
*
10 menit kemudian....
Kembali ke saat ini....
"Haaah... Yang barusan itu sangat menegangkan sekali..." Gumamku
"Ini semua karena kecerobohan Izumi!" Gumam Yui kesal
"Siapa yang menyuruh dan memaksaku melakukannya?! Lagian awal mula semua ini karena kau! Aku terseret karena aku incaran mereka dan penanggung jawabnya. Aku juga termasuk korban!" Sindir Izumi
"Kalian berdua jangan berisik. Aku mau istirahat..." Gumamku
"...."
Setelahnya Izumi diam dan hanya duduk mematung dengan menundukkan kepalanya.
"Pemimpin, apa ada yang sakit? Kenapa terlihat murung begitu?" Tanya Kagusa
"Ummm...."
"Maafkan aku...." Gumam Izumi dan terus menundukkan kepalanya
"Tuan! Angkat kepala anda!" Teriak Kei
"Tanpa kusadari aku malah menunjukkan sisi kejamku pada kalian dan membuat kalian semua dalam masalah. Maaf..." Gumam Izumi tak menghiraukan ucapan Kei
"Ini bukan salah pemimpin. Ini gara-gara si rombongan sialan itu! Memang ada baiknya pemimpin mengurangi sedikit musuh anda dan jadikan itu sebagai peringatan untuk yang lain!" Bela Kagusa
"kau bilang sedikit? Aku tahu kalau aku sudah melenyapkan sekitar 200 roh dalam sekejap. Lalu kau juga berteriak menghentikanku karena aku melenyapkan banyak roh..." Gumam Izumi
"...." Kagusa terdiam
"Aku pasti terlihat sangat mengerikan tadi, kan?..." Tanya Izumi
Aku menatap wajah Izumi. Wajahnya terlihat pucat dan kelopak matanya memerah seperti akan menangis.
"Ah, Izumi pasti merasa bersalah pada kami karena sudah memperlihatkan hal seperti itu, dan juga pada roh-roh yang dia lenyapkan"
"Izumi sebelumnya mengatakan kalau dia tidak melenyapkan roh lebih dari 10, tapi sekarang dia melenyapkannya berkali-kali lipat lebih banyak"
"Ditambah lagi, dia tahu semua perbuatan yang dia lakukan tadi, hanya saja dia tak bisa mengontrol diri" Pikirku
Aku mendekati Izumi, lalu mengelus rambutnya yang sedikit berantakan.
"Tidak apa. Kau tak perlu sampai seperti ini karena masalah tadi"
Izumi tersentak dan langsung mendongak menatapku.
Aku membalas tatapannya dengan tersenyum lembut.
"Ini tidak sepenuhnya salah Izumi. Dan menurutku, memang hal wajar untuk Izumi marah pada mereka karena Izumi tidak mengganggu mereka sebelumnya. Mereka duluanlah yang mengusik Izumi, dan itulah konsekuensinya untuk mereka" Ucapku
"Selama ini Izumi tidak melawan tindakan tidak sopan mereka dengan serius. Seharusnya setelah kejadian ini juga mereka setidaknya jadi sedikit segan pada Izumi"
"Jadi, anggap saja itu hukuman untuk mereka. Tidak usah khawatirkan apapun, mereka pantas mendapatkannya. Lalu kami berempat juga tidak masalah, selama Izumi baik-baik saja"
Izumi hanya diam saja tak mengatakan apapun.
"Yah, hal tadi itu cukup luar biasa. Jadi tidak mungkin Izumi langsung tenang hanya karena beberapa patah kata yang kuucapkan" Pikirku
"......sih...." Gumam Izumi
"Hm? Kau mengatakan apa, Izumi?" Tanyaku
"Terima kasih"
Izumi yang sebelumnya terlihat murung sekarang terlihat lebih baik. Dia tersenyum lembut padaku seperti merasa terharu.
Aku langsung tertegun.
__ADS_1
"Lagi-lagi.... Izumi memasang ekspresi seperti itu" Pikirku
Setiap kali Izumi ada masalah lalu aku mengucapkan beberapa patah kata untuk menenangkan dan untuk penyemangatnya, Izumi selalu memasang ekspresi seperti itu padaku. Entah bagaimana aku merasakan seperti ada sesuatu dibalik ekspresinya itu.
*
Setelah situasi sudah tenang, dengan cepatnya Izumi bisa langsung kembali menjadi dirinya seperti biasa.
"Hei, kalian berdua itu bawahanku, kan? Jadi cepat bereskan semua kekacauan di ruangan ini" Ucap Izumi
Ya. Ruangan ini sekarang menjadi hancur. Hampir di semua dinding dan lantainya retak dan menghitam karena api yang kukeluarkan ditambah aura dari semua roh yang bertarung. Tak hanya itu, bahkan ada sebagian dinding yang hancur hingga dindingnya berlobang. Benda di dalam ruangan ini juga semuanya pecah berkeping-keping.
"Heee~ Bawahan? Bukannya baru saja tidak sampai 30 menit yang lalu pemimpin menganggapku pengkhianat, sekarang malah bilang aku bawahan pemimpin?" Sindir Kagusa
"Cepat bereskan saja semuanya! Aku akan membawa mereka berdua ke tempat lain" Ucap Izumi tegas
"Pemimpin, yang paling banyak menghancurkan ruangan ini adalah anda. Dan lagi, ini adalah kastil roh jahat. Kenapa aku yang roh baik jadi ikutan mengurusi kastil ini?" Tanya Kagusa
Dengan cepat, Kei langsung memukul kepala Kagusa dengan sangat keras.
"Aduh! Kau ini kenapa, sih? Dasar roh jahat kejam!!" Teriak Kagusa
Kei langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Kagusa.
"Kau ini tidak tahu atau bagaimana? Tuan itu baru saja kembali normal setelah menggila, bagaimana kalau tuan kumat lagi? Pikirkan itu! Ikuti saja semua perintah tuan!" Bisik Kei
"Dan lagi, sepertinya tuan memang sengaja melakukannya agar kita tidak mengganggu waktu tuan" Lanjut Kei
"Hah?"
Kei langsung menjauh dari Kagusa dan menghadap ke Izumi dengan tegap.
"Baik, tuan. Akan kami lakukan" Ucap Kei hormat
"Kami? Kau sendiri, kali"
"Kau mau mengajakku duel?" Tanya Kei
Begitulah. Sekarang Kagusa dan Kei kembali disuruh membabu oleh Izumi.
*
Di koridor, aku, Izumi dan Yui sedang berjalan tidak tahu kemana.
"Aku sekarang tidak bisa teleport ke bumi karena kekuatanku habis. Jadi sambil menunggu kekuatanku pulih kembali, kalian boleh keliling kemanapun melihat kastil ini" Ucap Izumi
"Ah, tidak. Jangan pergi terlalu jauh. Mungkin masih ada roh jahat yang mau menyerang" Ucap Izumi buru-buru
"Tidak, tidak! Jangan pergi menjauh dariku! Kalau ada roh yang lihat kalian, bisa jadi mereka menganggap kalian penyusup" Ucap Izumi berubah pikiran
"Eh, tidak. Kalian pasti lelah setelah kejadian itu. Lebih baik kalian istirahat saja lebih dulu" Lanjut Izumi (Tidak tahu harus melakukan apa pada perempuan)
Aku dan Yui hanya terdiam melihat tingkah dan ucapan Izumi.
Lalu aku kepikiran suatu hal.
"Ini kastil, terlebih lagi kastil milik pemimpin . Tapi kenapa ada banyak roh bisa masuk kesini dengan mudah dan membuat keributan, ya?" Pikirku
"Kalian mungkin berpikir bagaimana bisa kastil milik roh paling kuat ini malah bisa dimasuki musuhnya dengan mudah seperti itu"
Aku dan Yui langsung tersentak. Sepertinya Yui juga memikirkan hal yang sama denganku.
"Itu karena aku sendiri tidak terlalu sering datang kesini. Dan roh yang menempati kastil ini tidak banyak, jadi pelindung di kastil ini agak melemah"
"Tapi meski aku jarang datang ke sini, itu bukan berarti pelindungnya benar-benar lemah. Yang artinya, pasti Maeru dan semua bawahannya bekerja sama menjebolkan pelindungnya"
"Padahal kalian sama-sama roh jahat, tapi kenapa bermusuhan seperti itu? Bukannya para penjahat berteman dengan penjahat?" Tanya Yui
"Sayangnya aku tidak cukup jahat untuk bisa berteman dengan penjahat" Jawab Izumi santai
"Meski kami sama-sama memiliki sisi jahat, tapi tetap saja, kita akan berteman dengan yang sejenis dengan kita, meski dalam arti lain" Ucap Izumi
__ADS_1
"Artinya, Izumi sejenis dengan Kagusa dan Kei?" Tanyaku
"Mungkin?"
"Tidak mungkin~ Bagaimana bisa pria tampanku sejenis dengan makhluk mengerikan seperti ini?" Ucap Yui
"Kau mau menguji kekuatanku lagi?" Tanya Izumi
"Sudah cukup, kalian berdua!!"
*
Setelah berjalan sedikit lama, kami pun diarahkan Izumi untuk istirahat di kamar yang ada di kastil ini, dan setelahnya dia pergi entah kemana.
Aku duduk di sofa yang ada di tengah ruangan itu. Dan tak lama kemudian datang piring berisi cemilan dan cangkir yang melayang mendekatiku.
"Ini... Mereka digerakkan oleh aura. Hebat sekali!" Pikirku kagum
Aku mengambil salah satu macaroon di piring itu setelah piring dan cangkir itu mendarat di meja didepanku.
"Ini bisa dimakan, kan?" Gumamku
Aku mencicipinya, dan rasanya sangat enak.
"Ah, tidak heran selera makan Izumi sangat tinggi. Untuk cemilannya saja sudah seenak ini" Pikirku
Setelah aku memakan 1 macaroon itu, aku mendengar suara ketukan pintu dari luar.
"Yurin, aku masuk, ya"
"Iya, masuk saja"
Izumi pun masuk lalu duduk di sampingku.
"Bagaimana? Enak?"
"Untuk apa kau menanyakan hal yang pasti?" Tanyaku
"Tidak enak, ya?" Tanya Izumi kecewa
"Maksudku, macaroon nya sangat enak!!" Teriakku panik
"Begitu? Baguslah"
"Omong-omong, kau pergi kemana tadi?" Tanyaku
"Menyuruh roh untuk memasang pelindung lagi" Jawab Izumi
"Benar juga..." Gumamku
"Lalu, mereka semua dimana saat penyerangan tadi? Kenapa mereka tidak membantu?" Tanyaku
"Mereka pergi, yang ada di kastil ini tadi hanya kita saja. Mereka baru saja kembali"
"Sebaiknya kau menambah roh yang menjaga kastil ini lebih banyak lagi, Izumi"
"Tidak semudah itu. Kalau di kastil roh baik, itu tidak diragukan lagi karena semua roh baik berpihak padaku. Tapi untuk roh jahat berbeda. Kau tahu sendiri lebih dari setengah roh jahat menentangku. Aku tidak bisa menempatkan mereka semua yang berpihak padaku hanya disini"
"Itu memang tidak bisa dihindari. Meski dipasang pelindung paling kuat pun, diam-diam mereka akan menghancurkannya sedikit demi sedikit secara bersama-sama"
"Apa sebelumnya pernah terjadi hal seperti ini?" Tanyaku
"Tidak. Kebanyakan dari mereka juga ada yang benci sekaligus takut padaku, jadi tidak mengambil resiko untuk menyerangku di keadaan normal"
"Kalau begitu, Izumi, bagaimana saat perang wilayah? Kau pernah bilang untuk melakukan perang wilayah, kekuatan roh baik dan jahat harus seimbang. Bagaimana kau bisa melakukan perang bersama roh jahat itu sebagai rekan?" Tanyaku
"Yurin, kau bilang macaroon nya enak, kan?"
Izumi mengambil macaroon di piring itu lalu memasukkannya ke mulutku.
"Kalau enak, kenapa berhenti makannya?"
__ADS_1