
orang-orang terus melihatku. aku pun menaruh tasku, lalu pergi ke luar kelas. aku berjalan menuju toilet, namun Izumi menghadangku saat di depan pintu toilet
"ada apa lagi??!" ucapku dengan wajah kesal
"jangan marah, kali ini aku sedang ingin bicara serius" ucap Izumi
"aku tidak peduli" aku melewatinya dan masuk ke toilet untuk membilas wajahku. saat aku membuka mata, Izumi ada di belakangku
"jangan ikuti aku! kau bukan hewan peliharaan yang selalu mengikuti tuannya" ucap ku dan melihat Izumi melalui pantulan cermin di depan ku
"aku tidak keberatan menjadi seperti itu" ucap Izumi
"kau!!" ucap ku kesal dan berbalik ke belakang menghadap Izumi
"aku hanya ingin bersenang-senang. maaf..." ucap Izumi dengan menundukkan kepalanya
saat Izumi berkata seperti itu, entah kenapa hatiku tiba-tiba terasa sakit.
"tunggu dulu!! ekspresi ini... seperti yang di mimpiku dulu! ekspresi yang di keluarkan oleh anak laki-laki yang duduk di kursiku" pikir ku
"eh... kok... aku tidak bisa mengingat wajahnya?" pikir ku
aku terus berusaha mengingat kejadian di mimpi burukku itu, namun aku tidak dapat mengingatnya. seperti mimpi itu tidak pernah kualami.
"apa... apa yang aku lupakan..." pikirku. aku jadi bingung sendiri
"apa yang aku pikirkan barusan?" pikirku
Izumi hanya diam saja sambil memperhatikanku yang dari tadi sangat fokus berpikir.
"hey..." ucap Izumi
"ah, em..." aku tersadar dari lamunanku
"kau pergilah! aku sudah harus ke kelas" ucap ku
"sebentar lagi kau akan di panggil kepala sekolah. kau tau kan apa yang harus kau katakan?" ucap Izumi
"iya. bilang aku tidak melihat mu" ucap ku
"kau hanya perlu menyiapkan alasannya. nanti aku yang akan mengurus sisanya" ucap Izumi lalu menghilang
"ha... hantu ini sulit ditebak..." ucap ku dengan suara kecil
aku pun kembali ke kelas. dan seperti kata Izumi, tak lama kemudian, ada kakak kelas datang ke kelasku. ia bilang kepala sekolah memanggilku. aku pun pergi ke kantor kepala sekolah itu
"apakah kau Yurin dari kelas 10-2?" tanya kepala sekolah
__ADS_1
"iya, itu saya" ucap ku
"aku dengar kau melihat 'sesuatu'. apa itu benar?" tanya kepala sekolah
"sesuatu?" tanyaku pura-pura tidak tahu
"hantu laki-laki" ucap kepala sekolah
"tidak. aku tidak melihatnya" ucap ku dan kepala sekolah langsung berfikir
setelah aku berkata itu, aku melihat Izumi muncul dan berdiri di samping kepala sekolah. Izumi seperti meledek kepala sekolah. kemudian, Izumi berjalan ke belakang kepala sekolah dan mencondongkan kepalanya kedepan dan menembus kepala milik kepala sekolah. aku melihatnya seperti kepala sekolah berkepala Izumi. aku sangat ingin tertawa, namun aku menahannya sekuat tenaga.
"namun aku mendapat laporan kalau kau bilang ke salah satu siswa kelas 12 kalau kau melihat laki-laki bernama 'Izumi'." ucap kepala sekolah
"ah, maafkan saya. saya salah mengenali orang. ternyata namanya bukan Izumi" ucap ku
"apa kau sungguh yakin?" ucap kepala sekolah ragu
"iya. ternyata dia siswa dari sekolah lain" ucap ku
"hmm... baiklah. sekarang kau boleh kembali ke kelasmu" ucap kepala sekolah
aku pun kembali ke kelas. setelah beberapa jam belajar, akhirnya jam istirahat berbunyi. saat aku ingin pergi ke kantin, Izumi muncul menemuiku
"hey, kau tidak boleh pergi" ucap Izumi
"aku lapar. biarkan aku makan dulu" ucap ku
"kau sungguh di sana??! jangan buat aku jadi punya penyakit jantung!" ucap ku
"sudah kubilang mereka takkan bisa melihatku. ditambah lagi sekarang kita terhubung, tidak ada yang bisa tahu akan keberadaanku kecuali kau" ucap Izumi
"ok, ok. kalau begitu aku mau makan dulu" ucap ku lalu berjalan ke pintu kelas
"tidak boleh! aku mau bicara soal kepala sekolah itu sekarang! dia akan menjalankan rencananya beberapa hari lagi. kau harus mengacaukan rencana kepala sekolah" ucap Izumi
"kau gila??! aku bisa-bisa diberhentikan jika melawan kepala sekolah!!" ucap ku
"karena itu, kita susun rencananya agar kau tidak terkena masalah" ucap Izumi
akhirnya kami pergi ke tempat sepi, di ujung koridor lantai paling atas gedung sekolah.
"jadi, apa kata kepala sekolah?" tanya ku
"dia masih kurang percaya dengan apa yang kau katakan. jadi dia mau memanggil orang lagi untuk mengusirku" ucap Izumi
"oh, ya... aku masih kurang faham dengan situasi ini... jika kau diusir dari sekolah ini, kau kan bisa menempati tempat lain. kenapa kau harus menghilang jika di usir?" tanya ku
__ADS_1
"kau akan tahu suatu saat nanti. yang pasti, jika aku diusir, aku takkan kembali ke sini lagi" ucap Izumi
aku jadi semakin penasaran. namun aku mencoba melupakan itu untuk saat ini
"em... jadi rencana kepala sekolah itu untuk mengusirmu?" tanya ku
"kalau begitu, kau tinggal masuk ke buku itu lagi" ucap ku
"tidak mau. itu merepotkan." ucap Izumi
"kau masuk saja! nanti aku akan keluarkan kau dari buku itu lagi" ucap ku
"aku baru saja keluar dari buku itu. sangat sulit untuk masuk lagi" ucap Izumi
"karena itu, kau harus mengusir orang itu. itulah tugasmu" ucap Izumi
"bagaimana caranya?" tanya ku
"kau sebarkan rumor kalau cerita tentang hantu itu hanyalah bualan saja" ucap Izumi
"orang-orang tidak akan percaya. apalagi jika hal itu terdengar kakak kelas" ucap ku
"tidak apa. yang penting kau sebarkan hal itu ke semua orang. pasti ada yang percaya dengan perkataanmu" ucap Izumi
"kalau bisa hal itu sampai terdengar ke kepala sekolah dan para guru" ucap Izumi
"um... baiklah..." ucap ku
"untuk sekarang, kau lakukan saja itu terlebih dahulu. aku akan mengawasi kepala sekolah terus" ucap Izumi dan kembali menghilang
"dia enak sekali tiba-tiba menghilang dan meninggalkanku sendirian disini!" pikir ku kesal
aku pun kembali ke kelas ku dan menjalankan renacana itu. pertama-tama, aku akan mengatakannya ke Mesha
"hai, Mesha" ucap ku
"hai, Yurin. kau dari mana?" tanya Mesha
"ah, aku dari toilet. eh, ngomong-ngomong... aku rasa rumor soal hantu itu tidak benar" ucap ku
"tidak benar bagaimana?" tanya Mesha
"olehnya, selama ini tidak ada hal aneh di kelas ini. katanya penunggu sekolah itu tinggal di kelas ini" ucap ku
"benar juga, tidak ada hal aneh sih selama ini. tapi, hari pertama kita di kelas ini kan... buku milik ibu guru tiba-tiba terjatuh sendiri. itu agak aneh" ucap Mesha
"tidak. tangan ibu guru sudah menyentuhnya, dan menyenggolnya hingga terjatuh" ucap ku
__ADS_1
"tapi aku melihat sendiri kalau tangan ibu guru belum menyentuh buku saat itu!" ucap Mesha
"ah, kenapa harus aku yang melakukan hal ini. padahal ini ulah si hantu itu" pikir ku