangnya kenapa?"


"Aku teringat ada sesuatu yang mau kubeli secepatnya"


Yui tampak gelisah sambil memperhatikan sekelilingnya.


"Aah, baiklah"


"Sudah mau pergi?" Tanya Izumi


Aku mengangguk sangat pelan meng-iyakan pertanyaan Izumi.


"Ok, aku mau kembali masuk" Ucap Izumi dan menghilang masuk ke tubuhku.


"Ayo pergi"


"Aah, maaf, maaf. Nanti saja setelah kita selesai makan dan istirahat"


"Kau aneh, Yui"


"Kau sendiri juga aneh" Ucap Yui senyum


Lagi-lagi kami tertawa bersama padahal tidak ada yang lucu.


"Benar, kalian berdua aneh. Padahal tidak ada yang lucu, malah ketawa" Ucap Izumi datar


"Tidak peduli!" Pikirku dan masih tertawa kecil

__ADS_1


Setelah kami berdua selesai tertawa, Yui memulai pembicaraan lagi.


"Ngomong-ngomong, aku sedikit penasaran, Ririn..."


"Soal apa?"


"Itu lho, hantu yang menakutimu waktu awal kita masuk SMA. Siapa namanya? Iza... Izana? Izami? Aah, iya, Izumi. Bagaimana? Aku tidak mendengar kabar tentang hantu Izumi lagi setelah kau membuang bukunya saat itu"


"Ada apa tiba-tiba nanya soal itu?" Tanyaku yang masih tenang


"Hanya penasaran doang. Apa kau masih di hantuinya setelah itu?" Tanya Yui


"Tidak. Memang benar hal yang membuatku bisa melihatnya adalah karena buku itu. Setelah aku membuangnya aku tidak melihatnya lagi" Ucapku dengan tenang


"Aktingmu lumayan juga. Kau sama sekali tidak terlihat sedang bohong" Ucap Izumi


"Kalau hanya seperti ini aku masih bisa mengatasinya" Pikirku


"Sungguh? Tapi apa benar kau membuang bukunya?"


"Iya"


"Kalau tidak salah, aku pernah lihat buku yang mirip dengan buku milik hantu Izumi itu di meja belajarmu sebelumnya"


"Hanya mirip. Aku membeli buku yang seperti itu karena aku akui model buku itu sedikit unik dan elegan"


"Ah, begitu. Jadi intinya, setelah itu kau tidak dihantui lagi, kan?"


"Iya"


"Syukurlah. Sebelumnya aku sempat melupakannya karena sibuk sekolah dan tidak ada kabar apapun soal hantu sekolah. Kenapa harus sekarang aku baru teringat, ya"


"sudahlah. Mungkin hantu Izumi itu juga sudah hilang karena bukunya hancur terhanyut di sungai"


"Hahaha, bisa jadi"


"Wah, lagi-lagi kau berkata kejam secara terang-terangan di depanku"


"Aku jadi terlihat lemah karena kau berkata begitu" Ucap Izumi


"Diamlah!"


Setelah kami selesai makan dan istirahat, kami kembali berjalan ke tempat lain.


"Pena!"


"Pena? Itu barang pentingnya?" Tanyaku tak percaya


"Iya"


Aku tanpa sadar memasang ekspresi kasihan pada Yui.


"Kenapa kau memasang ekspresi seperti itu?! Aku perlu pena untuk menulis. Semua pena milikku sudah habis" Ujar Yui kesal


"Kau kan masih bisa membelinya di toko biasa. Itu bukan sesuatu yang penting jika kita berada di mall seperti sekarang"


"Beda! Alat tulis di toko besar itu semuanya unik. Aku mau yang terlihat 'Waw' di mata orang"


"Yasudah, ayo pergi sekarang"


Kami pun berjalan ke toko alat tulis.


"Ah, mumpung lagi disini, aku mau beli buku juga" Ucapku


"Yui, aku pergi ke toko sebelah, ya"


"Iya"


Kami berdua pun berpisah dan masing-masing masuk ke toko alat tulis dan buku yang bersebelahan.


"Kau mau beli buku apa?" Tanya Izumi


"Novel?" Tanyaku balik


"Kenapa nanya ke aku?" Tanya Izumi


"Aku juga tidak tahu mau beli buku apa. Jadi aku mau lihat-lihat dulu" Pikirku


"Kalau mau beli novel, aku rekomendasikan buku '100 Macam Strategi'. Buku itu sangat bagus" Ucap Izumi

__ADS_1


"Wah, kau baca novel juga? Tapi jika didengar dari judulnya, sepertinya itu cerita yang berat"


"Aku baca semua buku, kecuali buku yang temanmu itu baca"


"Kau tidak suka cerita romansa? Padahal kau sendiri mesum"


"Sudah kubilang aku tidak ada pikiran seperti itu!"


Disaat kami ribut, aku tidak sengaja melihat buku yang menarik bagiku. Buku itu berjudul 'Roh Malam Hari '


"Aku mau lihat buku itu..." Gumamku


Sayangnya, buku itu terletak di bagian atas pada rak buku.


Aku mencoba menggapai buku itu.


"Uuughh... Sedikit lagi..." Gumamku dengan tangan gemetar


"Dasar pendek. Mau aku ambilkan?" Tanya Izumi


"Tidak perlu!" Pikirku


Hingga 10 detik kemudian, aku masih belum bisa mengambil buku itu.


Saat tanganku sudah menyentuh bagian bawah buku, tiba-tiba muncul tangan orang lain diatas tanganku dan mengambil buku itu.


"Tangannya terlihat familiar..." Pikirku


Aku menoleh ke belakang. Dan sesuai dugaan, Izumi mengambilkan buku itu.


"Apaan sih? Padahal diri sendiri bilang tidak suka sesuatu yang terlihat romantis" Ucapku lalu memukul perut Izumi menggunakan siku kananku dan langsung merebut buku yang ia pegang.


"Haaah?! Aku sudah berbaik hati membantu, tapi ini yang aku dapat?!" Tanya Izumi kesal


"Ok, sekarang aku percaya kau bukan orang yang romantis" Pikirku


Aku pun membuka buku itu dan membacanya sekilas. Izumi juga ikut membaca dari belakangku.


"Hm, menarik juga. Aku mau beli buku ini"


"Selera membacamu aneh, ya" Ucap Izumi dan melirikku dengan wajah jijik bercampur kasihan


"Terserah aku mau beli buku apapun yang aku mau!" Ucapku kesal


"Iya, iya. Terserah kau" Ucap Izumi datar dan kembali masuk ke dalam tubuhku.


Aku pun berjalan mencari buku lainnya. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya aku mendapat 3 buku untuk ku beli.


"Sepertinya ini sudah cukup" Pikirku


Aku berjalan ke kasir dan membayar buku yang kubeli. Setelahnya aku langsung menemui Yui di toko sebelah.


Pas sekali, saat aku keluar toko, Yui juga keluar.


"Oh, sudah selesai? Sekarang kita pergi kemana lagi?" Tanyaku


"Bagaimana kalau nonton?" Tanya Yui


"Terserah"


Tring...


Ada pesan dari ponsel Yui dan ia langsung melihatnya.


"Ah, mungkin sudah cukup hari ini. Nanti sore aku sudah ada acara dengan keluargaku" Ucap Yui


"Ok, sekarang kita pulang yuk"


Setelah aku berkata begitu, aku tersentak.


"Ah, sebelum itu, aku mau beli sesuatu dulu"


"Aku lupa kalau di rumahku ada 2 anak kecil yang sedang bermain" Ucapku


*


1 jam kemudian, aku sudah sampai di rumah dan disambut oleh Hana dan Niki.


"Kak Yurin, selamat dataaaang!!"

__ADS_1


"Kakak tidak lupa dengan janjinya, kan?"


"Tentu saja!" Ucapku sambil menunjukkan 2 kantong makanan di tanganku


__ADS_2