Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Pertikaian Kecil Pemimpin Roh Jahat


__ADS_3

"Omong-omong, kenapa kamu dari tadi tidak bicara? Aku hampir lupa kalau ada kamu" Ucap Izumi melirik Niki


"Tidak ada yang perlu aku bicarakan! Aku disini karena ada kakak disini" Ucap Niki dan langsung merangkul tangan Hana


"Hmmm~ Kau segitu menempelnya dengan kakakmu, ya" Gumam Izumi


"Itu karena kakak berharga bagiku!" Jawab Niki


Izumi mengeluarkan kekuatannya dan dengan cepat mengarahkannya ke Hana. Namun serangan Izumi dihentikan Niki.


"Izumi?! Ada apa?" Teriakku


"Apa yang kau lakukan, brengs*k?!" Ucap Niki marah


"Anak sepertimu itu sangat enak dijadikan bahan lelucon" Ucap Izumi sambil tertawa kecil.


Niki langsung mengarahkan sebuah jarum panjang berwarna hitam yang terbuat dari kekuatannya ke leher Izumi.


Walau begitu, Izumi terlihat santai seperti itu bukan apa-apa.


"Kau sedang menghina aku dan kakakku?!" Tanya Niki yang tersulut emosi.


"...."


Izumi hanya menatap Niki dalam diam dengan ekspresi datar.


"Kau!!"


Niki menusukkan jarum itu ke leher Izumi, tapi begitu menyentuh kulit Izumi, jarum itu langsung hancur berkeping-keping dan menghilang.


"Hei, Izumi. Kau kenapa?" Tanyaku dan langsung mendekati Izumi.


Namun Izumi langsung berjalan mendekati Niki.


"Kak Yurin, tak apa. Mereka tidak akan lenyap hanya karena pertarungan kecil ini" Ucap Hana santai sambil menahan tangan kananku.


Meski aku sedikit khawatir, tapi memang benar mereka adalah pemimpin roh, pasti takkan semudah itu lenyap. Dan jika aku sembarangan ikut campur, aku juga bisa terkena serangan mereka.


Akhirnya aku duduk di samping Hana dan memperhatikan mereka memastikan tidak terjadi apa-apa.


"Apa yang kau lakukan, hah?! Kau mengajakku bertarung?!" Tanya Niki yang sedikit takut dengan aura Izumi


Sekarang Izumi tepat berada di depan Niki.

__ADS_1


Izumi menatap Niki dengan mata birunya yang tajam. Begitu dia berkedip, mata biru itu berubah menjadi merah.


"Kau sungguh pemimpin roh jahat disini?" Tanya Izumi tak percaya dengan dahinya yang sedikit mengkerut.


"Apa-apaan?! Aku sungguh pemimpin roh jahat disini! Kau mau mengajakku bertarung, hah?!" Teriak Niki


Izumi menunjuk-nunjuk dada Niki dengan sedikit menunduk menyamai tinggi Niki dan menatapnya dengan tajam sambil berkata,


"Kalau kau pemimpin, bersikaplah selayaknya pemimpin. Semua pemimpin di tuntut untuk sempurna meskipun mereka tidak sempurna! Pemimpin tidak boleh dengan gegabah menunjukkan kelemahan mereka didepan siapapun, apalagi pada musuh!"


"Bagaimana nasib bawahanmu dan roh sekitarmu jika kau saja dengan mudah menunjukkan kelemahanmu pada lawan? Kau ingin mereka lenyap?"


"Padahal ini pertama kalinya kita bertemu, tapi kau dengan gegabah menunjukkan kalau kakakmu adalah kelemahanmu. Tak heran jika ada banyak musuh yang mengelilingi dan mengincar kakakmu"


"Lalu, aku tidak ada niat untuk bertarung dengan roh sepertimu yang hanya berpikir kalau semua hal dapat di selesaikan dengan bertarung" Ucap Izumi


Niki menepis dengan kasar tangan Izumi yang menunjuk-nunjuk dadanya.


"Kau! Padahal kau hanya roh muda! Tahu apa kau tentang---"


"Aku hanya menyadarkanmu apa itu kehidupan, karena aku hidup menjadi manusia lebih lama darimu. Pemikiranku lebih luas dibandingmu"


"Karena kau masih kecil, otakmu masih belum berkembang dan pemikiranmu pendek. Kau pasti berpikir kalau di dunia ini hanya kau yang paling tersiksa, kan? Konyol sekali!" Ucap Izumi lalu berjalan mendekatiku dengan mata yang kembali menjadi biru.


Niki terdiam begitu Izumi selesai bicara.


"Kiki, tolong urus para roh jahat. Sepertinya mereka membuat ulah di luar sana" Ucap Hana


"Baik, kak"


Niki pun teleportasi dan pergi.


"Maaf, sepertinya aku agak kasar ke adikmu. Lalu soal aku yang menyerangmu tadi juga" Ucap Izumi


"Tak apa. Kiki memang terlalu manja padaku. Aku juga tahu kalau kecerobohan Kiki bisa membuat masalah untuknya dan diriku, tapi aku tidak bisa menasihatinya"


"Terkadang Niki juga menjadi keras kepala dan melakukan hal semaunya saja. Aku juga sering kewalahan dengan Niki"


"Terima kasih kak Izumi mau repot-repot melakukannya. Aku yakin Kiki akan merenungkannya"


"Tidak, aku hanya berpikir sepertinya Niki sedikit mirip denganku. Melihat Niki yang seperti itu rasanya seperti melihat diriku sendiri di masa lalu. Aku jadi sedikit emosi begitu teringat diriku sendiri"


Hana melirik ke Izumi dengan sorot mata yang dalam seakan dia tahu kejadian yang dimaksud Izumi.

__ADS_1


"Oh ya, ngomong-ngomong, karena kakak sendiri sudah dapat ijin ke wilayah kami, bagaimana kalau kita menjadi sekutu?"


"Sekutu?"


"Wilayah bagian selatan kami adalah tetangga dari wilayah utara kak Izumi, kan? Itu bisa membantu jika ada penyerangan dari wilayah lain kalau kita menjadi sekutu"


"Meski kau sudah memberiku banyak keuntungan hari ini, tapi tetap saja aku tidak mudah percaya dengan siapapun. Apalagi menjadi sekutu? Kalian adalah penguasa di wilayah yang besar. Menyerang wilayahku bukan hal yang sulit bagi kalian"


"Jika kami ingin, kami bisa menyerang wilayah kakak sejak dulu, tapi kami tidak melakukannya" Ucap Hana


"Bukankah wilayah selatan kalian itu dulunya wilayah sekolah kami saat pemimpin roh sebelumnya masih memimpin? Kalian juga ikut menyerang saat pemimpin roh jahat lenyap"


"Lagian, saat awal aku menjadi pemimpin, aku jauh lebih sensitif dan agresif dari sekarang. Tidak hanya kalian, banyak wilayah lain yang tidak mau berurusan denganku saat itu"


"Lalu, jika kalian menjadi sekutu dan aku percaya kalian, kalian bisa dengan mudah menusukku dari belakang"


"Apa aku salah?" Tanya Izumi


"Aku kan sudah bilang, aku tidak akan bermusuhan dengan roh sekolah karena kak Izumi ada ikatan dengan kak Yurin"


"Masalah wilayah tidak ada hubungannya dengan nyawa Yurin. Kalian masih bisa menguras hal lain tanpa menyakiti fisikku"


Hana terdiam.


"Yah, kak Izumi juga tidak salah jika merasa waspada. Aku tak bisa menyangkal kewaspadaan kakak"


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita melakukan sumpah setia? Kakak tahu kan kalau sumpah yang dilakukan pemimpin itu sangat kuat?"


Izumi terdiam dan berpikir sejenak.


"Walau begitu, aku tetap tidak mau"


"Kenapa?"


"Menurutku tidak berguna kalau yang melakukan sumpah hanya pemimpin roh baik. Lagian, para bawahan roh baikku lebih banyak dan setia padaku dibanding bawahan roh jahat. Meski kita melakukan sumpah, itu juga tidak bisa membantu kita berdua, karena disetiap perang selalu memerlukan roh baik dan jahat dengan jumlah yang setara"


"Haaah..." Hana menghela nafas panjang begitu mendengar jawaban Izumi


"Ternyata membujuk kak Izumi tak semudah yang aku pikirkan. Baiklah, bagaimana kalau besok? Aku dan Kiki akan datang lagi ke sini untuk melakukan sumpah setia dengan kak Izumi"


"Aku tidak tahu apakah dia masih mau bertemu denganku setelah apa yang ku lakukan"


"Tenang saja, meski begitu, Kiki sebenarnya anak yang baik. Bagaimana? jika aku dan Kiki bersekutu dengan kak Izumi, bukankah itu sangat menguntungkan untuk kedua wilayah?"

__ADS_1


Izumi kembali terdiam.


"Baiklah, itupun jika dia mau" Jawab Izumi


__ADS_2