
"jadi... Izumi tak perlu merendah diri padaku" ucap ku
Izumi menatapku dan terus diam. wajahnya terlihat sangat sedih seakan-akan dia akan menangis. aku juga dapat merasakan kesedihannya. dadaku terasa sesak.
"Izumi..." gumam ku dan memeluknya.
***
di pikiran Izumi saat ini, tiba-tiba terlintas banyak suara.
"monster itu dapat peringkat satu lagi??!"
"kenapa di sekolah kita ada monster seperti dia??!"
"kelebihan darinya hanyalah dia pintar. tak ada apapun lagi yang bagus darinya"
"dia adalah sampah yang sangat beruntung"
"jangan mendekatiku!!"
"kau menghalangi jalanku! pergi sana!!"
"kenapa aku melahirkanmu??! kau tak seharusnya lahir!!"
"hey, monster! cepat bersihkan!!"
"lihat! dia sangat menyedihkan!"
"aku menyesal membawamu kemari"
"jangan lihat aku!!"
"monster sepertimu mau makan makanan manusia?? yang benar saja??!"
"dasar monster!! kenapa kau tidak mati saja?!"
"jangan memanggil aku seperti itu, dasar sampah!!"
*
"ha... hahahaha!!! aaah... suara-suara itu kembali bergema di kepalaku hingga rasanya kepalaku mau pecah..." pikir Izumi
"manusia... ya..." gumam Izumi
"ini pertama kalinya... ada yang bilang aku manusia..." gumam Izumi
"hmm? apakah kau mengatakan sesuatu?" tanyaku
"tidak... bukan apa-apa..." ucap Izumi
"Izumi... apakah kau sedang sedih?" tanyaku
"dari wajahmu kau terlihat sedih dan seperti menahan sesuatu. dada dan kepalaku juga rasanya sakit" ucap ku
"tanganmu juga rasanya dingin" ucap ku sambil memegang tangannya
"tangan miliknya... hangat... dan dia juga sungguh khawatir padaku..." pikir Izumi
"ah, maaf. seharusnya aku menjaga tubuh dan pikiranku agar kau tidak ikut sakit" ucap Izumi dengan suara kecil
"sebagai tanda maaf, kau harus memanggilku dengan namaku, ya!" ucap ku dan melepas pelukannya.
__ADS_1
tapi...
Izumi menahanku dan kembali memelukku
"sebentar saja... biarkan aku seperti ini sebentar... kumohon..." ucap Izumi dengan suara gemetar
"seluruh tubuh Izumi gemetar, bahkan suaranya pun ikut gemetar. tangannya juga semakin dingin. lalu, dia memelukku sangat erat. apa dia ketakutan? apa yang Izumi takuti?" pikirku
"Izumi yang berada di depanku saat ini, dia seperti anak kucing yang baru bertemu dengan induknya setelah berpisah..." pikirku
"aku harus menghiburnya. aku harus membuatnya tenang" pikirku
"Izumi tak perlu takut. Izumi adalah yang terkuat. jika ada yang melihat Izumi gemetar seperti ini, mereka akan meragukan kekuatan Izumi, lho" ucap ku sambil mengelus-elus kepala Izumi agar dia tenang.
"aku tak peduli. aku juga tak mau jadi seperti ini!" ucap Izumi
"lalu... kau tahu dari mana kalau aku yang terkuat?" tanya Izumi dengan nada suara tak bersalah
aku terdiam...
tanganku yang tadinya mengelus-elusnya kepalanya tiba-tiba membeku...
aku tak dapat berkata-kata...
aku berniat untuk membuatnya tenang, tapi malah aku sendiri jadi tidak tenang
"aku keceplosan mengatakan hal itu!! jika aku bilang kalau roh baik yang memberi tahuku, Izumi akan melenyapkan roh baik itu tanpa sisa!!" pikirku berteriak
"dasar Izumi!! apakah dia tidak bisa pura-pura tidak dengar yang tadi dan tak usah bertanya??! apa kau mau memojokkanku dengan pertanyaanmu??!" pikirku
"padahal aku sudah berbaik hati bersimpati padamu!!" pikirku
tanganku menjadi gemetar karena pertanyaan mendadak Izumi
"kenapa tanganmu gemetar? kenapa kau tak menjawab pertanyaanku?" tanya Izumi
"ta... tanganku gemetar mungkin karena sekujur tubuhmu gemetar. aku kan bisa merasakan apa yang Izumi rasakan..." ucap ku
"lalu... soal Izumi yang terkuat itu... Maeru bilang padaku kalau Izumi itu yang terkuat..." ucap ku bohong
"makhluk rendahan itu yang bilang padamu? tumben sekali dia mau memujiku. kupikir apa yang dia katakan kalau menyangkut soal aku, dia akan membicarakan hal buruk saja" ucap Izumi
*
disisi lain
di sekolah
"hatchu!!" suara bersin
"siapa yang membicarakanku dibelakang, hah??! akan aku bunuh dia!!" teriak Maeru
*
"jadi... kau percaya padanya?" tanya Izumi
"a... aku juga tadi kan melihat saat Izumi bertarung... Izumi sangat hebat... walau tergores sedikit saja, aku bahkan bisa seperti itu, kau juga bisa menyembuhkanku" ucap ku
"dan lagi, kemampuan penyembuh Izumi juga sangat bagus! padahal dada Izumi tertusuk kelima kuku Maeru, tapi sekarang luka itu sudah tertutup semua! sangat hebat! siapapun yang melihatnya pasti berpikir begitu!! lalu, Izumi juga bisa teleportasi dengan sangat mudah. bahkan saat itu kau teleportasi sambil membawaku..." ucap ku
"ja... jadi... aku pikir apa yang dikatakannya kalau Izumi itu terkuat tidaklah bohong..." aku mengoceh panjang lebar karena panik.
__ADS_1
"ha... haha... ini pertama kalinya..." pikir Izumi
"semua yang dia lakukan... ini pertama kalinya..." pikir Izumi
Izumi tersenyum lalu melonggarkan pelukannya
"kau sudah tenang?" tanyaku
Izumi memegang kedua pipiku dan menyantukkan dahinya ke dahiku.
"aku akan melindungimu. jika kau dalam bahaya, aku akan menolongmu. aku takkan membiarkanmu menanggungnya sendiri." ucap Izumi
"lalu, makhluk rendahan itu tadi memegang pipimu, kan??! dia juga memelukmu, kan??!" tanya Izumi
"aku juga tidak kalah darinya!" ucap Izumi
"apa? dia cemburu dengan Maeru?!" pikirku
"jadi kau bertingkah begini karena kau cemburu dan tak mau kalah dari Maeru??!" teriakku
"entahlah..." ucap Izumi
"dasar!! kau membuatku kesal!!" teriakku
"tidak... tadi aku sungguh ketakutan... tubuhku gemetar dengan sendirinya... aku sungguh tidak berbohong... aku bukan bermaksud mengambil kesempatan ataupun cemburu dengan Maeru... aku hanya... perlu seseorang... seseorang yang mau menghiburku... mau bersamaku... dan mengakuiku..." pikir Izumi
"tapi... tidak mungkin aku bicara seperti itu sekarang" pikir Izumi
"kau tak boleh mengetahui apapun soal diriku" pikir Izumi
Izumi berdiri dan membantuku untuk berdiri.
"bagaimana kalau kita pergi melihat-lihat disekitar sini?" tanya Izumi
"apa boleh?" tanyaku
"tentu saja. hal ini takkan terulang lagi kecuali kau menjadi roh" ucap Izumi
"baiklah. kau tahu kan tempat ini? tunjukkan padaku tempat-tempat yang unik" ucap ku
kami pun pergi ke banyak tempat. dan tempat itu memang sangat aneh. benar-benar berbeda dengan bumi.
"kau kembalilah sekarang. tidak baik jika kau terus berada disini" ucap Izumi
"tapi... bagaimana caranya aku kembali?" tanyaku
Izumi mendorongku sangat keras hingga aku termundur beberapa langkah dari tempatku berdiri tadi dan aku akan terjatuh
"apa yang kau lakukan??!" teriakku
"selamat tinggal..." ucap Izumi
"Yurin..." lanjut Izumi sambil tersenyum
"aku akan menemuimu lagi nanti" ucap Izumi sambil melambai-lambaikan tangannya
"aku tidak salah dengar, kan? Izumi... memanggil namaku??" pikirku
lalu, dibelakangku tiba-tiba muncul pusaran hitam yang sama saat Izumi muncul disini. aku masuk kedalam pusaran hitam itu. dan saat aku sadar, aku sudah berada di kamarku.
"aku... kembali..." pikirku
__ADS_1