Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Tes Jenis Kekuatan


__ADS_3

"Alirkan kekuatan ke tangan.... Lalu lepas kekuatan itu dan biarkan dia masuk ke kertas segel..." Pikirku


Aku fokus dan terus mengulang pikiranku itu beberapa kali.


Setelah aku merasa sudah cukup mengumpulkan kekuatan dan saatnya aku melakukan serangan, aku pun membuka mataku.


"Serang!" Teriakku


Bom!!!


Kertas segel itu meledak.


Dan karena aku dan Izumi yang berada di dekat ledakan itu, kami akan terkena ledakan itu jika saja Izumi tidak memasang pelindung.


Setelah ledakannya usai, Izumi perlahan-lahan menoleh ke arahku dengan wajahnya yang kembali memucat.


"Ma... Maaf...." Gumamku


"Tolong berhati-hatilah, Yurin!! Kau tidak tahu seberapa kagetnya aku daritadi!!" Teriak Izumi sambil mencupit pipiku


"Maafkan aku!!" Teriakku


*


Kami pun melanjutkan tes ketiga.


"Cara ini sama seperti sebelumnya. Hanya saja niatkan kalau kau ingin membuka pelindung"


Aku pun kembali menutup mata dan fokus pada pikiranku.


"Kumohon, bisalah. Ayo muncullah, sebuah pelindung!" Pikirku


Nguuuung....


Muncul setitik cahaya yang keluar dari kertas segel itu.


"Bisa!!" Teriakku senang


"Hei..." Gumam Izumi


"Kau mau melindungi apa dengan setitik cahaya itu?" Tanya Izumi


Jleb


Satu kalimat yang diucapkan Izumi itu langsung mematahkan semangatku.


"Setidaknya sedikit berbohong juga tak apa untuk menghiburku!!" Pikirku


*


Kami lanjut ke tes keempat, yaitu meramu.


Di hadapanku sekarang terdapat sebuah tungku tanah liat yang besar, dan berwarna hitam. Didalamnya sudah ada air yang terisi setengahnya.


"Kali ini.... Aku harus melakukan apa lagi?" Tanyaku


"Alirkan kekuatanmu ke mata. Nanti kau bisa melihat bahan apa saja yang perlu kau masukkan. Setelah memasukkan semua bahan dan memasaknya, kau masukkan kekuatanmu kedalamnya, dan jadi"


"Mudah, bukan? Hanya seperti sedang memasak biasa"


"Mudah jika hanya menyebutnya" Pikirku


"Buatlah sesuatu, terserah mau itu obat ataupun racun"


Aku pun menutup mataku dan fokus mengalirkan kekuatanku ke mata.


"Bisa! Aku bisa!" Pikirku semangat


Aku pun membuka mataku dan mulai mengambil berbagai bahan, memasukkannya kedalam tungku dan memasaknya.


Tak lama kemudian....


Duar!!


Tungku itu meledak.


Dan tentu saja, kali ini Izumi sejak awal sudah memasang pelindung karena tahu akan terjadi hal ini.


"...."


Kami berdua terdiam


"Izumi.... Apa mungkin aku tidak berada di kelima jenis itu?" Tanyaku dengan mata berkaca-kaca


"Tenanglah! Masih ada satu tes lagi yang belum kita lakukan. Kalau kau punya kekuatan sudah pasti ada jenis dari kekuatanmu!" Ucap Izumi panik

__ADS_1


"Dia.... menghiburku" Pikirku


*


Tes terakhir dimulai.


Kali ini aku tidak memegang ataupun berhadapan dengan sesuatu.


"Hampir mirip dengan yang sebelumnya. Kau tinggal mengeluarkan kekuatanmu ke tangan saja"


"Jika berhasil, nanti akan muncul lingkaran sihir. Jika gagal.... entahlah, aku juga tidak tahu bagaimana jika gagal" Ucap Izumi


"Tapi kurasa kali ini berhasil. Karena ini yang terakhir" Lanjut Izumi


Aku pun semakin semangat.


"Baiklah, ayo mulai!" Pikirku


Aku menutup mataku dan memusatkan kekuatanku ke tangan.


Wuuuuung....


Muncul sinar di depan telapak tanganku kemudian membentuk lingkaran kecil


"Muncul!" Pikirku senang


Aku terus mengeluarkan kekuatanku, tapi lingkaran itu tak kunjung membesar, lalu....


Psssssss.....


Lingkaran sihir itu mengeluarkan asap kemudian lenyap secara perlahan.


"...."


Keadaan kembali menjadi hening.


"Izumi...." Gumamku lalu dengan ragu melirik kearah Izumi


"Sepertinya aku sudah membuang-buang waktu dan kekuatanku untuk hal yang sia-sia, yaa~ sayang sekali~ Sepertinya aku salah mengira aura biru yang keluar dari tubuhmu itu kekuatan~" Ucap Izumi ceria lalu pergi begitu saja


"Tunggu, Izumiiiiiii!!" Teriakku dan mengejarnya


Izumi pun berhenti berjalan lalu menghela nafas.


Dia menoleh menghadapku dengan raut wajahnya yang datar seperti biasa.


"Tolong jangan bercanda dengan wajah seperti itu!!" Pikirku emosi


"Sepertinya terlalu cepat kita mulai melihat jenis kekuatanmu, ya" Ucap Izumi


"Eh?"


"Kekuatanmu baru bangkit. Jadi sekarang kita latih saja dulu cara mengontrol kekuatan, lalu tes ulang setelahnya"


"Ayo ikuti aku"


"... Baik..." Gumamku


Aku sedikit tersentuh karena walau mungkin Izumi kesal, tapi dia tidak marah atau mengeluarkan kata-kata kasar padaku.


Aku mengikuti Izumi dan ternyata kami sekarang menuju ke tempat Yui yang latihan sendiri.


"Lho? Kenapa kalian kesini?" Tanya Yui


Izumi tersenyum penuh arti pada Yui.


"A... Apa-apaan senyumanmu itu" Ucap Yui waspada


Izumi memegang pundakku lalu sedikit mendorongnya ke arah Yui.


"Tolong ajarkan Yurin mengontrol kekuatannya" Ucap Izumi


Yui sedikit kaget.


"Aku sih tidak masalah mengajari Ririn, tapi kalau aku yang mengajarnya, apa yang kau lakukan?" Tanya Yui


"Tentu saja...."


"Bersantai~"


Wush....


Yui langsung melempar pistol di genggamannya ke Izumi, dan pistol itu menembus tubuhnya.


"Dasar hantu menyebalkan!! Kalau kau tak berniat mengajar, kembalilah bekerja dan biarkan kedua pria tampanku kesini!!" Teriak Yui emosi

__ADS_1


"Yui, tenangkan dirimu...." Ucapku pelan sambil menahan tubuh Yui yang siap mengamuk.


Izumi menatap tajam Yui dengan mulutnya yang menyeringai.


Izumi berjalan ke belakang dan memungut pistol yang dilempar Yui.


"Kekuatan manusia dan roh memang sama, yaitu berasal dari dalam tubuh. Tapi pembentukan kekuatan pada manusia dan roh berbeda"


"Kekuatan pada manusia berasal dari fisik tubuh, sedangkan pada roh itu berasal dari jiwa. Keduanya berbeda. Artinya, aku ataupun Kagusa dan Kei tidak bisa mengajari hal yang berhubungan dengan mengontrol atau peningkatan daya kekuatan pada manusia, karena kami adalah roh"


"Yang bisa mengajari hal seperti itu hanya manusia yang juga punya kekuatan, sepertimu" Lanjut Izumi dengan menodongkan pistol yang dipungutnya ke kepala Yui


"Jadi jangan asal marah kalau kau tidak tahu apa dibalik semua itu. Dan lagi selama ini aku sudah bekerja keras hingga bosan dengan pekerjaanku. Aku bersantai beberapa hari juga tak masalah, bukan?"


Izumi menarik pelatuk di pistol itu dan pelurunya mengenai jidat Yui.


"Kau ini apaan, sih?!" Teriak Yui sambil memegang dahinya yang memerah.


"Hanya mencoba membalas dendam, karena sebelumnya kau sudah beberapa kali mencoba menembakku menggunakan pistol ini" Jawab Izumi sambil tersenyum


"Tapi kalau dipikir, ini tidak bisa disebut balas dendam. Peluru ini saja tidak berbahaya pada manusia. Jadi haruskah aku pakai pistol asli untuk balas dendam?"


"Pistol ini sebenarnya hampir mirip dengan pistol asli, baik itu bentuk, cara guna dan bahannya. Jadi kalau aku isi dengan peluru asli, bukan peluru khusus roh sepertinya bisa" Gumam Izumi


"Kau jangan macam-macam!" Teriak Yui


*


Setelah sedikit bertengkar, akhirnya Yui mengajariku dan Izumi hanya duduk dibawah pohon sambil memperhatikan kami.


"Ririn, sekarang coba keluarkan kekuatanmu"


Aku mengangguk lalu mengangkat kedua tanganku. Dengan susah payah, aku mencoba mengeluarkan kekuatanku, tapi yang muncul hanya setitik api diatas tanganku.


"Dengar, Ririn. Yang terpenting dalam mengontrol kekuatan itu adalah kefokusan. Kau harus fokus pada kekuatanmu sendiri tanpa terganggu dengan lingkungan sekitar"


Aku mendengarkan ucapan Yui sambil sedikit mengangguk.


"Jadi aku sekarang latihan fokus?" Tanyaku


"Kurang lebih seperti itu"


"Sekarang kita akan meditasi lebih dulu. Kekuatan berasal dari fisik. Jika tubuh kita rileks, maka kekuatan juga akan lebih mudah keluar dan dikontrol"


Kami berdua pindah dari lapangan itu kedalam hutan dan duduk diatas sebuah batu besar.


Pertama, Yui mencontohkanku postur tubuh saat duduk, dan aku mengikutinya.


"Nah, Ririn. Sekarang pejamkan kedua matamu. Tarik nafas dalam-dalam, lalu hembuskan secara perlahan...." Ucap Yui sambil mempraktekkannya.


"Nikmati kesejukan dan kenyamanan alam disini. Terus rasakan hingga akhirnya kau merasa sudah berada di dunia lain. Dunia dimana imajinasimu berada"


"Meski dengan mata tertutup, ketika kau sudah fokus pada alam bawah sadarmu, kau tetap merasa seakan melihat alam sekitar"


"Dan jika sudah terbiasa terus melakukan itu, perlahan indra yang lain juga akan menjadi sensitif akan hal-hal aneh"


"Nah, sekarang cobalah menikmati alam ini dan pertajam indramu, Ririn"


Yui pun mulai terdiam. Setelahnya tidak ada suara lagi.


"Aku masih kurang mengerti dengan yang Yui katakan..." Pikirku


....


....


....


10 menit sudah terlewatkan begitu saja, dan aku masih belum bisa fokus pada alam bawah sadarku.


"Ini... sekarang Yui sedang memperhatikanku atau tidak?" Pikirku gelisah


"Sepertinya tidak. Karena kalau Yui memperhatikanku, dia akan menegurku karena ekspresi wajahku terlihat aneh"


"Aku ingin lihat apa yang Yui lakukan..." Pikirku


Perlahan aku membuka mataku dan menoleh melihat Yui. Ternyata Yui benar-benar bermeditasi. Tubuhnya duduk dengan tegap dengan mata tertutup dan wajah yang tenang.


"Ririn, tutup kembali matamu dan nikmati alam sekitar"


"Ba.... Bagaimana bisa kau tahu aku mengintip?" Tanyaku kaget


"Aku kan sudah bilang, kalau sudah terbiasa maka semua indra akan menjadi sensitif dengan hal aneh"


"Keren sekali!" Pikirku kagum

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan mencoba lagi"


__ADS_2