Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Nama Keluarga


__ADS_3

"Maafkan aku, Kagusa, Kei!! Aku tidak tahu kalau kalian berdua punya jabatan tinggi di kalangan roh!! Aku berpikir kalian paling hanya berada di roh kelas menengah, tapi ternyata kalian master. Aku sama sekali tidak tahu!!" Teriak Yui


"Iya, Iya~ Tak apa, kami tak menganggapnya serius, kok~" Ucap Kagusa ceria


"Kalau kau sampai bilang begitu, artinya aku masih boleh memanggil kalian pria tampan, kan~" Tanya Yui berbinar-binar


"I... Iya... Mungkin..." Gumam Kagusa ragu


*


"Kau meminta maaf pada mereka berdua hanya karena kau menyebutnya tampan, tapi kau tidak minta maaf padaku, yang baru saja kau serang ini?" Tanya Izumi


"Hmph! Untuk apa aku meminta maaf pada roh yang membuat Ririn terjun ke perkumpulan roh?!" Ucap Yui


"Asal kau tau saja, aku sendiri tidak mau memiliki ikatan dengan siapapun, tapi karena kecerobohan Yurin lah yang membuatnya begitu! Dan lagi, Yurin tidak ada hubungannya dengan kau yang seharusnya minta maaf padaku!" Ucap Izumi tegas


"Yasudah, kalau begitu aku minta maaf"


"Aku tidak menerima permintaan maaf yang tidak tulus"


"Kau banyak maunya, ya! Tidak peduli! Pokoknya aku sudah minta maaf!" Teriak Yui


"Kalau begitu aku juga tidak peduli kalau nyawamu pindah alam" Ucap Izumi


"Izumi tidak boleh bilang begitu!" Ucapku tegas


"Duh, pemimpin. Berhentilah kekanak-kanakan" Bisik Kagusa


"Aku hanya bercanda saja" Ucap Izumi


"Omong-omong, Ayui, kau sungguh tidak tahu kami berada di tingkat master?" Tanya Kagusa


"Iya" Jawab singkat Yui


"Tapi kau bisa melihat kami berdua, kan? Apakah kami terlihat seperti manusia normal, atau terlihat agak transparan?" Tanya Kagusa


"Aku melihat kalian benar-benar seperti manusia normal, makanya aku berpikir kalian roh tingkat menengah karena sebelumnya aku hanya bisa melihat roh hingga tingkat menengah. Aku juga sebenarnya masih belum bisa membedakan aura pada tingkatan para roh"


"Aaah, kau bisa melihat kami, tapi kau masih tidak bisa memperkirakan tingkatan rohnya, karena bagimu yang terlihat hanya jenis rohnya saja, tidak bisa melihat kekuatan dari roh itu" Ucap Kagusa


"Iya. Yang kutahu kau roh baik, dan Kei roh jahat. Namun aku takkan tahu tingkatan kalian jika kalian tidak bilang tadi"


"Tuan..." Gumam Kei dan melirik kearah Izumi


"Hmmmm~ Lumayan juga" Gumam Izumi dan menatap serius Yui


"A... Apa-apaan? Kau sedang mengancamku?" Tanya Yui


"Diantara manusia seluruh dunia ini, hanya ada sebagian yang bisa melihat kami. Itu adalah keistimewaan yang disebut indra keenam. Dan diantara mereka yang memiliki indra keenam, hanya sedikit yang memiliki kekuatan"


"Kekuatanmu kuat hingga cukup melihat roh tingkat master, dan bahkan bisa berinteraksi dengan pemimpin. Namun kau masih belum bisa mengontrolnya. Itu namanya menyia-nyiakan bakat" Ucap Izumi


"Lalu kenapa? Memangnya kau akan membantuku?!" Tanya Yui sedikit meninggikan suaranya


"Jika kau mau dan Yurin menyetujuinya, itu mungkin saja terjadi" Ucap Izumi


"Eh?" Yui kaget


"Aku serius"


"Tapi... Bukankah kau membenciku?" Tanya Yui

__ADS_1


Mendengar itu, Izumi justru tertawa.


"Apaan? Aku bukan anak kecil yang akan dengan mudah menyukai orang karena dia baik, atau membenci orang hanya karena pertengkaran kecil" Ucap Izumi sambil masih terus tertawa.


"Kei, Kagusa, nanti kalian temani dia latihan. Perkembangan kemampuannya akan lebih cepat jika langsung praktek pada roh"


"Baik, tuan!"


"Siap~"


"Kenapa... Kau melakukan itu padaku? Apa maksud tindakanmu? Apa yang kau mau dariku?" Tanya Yui


"Tidak ada hal khusus. Anggap saja aku melatihmu agar kau bisa melindungi Yurin dari roh jahat ketika aku tak bersama dengannya"


"Hanya itu?"


"Memang harus ada alasan kalau aku berbuat baik, hanya karena sebagian diriku roh jahat? Kalau memang tidak mau, ya bilang saja tidak mau. Jangan buat perbincangan semakin panjang" Ucap Izumi sinis


"Bukan... begitu" Gumam Yui


"Sudah~ Bagaimana kalau kita lanjutkan pembicaraan sebelumnya?" Tanyaku


"Izumi ini, setidaknya sedikit kontrol emosinya. Bisa-bisanya dia yang tadinya tertawa terbahak-bahak sekarang tiba-tiba menatap tajam Yui seperti itu" Pikirku


"Eh, tunggu sebentar..." Gumam Kagusa


"Ada apa?" Tanyaku


"Ayui, nama panjangmu tadi apa?" Tanya Kagusa


"Yasa Ayui. Memangnya kenapa?" Tanya Yui


"Yasa! Kau ingat kan, pemimpin? Kei juga ingat, kan" Tanya Kagusa


"Benar juga. Aku tidak mengingat nama dia, jadi sebelumnya aku tidak menyadarinya. Tapi kalau dipikir lagi, itu cukup masuk akal" Ucap Izumi


"Ada apa lagi ini?" Pikirku dan terus menyimak pembicaraan mereka


"Ke... Kenapa dengan nama keluargaku?" Tanya Yui


"Ayahmu, siapa nama ayahmu?" Tanya Kei


"Yasa Iruki" Jawab Yui


"Ternyata benar..." Gumam Kagusa lalu melirik ke Izumi


"Apa yang akan tuan lakukan sekarang?" Tanya Kei


Izumi diam berpikir sejenak dengan memasang wajah seriusnya.


"Seperti sebelumnya aku katakan, nanti temani dia latihan untuk meningkatkan kekuatan indra keenamnya" Ucap Izumi


"Tapi tuan!" Teriak Kei


"Ada apa... dengan ayahku?" Tanya Yui


"Itu... Kau tahu kalau Izumi sudah berada di sekolah lebih dari 5 tahun, kan?" Tanya Kagusa


"Iya"


"Setelah Izumi menjadi roh, banyak orang memiliki kekuatan indra keenam sepertimu datang untuk menyingkirkannya. Selama empat tahun awal itu, semuanya bisa diatasi Izumi sendiri. Namun hal itu tak berlaku pada Yasa Iruki, ayah Ayui"

__ADS_1


"Ayahku??!" Teriak Yui


"Iya. Dia dan rekannya menjadi ancaman besar bagi Izumi saat itu hingga Izumi melemah dan akhirnya Izumi terpaksa harus menyegel dirinya sendiri didalam bukunya, dan mengalami siksaan disana"


"Jadi orang yang menjadi alasan Izumi menyegel dirinya di dalam buku itu satu tahun yang lalu adalah karena ayah Yui?" Tanyaku kaget


"Benar. Mungkin juga Yasa Iruki mengizinkan anaknya sekolah disini untuk memastikan tuan sungguh lenyap dari sekolah ini atau tidak" Ucap Kei


"Tapi aku sedikit tertarik. Kenapa kau mau repot-repot membantu putri dari musuhmu, Izumi?" Tanya Kagusa


Izumi menyeringai dan menatap dalam Kagusa.


"Bukankah akan sangat menyakitkan bagi dia, disaat dia menganggapku adalah suatu hal yang sangat-sangat buruk ini, ternyata telah membantu putrinya berkembang pesat?" Ucap Izumi


"Baiklah, Yasa Ayui. Sebelumnya kau bertanya apa mauku membantumu, kan. Sepertinya aku jadi kepikiran untuk sekalian membalas dendam pada ayahmu. Jadi kau harus latihan dengan keras"


Yui terdiam dengan terus menatap kearah Izumi.


"Setelah kau membalaskan dendammu pada ayahku, apakah pada akhirnya kau akan memaafkannya?" Tanya Yui


"Tentu saja. Aku bukan roh yang suka membalaskan dendam berkali-kali lipat seperti roh lain"


Mendengar hal itu, Yui langsung menundukkan kepalanya ke arah Izumi.


"Terima kasih! Akan kupastikan aku akan latihan dengan keras, sehingga ayah berubah pikiran tentangmu!" Ucap Yui


Aku tertawa kecil melihat adegan ini.


"Izumi memang baik hati~" Pikirku


*


"Yui ternyata punya ayah yang hebat, ya~" Ucapku


"Dia tidak hebat dalam melihat hal baik dan jahat" Ucap Izumi tegas


"Lagian, kau sendiri juga keturunan keluarga kerajaan. Sejarah keluargamu lebih hebat dibanding dia" Ucap Izumi


"Keluarga kerajaan?!" Teriak Kagusa, Kei, dan Yui bersamaan


"Kau tahu Kagusa? Roh yang menguasai wilayah utara dan bersekutu denganku itu adalah pangeran dan putri kerajaan. Dia masih punya hubungan darah dengan Yurin"


"Bahkan nenek moyangnya juga pemimpin roh?!" Teriak mereka bertiga bersamaan lagi


"Tidak... Lagian sekarang tidak ada lagi kerajaan. Jadi itu bukan hal yang luar bias--"


"Hebat sekali!!" Teriak mereka bertiga dengan menatapku berbinar-binar


Aku hanya tersenyum menanggapinya. Lalu, aku kepikiran hal lain karena daritadi kami membicarakan tentang keluarga.


"Oh ya, Kei, nama panjangmu apa? Saat kau memperkenalkan diri padaku dan Yui, kau hanya menyebut kalau namamu Kei saja" Ucapku


Kei sedikit tersentak, lalu dia menjawab pertanyaanku.


"Aku tidak tahu siapa orang tuaku, jadi karena itu, aku tidak memiliki nama keluarga"


"Ah, maaf. Aku malah menanyakan hal sensitif..." Gumamku


"Tidak apa. Lagian itu sudah sangat lama"


Kei tersenyum tipis untuk menunjukkan kalau dia sungguh baik-baik saja.

__ADS_1


"Kei itu roh jahat, tapi terkadang aku berpikir kalau dia itu roh baik" Pikirku


__ADS_2