Hantu Sekolah

Hantu Sekolah
Apakah Aku Pintar?


__ADS_3

aku dan Izumi terus belajar hingga hari mulai gelap dan hujan perlahan-lahan mulai mereda.


"hujannya sudah tidak deras lagi..." gumamku


"Yui mungkin sebentar lagi akan kembali. aku harus cepat belajar" gumamku


"tapi, aku tak menyangka kau kan secepat ini mengerti dalam belajar" ucap Izumi


"sebenarnya, sejak awal aku memang sudah mengerti. hanya saja sedikit lupa. tapi ada juga sih yang kurang bisa kumengerti" ucapku


"kau sudah mengerti? kapan kau mengertinya?" tanya Izumi


"tentu saja saat guru mengajar" ucapku sedikit bingung dengan pertanyaan Izumi


"tapi..." ucap Izumi ragu dan curiga


"a... apa?" tanyaku


"aku sering datang ke kelasmu saat sedang jam pelajaran, tapi kau hampir tak memperhatikan guru saat menerangkan pelajaran. aku malah sering melihatmu hanya mencoret-coret buku" ucap Izumi


"aku melakukannya karena aku sudah mengerti dan bosan mendengarnya" ucapku sambil menggaruk pipi


"ah, dulu juga aku sering seperti itu" pikir Izumi


"kalau begitu, untuk apa kau minta aku mengajarimu?' tanya Izumi dengan wajah sedikit kesal


"penjelasan Izumi mudah dimengerti dan tidak membosankan. dan lagi, kau sendiri yang menawarkan diri untuk mengajariku" ucapku


"aku melakukannya karena aku takut kau tak mengerti dan tak bisa menjawab soal ulangan. tapi, jika kau sudah mengerti untuk apa lagi aku mengajarimu" ucap Izumi


"saat itu aku sungguh tidak mengerti. tapi berkat Izumi sekarang aku mengerti" ucapku


"jika Izumi mengajariku, nilaiku pasti lebih baik lagi. dan lagi, rasanya jadi tidak semangat jika belajar sendirian" ucapku


"aku juga merasa aku ini masih sangat kurang bagus dalam pelajaran. Izumi bahkan sering memanggilku dengan sebutan 'bodoh' sebelumnya." ucapku


"Yurin, kalau soal sebutan itu, aku hanya bercanda saja. sebenarnya dari awal aku tahu kau tidak bodoh. kau yang sudah masuk ke sekolah ini dan berada di kelas 10-2 itu telah menandakan kau itu sebenarnya pintar" pikir Izumi


"baiklah jika kau menginginkannya. aku akan mengajarimu dan membuatmu masuk kelas 11-1 nanti" ucap Izumi


"ini baru semester 1. masih 6 bulan lagi untuk naik ke kelas 11" ucapku sambil ketawa


"dan lagi, aku tidak yakin dapat masuk ke kelas itu. karena disetiap angkatan dari kelas -1 itu kan pintar-pintar semua" ucapku

__ADS_1


"kau berada di kelas 10-2, tidak jauh beda dari mereka. tentu saja kau bisa masuk ke kelas itu" ucap Izumi


"kalau ada aku yang mengajarmu, itu bukanlah hal sulit" ucap Izumi


"bahkan tanpa akupun aku rasa kau bisa masuk ke kelas itu" ucap Izumi


"tidak mungkin. aku takkan bisa bersaing dengan murid kelas 10-1" ucapku mengibas tangan


"dia ini tidak sadar dengan kemampuannya sendiri, ya?" pikir Izumi


"kita lihat saja nanti bisa atau tidaknya. sekarang belajar dulu" ucap Izumi


"iya" jawabku lalu kembali melihat ke buku


"oh, ya. Izumi, jika kau ingin pergi sekarang, kau pergi saja dulu" ucapku


"memangnya tidak apa-apa?" tanya Izumi


"sekarang aku sudah tidak apa-apa kalau belajar sendiri" ucapku


"kau pasti sibuk, kan. aku tak bisa terus menahanmu disini untuk mengajariku. kau pasti ada keperluanmu sendiri" ucapku


"aku akan belajar dengan baik. kau tak usah khawatir" ucapku


Izumi berpikir sejenak


"jika tidak bisa datang malam ini juga tidak apa-apa kok. sekarang pergilah" ucapku sambil melambaikan tangan


"belajar yang benar. kalau ada yang membuatmu bingung, sebut saja namaku. aku akan langsung datang" ucap Izumi dan menghilang


"dasar. dia pikir aku anak kecil apa? sampai dia yang lebih muda dariku (?) bicara seperti itu padaku" gerutuku


"tapi, aku jadi sedikit penasaran...." pikirku


"Izumi" ucapku


"apa?" ucap Izumi yang muncul di depanku


"beneran datang!!!" pikirku teriak


"tidak ada apa-apa, kok. kau bisa kembali sekarang" ucapku


Izumi pun menghilang

__ADS_1


"Izumi memang bisa diandalkan" gumamku


"ah, lebih baik sekarang aku mandi dulu" pikirku dan berjalan ke kamar mandi


setelah mandi, aku mengeringkan rambutku sambil duduk di pinggir kasur


"entah kenapa aku merasa agak familiar dengan Izumi. apalagi saat kami belajar tadi" pikirku


"dimana aku pernah ketemu dengan orang yang mirip Izumi, ya? " pikirku


"Ririn, aku pulang" ucap Yui dari luar


"Yui, akhirnya kau pulang ju-- eh?" ucapanku terputus saat melihat Yui masuk


"kenapa kau basah kuyup begitu?" tanyaku


"ahahahaha" Yui tertawa tidak enak dan memalingkan wajahnya dariku


"cepat mandi dan ganti baju sekarang. nanti kau masuk angin" ucapku


saat Yui mandi, aku membuat minuman coklat panas untuk menghangatkan tubuh yui


"ini, minumlah" ucapku sambil menyodorkan secangkir coklat panas


"terima kasih, Ririn" ucap Yui


"omong-omong, bagaimana bisa kau jadi basah kuyup begitu?" tanyaku


"tadi saat hujan mulai mereda, aku pulang dari rumah temaku. karena kupikir hujan akan berhenti, aku menolak tawaran temanku untuk memakai payungnya. lalu, saat di tengah perjalanan pulang, hujan kembali deras dan akhirnya aku kehujanan" jelas Yui


"bagaimana dengan bukumu? apa buku itu terkena hujan?" tanyaku


"ah!! bukunya tertinggal saat aku menunggu hujan reda di rumah temanku!!" teriak Yui


"bagaimana kalau sebentar lagi kau ambil buku itu? aku akan ikut menemanimu pergi mengambilnya" ucapku


"ti... tidak perlu, Ririn. aku juga sempat membaca bukunya tadi. jadi tak apa" ucap Yui


"kau tak perlu sungkan denganku. tak apa, aku akan menemanimu" ucapku


"tidak perlu. besok temanku itu pasti mengembalikan bukuku" ucap Yui tergesa-gesa


"nah, sekarang ayo kita makan. aku sudah lapar" ucap Yui dan pergi ke dapur

__ADS_1


"Yui yang biasanya tidak suka meminjamkan buku atau barang miliknya pada orang lain tiba-tiba meminjamkan bukunya dan setelah sampai di rumah temannya, dia malah lupa membawa bukunya kembali. lalu, saat aku mengajaknya untuk mengambil kembali buku itu, dia menolaknya dengan tergesa-gesa" pikirku


"apa hanya perasaanku saja, ya... rasanya Yui jadi agak aneh belakangan ini" pikirku


__ADS_2